Warta UMBandung

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Kang Emil) mengungkapkan istilah New Normal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Memasuki masa New Normal, menurut Kang Emil, istilah AKB lebih tepat digunakan, karena sebagian masyarakat menilai istilah New Normal (Normal Baru) membingungkan (10/6).

Di sela-sela memberikan sambutan dalam acara Silaturahim Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung (10/6), Kang Emil menegaskan bahwa Covid-19 ini merupakan penyakit kerumunan.

Secara hakekat ini ujian dari Allah, secara realita ini adalah riset untuk kita agar tidak berbelok dari aturan. Sebetulnya Covid ini penyakit kerumunan, dimana ada kerumunan disitulah menyebarnya Covid-19.”

Emil menambahkan, bahwa awal-awal adanya Covid-19, Jawa Barat mengalami darurat kesehatan, 3 bulan kemudian bertambah menjadi darurat ekonomi, diharapkan tidak merambah pada darurat sosial politik seperti yang terjadi di luar negeri, misalnya Meksiko dan Amerika Serikat.

Dengan adanya darurat ekonomi, 63% atau 38 juta dari 50 juta rakyat Jawa Barat meminta subsidi dari pemerintah. Saat ini, anggaran yang ada di Pemprov Jabar 40 triliun untuk 50 juta orang. Untuk tahun ini, semua program berfokus pada Covid dan Pendidikan. Pemprov menganggarkan 1,42 Trilyun untuk dana pendidikan, SMK dan SMA di Jawa Barat digratiskan, adapun sekolah swasta diberikan bantuan 500 ribu/tahun setiap siswa, sedangkan siswa tidak mampu 100% gratis.

Dilihat dari indeks penularan Covid-19, Jawa Barat masuk pada peringkat 4 terbawah dari 34 Provinsi, atau kategori Terkendali. Di akhir sambutannya, Kang Emil optimis menang berperang melawan Covid, dengan menerapkan 5 strategi di Jawa Barat, seperti Proaktif, Menerapkan pola manajemen transparan melalui aplikasi PIKOBAR, selalu berusaha ilmiah, melakukan kolaboratif antar sektor, dan Inovatif. (Arif/UMBandung)

Bagikan Ke:

Berita Populer

200 Beasiswa KIP Kuliah Untuk...

Program KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah yang...