Warta UMBandung

Saepul Adnan, salah satu dosen Teknlogi Pangan Halal Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Bergabung sejak awal UMBandung mulai merintis, Adnan, sapaan akrabnya, sekarang sudah menjadi Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknlogi Pangan Halal. Selain aktif sebagai dosen, Adnan juga bergabung dalam tim Riset Academic, Business, Community, Government, & Media (ABCGM) Jawa Barat, Auditor Halal dipusat Halal Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain sibuk menjadi dosen dan juga aktivis UMKM, Adnan juga disibukkan dengan menjadi seorang pebisnis. Berawal dari sedang hitsnya makanan seblak dan banyaknya teman yang menanyakan bentuk makanan seblak itu seperti apa. Adnan mencoba membuat formulasi terbaru tentang seblak. Makanan yang khas dengan kerupuk yang dimasak dan berkuah itu, dirubah menjadi lebih menarik namun tidak meninggalkan aromanya. Adnan menamakan produknya dengan nama Rocket Seblak.

Selain itu, Rocket Seblak juga dibuat sedemikian rupa dengan teknologi penggorengan khusus, sehingga dihasilkan tekstur yang renyah dan tidak mudah melempem seperti kebanyakan olahan kerupuk yang lain” kata Adan seperti yang dilansir dari situs youtube strabiz tv.

Rocket Seblak terbuat dari bahan dasar tapioka yang diolah menjadi kerupuk dan dibumbui dengan rempah-rempah. memiliki dua varian rasa yaitu original MSG dan non MSG yang menggunakan ekstrak jamur sebagai bumbu penyedap.

Keistimewaan produk ini adalah tingkat kepedasan yang disesuaikan dengan selera konsumen, dengan takaran 140 gram, Rocket Seblak mempunyai beberapa level, yakni Level Gagal Pedas (tidak sama sekali pedas), Pedas Minimal (Tingkat Kepedasan sedang) dan Pedas Maksimal (Tingkat Kepedasan Maksimal). Cita rasa khas rempah-rempah seperti bawang merah dan daun jeruk menjadikan rasa pedas istimewa yang menjadikan Rocket Seblak berbeda dari makanan ringan olahan kerupuk yang lain.

Dia menuturkan bahwa usaha seblaknya sudah berjalan 4 tahun. Produknya sudah dipasarkan keseluruh Indonesia. Bahkan, ada dari beberapa reseller telah mampu memasarkan produknya sampai luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Timur Tengah (Makkah dan Madinah), Jerman. Banyaknya saingan dan variasi makanan sekarang ini tak membuat produk seblaknya kalah saingan. Banyak ibu sosialita dan pelanggan yang masih loyal dengan produknya. Maka tak aneh, bila 500-1000 pcs/ bulan roket seblak mampu laku dipasaran. (Arif/UMBdg)

Bagikan Ke:

Berita Populer

Bank BJB dan Universitas Muhammadiyah...

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- PT Bank Pembangunan Daerah...