Mahasiswa UM Bandung Sebut Batik Kini Jadi Medium Ekspresi Generasi Muda
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Peserta semifinal Duta Batik Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) 2026 sekaligus mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) UM Bandung Regina Fathia Zikra menilai batik kini tidak lagi sekadar busana formal atau warisan masa lalu.
Bagi generasi muda, batik dapat menjadi medium untuk mengekspresikan diri. Menurut Regina, karakter batik yang adaptif membuatnya mudah dipadukan dengan streetwear, desain modern, hingga eksplorasi visual yang lebih berani.
“Lewat cara ini, generasi sekarang menjaga tradisi tetap relevan dan bernyawa di era modern tanpa kehilangan akar budayanya,” ujar Regina.
Pandangan tersebut disampaikan dalam pembekalan 28 semifinalis Duta Batik YBJB 2026 di Workshop Rumah Batik Komar, Cigadung, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Ketua Umum YBJB Sendy Ramania Wurandani mengatakan, 28 semifinalis tersebut terdiri atas 14 laki-laki dan 14 perempuan yang terpilih dari 50 peserta babak penyisihan.
Dalam pembekalan, peserta mendapatkan teori dan praktik pembuatan batik. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan teknik membatik, tetapi menumbuhkan apresiasi terhadap proses dan kerja keras para perajin.
“Ketika praktik membatik, mereka bisa merasakan ketekunan, kesabaran, keteguhan, dan ketulusan hati hingga menjadi sebuah kain,” kata Sendy.
Ketua Harian YBJB yang juga dosen Prodi KTF UM Bandung Komarudin Kudiya menambahkan, peserta mempraktikkan teknik batik tulis menggunakan canting dan malam panas. Mereka belajar membuat garis klowong hingga mengisi bidang motif.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk Duta Batik YBJB yang tidak hanya mampu berkomunikasi. Namun, memahami proses panjang di balik sebuah kain batik.***