Blog

Kabar UMBandung

Lewat Hibah BIMA, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Bangun Komunitas Mandiri Pangan di Perkotaan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui Prodi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menghadirkan inovasi pemberdayaan berbasis pangan lokal di Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).

Program yang didukung Hibah BIMA Kemendiktisaintek ini mengusung tema pendampingan inovasi produk olahan rempah sebagai pangan fungsional untuk membantu menurunkan risiko diabetes.

Kegiatan memadukan edukasi pertanian vertikultur, pengolahan pangan, hingga strategi pemasaran produk agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Sakina Yeti Kiptiyah menjelaskan bahwa meningkatnya kasus diabetes di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya pemanfaatan rempah-rempah sebagai pangan sehat.

Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar tidak hanya mampu membudidayakan tanaman rempah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

"Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu diperlukan langkah preventif melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya rempah-rempah yang memiliki potensi sebagai bahan pangan sehat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu menanamnya, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah," ujarnya.

Sebagai tahap awal, tim pengabdian melatih warga membuat instalasi vertikultur, sistem tanam bertingkat yang cocok diterapkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.

Tanaman rempah yang dibudidayakan kemudian diolah menjadi berbagai produk pangan fungsional yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Masyarakat juga memperoleh pendampingan mengenai pengemasan, branding, dan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.

Kaprodi Teknologi Pangan UM Bandung Khairiah mengatakan, pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mentransformasikan hasil riset menjadi solusi yang langsung dirasakan masyarakat.

"Program seperti ini diharapkan terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menggandeng Karang Taruna Kelurahan Manjahlega, perangkat RT/RW, serta dosen lintas disiplin.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Euis Evi Puspitasari turut memberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk olahan rempah memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan sehat.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Manjahlega Salma Sabila Nur Shabrina menilai program tersebut menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi pangan lokal sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.

Menurutnya, materi mengenai inovasi produk, branding, dan pemasaran menjadi bekal penting agar hasil olahan masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua RW 10 Kelurahan Manjahlega Ridwan Subakti menyebut program PKM tersebut selaras dengan berbagai program lingkungan yang tengah dijalankan warganya, seperti Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) serta persiapan menuju Kawasan Bebas Sampah (KBS).

Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan budidaya tanaman pangan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Dengan jumlah 347 kepala keluarga yang tersebar di enam RT, pengetahuan seperti ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," ujar Ridwan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah lingkungan, dan masyarakat, PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menunjukkan bahwa inovasi sederhana seperti vertikultur dan pengolahan rempah mampu menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Program yang didukung Hibah BIMA Kemendiktisaintek ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil riset kampus dapat dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***

Selengkapnya

Prodi PAI UM Bandung Siapkan Lulusan Berkarakter Islami dan Berdaya Saing Global

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berwawasan global.

Tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu keislaman, Prodi PAI juga fokus membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Ketua Prodi PAI UM Bandung, Iim Ibrohim, mengatakan bahwa semangat menuntut ilmu merupakan ajaran yang sangat ditekankan dalam Islam. Al-Qur'an dan hadis mendorong umat Islam untuk terus belajar, menjelajah, dan mengembangkan pengetahuan sebagai bekal menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

"Sejarah membuktikan banyak ulama besar lahir dari semangat belajar yang luar biasa. Nilai itulah yang terus kami tanamkan kepada seluruh mahasiswa Prodi PAI UM Bandung," ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui dosen yang kompeten, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), serta ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan akademik maupun karakter mahasiswa. Prodi PAI juga terus memperkuat pengalaman belajar melalui berbagai program kolaborasi di tingkat nasional dan internasional.

Hingga kini, Prodi PAI UM Bandung telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Malaysia, Brunei Darussalam, Pakistan, Australia, dan Thailand. Kolaborasi tersebut membuka peluang pertukaran akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen.

Menurut Iim, internasionalisasi menjadi bagian dari strategi untuk mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

Melalui penguatan kualitas akademik, jejaring internasional, dan pembinaan karakter, Prodi PAI UM Bandung terus mencetak lulusan yang profesional, berkarakter Islami, dan siap berkiprah sebagai guru Pendidikan Agama Islam, peneliti, konsultan pendidikan, maupun technopreneur di bidang pendidikan.***

Selengkapnya

Kuliah di Indonesia, Fatin Asal Malaysia Pilih UM Bandung untuk Wujudkan Cita-cita

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Meninggalkan keluarga dan merantau ke negara lain demi menuntut ilmu bukan perkara mudah. Namun, keberanian itulah yang mengantarkan Fatin Nur Aisyah Binti Ahmad Azfian, mahasiswi asal Kuala Lumpur, Malaysia, mewujudkan mimpinya di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Perjalanan Fatin menuju UM Bandung bermula dari program beasiswa yang membiayai studinya di Indonesia. Sebelum menentukan pilihan, ia aktif mencari informasi tentang berbagai perguruan tinggi melalui media sosial. Dari sanalah ia mengenal UM Bandung sebagai kampus yang aktif dan terus berkembang.

"Saya tahu UM Bandung dari pihak pemberi beasiswa. Selain itu, saya juga sering melihat informasi tentang UM Bandung di media sosial karena kampus ini sangat aktif," ujarnya.

Meski sempat mengunjungi beberapa perguruan tinggi, Fatin akhirnya memilih UM Bandung. Program Studi PAI dinilainya paling sesuai dengan latar belakang pendidikan dan cita-citanya menjadi seorang pendidik.

Keputusan tersebut tidak pernah disesalinya. Ia mengaku nyaman menjalani perkuliahan karena didukung dosen yang ramah, teman-teman yang positif, serta suasana akademik yang kondusif.

"Alhamdulillah, saya merasa nyaman kuliah di Prodi PAI. Dosen-dosennya baik dan teman-temannya memberikan vibe yang positif," katanya.

Di luar perkuliahan, Fatin aktif mengikuti pelatihan kepemimpinan dan pengembangan karakter. Ia juga mengaku cepat beradaptasi dengan kehidupan di Bandung. Keramahan masyarakat serta kuliner seperti mie ayam, nasi Padang, batagor, dan martabak membuatnya semakin betah.

Setelah lulus, Fatin akan menjalani masa pengabdian di sekolah-sekolah di bawah yayasan pemberi beasiswa. Baginya, kuliah di UM Bandung bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang bermanfaat.

Kisah Fatin menjadi bukti bahwa UM Bandung semakin dipercaya mahasiswa mancanegara. Dengan lingkungan belajar yang nyaman dan kualitas akademik yang terus berkembang, UM Bandung menjadi rumah kedua bagi mahasiswa yang ingin bertumbuh dan meraih mimpi melintasi batas negara.***

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap