Blog

Kabar UMBandung

Pesilat SD hingga SMA Adu Prestasi di UM Bandung Championship 2

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pimpinan Cabang Tapak Suci Putera Muhammadiyah (PCTSPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menggelar “UM Bandung Championship 2 Tingkat Pelajar se-Jawa Barat Open” pada Sabtu (23/05/2026).

Kejuaraan yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, itu diikuti 214 atlet dari 62 kontingen se-Jawa Barat. Para peserta berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Kompetisi berlangsung meriah dan penuh semangat dengan mengusung tema “Meneguhkan Iman, Karakter, dan Prestasi Pesilat Muda Menuju Tapak Suci Mendunia”.

Ketua Pelaksana Ivan Adinata mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-atlet Tapak Suci di Jawa Barat.

“Selain menjadi ajang untuk meningkatkan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, disiplin, serta berakhlak mulia,” ujar Ivan.

Sementara itu, Ketua Tapak Suci Jawa Barat Mus Suherman menegaskan bahwa kejuaraan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Tapak Suci Jawa Barat dalam menghadirkan kompetisi yang berkualitas dan berkelanjutan setiap tahunnya.

“Kegiatan ini menjadi komitmen bersama dalam memperkuat kualitas para pesilat Tapak Suci, khususnya di Jawa Barat,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandung Cece Muharam mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini penting untuk menambah pengalaman bertanding para atlet muda.

“Lahirnya seorang juara bukan hanya karena terus berlatih, tetapi juga karena banyaknya jam terbang melalui berbagai event kejuaraan maupun latihan persahabatan,” tegas Cece.

Ia menambahkan, pertandingan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet agar lebih siap menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi.

“Para pesilat harus melewati berbagai proses dalam kejuaraan seperti ini. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menghadapi berbagai event dengan situasi, daerah, bahkan negara yang berbeda,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berpesan kepada seluruh peserta agar memiliki mental tangguh, semangat juang, dan spirit juara dalam setiap pertandingan.

“Semua proses harus dijalani dengan latihan dan kerja keras yang maksimal. Tidak ada keberhasilan yang diraih tanpa kerja keras,” tutur Rektor.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan kemampuan dan pembentukan karakter pesilat muda sebagai bagian dari proses kaderisasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Selain itu, kegiatan tersebut turut menjadi sarana memperkenalkan UM Bandung kepada masyarakat luas.***(FK)

Selengkapnya

Green House UM Bandung Jadi Laboratorium Pertanian Modern

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengadakan kegiatan ”Panen Akhir Pekan Bersama Rektor” pada Sabtu (23/05/2026).

Acara yang berlangsung di Green House Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, itu dihadiri oleh Rektor UM Bandung, Dekan Sains dan Teknologi, dosen hingga para mahasiswa khususnya dari Prodi Agribisnis. 

Dalam kegiatan tersebut mengangkat tema ”Menyemai Harap, Memanen Berkah” ini, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Arief Yunan mengatakan bahwa hasil panen dari green house tersebut merupakan pengaplikasian ilmu yang didapat oleh para mahasiswa selama perkuliahan.

”Hari ini kita bukan hanya sekedar memanen hasil pertanian, melainkan kita memanen hasil kerja keras kita,” ucap Arief.

Menurutnya, green house menjadi laboratorium terbuka kampus untuk melakukan berbagai inovasi dari hasil pembelajaran dan riset yang turun kelapangan.

”Di sini mahasiswa belajar tentang siklus tanaman, manajemen lingkungan, hingga prinsip agribisnis yang berkelanjutan,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap bahwa kegiatan tersebut menjadi awal pengalaman bagi mahasiswa dalam menciptakan inovasi riset dan usaha yang berdampak.

”Semoga green house ini juga terus berkembang menjadi pusat keunggulan pertanian modern di kampus kita,” kata Arief.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis UM Bandung Albar Yuwar Dhanuwinata sangat bersyukur dengan adanya kegiatan tersebut.

Albar mengatakan bahwa selain pengaplikasian pembelajaran di kampus, kegiatan tersebut juga sebagai pembelajaran penting untuk terjun ke masyarakat.

”Tentu dengan hasil  yang kita praktekkan di green house ini, kita ingin memperkenalkannya juga kepada masyarakat sekitar,” ujar Albar.

Dia menerangkan bahwa para mahasiswa mendapatkan manfaat dari adanya green house UM Bandung karena mereka bisa mempelajari pertanian modern dan konvensional.

”Saya berharap semoga ke depannya para mahasiswa yang lain bisa tertarik dengan sistem pembelajaran pertanian modern ataupun konvensional,” terangnya.

Urban green campus

Atas kegiatan ini, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut.

Menurut Rektor, adanya green house tersebut bisa mendorong dan mewujudkan UM Bandung sebagai model green campus untuk tipe urban green campus.

”Kita bisa melakukan upaya untuk menghadirkan teknologi dalam memproduksi sesuatu di green house ini,” ungkap Rektor.

Salah satu teknologi yang bisa dihadirkan, kata Rektor, yakni pemanfaatan air hujan di dalam green house.

”Kita bisa panen air hujan dari atap, lalu dianalisis kualitas airnya, dan diperkaya dengan larutan yang diberikan unsur hara,” tinjaunya.

Tidak hanya itu, green house UM Bandung juga dapat menjadi laboratorium lintas keilmuan.

”Mahasiswa dari lintas program studi lainnya pun bisa ikut membantu di green house ini, entah itu dari produksinya bahkan pemasarannya,” tandasnya.

Pada panen kali ini, sayuran yang dipanen adalah pakcoi dan selada yang menghampar hiau.***(FK)

Selengkapnya

Salat Idul Adha di UM Bandung Angkat Pesan Penguatan Keluarga untuk Membangun Generasi Unggul

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama PCM Panyileukan di halaman kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Rabu (27/05/2026).

Jemaah memadati area pelaksanaan untuk menunaikan ibadah sekaligus memaknai pesan pengorbanan Iduladha.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Dikdasmen PCM Panyileukan Dr Muhammad Parhan Mubarok MAg bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khotbahnya, ia mengajak umat Islam memandang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar peristiwa kurban, tetapi sebagai pelajaran besar tentang pentingnya keluarga dalam membangun peradaban.

Mubarok menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral dalam melahirkan masyarakat yang kuat, bahagia, dan sejahtera.

Menurutnya, masyarakat yang baik tidak akan lahir tanpa keluarga harmonis yang dibangun di atas nilai-nilai keislaman yang kokoh. 

“Allah SWT melalui kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ingin menunjukkan kepada kita betapa pentingnya keluarga dalam membangun masyarakat dan peradaban,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keluarga tidak dapat dipisahkan dari peran anak sebagai unsur penting di dalamnya.

Menurutnya, Nabi Ismail merupakan teladan anak terbaik yang menunjukkan ketaatan, akhlak, dan pengabdian luar biasa hingga kemudian diangkat menjadi nabi oleh Allah SWT. 

“Ketika berbicara tentang keluarga, maka kita juga berbicara mengenai salah satu unsur terpenting di dalamnya, yakni anak-anak kita,” kata Mubarok.

Dalam khotbahnya, Mubarok juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang menimpa generasi muda, seperti eksploitasi anak, pergaulan bebas, minuman keras, hingga keterlibatan dalam geng motor.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut kerap berakar dari pola pengasuhan keluarga yang kurang tepat.

Dia menjelaskan, terdapat dua pola yang sama-sama berpotensi menimbulkan masalah, yakni sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak dan sikap yang justru mengabaikan atau menelantarkan mereka. Padahal, kasih sayang tidak cukup diwujudkan dengan pemenuhan fasilitas semata.

“Kebutuhan anak bukan hanya soal materi, tetapi perhatian, keteladanan, dan pendampingan yang utuh,” tegasnya.

Oleh karena itu, Mubarok mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Menurutnya, orang tua yang menginginkan anak saleh dan salehah harus terlebih dahulu mempersiapkan diri menjadi teladan terbaik dalam keluarga. 

“Mendidik anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan hidup, tetapi menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Menutup khotbahnya, Mubarok mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam membangun keluarga saleh melalui ikhtiar lahir dan batin, termasuk memperbanyak doa sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim.

“Mari bersungguh-sungguh menghadirkan keluarga yang saleh dan taat kepada Allah SWT. Keluarga yang kuat, penuh keteladanan, dan dibangun atas dasar iman merupakan investasi terbesar dalam melahirkan generasi unggul dan membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.***(FA)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap