Blog

Kabar UMBandung

Belajar dengan Adab, Bertumbuh dengan Ilmu, Bermanfaat bagi Sesama

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pendidikan bukan sekadar tentang seberapa banyak ilmu yang kita miliki. Lebih dari itu, pendidikan adalah jalan untuk membentuk manusia yang berakhlak, mandiri, dan mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Hal itu disampaikan Kaprodi PAI Universitas Muhammadiyah Bandung Iim Ibrohim saat mengisi kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat belum lama ini.

Menurut Iim, ilmu memiliki peran penting dalam membebaskan manusia dari kebodohan. Dengan ilmu, seseorang dapat memahami kehidupan, menentukan pilihan dengan lebih baik, sekaligus memiliki bekal untuk menghadapi berbagai persoalan.

“Kalau kita ingin benar-benar merdeka, maka kita harus membebaskan diri dari kebodohan. Ilmu menjadi salah satu jalan penting untuk mencapai kemerdekaan itu,” ujar Iim.

Namun, ilmu saja tidak cukup. Dalam Islam, ilmu perlu berjalan bersama adab dan akhlak. Sebab, pengetahuan yang tidak disertai akhlak dapat membuat seseorang kehilangan arah dalam menggunakan ilmunya.

“Ilmu tidak boleh dipisahkan dari adab. Orang berilmu tetapi tidak memiliki akhlak akan kehilangan arah,” katanya.

Karena itu, Iim mengajak umat untuk kembali melihat keteladanan para ulama dan ilmuwan Muslim.

Tokoh seperti Imam Hanafi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, hingga Ibnu Khaldun menunjukkan bahwa mencari ilmu bukan hanya untuk menjadi pintar, tetapi juga untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Semangat tersebut juga terlihat dalam perjuangan KH Ahmad Dahlan. Melalui pendidikan yang berlandaskan tauhid dan ilmu, pendiri Muhammadiyah itu berusaha membangun masyarakat agar keluar dari keterbelakangan dan mampu menghadirkan perubahan.

“Pendidikan jangan hanya dipahami sebagai urusan administrasi lembaga. Pendidikan adalah jihad intelektual untuk membebaskan manusia dari kebodohan,” tegas Iim.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, tantangan pendidikan justru semakin besar. Karena itu, lembaga pendidikan perlu terus meningkatkan kualitas sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.

Iim juga mengingatkan pentingnya membangun pribadi yang mandiri. Kemandirian tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan diri. Namun, keberanian untuk membantu dan memberi manfaat kepada orang lain.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penerima manfaat. Kita harus menjadi orang yang mampu memberi manfaat,” ujarnya.

Dalam pandangannya, ilmu agama dan ilmu umum juga tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama untuk membentuk generasi muslim yang memiliki iman dan akhlak kuat, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.

Pada akhirnya, pendidikan adalah perjalanan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Ilmu memberi arah, adab menjaga langkah, sementara kemandirian membuat seseorang mampu berdiri dan berbuat bagi sesama.

Semangat inilah yang perlu terus dirawat. Sebab, belajar bukan hanya tentang mendapatkan pengetahuan. Namun, tentang memperbaiki diri dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan.***(FA)

Selengkapnya

Menko Pangan: Swasembada adalah Kehormatan Sebuah Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menilai keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan umat Islam merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, hal itu antara lain tercermin melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejalan dengan semangat kepedulian sosial dalam Islam.

Zulkifli mengaitkan program tersebut dengan teologi Al-Ma’un yang sejak lama menjadi salah satu landasan gerakan sosial Muhammadiyah.

Kepedulian terhadap anak yatim, kaum duafa, dan masyarakat yang membutuhkan, menurutnya, merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran Islam.

“Program-program seperti ini harus terus kita perjuangkan dan pertahankan. Jangan sampai ketika kepemimpinan berganti, program-program yang mendasar bagi masyarakat ikut hilang,” kata Zulkifli saat menjadi pembicara Rakornas DPM PTMA I Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jumat (28/8/2026).

Selain MBG, Zulkifli menekankan pentingnya swasembada pangan bagi Indonesia. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bukan sekadar persoalan ekonomi. Namun, menyangkut kehormatan bangsa sekaligus penghargaan terhadap petani.

“Swasembada itu kehormatan bangsa. Petani juga akan merasa dihargai. Jangan sampai kita harus membeli beras dari negara lain. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berharap Rakornas DPM PTMA dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat gagasan dan mengambil peran sebagai agen perubahan.

Ia juga mendorong pemerintah dan perguruan tinggi memperkuat inovasi di bidang pangan karena kebutuhan pangan tidak dapat ditunda.

“Persoalan pangan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus mendorong inovasi yang berkaitan dengan pangan,” kata Herry.

Herry juga berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pendidikan di lingkungan PTMA, termasuk melalui dukungan beasiswa.

Menurutnya, akses pendidikan yang lebih luas penting untuk membuka kesempatan generasi muda mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi bangsa.

Usai kegiatan, Zulkifli berkeliling melihat fasilitas UM Bandung dan meninjau Laboratorium Teknologi Pangan.

Ia mendapat penjelasan mengenai hanjeli serta berbagai produk yang dapat dikembangkan dari komoditas pangan lokal tersebut.

Zulkifli juga mengajak para orang tua mempertimbangkan UM Bandung sebagai pilihan pendidikan tinggi bagi anak-anak mereka.

Ia menilai UM Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang baik di Jawa Barat dan memiliki lingkungan yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan ilmu serta meraih cita-cita.***(FA)

Selengkapnya

Rektor UM Bandung: Jangan Terjebak Rutinitas, Hadirkan Gagasan Baru

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pergantian pejabat di kampus bukan sekadar soal mengisi posisi baru.

Bagi Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto, yang lebih penting adalah bagaimana kepemimpinan baru mampu membawa perubahan dan membuat manfaatnya benar-benar dirasakan sivitas akademika serta masyarakat.

Pesan itu disampaikan Herry saat memberikan arahan dalam pelantikan delapan pejabat struktural UM Bandung.

Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan lewat kerja nyata, pelayanan yang lebih baik, dan kolaborasi.

“Amanah ini bukan sekadar penghargaan. Namun, tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kinerja yang nyata, kepemimpinan yang visioner, dan kemampuan membangun kolaborasi,” ujar Herry.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemimpin tidak cukup dilihat dari banyaknya program.

Setiap kebijakan harus punya dampak, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong kemajuan kampus dalam jangka panjang.

Di Fakultas Sains dan Teknologi, misalnya, kepemimpinan baru diarahkan untuk memperkuat pembelajaran, riset, dan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Lulusan juga diharapkan punya kemampuan akademik sekaligus semangat technopreneurship.

Sementara itu, Fakultas Sosial dan Humaniora didorong membangun budaya akademik yang kreatif dan kolaboratif.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis diharapkan lebih adaptif terhadap ekonomi digital dan dunia usaha.

Sedangkan Fakultas Agama Islam memperkuat pengembangan ilmu keislaman yang moderat, berkemajuan, dan bermanfaat bagi umat.

Herry juga mendorong pembenahan fasilitas kampus, mulai dari masjid, perpustakaan, interior gedung, akses dan parkir, hingga technopreneur center.

Pengembangan air bersih, energi surya, pemanenan air hujan, dan pengelolaan sampah dan limbah juga menjadi bagian dari agenda kampus.

Untuk memperkuat kemandirian finansial, UM Bandung akan mengembangkan bisnis dan kemitraan usaha.

Sejumlah aset seperti TK, apotek, catering, bakery, dan galeri produk kriya diharapkan bisa dikelola lebih produktif untuk mendukung pengembangan kampus.

Hasil riset dan inovasi pun diminta tidak berhenti di ruang akademik. UM Bandung ingin pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat disebarluaskan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan AI, digitalisasi, perubahan regulasi, dan persaingan global, Herry meminta para pejabat baru tidak terjebak dalam rutinitas administratif.

“Saya berharap Saudara tidak hanya menjalankan rutinitas kegiatan administratif. Namun, mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan UM Bandung,” tegasnya.

Delapan pejabat yang dilantik terdiri atas Noviani Arifina Istiqomah sebagai Dekan FST, Ririn Suharsih sebagai Wakil Dekan FST, Latifah sebagai Wakil Dekan FSH, Budi Sadarman sebagai Wakil Dekan FEB, dan Yudi Daryadi sebagai Wakil Dekan FAI.

Sementara itu, Qori Atur Rodiah Suhada dipercaya sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sarana dan Prasarana, Redoyan Refli sebagai Kepala Bagian Diseminasi Inovasi dan Perluasan Dampak, serta Yudistia Teguh Ali Fikri sebagai Kepala Bagian Bisnis dan Kemitraan Usaha.

Herry menegaskan, seluruh agenda tersebut hanya bisa berjalan jika dikerjakan bersama.

“Keberhasilan hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur universitas bekerja dalam satu arah, satu tujuan, dan satu semangat,” katanya.

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap