Blog

Kabar UMBandung

Fenomena Viral Kisah Horor Wawak, Pakar Komunikasi UM Bandung Ungkap Daya Tariknya

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Episode ke-400 Kisah Horor Wawak (KHW) berjudul "Pulang" di kanal YouTube Nadia Omara menjadi perhatian publik. Hingga Rabu (4/11/2026), video berdurasi 2 jam 41 menit tersebut telah ditonton 95 juta kali dan mendapat 396.490 komentar.

Fenomena ini menunjukkan bahwa cerita horor masih memiliki daya tarik besar bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, video berdurasi panjang tetap mampu menarik perhatian jutaan penonton di tengah maraknya konten singkat.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Agung Tirta Wibawa menilai bahwa popularitas konten horor berkaitan erat dengan budaya, kebutuhan emosional, dan kehidupan sosial masyarakat.

"Genre horor di Indonesia bukan lagi sekadar komoditas hiburan penakut, melainkan ruang ritus budaya digital yang memfasilitasi kebutuhan kolektif khalayak," ujar Agung saat dimintai tanggapan di UM Bandung, Rabu (4/11/2026).

Menurut Agung, keberhasilan Nadia Omara tidak terlepas dari kemampuannya membangun cerita atau digital storytelling. Penyampaian yang menarik, alur cerita yang kuat, dan kedekatan dengan penonton menjadi faktor penting yang membuat audiens bertahan menyimak video berdurasi panjang.

Gaya bercerita Nadia juga dinilai menyerupai tradisi tutur masyarakat atau sandiwara radio pada masa lalu. Bedanya, cerita tersebut kini dikemas melalui media digital dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan penonton modern.

Selain itu, Agung menjelaskan bahwa kedekatan emosional penonton dengan Nadia Omara turut memengaruhi popularitas kontennya. Dalam ilmu komunikasi, kondisi ini dikenal sebagai hubungan parasosial, yakni ketika penonton merasa akrab dengan figur media meskipun tidak mengenalnya secara pribadi.

Melalui sosok "Wawak" yang komunikatif, Nadia mampu menciptakan suasana seolah-olah sedang berbagi cerita secara langsung dengan penontonnya.

Agung juga menjelaskan bahwa masyarakat menikmati cerita horor karena ingin merasakan ketegangan, ketakutan, dan rasa penasaran tanpa menghadapi bahaya secara nyata. Sensasi tersebut memberikan kepuasan emosional, terutama ketika misteri dalam cerita akhirnya terungkap.

Menariknya, daya tarik horor Indonesia tidak hanya berasal dari kisah mistis. Banyak cerita horor justru mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti tekanan ekonomi, konflik keluarga, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga persoalan moral.

"Dalam konteks tersebut, cerita horor menjadi lebih dari sekadar kisah mengenai makhluk gaib. Ketakutan justru terasa kuat ketika unsur supernatural dipertemukan dengan konflik keluarga, penderitaan manusia, dan berbagai persoalan sosial yang mungkin ditemukan dalam kehidupan sehari-hari," kata Agung.

Menurutnya, fenomena viral KHW episode 400 sekaligus menunjukkan besarnya peluang industri kreator konten Indonesia. Tradisi bercerita yang dikemas secara menarik melalui media digital dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Agung menegaskan bahwa keberhasilan konten tersebut membuktikan pentingnya kualitas cerita dalam menarik perhatian audiens. Di tengah persaingan konten digital yang semakin ketat, narasi yang kuat dan kedekatan emosional tetap menjadi faktor penting untuk mempertahankan minat penonton.

Popularitas Kisah Horor Wawak juga memperlihatkan bahwa cerita horor bukan sekadar hiburan menyeramkan, melainkan bagian dari cara masyarakat memahami ketakutan, kecemasan, dan berbagai persoalan kehidupan melalui media digital.***(FA)

Selengkapnya

Era Baru Kecerdasan Buatan, AI Kini Bisa Berjalan Tanpa Internet

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bekerja sama dengan AMD Indonesia menggelar AMD TECH GEN, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Kegiatan yang membahas perkembangan teknologi komputer dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) itu mendapat respons positif dari mahasiswa. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Noviani Arifina Istiqomah menyebut jumlah pendaftar mencapai lebih dari 300 orang.

Menurut Noviani, antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap perkembangan teknologi, terutama pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari.

"Hal ini menunjukkan betapa besarnya minat dan semangat belajar generasi muda kita terhadap perkembangan teknologi," ujar Noviani.

Ia menjelaskan bahwa AI kini semakin banyak digunakan untuk mendukung produktivitas, kreativitas, dan berbagai kebutuhan pekerjaan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif agar mampu memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

"Sebagai mahasiswa, khususnya di lingkungan UM Bandung, kita semua dituntut untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pemikir, inovator, dan pencipta solusi di masa depan," tegasnya.

Noviani berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa melalui pembelajaran langsung dari praktisi industri. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan akademik, pengembangan proyek kreatif, dan persiapan menghadapi dunia kerja.

Mengenal AI yang Bisa Berjalan Tanpa Internet

Sementara itu, Customer Visit Development Manager AMD Indonesia Armawati Cen memperkenalkan teknologi AI yang dapat dijalankan secara langsung melalui komputer atau laptop. Teknologi tersebut memungkinkan fungsi AI tertentu bekerja tanpa harus selalu terhubung dengan internet.

Armawati menjelaskan bahwa kemampuan komputer menjalankan aplikasi AI dipengaruhi oleh dukungan perangkat keras. Selain prosesor dan kartu grafis, komponen seperti memori, motherboard, dan penyimpanan juga berperan dalam menentukan kinerja perangkat.

Menurutnya, perkembangan teknologi bukan hanya persoalan kecanggihan komputer, melainkan juga kemampuan pengguna dalam memanfaatkannya secara optimal.

"Yang membuat perbedaan bukan lagi mereka yang memiliki teknologi paling canggih. Namun, siapa yang bisa memanfaatkan teknologi itu untuk berpikir lebih kreatif, bekerja lebih efektif, dan menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat," ungkapnya.

Armawati kemudian menjelaskan perbedaan antara AI berbasis cloud dan AI yang dijalankan secara lokal atau on-device AI. Layanan seperti ChatGPT dan Gemini umumnya membutuhkan koneksi internet karena pemrosesannya dilakukan melalui server.

Sebaliknya, on-device AI memungkinkan sejumlah proses kecerdasan buatan dilakukan langsung pada perangkat pengguna. Namun, kemampuan tersebut tetap bergantung pada spesifikasi perangkat serta dukungan perangkat lunak yang digunakan.

Menurut Armawati, teknologi AI lokal menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari mengurangi ketergantungan terhadap internet hingga membuka peluang penghematan biaya. Pemrosesan secara lokal juga memungkinkan pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap data pribadi.

"Manfaatnya tentu lebih hemat. Kemudian yang paling penting dari sisi privasi, karena semuanya bisa diproses secara lokal sehingga tidak ada data yang harus ditransfer ke cloud atau server," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut berpotensi membantu masyarakat di wilayah dengan akses internet terbatas. Dengan dukungan perangkat yang sesuai, sejumlah pekerjaan berbasis AI tetap dapat dilakukan tanpa koneksi internet.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UM Bandung diharapkan semakin memahami perkembangan teknologi AI beserta penerapannya. Selain meningkatkan literasi digital, pemahaman tersebut juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi dan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.***(FK)

Selengkapnya

Mahasiswa Prodi AP Juara Nasional Orasi Ilmiah, Buktikan Pentingnya Percaya Diri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mahasiswa Prodi Administrasi Publik (AP) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Zeilin Fitriyani berhasil meraih juara pertama dalam lomba orasi ilmiah tingkat nasional pada ajang Olympic of Public Administration 5.0 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA AP) FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), Sabtu (31/10/2026).

Zeilin berhasil mengungguli peserta lainnya setelah melalui sejumlah tahapan seleksi hingga masuk babak grand final bersama empat finalis. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

Saat ditemui di UM Bandung, Selasa (3/11/2026), Zeilin mengaku sudah memiliki keinginan mengikuti lomba orasi ilmiah sejak semester awal perkuliahan. Namun, rasa kurang percaya diri sempat membuatnya ragu untuk mencoba.

Kesempatan itu akhirnya datang melalui informasi perlombaan yang dibagikan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik. Zeilin bahkan sempat mengurungkan niat setelah mengetahui bahwa kompetisi tersebut berskala nasional.

"Awalnya saya kira perlombaannya hanya tingkat provinsi atau Bandung Raya. Ternyata tingkat nasional. Sempat tidak percaya diri melihat peserta dari kampus lain, tetapi karena sudah mendaftar, akhirnya saya memutuskan untuk tetap mencoba," ungkap Zeilin.

Perjalanan menuju kemenangan tidak berlangsung mudah. Selain harus melewati seleksi naskah, peserta diwajibkan membuat video orasi berdurasi sekitar delapan menit tanpa pemotongan. Ketentuan tersebut menuntut penguasaan materi, kemampuan berbicara, dan konsentrasi yang baik.

Zeilin mengaku sempat menghabiskan waktu berjam-jam untuk merekam video karena berulang kali mengalami kegagalan. Bahkan, dirinya hampir memutuskan mundur sebelum akhirnya kembali bersemangat berkat dukungan dosen.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Zeilin dinyatakan lolos ke babak grand final dan akhirnya meraih juara pertama. Ia mengaku tidak menyangka mampu mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi.

"Pas diumumkan juara pertama, saya benar-benar tidak menyangka. Sampai gemetaran karena ternyata bisa juga bersaing dengan kampus-kampus negeri yang selama ini saya anggap sangat bagus," tuturnya.
Angkat Pentingnya Pemimpin Mendengarkan Rakyat
Dalam kompetisi tersebut, Zeilin membawakan orasi berjudul "Menerjemahkan Suara Rakyat" yang mengangkat konsep kepemimpinan transformatif dalam membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui orasinya, Zeilin menekankan bahwa pemimpin tidak cukup hanya membuat kebijakan dari balik meja. Pemimpin juga harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan secara langsung, dan membuka ruang partisipasi publik.

"Seorang pemimpin itu tidak hanya mengatur dari atas saja, tetapi harus mampu turun langsung, mendengarkan, belajar, dan beraksi bersama masyarakat," jelasnya.

Menurut Zeilin, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan publik. Gagasan tersebut diperkuat dengan teori kepemimpinan, termasuk pemikiran Burns, yang dituangkan dalam naskah orasi yang disusunnya selama sekitar empat hari.

Bagi Zeilin, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan pengalaman yang mengajarkannya tentang keberanian mengambil kesempatan. Ia menyadari bahwa rasa takut gagal justru dapat menghambat seseorang mengembangkan potensi diri.

"Lakukan saja semaksimal mungkin. Apa pun yang terjadi, kita tidak tahu akan juara atau tidak. Kalaupun tidak juara, selama sudah berusaha dengan baik dan maksimal, kita tidak akan menyesal," pesannya.

Zeilin berharap prestasi tersebut dapat mendorong mahasiswa UM Bandung lainnya untuk lebih percaya diri mengikuti kompetisi, baik akademik maupun nonakademik. Menurutnya, kemampuan mahasiswa perlu didukung dengan keberanian mencoba, persiapan yang matang, serta pendampingan dari lingkungan kampus.

"Menurut saya, masih banyak mahasiswa yang mampu mengharumkan nama UM Bandung. Apresiasi dan dukungan dari kampus bisa menjadi salah satu pendorong agar mahasiswa semakin berani berkarya dan berprestasi lebih baik lagi," pungkasnya.***(FK)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap