Blog

Kabar UMBandung

Pemimpin Berkarakter Tak Cukup Bermodal Kejujuran, Kompetensi Juga Jadi Keharusan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendorong generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kompetensi, dan kemampuan berkolaborasi. Kepemimpinan dinilai tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi akhlak, karakter, dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Strategic Youth Leadership yang digelar SYLPRO bersama Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) BEM UM Bandung. Kegiatan bertema "Become a Pentahelix Youth Leader" itu berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, pada Sabtu (31/10/2026).

Mewakili Rektor UM Bandung, Kepala Bagian Kemahasiswaan Rikki Maulana Yusup mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, program kepemimpinan seperti ini penting untuk membekali mahasiswa dengan wawasan dan kompetensi baru agar mampu menjadi pemimpin yang baik dan terbuka terhadap kolaborasi.

Rikki mengatakan bahwa konsep pentahelix menekankan pentingnya kerja sama berbagai unsur dalam menghadapi persoalan dan menciptakan solusi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kemampuan mahasiswa untuk membangun jejaring dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pembina Strategic Youth Leadership Community (SYLCOM) Haru Suandaru menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak harus berjalan beriringan dalam membentuk pemimpin yang berkualitas. Menurutnya, integritas dan kompetensi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kepemimpinan.

"Jujur saja tidak cukup. Kompetensi saja juga tidak cukup. Seorang pemimpin harus memiliki karakter, integritas, kapasitas, dan kompetensi profesional," tegas Haru.

Haru menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga perguruan tinggi. Oleh karena itu, mahasiswa harus membiasakan diri bersikap jujur, bertanggung jawab, dan menjalankan kewajiban akademik dengan baik.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak melakukan kecurangan akademik, termasuk menyontek. Menurutnya, integritas harus dibangun sejak sekarang melalui kebiasaan sehari-hari, bukan baru diterapkan ketika seseorang menduduki jabatan kepemimpinan.

Dalam kesempatan tersebut, Haru turut menyinggung perubahan tantangan dunia kerja. Ia menilai persaingan memperoleh pekerjaan saat ini semakin kompleks sehingga pendidikan formal perlu diimbangi dengan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan profesional.

Haru berharap SYLPRO dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan memahami tantangan masa depan. Kehadiran narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan RI juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan dunia kerja dan kompetensi yang dibutuhkan generasi muda.

Ia mengapresiasi kemampuan para pemuda dalam membangun kolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Haru juga menyampaikan terima kasih kepada UM Bandung atas dukungan dan fasilitas yang diberikan serta berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lahirnya pemimpin muda yang amanah, berwawasan luas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.***(FA)

Selengkapnya

BEM UM Bandung Soroti Menurunnya Gairah Gerakan Mahasiswa dan Kompetensi Generasi Muda

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyoroti menurunnya gairah gerakan mahasiswa dan kurangnya kompetensi khusus yang dimiliki generasi muda. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mahasiswa dinilai semakin sibuk dengan kepentingan pribadi sehingga kontribusinya kepada masyarakat belum optimal.

Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden BEM UM Bandung Fajar Abidin dalam kegiatan Strategic Youth Leadership yang digelar SYLPRO bersama Kemenristek BEM UM Bandung. Kegiatan bertema "Become a Pentahelix Youth Leader" tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, pada Sabtu (31/10/2026).

Fajar menilai generasi muda saat ini memiliki kemampuan dalam berbagai bidang, tetapi belum banyak yang benar-benar menguasai satu bidang secara mendalam. Menurutnya, kemampuan yang beragam perlu diimbangi dengan keahlian khusus agar mahasiswa mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata.

Ia juga mengungkapkan keresahannya terhadap semakin berkurangnya semangat mahasiswa dalam melakukan gerakan sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa yang seharusnya menjadi penggerak perubahan dinilai mulai kehilangan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Fajar berharap mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan kepemimpinan, dan membangun kembali semangat untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara penyelenggara dan BEM UM Bandung dalam menghadirkan kegiatan pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Strategic Youth Leadership Community (SYLCOM) Abdullah Azzam mengatakan bahwa kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tercatat ratusan peserta mendaftar dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bandung Raya.

Menurut Azzam, SYLCOM berupaya menyediakan berbagai fasilitas dan akses pengembangan diri bagi generasi muda. Program tersebut diharapkan mampu membantu peserta meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja.

Azzam juga menyampaikan apresiasi kepada UM Bandung yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi pelajar dan mahasiswa agar semakin produktif, memiliki keterampilan yang relevan, serta mampu meningkatkan peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.***

Selengkapnya

Hadapi Perubahan Zaman, Generasi Muda Harus Terus Perbarui Kompetensi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Direktur Bina Intala Kemnaker RI Teguh Djatmiko menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan generasi muda berprestasi. Namun, bangsa ini membutuhkan anak muda yang memiliki integritas, kompetensi, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Teguh saat menjadi narasumber kunci dalam kegiatan Strategic Youth Leadership yang digelar SYLPRO bersama Kemenristek BEM Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Kegiatan bertema "Become a Pentahelix Youth Leader" tersebut berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, pada Sabtu (31/10/2026).

"Indonesia sejatinya tidak kekurangan generasi muda berprestasi. Namun, kita membutuhkan anak muda yang berintegritas, memiliki kompetensi, mampu berkolaborasi, dan berani mengambil keputusan," ujar Teguh.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak selalu menjamin seseorang mampu menjadi pemimpin dan penggerak perubahan. Sebaliknya, ada individu dengan tingkat pendidikan lebih rendah yang justru mampu menggerakkan masyarakat, menunjukkan kepemimpinan, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Ada orang berpendidikan tinggi, tetapi tidak mampu menjadi pemimpin dan penggerak. Sebaliknya, ada juga orang yang pendidikannya rendah, tetapi mampu menggerakkan orang lain, bahkan menciptakan lapangan kerja," katanya.

Teguh menjelaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik, tetapi kemampuan membaca dinamika, memahami perubahan, dan mengambil keputusan secara tepat. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, keberanian bertanya, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga menyoroti besarnya peluang Indonesia melalui bonus demografi, kemajuan teknologi, dan kekayaan sumber daya alam. Namun, seluruh potensi tersebut tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan bila tidak didukung sumber daya manusia yang memiliki integritas, kompetensi, dan perilaku dan adab yang baik.

"Indonesia memiliki bonus demografi, perkembangan teknologi yang luar biasa, dan potensi sumber daya alam. Namun, semua itu tidak otomatis menjadi modal kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Persoalan utamanya adalah integritas, kompetensi, dan perilaku atau adab," tegasnya.

Dalam paparannya, Teguh turut menyoroti tantangan ketenagakerjaan nasional yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi kualitas pekerjaan. Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,65 persen, proporsi pekerja informal mencapai 59,30 persen, dan sekitar 87 persen pekerja berpendidikan SMA/SMK atau di bawahnya.

Menurut Teguh, pekerjaan layak atau decent work harus memenuhi empat pilar utama, yakni kesempatan kerja produktif, pemenuhan hak-hak pekerja, perlindungan sosial, dan dialog sosial. Keempat aspek tersebut penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang berkualitas sekaligus memberikan kesempatan bagi pekerja untuk berkembang.

"Pekerjaan yang layak harus memiliki empat pilar, yaitu kesempatan kerja produktif, hak-hak di tempat kerja, perlindungan sosial, dan dialog sosial," jelasnya.

Selain itu, Teguh mengingatkan bahwa kompetensi tenaga kerja harus terus diperbarui seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia industri. Generasi muda tidak boleh cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki karena dunia kerja terus mengalami perubahan.

"Kompetensi itu harus terus diperbarui. Jangan stagnan. Kalau dibiarkan, kita akan tertinggal," pesannya.

Teguh menambahkan bahwa berbagai persoalan ketenagakerjaan juga harus dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan dan pengembangan diri. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan. Namun, mampu meningkatkan kemampuan, melahirkan inovasi, dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat.

"Kalau banyak masalah, berarti banyak peluang untuk berkembang," pungkasnya. Acara ini diikuti ratusan mahasiswa dari kampus yang ada di Bandung Raya dan berlangsung dua hari.***(FA)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap