Blog

Kabar UMBandung

Diskusi Buku di UM Bandung Kupas Masa Depan Jurnalisme Filantropi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Roni Tabroni menegaskan bahwa jurnalisme filantropi idealnya berfokus pada isu-isu lokal maupun tema tertentu, seperti lingkungan, politik, pendidikan, hingga ideologi.

Hal itu disampaikan dalam diskusi buku Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan di Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Selasa (12/05/2026).

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung tersebut menilai jurnalisme filantropi perlu diperkuat tidak hanya secara akademik, tetapi juga selaras dengan praktik di lapangan.

Menurutnya, tantangan utama saat ini ialah menyatukan kerangka keilmuan dengan dinamika industri media yang terus berkembang.

Roni mencontohkan perjalanan media Republika yang awalnya mengusung semangat jurnalisme filantropi.

Namun, di bawah gagasan Parni Hadi, semangat tersebut berkembang ke arah jurnalisme profetik. “Spirit yang dibawa profetik, tetapi praktiknya filantropis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Indonesia jurnalisme filantropi lebih dipahami sebagai kegiatan filantropi yang diberitakan media, sedangkan di luar negeri konsep ini dimaknai sebagai aktivitas jurnalistik nirlaba (non-profit).

Sejumlah media seperti The Guardian, Project Multatuli, Remotivi, dan Mongabay disebut memiliki semangat filantropi.

Roni juga menegaskan bahwa jurnalisme harus memiliki keberpihakan pada kebenaran dan kepentingan publik.

Menurutnya, objektivitas tetap memiliki arah karena setiap narasi membawa tujuan tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, penanggap pertama Arief Permadi mendorong penyusunan kode etik serta pembakuan konsep dan model bisnis jurnalisme filantropi.

Sementara itu, CEO Relawan Nusantara Herlan Wilandari menilai perkembangan citizen journalism semakin memudahkan gerakan filantropi menjangkau perhatian publik.***

Selengkapnya

Penguatan Ekonomi Jadi Kunci Kemandirian Warga Muhammadiyah

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Haedar Nashir menegaskan pentingnya penguatan ekonomi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian warga Muhammadiyah.

Menurutnya, sektor ekonomi saat ini memiliki posisi strategis karena mampu memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk arah politik. 

Oleh karena itu, warga Muhammadiyah, khususnya di Jawa Barat, didorong untuk memiliki keberdayaan ekonomi agar tidak bergantung kepada pihak lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Haedar saat mengisi Pengajian PWM Jawa Barat di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga kampus UM Bandung, Sabtu (16/05/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi perkembangan Muhammadiyah Jawa Barat yang dinilai menunjukkan kemajuan yang positif dan inspiratif.

“Muhammadiyah Jawa Barat saat ini memiliki sinar, harapan, dan jejak baru yang sangat bagus. Dan ini tentu merupakan inspirasi yang sangat penting,” ujar Haedar yang disambut tepuk tangan peserta pengajian.

Haedar menjelaskan bahwa penguatan ekonomi tidak bisa dipandang sebagai aspek pelengkap dalam gerakan Muhammadiyah.

Menurutnya, majelis ekonomi memiliki peran yang sama penting dengan majelis tablig. Aktivitas dakwah dan pengajian, kata dia, harus berjalan seiring dengan penguatan kesejahteraan masyarakat agar tercipta kemandirian yang nyata.

“Mengaji harus berjalan baik, tetapi kondisi ekonomi juga harus terjaga. Jika ingin banyak pendapatan, janganlah terlalu banyak pendapat,” katanya.

Selain penguatan ekonomi, Haedar juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan tata kelola organisasi yang baik. Menurutnya, pengelolaan organisasi yang tertib menjadi faktor penting agar

Muhammadiyah terhindar dari konflik internal maupun persoalan hukum yang dapat menghambat gerak persyarikatan.

Lebih jauh, Haedar mengajak warga Muhammadiyah untuk terus berlomba dalam kebaikan sebagaimana pesan Surah Al-Baqarah ayat 148.

Ia menegaskan bahwa semangat beragama tidak cukup diwujudkan dalam ibadah personal.

Namun, harus hadir dalam bentuk kontribusi nyata di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan kebangsaan.

Menurut Haedar, Muhammadiyah harus terus menjadi gerakan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Prinsip khairunnas anfauhum linnas atau sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama harus menjadi pijakan utama dalam gerakan Muhammadiyah.

“Ketika ada masyarakat marginal, Muhammadiyah harus hadir di situ. Ketika bangsa memerlukan, Muhammadiyah juga harus hadir,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan agar seluruh amal usaha dan lembaga Muhammadiyah, termasuk institusi pendidikan seperti UM Bandung, terus bergerak menjadi lembaga yang unggul, berkemajuan, berdaya saing, dan berdampak nyata.

Menurutnya, keunggulan bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan melalui kualitas, prestasi, dan manfaat yang dirasakan masyarakat luas.***

Selengkapnya

Rektor Optimistis UM Bandung Kian Berdaya Saing dan Berdampak Luas

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Herry Suhardiyanto menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung untuk terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pembuka dalam Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat di Auditorium KH Ahmad Dahlan, kampus UM Bandung, Sabtu (16/05/2026).

Dalam kesempatan itu, Herry menyebut kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadi momen penting bagi keluarga besar UM Bandung.

Menurutnya, kehadiran pimpinan Muhammadiyah memberikan semangat sekaligus dorongan bagi sivitas akademika untuk terus bergerak memajukan pendidikan dan dakwah.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan yang sangat besar bagi kami dapat menerima kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kampus UM Bandung.

Kehadiran beliau tentu menjadi energi spiritual, motivasi perjuangan, sekaligus penguat langkah bagi kami seluruh sivitas akademika untuk terus bergerak memajukan pendidikan Muhammadiyah dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Herry menjelaskan, UM Bandung yang berdiri pada 14 Juni 2016 atau bertepatan dengan 9 Ramadan 1437 Hijriah terus berkembang secara bertahap.

Dari kampus dengan keterbatasan program studi dan fasilitas pada awal berdiri, UM Bandung kini menunjukkan kemajuan pada aspek kelembagaan, akademik, sumber daya manusia, hingga kontribusi sosial kemasyarakatan.

Saat ini, UM Bandung mengusung visi jangka panjang menjadi Islamic Technopreneurial University yang unggul dan memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa pada tahun 2045.

Visi tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan inovatif, penelitian, pengabdian masyarakat, internalisasi nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan, serta tata kelola universitas yang profesional dan berkelanjutan.

Hingga tahun 2026, UM Bandung memiliki 5.565 mahasiswa, 239 dosen, dan 173 tenaga kependidikan.

Herry menyebut capaian tersebut menjadi amanah besar untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta menghasilkan lulusan yang unggul, berakhlak, berdaya saing, dan berdampak. 

Ia juga optimistis UM Bandung akan terus berkembang, termasuk melalui rencana pengembangan kampus di masa mendatang.***

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap