Blog

Kabar UMBandung

Membanggakan! Mahasiswa UM Bandung Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung di kancah internasional. Apa itu?

Kali ini, Lukman Hakim, mahasiswa Program Studi Akuntansi semester lima, berhasil meraih medali emas dalam ajang International Open Karate Championship SENKAIDO Series 8 Tahun 2026 yang berlangsung di Ciracas Sports Hall, Jakarta, pada 16–18 Oktober 2026.

Lukman berhasil menyabet juara pertama pada kategori Kumite Mahasiswa Putra kelas -67 kilogram. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UM Bandung tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan di bidang akademik. Namun, memiliki potensi besar untuk bersaing dan meraih prestasi dalam bidang olahraga.

Pencapaian Lukman tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UM Bandung. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya semangat, kedisiplinan, kerja keras, dan ketekunan dalam mengembangkan bakat serta kemampuan diri. 

Melalui olahraga karate, Lukman berhasil menunjukkan bahwa kesungguhan dalam berlatih dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa UM Bandung lainnya untuk terus menggali potensi dan berani berkompetisi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.

Prestasi Lukman juga menambah deretan pencapaian mahasiswa UM Bandung sekaligus membawa nama baik almamater dalam ajang olahraga tingkat internasional. Semoga akan hadir prestasi-prestasi lain yang membanggakan. Selamat kepada Lukman!***(FA)

Selengkapnya

Jangan Terlewat! Pendaftaran Prodi Rekayasa Kosmetik Segera Ditutup

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kabar penting bagi generasi muda di luaran sana yang memiliki minat terhadap dunia kecantikan, perawatan kulit, dan pengembangan produk kosmetik. 

Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung memberikan kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung dengan Prodi S1 Rekayasa Kosmetik Tahun Akademik 2026/2027.

Pendaftaran program studi tersebut akan resmi ditutup pada Jumat (30/10/2026). Jangan sampai ketinggalan informasi.

Prodi Rekayasa Kosmetik menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda yang ingin mengembangkan minatnya di bidang beauty, skincare, dan kosmetik.

Melalui program studi ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengenal berbagai produk kecantikan. Namun, mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan serta inovasi produk kosmetik.

Di tengah perkembangan industri kecantikan yang semakin dinamis, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang kosmetik menjadi semakin penting.

Oleh karena itu, kehadiran Prodi Rekayasa Kosmetik UM Bandung membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari generasi inovatif yang mampu berkontribusi dalam pengembangan industri kecantikan pada masa depan.

UM Bandung mengajak para lulusan SMA, SMK, MA, dan sederajat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kosmetik untuk memanfaatkan kesempatan terakhir ini.

Kuliah di bidang Rekayasa Kosmetik dapat menjadi langkah awal untuk mengubah ketertarikan terhadap produk kecantikan menjadi keahlian akademik dan profesional yang bermanfaat.

Bagi calon mahasiswa yang belum melakukan pendaftaran, Jumat (30/10/2026) merupakan batas akhir untuk bergabung pada Tahun Akademik 2026/2027.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, proses seleksi, dan pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi https://pmb.umbandung.ac.id atau akun Instagram @pmb_umbandung dan @umbandung.

Jangan sampai kesempatan ini terlewat. Saatnya melangkah lebih jauh, bukan sekadar menjadi pengguna produk kecantikan, melainkan ikut menghadirkan inovasi dan menjadi bagian dari masa depan industri kosmetik bersama UM Bandung.***

Selengkapnya

Di Balik Kekerasan Terhadap Anak, Ada Kompleksitas Kondisi Psikologis Orang Tua

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tua, bahkan hingga menyebabkan kematian, menjadi persoalan serius di Indonesia yang perlu mendapat perhatian masyarakat dan akademisi.

Fenomena itu sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya bagi ibu yang menghadapi berbagai tekanan dalam kehidupan keluarga.

Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Novy Yulianty menjelaskan bahwa tindakan kekerasan seorang ibu terhadap anaknya merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat dilihat dari satu penyebab.

Kondisi psikologis, tekanan kehidupan, dan lingkungan sosial menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan untuk memahami fenomena tersebut.

Menurut Novy, kasus-kasus yang muncul ke permukaan dapat diibaratkan sebagai fenomena gunung es.

Persoalan yang diketahui masyarakat kemungkinan hanya sebagian kecil dari berbagai masalah psikologis yang sebenarnya terjadi, sedangkan banyak kondisi lainnya belum terlihat atau mendapatkan perhatian.

"Fenomena ini seperti gunung es. Apa yang terlihat di permukaan mungkin hanya sebagian kecil, sementara masih banyak persoalan psikologis yang tidak diketahui masyarakat," ujar Novy, dikutip dari YouTube TVMU Channel Bandung, Kamis (29/10/2026).

Ia menerangkan bahwa gangguan psikologis dapat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni biologis, psikologis, dan sosial.

Faktor biologis berkaitan dengan kerentanan genetik, faktor psikologis mencakup kepribadian dan pengalaman traumatis, sedangkan faktor sosial meliputi kondisi ekonomi, pendidikan, serta hubungan keluarga.

Novy menjelaskan bahwa gangguan psikologis yang berat dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Pada kondisi tertentu, seperti gangguan psikotik, seseorang dapat mengalami gangguan dalam memahami realitas, termasuk halusinasi.

Meski demikian, gangguan mental tidak dapat langsung dianggap sebagai penyebab tindakan kekerasan tanpa pemeriksaan profesional.

Selain itu, Novy menyoroti besarnya tekanan yang kerap dihadapi ibu dalam menjalankan tanggung jawab keluarga.

Seorang ibu sering dituntut mengurus rumah tangga, mendampingi anak, sekaligus bekerja. Beban yang berlangsung terus-menerus tanpa dukungan memadai dapat menimbulkan kelelahan fisik dan emosional.

Kondisi tersebut dapat semakin berat apabila seorang ibu tidak memiliki kesempatan beristirahat atau ruang untuk menyampaikan perasaannya.

Oleh karena itu, Novy menilai dukungan suami dan keluarga sangat penting melalui komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab rumah tangga, serta kesediaan mendengarkan keluhan pasangan.

"Terkadang seorang ibu tidak membutuhkan solusi secara langsung. Ia hanya ingin didengar, dipahami, dan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya," jelas Novy yang juga Psikolog Klinis.

Di samping dukungan keluarga, kemampuan mengenali dan mengelola emosi juga perlu diperhatikan. Novy menjelaskan bahwa perasaan sedih, marah, kecewa, dan lelah merupakan hal yang wajar.

Beristirahat, melakukan relaksasi, mengatur pernapasan, dan berbagi cerita dengan orang yang dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

Lebih lanjut, Novy mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang terdekat.

Perubahan suasana hati yang drastis, perilaku tidak biasa, hingga munculnya keinginan menyakiti diri sendiri atau orang lain merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian dan penanganan serius.

Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan stigma terhadap gangguan kesehatan mental.

Menurutnya, mencari pertolongan kepada psikolog atau psikiater bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan langkah penting untuk memperoleh pendampingan dan mencegah kondisi psikologis semakin memburuk.

"Jangan sampai seseorang merasa malu atau takut mencari bantuan ketika mengalami masalah psikologis. Justru dengan mendapatkan pertolongan lebih awal, kondisi yang lebih serius dapat dicegah," ungkapnya.

Novy menekankan bahwa menjaga kesehatan mental ibu merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui komunikasi yang sehat, dukungan emosional, kepedulian lingkungan, serta bantuan profesional, persoalan psikologis diharapkan dapat dikenali dan ditangani sejak dini demi menciptakan keluarga yang sehat dan lingkungan pengasuhan yang aman bagi anak.***

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap