babi Beranda - Universitas Muhammadiyah Bandung

Blog

Kabar UMBandung

Resmi Jadi Mahasiswa, Rektor UM Bandung Minta Jangan Sia-siakan Kesempatan

UMBANDUNG.COM, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi mengukuhkan mahasiswa baru dalam sidang senat terbuka yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (Pesonamu) 2026.

Pengukuhan berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (23/09/2026). Momen ini menandai dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UM Bandung.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyambut mahasiswa baru dengan pesan agar masa perkuliahan dijalani dengan sungguh-sungguh. Ia mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan amanah dari orang tua yang perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Selamat kepada saudara-saudara sekalian yang telah resmi menjadi mahasiswa UM Bandung. Selamat menjadi mahasiswa di kampus kebanggaan. Kalian masuk dan kuliah di kampus yang tepat,” ujar Herry yang disambut tepuk tangan meriah mahasiswa.

Herry juga meminta mahasiswa baru segera beradaptasi dengan lingkungan kampus dan aktif mengembangkan diri. Menurutnya, perkuliahan bukan sekadar mengejar nilai dan ijazah, tetapi menjadi ruang untuk membangun kompetensi sebagai bekal menghadapi dunia kerja.

Perubahan dunia kerja yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, lanjut Herry, perlu menjadi perhatian mahasiswa sejak awal. Karena itu, generasi muda harus mampu melihat perubahan sebagai ruang untuk melahirkan kreativitas dan inovasi.

“Sebagai generasi Z, saya berpesan agar Anda sekalian bisa menjadi pendobrak berbagai kreativitas. Indonesia sedang menunggu kreativitas ananda sekalian,” katanya.

Herry menilai besarnya populasi usia produktif di Indonesia merupakan peluang yang harus diisi dengan gagasan dan karya. Generasi muda diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan inovasi hingga membuka lapangan pekerjaan.

Di tengah perubahan tersebut, Herry mengingatkan mahasiswa bahwa mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan berbagai gerakan kemasyarakatan, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, mahasiswa UM Bandung didorong untuk tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu yang diperoleh di kampus perlu diterjemahkan menjadi karya, karakter, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah teknopreneur Islami yang bermanfaat untuk bangsa dan negara. Saat ini kalian tidak salah pilih kampus. Jangan sia-siakan. Ukirlah sejarah di kampus ini,” tuturnya.

Pengukuhan berlangsung semakin semarak ketika Rektor bersama para Wakil Rektor, Dekan, dan beberapa Ketua Program Studi tampil nge-band membawakan sejumlah lagu hits. Penampilan tersebut disambut antusias mahasiswa baru yang telah mengikuti rangkaian Pesonamu selama tiga hari.

Suasana santai tersebut menjadi bagian dari cara UM Bandung menyambut mahasiswa baru. Selain mendapatkan pembekalan akademik dan pengenalan kehidupan kampus, mereka juga diajak membangun kebersamaan dan menikmati awal perjalanan sebagai mahasiswa.***(FA)

Selengkapnya

Menteri UMKM Bekali Mahasiswa Baru UM Bandung dengan Mental Pejuang

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Memasuki dunia perkuliahan bukan hanya tentang mengejar nilai dan mendapatkan ijazah. Mahasiswa juga perlu membangun mental yang kuat, berani menghadapi tantangan, serta memiliki keyakinan untuk terus melangkah.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, saat menjadi pemateri dalam Pesonamu 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Senin (21/09/2026).

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Maman mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan, nama baik almamater, dan persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, mahasiswa semester awal perlu membangun fondasi mental sejak dini agar mampu menjadi bagian dari perubahan di masa depan.

“Bagi anak-anak mahasiswa baru yang semester satu, basic dasar inilah yang ingin saya sampaikan kepada kalian. Pegang ini baik-baik, simpan dalam kepalamu, masukkan dalam hatimu. Insyaallah kalian semua akan menjadi pendobrak-pendobrak masa depan,” ujar Maman.

Maman kemudian mengutip pesan Ki Hajar Dewantara tentang keberanian menghadapi tantangan. Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak akan berkembang jika hanya berani menghadapi hal-hal yang mudah dan selalu menghindari kesulitan.

“Sesungguhnya gampang dan susah itu tidak ada. Kalau kalian semua hanya berani pada yang gampang dan takut pada yang susah, maka kalian tidak akan pernah bisa maju,” tegasnya.

Menurut Maman, keberanian menghadapi tantangan membutuhkan jiwa yang kokoh dan pantang menyerah. Dengan keyakinan yang kuat, berbagai batasan dan kesulitan dapat dihadapi sebagai bagian dari proses menuju kemajuan.

Maman juga mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Ia mengaku pernah berada di posisi yang sama sekitar 27 tahun lalu ketika menempuh pendidikan di Universitas Trisakti.

“Saya senang sekali ketemu dengan adik-adik seperti kalian, karena saya juga pernah ada pada posisi kalian kurang lebih 27 tahun yang lalu di Universitas Trisakti. Saat itu saya diberikan kesempatan menjadi Presiden Mahasiswa dan alhamdulillah memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya,” kenangnya.

Pesonamu 2026 pun menjadi momentum bagi mahasiswa baru UM Bandung untuk memulai perjalanan akademik dengan semangat yang lebih besar.

Kuliah bukan sekadar ruang untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat menempa karakter, kepemimpinan, keberanian, dan kepedulian agar kelak mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.***

Selengkapnya

Fathul Wahid Ungkap Dua Prinsip Penting Menggunakan AI

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Rektor UII periode 2018–2026 Fathul Wahid menyebut dosen membutuhkan pendekatan khusus dalam pengelolaannya.

Menurutnya, dosen memiliki karakter mandiri sehingga tidak bisa dikelola dengan cara yang terlalu kaku.

“Dosen itu seniman,” ujar Fathul saat mengisi Tadarus Akademik UM Bandung bertema “Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan: Berkolaborasi, Berinovasi, dan Meningkatkan Produktivitas Melalui AI” di Masjid Fastabiqul Khairat, lantai tiga UM Bandung, Selasa (22/09/2026).

Ia mengibaratkan pengelolaan dosen seperti “menggembala kucing”.

Oleh karena itu, pimpinan kampus perlu membangun motivasi dan insentif yang tepat, bukan sekadar memberikan perintah.

“Ketika memimpin UII, saya tidak pernah memaksa dosen, tetapi menggunakan teori yang saya yakini benar dan memunculkan motivasi,” katanya.

Fathul juga mendorong kampus membangun sistem yang kuat, sederhana, dan terintegrasi. Menurutnya, sistem digital dapat mengurangi pekerjaan manual dan membuat layanan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan lebih efisien.

Berbagai data kampus juga seharusnya terhubung sehingga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan administrasi maupun akreditasi. “Tidak perlu lagi mengisi data berulang-ulang. Tinggal klik, maka muncul semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fathul memperkenalkan istilah “Tangga Sulaiman” yang menggambarkan tiga orientasi dosen, yakni mal atau harta, mulk atau kedudukan, dan ilm atau ilmu. Dosen yang berorientasi pada ilmu akan terus belajar, menulis, meneliti, mengikuti seminar, dan menghasilkan publikasi.

“Dosen UM Bandung ada di mana? Ini adalah sebuah pilihan. Hanya dosen yang bersangkutan yang tahu,” katanya.

Memasuki era AI, Fathul menilai teknologi tersebut tidak dapat dihindari. Sivitas akademika perlu menguasainya, tetapi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas manusia tetap menjadi fondasi.

Ia mengingatkan pengguna agar memahami materi terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke AI. “Pahami dengan baik materi yang akan kita share ke AI. Jika tidak paham, lebih baik jangan memakai AI karena akan jadi kacau,” ujarnya.

Fathul menjelaskan dua prinsip penggunaan AI, yakni critical competence principle dan goal alignment principle.

AI harus digunakan ketika pengguna mampu menilai dan mengkritisi hasilnya serta tetap diarahkan untuk mendukung tujuan pembelajaran atau pekerjaan.

“AI sebaiknya menjadi mitra, bukan pengganti manusia,” tegasnya.

Selain menguasai teknologi, Fathul mendorong dosen membangun budaya menulis.

Menurutnya, tulisan membuat ilmu dan gagasan dapat terus dibaca serta dimanfaatkan orang lain melalui buku, jurnal, media massa, blog, maupun media sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa kampus bukan sekadar tempat mengejar efisiensi. Perguruan tinggi merupakan ruang untuk mengembangkan ilmu, nilai, inovasi, dan membentuk manusia.

Oleh karena itu, bekerja di kampus merupakan kesempatan untuk mendampingi mahasiswa yang sedang belajar, berkembang, dan mengejar cita-citanya.***(FA)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap