UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membuka penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana Rekayasa Kosmetik untuk semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Pendaftaran gelombang perdana ini berlangsung mulai Rabu (21/10/2026) hingga 30 Oktober 2026.
Program studi di bawah Fakultas Farmasi tersebut resmi dibuka setelah memperoleh izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
“Alhamdulillah, Prodi Rekayasa Kosmetik telah mendapatkan izin resmi dari Kemendiktisaintek. Oleh karena itu, kami resmi membuka penerimaan calon mahasiswa baru untuk prodi tersebut,” ujar Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari, Kamis (22/10/2026).
Pada penerimaan perdana ini, UM Bandung menargetkan sebanyak 30 mahasiswa. Sebagai daya tarik bagi calon mahasiswa, kampus juga memberikan potongan biaya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) sebesar 50 persen khusus untuk angkatan pertama.
Biaya SPP reguler Prodi Rekayasa Kosmetik sebesar Rp7,6 juta. Dengan potongan tersebut, calon mahasiswa berkesempatan memperoleh keringanan biaya pendidikan menjadi Rp3,8 juta, sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Dwintha, pembukaan program studi ini merupakan langkah UM Bandung untuk memperluas pilihan pendidikan tinggi, khususnya bagi generasi muda yang tertarik pada bidang kosmetik, inovasi, dan teknologi.
Kehadiran Prodi Rekayasa Kosmetik juga diharapkan dapat menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri kosmetik. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang rekayasa kosmetik sebagai bekal untuk berkontribusi dalam pengembangan produk dan inovasi.
Dwintha mengajak calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan pendaftaran angkatan pertama tersebut. Ia berharap Prodi Rekayasa Kosmetik menjadi pilihan bagi generasi muda yang ingin mendalami bidang kosmetik melalui pendidikan tinggi.
Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidangnya, program studi ini diharapkan mendorong lahirnya generasi inovatif yang mampu menghasilkan karya dan solusi bagi perkembangan industri kosmetik.
Dwintha juga berharap pembukaan program studi baru ini dapat memperluas pilihan pendidikan sekaligus memperkuat pengembangan keilmuan di lingkungan Fakultas Farmasi UM Bandung.
Dengan hadirnya Prodi Rekayasa Kosmetik, UM Bandung kini memiliki 22 program studi, termasuk dua program magister dan satu program profesi apoteker. Penambahan ini memperluas pilihan pendidikan tinggi yang dapat diakses masyarakat sesuai minat dan bidang keilmuan yang ingin ditekuni.
Pembukaan Program Sarjana Rekayasa Kosmetik didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1224/B/O/2026. Melalui keputusan tersebut, UM Bandung memperoleh izin resmi untuk menyelenggarakan program studi di bawah Fakultas Farmasi.
Calon mahasiswa yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dapat mengakses laman resmi umbandung.ac.id dan pmb.umbandung.ac.id, serta mengikuti media sosial resmi UM Bandung. Informasi juga dapat diperoleh dengan menghubungi admin PMB dan Promosi melalui WhatsApp di nomor 081395046574.


