Blog

Kabar UMBandung

Magister PAI UM Bandung Bangun Tradisi Akademik Berbasis Tajdid

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dr Supala MAg mengatakan bahwa matrikulasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi fondasi penting bagi mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) UM Bandung untuk mengembangkan keilmuan, riset, dan praktik pendidikan Islam yang berorientasi pada pembaruan.

“Matrikulasi AIK bukan sekadar orientasi kelembagaan, melainkan proses internalisasi fondasi epistemologi Islam berkarakter tajdid atau pembaruan,” ujar Supala dalam perkuliahan matrikulasi AIK Magister PAI Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Sabtu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 64 mahasiswa dengan latar belakang akademik yang beragam. Matrikulasi dirancang untuk menyelaraskan pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai landasan studi di jenjang magister.

Supala menegaskan, mahasiswa Magister PAI tidak cukup hanya menguasai teori pendidikan. Mereka juga perlu mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan.

Menurutnya, nilai-nilai AIK perlu diintegrasikan dalam penelitian, pengembangan kurikulum, serta praktik pendidikan agama Islam agar ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui perkuliahan ini, Magister PAI UM Bandung mendorong lahirnya lulusan yang unggul secara akademik, memiliki integritas moral, dan mengamalkan semangat dakwah amar makruf nahi mungkar.

UM Bandung berdiri pada 2016 dan kini memiliki 21 program studi, termasuk dua program magister dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.

Kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, ini juga menjadi tujuan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.***

Selengkapnya

KPM UM Bandung Perkuat Solidaritas Organisasi pada Milad ke-9

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung merayakan milad ke-9 melalui kegiatan GLORY 9.0 pada Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Roll the Story Reveal The Glory” tersebut berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.

Pada perayaan tahun ini, KPM UM Bandung menjadikan milad sebagai momentum untuk mengenang perjalanan organisasi, mempererat solidaritas, dan mendorong anggota agar terus berkontribusi.

Ketua Pelaksana GLORY 9.0 Muhammad Dzulfikar Alim mengatakan, berbagai kendala selama persiapan dapat diatasi berkat kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan solidaritas seluruh panitia.

“Saya selaku ketua pelaksana mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara pada hari ini,” ujar Dzulfikar.

Ia berharap milad ke-9 menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengenali sejarah organisasi sekaligus memperkuat semangat untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi KPM UM Bandung.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang perjalanan organisasi, serta memperkuat semangat kita untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi KPM UM Bandung,” tambahnya.

Ketua KPM UM Bandung Tania Kirana Aprilia mengatakan, pencapaian organisasi hingga saat ini tidak terlepas dari perjuangan, pengorbanan, dan doa para pendahulu serta senior yang telah membangun fondasi organisasi.

“Jika boleh saya jujur, saya sangat terharu berada di sini berdiri sebagai Ketua KPM UM Bandung sebagai orang yang berada di perjalanannya KPM UM Bandung selama 9 tahun ini,” kata Tania.

Ia berharap KPM UM Bandung terus menjadi ruang bagi anggotanya untuk bertumbuh sekaligus tempat pulang yang selalu membanggakan.

“Semoga rumah ini akan selalu menjadi tempat untuk pulang. Selalu menjadi tempat untuk selalu bisa kita banggakan. Semoga rumah ini akan menjadi tempat untuk selalu kita ingat sepanjang masa,” tuturnya.

Pembina KPM UM Bandung Rovi Husnaini mengungkapkan, kiprah organisasi tersebut mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah karena dinilai konsisten menaati aturan dan tata birokrasi persyarikatan.

“KPM UM Bandung adalah sebagai pelopor juga bagi teman-teman dan mendapatkan acungan jempol dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ungkap Rovi.

Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi KPM UM Bandung untuk terus mengembangkan peran dan memperluas kontribusinya sebagai organisasi mahasiswa di lingkungan Muhammadiyah.

“Mudah-mudahan KPM UM Bandung bisa mengembangkan sayapnya melalui senior-seniornya juga untuk mendampingi selalu adik-adik KPM UM Bandung,” pungkasnya.***(FK)

Selengkapnya

Lonjakan Populasi 2030 Tantangan Baru Bagi Muhammadiyah

Oleh: Dadang Kahmad [Ketua BPH UM Bandung]

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Di antara tantangan utama yang dihadapi oleh Muhammadiyah dalam waktu dekat ini adalah lonjakan populasi tahun 2030.

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun itu diproyeksikan akan mencapai angka sekitar 297 juta jiwa. 

Data tersebut bukan sekadar angka statistik. Namun, realitas yang akan menentukan arah masa depan bangsa, sekaligus menguji kesiapan organisasi sosial-keagamaan seperti Muhammadiyah. 

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: apakah Muhammadiyah siap mengelola pertumbuhan ini menjadi kekuatan atau justru akan menjadi beban sosial yang berkepanjangan bagi Muhammadiyah dan bangsa.

Walaupun saat ini Muhammadiyah dikenal sebagai pilar penting dalam bidang pendidikan dan kesehatan serta gerakan sosial.

Namun, peningkatan jumlah penduduk yang besar akan membawa konsekuensi langsung pada membengkaknya kebutuhan layanan dasar masyarakat. 

Sekolah akan semakin padat, rumah sakit semakin sibuk, dan pelayanan sosial akan kewalahan, sementara kualitas pelayanan dituntut tetap prima.

Di titik ini, Muhammadiyah perlu evaluasi dari sekarang, karena tidak cukup hanya berkembang secara kuantitas, tetapi perlunya peningkatan secara kualitas dan efisiensi menjadi keniscayaan.

Lebih jauh, urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) yang tak terhindarkan akan melahirkan wajah-wajah baru kemiskinan di perkotaan.

Kawasan padat penduduk, pengangguran, hingga kesenjangan sosial berpotensi meningkat. 

Jika Muhammadiyah ingin tetap relevan, maka dakwah di luar mimbar harus lebih digalakan.

Muhammadiyah harus turun langsung mengadakan aksi nyata: pemberdayaan ekonomi, penguatan UMKM, dan pendampingan masyarakat marginal.

Bonus demografi yang sering dielu-elukan juga menyimpan potensi masalah. Jumlah usia produktif yang besar hanya akan menjadi berkah jika tersedia lapangan kerja dan keterampilan yang memadai.

Tanpa itu, ia bisa berubah menjadi masalah sosial besar dengan adanya ledakan pengangguran.

Di sinilah Muhammadiyah ditantang untuk lebih serius menggarap pendidikan vokasi, kewirausahaan, dan inovasi berbasis kebutuhan zaman.

Namun tantangan terbesar bagi Muhammadiyah barangkali bukan hanya pada aspek ekonomi semata, melainkan juga pada ketahanan nilai dan agama.

Generasi muda pada waktu itu hidup dalam arus digital yang cepat, terbuka, dan sering kali tanpa filter.

Jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keislaman yang relevan dan kontekstual, maka krisis moral bukanlah hal yang mustahil yang benihnya sekarang sudah nampak. 

Muhammadiyah perlu berani bertransformasi dalam metode dakwah, memanfaatkan teknologi digital tanpa kehilangan substansi merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi..

Lonjakan populasi pada waktu itu bagaikan pisau bermata dua. Ia bisa menjadi kekuatan besar untuk mendorong kemajuan umat atau sebaliknya menjadi sumber masalah sosial yang kompleks yang rumit untuk dicari jalan keluarnya.

Yang dibutuhkan mulai hari ini bukan sekadar optimisme, tetapi langkah konkret dari para pimpinan dan keberanian untuk berubah.

Sebab 2030 bukan masa depan yang jauh tetapi zaman yang sedang kita hadapi hari ini.

Dalam Qs Al-Anfal: 60, Allah memerintahkan umat Islam untuk menyiapkan kekuatan dan strategi sebaik mungkin.

Ini mencakup persiapan fisik, mental, hingga ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan masa depan. Wallahu a’lam. 

Sumber: Majalah Suara Muhammadiyah edisi 16-31 Agustus 2026

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap