Blog

Kabar UMBandung

Sekda Jabar Dorong Mahasiswa UM Bandung Jadi Agen Perubahan Lewat KKN Berdampak

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan lagi sekadar mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa sebelum menyelesaikan studi.

Di tengah beragam tantangan pembangunan daerah, KKN telah berkembang menjadi laboratorium sosial yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial generasi muda.

Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman saat menghadiri pelepasan 1.200 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung peserta KKN Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, pengalaman hidup dan bekerja bersama masyarakat akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.

"KKN adalah wahana terbaik untuk mengasah soft skill, mulai dari komunikasi, kepemimpinan, critical thinking, hingga kemampuan berkolaborasi. Penguasaan hard skill saja tidak cukup menghadapi realitas setelah lulus. Jika dijalankan dengan sungguh-sungguh, pengalaman ini akan menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang mampu memberi manfaat dan menjadi pencerah di tengah masyarakat," ujar Herman.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mempercepat pembangunan daerah. Oleh karena itu, pelaksanaan KKN tidak berhenti pada kegiatan pengabdian semata.

Namun, diintegrasikan dengan berbagai program prioritas pemerintah melalui dukungan lintas organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, Biro Kesejahteraan Rakyat, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika.

Salah satu kolaborasi yang menjadi perhatian tahun ini ialah verifikasi faktual data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Barat. Herman menilai, keterlibatan mahasiswa akan memperkuat akurasi data sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih valid dalam menyusun kebijakan pemerataan akses pendidikan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Bandung Ijang Faisal mengatakan, KKN Tahun 2026 mengusung tema "Inovasi Berbasis Potensi Lokal untuk Desa Mandiri dan Berkelanjutan."

Tema tersebut menempatkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan yang diharapkan mampu mengembangkan potensi desa sekaligus memberikan kontribusi terhadap agenda pembangunan daerah.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam verifikasi data ATS merupakan bentuk tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap persoalan pendidikan di Jawa Barat.

"Verifikasi data anak tidak sekolah bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi ikhtiar bersama memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama atas pendidikan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran," ungkapnya.

Pada pelaksanaannya, KKN UM Bandung 2026 dibagi ke dalam tiga klaster. Klaster pertama adalah KKN Internasional yang dilaksanakan di Malaysia dan Singapura sebagai bagian dari penguatan jejaring global serta internasionalisasi nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Klaster kedua merupakan KKN Muhammadiyah-'Aisyiyah (KKN MAS) di Kabupaten Malang yang memperkuat kolaborasi antarpenguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

Adapun KKN Reguler melibatkan 1.200 mahasiswa dari berbagai program studi yang didampingi 60 dosen pembimbing lapangan. Selama masa pengabdian, mereka akan ditempatkan di 44 desa dan kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kota Bandung.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuan mahasiswa memahami persoalan masyarakat, membangun dialog, serta menghadirkan solusi yang relevan dengan potensi dan kebutuhan desa.

"Saya berharap mahasiswa datang ke desa bukan untuk menggurui, tetapi untuk belajar, memahami persoalan, dan bersama-sama menemukan akar masalah. Jangan mengutuk kegelapan, tetapi nyalakan lilin untuk menerangi kegelapan," pesannya.

Ia juga mengajak seluruh peserta KKN membangun sinergi dengan pemerintah desa, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen lokal agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat tersebut, KKN UM Bandung diharapkan menjadi model pengabdian yang tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan mendukung percepatan pembangunan di Jawa Barat.***(FK)

Selengkapnya

Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung Siapkan Lulusan Siap Kerja di Era Industri Halal dan AI

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kuliah di jurusan Ekonomi Syariah kini tak lagi identik dengan bayangan bekerja di bank syariah saja.

Booming industri halal, fintech syariah, keuangan digital, hingga kecerdasan buatan (AI) membuka jalan karier yang jauh lebih luas bagi para lulusannya.

Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menangkap peluang ini lewat sistem pembelajaran yang terus diperbarui mengikuti kebutuhan zaman.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UM Bandung, Yudistia Teguh A Fikri, mengatakan mahasiswa di kampusnya tidak hanya dijejali teori ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga dibekali pengalaman praktik langsung serta karakter Islamic Technopreneurship yang menjadi ciri khas UM Bandung.

Metode belajarnya pun didesain jauh dari kesan monoton. Prodi ini mengusung pendekatan project based learning, studi kasus, simulasi akad syariah, penelitian, pengabdian masyarakat, magang, sampai kunjungan industri.

"Pembelajaran di Prodi Ekonomi Syariah menerapkan pendekatan yang interaktif, aplikatif, dan berbasis kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi memperoleh pengalaman lapangan sehingga siap menghadapi tantangan industri," ujar Yudistia di sela kegiatan akademik kampus, Selasa (4/8/2026).

Kurikulumnya juga merangkul nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), literasi digital, dan isu ekonomi kontemporer, termasuk cara memanfaatkan AI secara bijak. Bagi Yudistia, teknologi semacam ini seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa.

"AI kami pandang sebagai tools, bukan pengganti proses berpikir mahasiswa. Justru kemampuan menganalisis, mengambil keputusan, dan memahami nilai-nilai syariah menjadi semakin penting di era digital saat ini," katanya.

Tantangan Ekonomi Jadi Peluang

Yudistia tak menampik bahwa perekonomian Indonesia tengah menghadapi banyak tekanan — mulai dari perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga percepatan digitalisasi.

Namun, di balik tantangan itu, ia melihat peluang besar berkat bonus demografi, pertumbuhan industri halal, dan meningkatnya kebutuhan SDM yang melek teknologi.

Dunia kerja sekarang, kata dia, tidak lagi cukup puas dengan pelamar berijazah. Perusahaan mencari tenaga profesional yang punya kompetensi nyata: literasi digital, kemampuan berpikir kritis, jiwa wirausaha, dan kecakapan memanfaatkan AI untuk mendongkrak produktivitas.

Dari sudut pandang ekonomi syariah, situasi ini justru jadi momentum untuk memperkuat praktik bisnis yang menjunjung etika, keadilan, transparansi, dan keberlanjutan — nilai-nilai yang menurut Yudistia semakin relevan untuk membangun sistem ekonomi yang tangguh menghadapi gejolak global.

Peluang Karier Terbuka Lebar

Lulusan Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung punya pilihan karier yang beragam: perbankan syariah, BMT, koperasi, pegadaian dan fintech syariah, industri halal, lembaga zakat dan wakaf, konsultan dan auditor syariah, instansi pemerintah, regulator, akademisi, peneliti, hingga merintis usaha sendiri berbasis syariah.

Salah satu mahasiswa yang merasakan langsung manfaat kurikulum ini adalah Retno Widiarti, yang baru menuntaskan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Baznas.

Selama magang, ia terlibat dalam perencanaan penghimpunan dana, menjalin kemitraan dengan perusahaan, menyusun konten edukasi, sampai menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

"Saya merasakan bahwa teori ekonomi syariah bukan sekadar konsep akademik, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Pengalaman magang membuat saya semakin yakin dengan pilihan jurusan ini," ungkap Retno.

Dengan kurikulum yang terus beradaptasi, kolaborasi erat bersama industri, sertifikasi kompetensi, dan penguatan karakter Islamic Technopreneurship, Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung optimistis mencetak lulusan yang tak cuma unggul di bangku kuliah.

Namun, siap terjun sebagai profesional, inovator, dan entrepreneur yang berkontribusi bagi perkembangan ekonomi syariah, baik di tingkat nasional maupun global.***

 
 
Selengkapnya

Lewat Hibah BIMA, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Bangun Komunitas Mandiri Pangan di Perkotaan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui Prodi Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menghadirkan inovasi pemberdayaan berbasis pangan lokal di Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).

Program yang didukung Hibah BIMA Kemendiktisaintek ini mengusung tema pendampingan inovasi produk olahan rempah sebagai pangan fungsional untuk membantu menurunkan risiko diabetes.

Kegiatan memadukan edukasi pertanian vertikultur, pengolahan pangan, hingga strategi pemasaran produk agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua Pelaksana PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Sakina Yeti Kiptiyah menjelaskan bahwa meningkatnya kasus diabetes di Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya pemanfaatan rempah-rempah sebagai pangan sehat.

Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar tidak hanya mampu membudidayakan tanaman rempah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

"Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat. Oleh karena itu diperlukan langkah preventif melalui pemanfaatan pangan lokal, khususnya rempah-rempah yang memiliki potensi sebagai bahan pangan sehat. Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu menanamnya, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah," ujarnya.

Sebagai tahap awal, tim pengabdian melatih warga membuat instalasi vertikultur, sistem tanam bertingkat yang cocok diterapkan di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.

Tanaman rempah yang dibudidayakan kemudian diolah menjadi berbagai produk pangan fungsional yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan sekaligus membuka peluang usaha baru.

Masyarakat juga memperoleh pendampingan mengenai pengemasan, branding, dan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.

Kaprodi Teknologi Pangan UM Bandung Khairiah mengatakan, pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam mentransformasikan hasil riset menjadi solusi yang langsung dirasakan masyarakat.

"Program seperti ini diharapkan terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menggandeng Karang Taruna Kelurahan Manjahlega, perangkat RT/RW, serta dosen lintas disiplin.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Euis Evi Puspitasari turut memberikan pelatihan branding dan pemasaran agar produk olahan rempah memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pangan sehat.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Manjahlega Salma Sabila Nur Shabrina menilai program tersebut menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi pangan lokal sekaligus membangun jiwa kewirausahaan.

Menurutnya, materi mengenai inovasi produk, branding, dan pemasaran menjadi bekal penting agar hasil olahan masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua RW 10 Kelurahan Manjahlega Ridwan Subakti menyebut program PKM tersebut selaras dengan berbagai program lingkungan yang tengah dijalankan warganya, seperti Buruan SAE (Sehat, Alami, dan Ekonomis) serta persiapan menuju Kawasan Bebas Sampah (KBS).

Menurutnya, edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan budidaya tanaman pangan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Dengan jumlah 347 kepala keluarga yang tersebar di enam RT, pengetahuan seperti ini diharapkan mampu memperkuat budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan," ujar Ridwan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah lingkungan, dan masyarakat, PKM Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menunjukkan bahwa inovasi sederhana seperti vertikultur dan pengolahan rempah mampu menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, mendorong kewirausahaan, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Program yang didukung Hibah BIMA Kemendiktisaintek ini sekaligus menjadi bukti bahwa hasil riset kampus dapat dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.***

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap