Blog

Kabar UMBandung

Roni Tabroni Sebut Jurnalisme Harus Menjadi Kekuatan Sosial di Tengah Disrupsi Digital

UMBANDUNG.AC.ID, Jakarta -- Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Roni Tabroni menegaskan bahwa jurnalisme harus melampaui fungsi konvensional sebagai penyampai informasi.

Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap mengutamakan kecepatan dan sensasi, media dituntut menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan kepedulian sosial, mendorong aksi nyata, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Gagasan tersebut ia tuangkan dalam buku terbarunya berjudul "Jurnalisme untuk Kemanusiaan" yang diluncurkan di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menegaskan bahwa buku tersebut merupakan pengembangan dari karya sebelumnya, Jurnalisme Filantropi, yang lebih banyak membahas kerangka konseptual dan akademik. 

Melalui buku terbaru ini, ia berupaya menjawab kebutuhan mahasiswa, akademisi, hingga praktisi media yang menginginkan panduan implementasi jurnalisme filantropi dalam praktik jurnalistik sehari-hari.

Ia menegaskan, jurnalisme filantropi tidak berhenti pada proses menyampaikan fakta kepada publik. Lebih dari itu, media harus mampu menghubungkan informasi dengan tindakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Jurnalisme filantropi bukan sekadar menyampaikan fakta, melainkan menghubungkan informasi dengan aksi nyata untuk kemaslahatan publik," ujar Roni.

Atas dasar itu, buku Jurnalisme untuk Kemanusiaan menyajikan panduan praktis yang dapat diterapkan di ruang redaksi.

Mulai dari perencanaan liputan, pengumpulan data, penyusunan naskah, pembangunan ekosistem media, hingga model bisnis yang memungkinkan media tetap berkelanjutan tanpa kehilangan orientasi kemanusiaan.

Bagi Roni, media memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar mendokumentasikan peristiwa. Jurnalisme seharusnya mampu menggerakkan kepedulian publik sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

"Media yang baik bukan hanya menghadirkan informasi, tetapi mampu menggerakkan kepedulian dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," katanya.

Roni juga menilai konsep jurnalisme filantropi bukanlah gagasan yang lahir dari ruang hampa. Paradigma tersebut berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia seperti gotong royong, tolong-menolong, dan semangat berbagi yang telah lama menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

"Jurnalisme filantropi lahir dari nilai-nilai Indonesia, gotong royong, tolong-menolong, dan semangat berbagi yang telah menjadi kekuatan bangsa sejak lama," tuturnya.

Menurut Komisioner KPID Jawa Barat periode 2020–2024 itu, predikat Indonesia sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia merupakan modal sosial yang sangat besar untuk membangun praktik jurnalistik yang tidak hanya mengejar perhatian publik. Namun, memperkuat solidaritas dan mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.

Pemikiran Roni mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh media yang hadir dalam peluncuran buku tersebut. Di antaranya Direktur TVMu Makroen Sanjaya, Ketua Lazismu Ahmad Mujadid Rais, Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari, dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa.

Titin Rosmasari menilai jurnalisme dan kemanusiaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, liputan mengenai persoalan publik harus mampu mendorong lahirnya kebijakan yang menyelesaikan masalah, bukan sekadar menghadirkan cerita yang menyentuh emosi.

Sementara itu, Teguh Santosa menegaskan bahwa nilai kemanusiaan memang menjadi fondasi utama jurnalisme. Ia mengingatkan agar media tidak hanya bekerja di hilir dengan memberitakan dampak suatu peristiwa.

Namun, berperan di hulu melalui fungsi mitigasi dengan mengawal kebijakan publik agar berbagai krisis kemanusiaan dapat dicegah sejak awal.***

Selengkapnya

UM Bandung Bangun Kepemimpinan Transformatif Guna Tingkatkan Mutu Akademik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat fondasi kelembagaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus menghadapi perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

Memasuki usia satu dekade, UM Bandung memilih fokus pada penguatan tata kelola. Tujuannya bukan sekadar menjaga organisasi tetap berjalan. Kampus ingin mempercepat transformasi akademik sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan dengan memperkuat kepemimpinan di tingkat universitas dan fakultas. Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menetapkan Arief Yunan sebagai Sekretaris Universitas, Ia Kurnia sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Cecep Taufiqurrohman sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) untuk masa bakti 2026–2030.

Bagi UM Bandung, pergantian kepemimpinan bukan sekadar mengisi jabatan. Momentum ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk mempercepat peningkatan mutu akademik, memperkuat tata kelola, dan memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengatakan, jabatan adalah amanah. Setiap pemimpin harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani. Pemimpin kampus juga dituntut mampu menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya menjalankan fungsi administratif.

"Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada persyarikatan, institusi, maupun kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat melayani," ujarnya.

Menurut Herry, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks. Karena itu, kampus membutuhkan tata kelola yang profesional, adaptif, dan akuntabel. Penguatan kepemimpinan menjadi salah satu kunci agar inovasi dan kualitas layanan akademik terus berkembang.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan universitas tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika.

"Keberhasilan universitas bukan ditentukan oleh satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen. Mari bangun kolaborasi, saling menguatkan, dan jadikan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan sebagai ruh dalam setiap langkah pengabdian," katanya.

Selain memperkuat tata kelola, UM Bandung juga terus mendorong peningkatan mutu akademik, pengembangan riset, perluasan jejaring kerja sama, dan lahirnya inovasi yang berdampak. Seluruh kebijakan, kata Herry, harus memberi manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan pertumbuhan UM Bandung dalam beberapa tahun terakhir. Sejak meraih akreditasi "Baik Sekali" dari BAN-PT pada 2024, kampus ini terus memperluas layanan akademiknya.

Saat ini UM Bandung memiliki lima fakultas, 18 program studi sarjana, satu program magister, serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker. Dalam waktu dekat, Program Magister Pendidikan Agama Islam juga akan segera melengkapi jenjang pendidikan di kampus tersebut.

Melalui penguatan tata kelola dan kepemimpinan, UM Bandung ingin membangun organisasi yang lebih lincah menghadapi perubahan. Targetnya bukan hanya meningkatkan daya saing kampus, tetapi juga menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.***(HMA)

Selengkapnya

Jejak Kreativitas Mahasiswa UM Bandung Menghias Pameran Batik Nasional di JICC

UMBANDUNG.AC.ID, Jakarta -- Kriyanian Prodi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Bandung ikuti Pagelaran Seni Batik Puspa Nuswantara 2026 dari Rabu-Minggu (08-12/7/2026).

Acara yang berlangsung di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, itu digelar oleh Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI). Adapun tema yang diambil pada acara tersebut yakni ”Rupa Makna Tambal Nusantara”.

Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung Wafa Ulhaq Ramadania mengatakan, dalam pameran tersebut, Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung menghadirkan berbagai produk-produk batik terbaik dari para mahsiswa.

”Kami di sini menghadirkan berbagai produk-produk batik yang berasal dari hasil pembelajaran kami selama perkuliahan, seperti batik tulis, batik cap, hinggga penerapan tekstil pada interior,” ucap Wafa di sela-sela kegiatan.

Berbagai macam produk, dari motif batik hadir, mulai dari bantal, lampu, hingga berbagai aksesoris dalam booth tersebut.

”Semoga Kriyanian Prodi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung terus berkembang dan sukses terus ke depannya,” terangnya.

Salah satu pengunjung booth yakni Melati sangat kagum dengan berbagai produk yang dihadirkan dalam pameran kali ini. Menurutnya, berbagai produk dan karya seni ini sebagai bentuk apresiasi kekayaan bangsa.

”Luar biasa sekali booth UMKM dari Universitas Muhammadiyah Bandung ini yang pastinya  karya-karya mahasiswa ini turut melestarikan batik Nusantara,” ucap Melati.

Batik Asli Indonesia

Pada pembukaan acara, Ketua Umum APPBI Komarudin Kudiya menegaskan bahwa acara tersebut menjadi gerakan kebudayaan yang berpihak pada pelestarian batik asli Indonesia.

”Puspa Nuswantara hadir sebagai ruang bersama untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem batik,” kata Komarudin.

Salah satu dosen Prodi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung ini menegaskan bahwa batik merupakan identitas bangsa yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Oleh karena itu, lanjut Komarudin, keberadaan para perajin harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan industri modern, maraknya produk tiruan, serta perubahan tren pasar.

”Kami ingin masyarakat semakin mengenal, mencintai, dan menggunakan batik asli sebagai bagian dari kebanggaan nasional,” jelasnya.

Hadir pada pembukaan acara ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita, dan sejumlah tamu undangan lainnya.***

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap