Blog

Kabar UMBandung

Kuliah Agribisnis di UM Bandung, Belajar Teori Sekaligus Berani Bangun Bisnis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Apa jadinya kalau kuliah bukan cuma soal mengejar nilai, tetapi juga menjadi tempat untuk mencoba membangun bisnis?

Hal itulah yang dirasakan Albar Yuwar Dhanuwinata, mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri).

Baginya, kuliah Agribisnis terasa menarik karena mahasiswa tidak hanya belajar teori. Namun, mendapat kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Salah satu pengalaman tersebut hadir melalui mata kuliah pengembangan bisnis. Mahasiswa diajak menyusun rencana usaha sekaligus mencoba menjalankannya secara berkelompok.

Mulai dari menentukan produk, mengatur proses produksi, menyusun strategi pemasaran, hingga memikirkan pengembangan usaha.

Dengan begitu, mahasiswa bisa merasakan sendiri bagaimana sebuah bisnis dibangun, termasuk ketika menghadapi kendala atau mengalami kegagalan.

“Enggak cuma belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bikin usaha. Dari semester ke semester, mahasiswa dibimbing membuat rencana bisnis sampai benar-benar menjalankan usaha kecil-kecilan secara berkelompok,” ujar Albar di UM Bandung, Senin (7/9/2026).

Pengalaman praktik juga hadir melalui kegiatan lapangan. Mahasiswa bisa turun langsung ke kebun, mengunjungi UMKM mitra, melakukan observasi, hingga membuat produk sendiri untuk dipasarkan.

Suasana belajar pun menjadi lebih dekat dengan persoalan nyata. Mahasiswa dapat melihat bagaimana petani bekerja, memahami kebutuhan pasar, sekaligus belajar mencari solusi ketika menemukan masalah di lapangan.

Bagi Albar, pengalaman seperti ini menjadi bekal penting karena dunia kerja dan bisnis tidak selalu berjalan sesuai teori.

Mahasiswa perlu terbiasa mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan kondisi yang berubah.

Menariknya, pembelajaran Agribisnis juga tidak berhenti pada kegiatan produksi pertanian.

Mahasiswa mempelajari sektor pertanian secara lebih menyeluruh, mulai dari hulu, proses produksi atau on farm, hingga hilir.

Di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kewirausahaan, manajemen, pemasaran, keuangan, analisis bisnis, hingga kepemimpinan.

Bekal tersebut membuat mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengeksplorasi minat dan potensinya.

Selain perkuliahan, pengalaman mahasiswa juga berkembang melalui organisasi. Himagri menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional.

Mulai dari belajar memimpin tim, mengelola kegiatan, menyusun program, membangun komunikasi, hingga memperluas jejaring.

“Di Himagri, mahasiswa belajar leadership, project management, dan jejaring yang enggak selalu didapat di ruang kelas,” kata Albar.

Sebagai mahasiswa di kampus Muhammadiyah, Albar juga melihat adanya bekal lain yang menarik, yakni penerapan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis. Pengetahuan tersebut dapat dipadukan dengan jejaring Muhammadiyah yang luas.

Artinya, mahasiswa tidak hanya diajak memahami bagaimana bisnis bisa tumbuh. Namun, bagaimana bisnis dijalankan dengan etika dan memberi manfaat.

Buat calon mahasiswa yang masih menganggap Agribisnis hanya berkaitan dengan pertanian, Albar punya pandangan berbeda.

Menurutnya, lulusan Agribisnis memiliki banyak pilihan karier. Mereka bisa menjadi entrepreneur di bidang perkebunan, kehutanan, pangan, hortikultura, hingga industri agro.

Peluang lainnya terbuka sebagai konsultan, peneliti, akademisi, fasilitator pemberdayaan masyarakat, birokrat, manajer operasional, analis bisnis, spesialis pemasaran, maupun konsultan agribisnis.

“Peluang kerja atau jejaring di Prodi Agribisnis luas banget. Jadi, tidak perlu khawatir soal masa depan di Prodi Agribisnis UM Bandung,” ungkapnya.

Albar sendiri tidak hanya membicarakannya. Ilmu yang diperoleh di kampus sedang ia coba terapkan melalui usaha kopi yang tengah dirintisnya.

Di luar itu, ia juga aktif mengamati aktivitas petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian serta bergabung dalam komunitas Gerengseng to Smart People.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin melihat bahwa Agribisnis punya banyak pintu untuk berkembang.

Ada pertanian, bisnis, inovasi, pemasaran, teknologi, organisasi, hingga peluang menjadi seorang entrepreneur.

Pada akhirnya, kuliah di Agribisnis UM Bandung bukan hanya tentang mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan setelah lulus.

Lebih dari itu, mahasiswa diberi ruang untuk mencoba, membangun pengalaman, mengembangkan jaringan, dan bahkan mulai menciptakan peluangnya sendiri sejak masih menjadi mahasiswa.***(FK/FA)

Selengkapnya

Kuliah Tak Sekadar Teori, Pengalaman M2BEE Buka Jalan Karier Chandra

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Bagi Chandra Kurniawan, belajar Teknik Industri tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Ada saatnya ilmu yang dipelajari harus dicoba langsung untuk melihat bagaimana ia bekerja di dunia nyata.

Kesempatan itu datang ketika mahasiswa Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tersebut terpilih mengikuti Mentoring and Micro-Credential in Building Energy Efficiency (M2BEE), sebuah program yang memperkenalkan mahasiswa pada dunia efisiensi energi bangunan.

Program ini merupakan kolaborasi Direktorat Konservasi Energi, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM bersama UK PACT, IREEM, dan LSP HAKE. Kegiatannya melibatkan mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Indonesia.

Chandra mengaku awalnya mendapat tawaran dari dosen untuk mengikuti seleksi internal yang ditujukan bagi mahasiswa Teknik Industri dan Teknik Elektro angkatan 2023. Dari proses tersebut, ia akhirnya terpilih dan bergabung dalam tim UM Bandung.

“Alhamdulillah saya lolos dan bergabung dalam tim yang terdiri dari tiga mahasiswa Teknik Industri, dua mahasiswa Teknik Elektro, dan didampingi oleh Pak Budiyan Mariyadi sebagai dosen pembimbing,” ujar Chandra, Senin (7/9/2026).

Belajar Audit Energi dari Lapangan

M2BEE bukan sekadar pelatihan di dalam kelas. Selama sekitar tiga bulan, Chandra dan timnya mengikuti mentoring mingguan serta pelatihan secara daring dan luring bersama tenaga ahli dan tim IREEM.

Dari proses tersebut, mereka kemudian mendapat kesempatan melakukan trial audit di Gedung Kementerian ESDM di Jakarta. Pengalaman ini membuat Chandra dan tim bisa melihat secara langsung bagaimana audit energi dilakukan di lingkungan gedung.

Di UM Bandung sendiri, tim mendapat tugas melakukan audit energi pada gedung kampus. Mereka mengamati berbagai aspek penggunaan energi, mulai dari sistem pencahayaan, tata udara atau pendingin ruangan, hingga sistem kelistrikan.

Pengalaman belajar juga diperluas melalui kunjungan ke Gedung Wisma Danantara di Jakarta. Di sana, tim UM Bandung mendapat gambaran mengenai penerapan green building dan sistem manajemen energi yang dapat menjadi referensi dalam pengelolaan gedung.

Setelah melalui berbagai tahapan tersebut, Chandra dan tim menyusun laporan audit energi sekaligus rekomendasi efisiensi untuk Gedung Kampus UM Bandung.

“Output akhir dari program ini adalah laporan audit energi dan penyampaian rekomendasi efisiensi energi kepada pengelola gedung kampus pada Juni lalu, yang diakhiri dengan closing ceremony di ajang EBTKE ConEx,” ungkapnya.

Melihat Peluang di Sektor Energi

Bagi Chandra, pengalaman mengikuti M2BEE tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi membuka pandangan baru tentang dunia kerja.

Ia melihat efisiensi energi sebagai bidang yang menarik karena masih belum banyak ditekuni mahasiswa, sementara kebutuhan terhadap pengelolaan energi yang lebih efisien terus berkembang.

Latar belakang Teknik Industri yang ia pelajari juga membuat bidang tersebut terasa relevan. Ia bisa melihat bagaimana kemampuan analisis, efisiensi proses, dan pemecahan masalah yang dipelajari di kampus ternyata dapat diterapkan dalam persoalan penggunaan energi.

“Saya melihat bidang ini sebagai peluang bagus untuk mengembangkan diri dan membuka jalan karier masa depan karena energi adalah bagian vital dalam kehidupan kita,” tuturnya.

Kini, Chandra berharap laporan dan rekomendasi yang telah disusun bersama tim tidak berhenti sebagai dokumen. Ia ingin hasil audit tersebut benar-benar dipertimbangkan dan diterapkan agar penggunaan energi di lingkungan kampus bisa semakin efisien.

Lebih jauh, ia berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk mulai mengenal isu energi dan melihat sektor tersebut sebagai salah satu bidang yang bisa dikembangkan.

“Semoga upaya efisiensi energi ini terus berjalan secara konsisten dan mampu menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk peduli serta terjun ke bidang energi,” pungkas Chandra.***(FK/FA)

Selengkapnya

Mahasiswa KKN UM Bandung Dorong Gerakan Kelola Sampah Mandiri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Siapa sangka, sampah dapur yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Inilah yang coba ditunjukkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dukuh 1 dari Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, yang mengenalkan teknik octaco atau octagonal composter kepada warga Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Melalui seminar dan pelatihan yang digelar di Kantor Desa Dukuh, Senin (31/08/2026), puluhan ibu-ibu PKK dari RW 1 hingga RW 13 diajak belajar cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan cara yang sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Tim KKN Dukuh 1 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Irianti Usman. Sampah rumah tangga dipilih sebagai fokus karena jenis sampah ini paling dekat dengan keseharian masyarakat, namun sering kali luput dari perhatian hingga menumpuk dan menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Inovasi Sederhana dari Metode Jepang

Teknik octaco sendiri merupakan pengembangan dari metode Takakura asal Jepang, namun dibuat lebih sederhana agar mudah diterapkan oleh siapa saja. Bentuknya yang praktis membuat metode ini cocok digunakan dalam skala rumah tangga, tanpa perlu alat rumit atau ruang yang luas.

Sebelum memperkenalkan metode ini kepada warga, Tim KKN Dukuh 1 lebih dulu berkonsultasi dengan Lutfia, dosen Prodi Bioteknologi UM Bandung yang turut berperan dalam mengembangkan Takakura menjadi octaco. Pertimbangan utamanya adalah kemudahan penggunaan dan kepraktisan penerapannya di rumah tangga.

Bukan Sekadar Teori, Warga Diajak Praktik Langsung

Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan ini menghadirkan Wawan Hendrawan, Fasilitator Ecovillage Terbaik Provinsi Jawa Barat Tahun 2015, sebagai pemateri sekaligus fasilitator. Ia mengajak warga melihat pengelolaan sampah bukan dari sisi untung-rugi semata, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan ibadah.

"Jika masyarakat melihat dari untung rugi, maka untuk pengelolaan sampah akan berdampak sangat sia-sia. Jika masyarakat melihat dari sisi sosial dan bentuk ibadah, maka pelaksanaannya bukan masalah besar," ujar Wawan.

Selain mendapatkan penjelasan seputar permasalahan sampah, peserta juga langsung mempraktikkan cara membuat dan menerapkan octaco, sehingga ilmu yang didapat tidak berhenti di atas kertas.

Mendorong Perubahan Kebiasaan dari Rumah

Bagi Tim KKN Dukuh 1, kunci pengelolaan sampah bukan menunggu sampah menumpuk, melainkan dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga, lewat kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Dukuh untuk terus menerapkan teknik octaco secara berkelanjutan, bahkan setelah masa KKN berakhir. Selain mengurangi volume sampah rumah tangga, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan bersama.

Seperti pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini, "Dari pengelolaan sampah rumah tangga, perubahan lingkungan dapat dimulai."***(Alpin/Aziz/Bewara Pers)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap