UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Belajar psikologi di era digital tak lagi sebatas memahami teori perilaku manusia. Mahasiswa juga ditantang menciptakan solusi nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi dan teknologi.
Semangat itulah yang mewarnai penyelenggaraan PSYNTECH Volume 3 (Psychology Startup Expo & Pitching Competition) yang digelar Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Sabtu (18/7/2026).
Bertempat di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan UM Bandung, kegiatan bertema "Humanizing Innovation: Technology for People Powered by Psychology" ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk memamerkan startup sekaligus mempresentasikan gagasan bisnis yang memadukan ilmu psikologi, teknologi, dan semangat kewirausahaan.
Ketua Pelaksana PSYNTECH Volume 3 Irfa Nabila Nursyaida mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa psikologi tidak hanya kami pelajari di ruang kelas, tetapi bisa diwujudkan dalam solusi yang berdampak," ujar Irfa.
Menurutnya, berbagai startup yang dipamerkan dalam ajang tersebut merupakan hasil kreativitas mahasiswa dalam mengintegrasikan pendekatan psikologi dengan perkembangan teknologi.
Ia berharap PSYNTECH menjadi ruang belajar, berkolaborasi, sekaligus memperkuat jejaring antarmahasiswa untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Program Studi Psikologi UM Bandung Rika Dwi Agustiningsih menjelaskan bahwa PSYNTECH telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga dan menjadi bagian penting dari implementasi mata kuliah kewirausahaan di Prodi Psikologi.
"Mata kuliah ini dirancang untuk menjembatani antara ilmu psikologi dengan semangat kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi yang saat ini berkembang," kata Rika.
Ia menegaskan bahwa expo dan pitching competition tersebut bukan sekadar pameran karya mahasiswa, melainkan bukti bahwa proses pembelajaran di kelas mampu melahirkan produk dan ide bisnis yang aplikatif.
Menurutnya, PSYNTECH juga telah berkembang menjadi tradisi akademik yang terus mendorong lahirnya inovasi berbasis psikologi dari tahun ke tahun.
Lebih jauh, Rika berharap pengalaman mengikuti PSYNTECH dapat menjadi bekal mahasiswa dalam merancang masa depan kariernya.
Melalui pembelajaran kewirausahaan, mahasiswa didorong menjadi lulusan yang tidak hanya siap bekerja. Namun, mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Semoga mahasiswa Prodi Psikologi menjadi lulusan yang sesuai dengan visi kampus yakni menjadi wirausaha yang membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan kebermanfaatan bagi umat manusia," pungkasnya.
Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Irianti Usman turut mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi, khususnya di bidang layanan kesehatan mental.
Menurutnya, karya-karya tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Psikologi UM Bandung mampu mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Kita harus show off pada dunia bahwa UM Bandung pencetak entrepreneur yang akhlaknya islami banget," ungkap Irianti.
Ia optimistis inovasi mahasiswa Psikologi UM Bandung akan terus berkembang menjadi solusi yang semakin integratif, holistik, dan berdaya guna bagi bangsa.
Menurutnya, lulusan UM Bandung tidak hanya dibekali kompetensi akademik dan jiwa kewirausahaan. Namun, karakter Islami yang menjadi fondasi dalam berkarya dan memberikan manfaat bagi sesama.***(FK)


