Blog

Kabar UMBandung

Muhammadiyah Hadirkan ChatHPT, Asisten AI untuk Mempermudah Akses Fatwa dan Putusan Tarjih

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Muhammadiyah menyiapkan peluncuran ChatHPT, layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses putusan, fatwa, dan penjelasan keagamaan Majelis Tarjih dan Tajdid.

Peluncuran layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Kamis (05/11/2026).

ChatHPT dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap informasi keagamaan yang bersumber dari dokumen resmi Muhammadiyah. Melalui layanan ini, masyarakat dapat memperoleh penjelasan agama secara lebih cepat tanpa harus menelusuri ribuan halaman buku atau dokumen digital secara manual.

Pengguna cukup mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem kemudian mencari dokumen yang relevan, menyusun jawaban, dan menyertakan rujukan asli agar informasi yang diberikan dapat diperiksa kembali.

Kehadiran ChatHPT menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas akses terhadap khazanah keilmuan Islam. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat umum, mubaligh, pendidik, hingga peneliti dalam memahami berbagai persoalan keagamaan berdasarkan pandangan resmi Majelis Tarjih.

Berdasarkan buku Panduan Lengkap ChatHPT edisi November 2026, Ismail Fahmi menjelaskan bahwa layanan tersebut telah menjalani uji coba sejak Agustus 2026. Hingga 2 November 2026, ChatHPT tercatat menerima 13.840 pertanyaan dari pengguna.

Dari jumlah tersebut, persoalan salat menjadi topik yang paling banyak ditanyakan, yakni 2.671 pertanyaan atau sekitar 19,3 persen dari keseluruhan pertanyaan. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap informasi praktis mengenai ibadah menjadi salah satu perhatian utama pengguna layanan.

Dari sisi teknologi, ChatHPT didukung basis pengetahuan yang dihimpun dari berbagai dokumen resmi Majelis Tarjih dan Tajdid. Sistem tersebut mencakup 1.153 naskah putusan, fatwa, dan tanya jawab agama, serta 2.742 konsep fikih dan usul fikih.

Selain itu, terdapat 3.855 entitas yang mencakup tokoh, perawi, kitab, dan lembaga. Sementara itu, koleksi dokumen utamanya terdiri atas 836 naskah Fatwa Tarjih, 255 dokumen Tanya Jawab Agama, dan 62 dokumen Himpunan Putusan Tarjih.

ChatHPT memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai layanan tanya jawab keagamaan, perpustakaan digital, dan pendamping belajar. Melalui fitur perpustakaan digital, pengguna juga dapat menelusuri berbagai arsip Tarjih secara langsung tanpa harus mengajukan pertanyaan.

Pengembangan ChatHPT melibatkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, serta LabMu. Ketiga pihak memiliki peran masing-masing dalam memastikan layanan tersebut didukung sumber keagamaan yang otoritatif dan teknologi yang memadai.

Majelis Tarjih bertanggung jawab terhadap substansi dan otoritas keilmuan, sedangkan Majelis Pustaka dan Informasi mendukung pengelolaan dokumentasi serta kanal digital. Adapun LabMu berperan mengembangkan teknologi pencarian informasi dan integrasi kecerdasan buatan.

Ke depan, Muhammadiyah berencana memperluas koleksi dokumen dan meningkatkan kualitas jawaban ChatHPT. Pengembangan tersebut mencakup penambahan putusan Munas Tarjih terbaru, panduan ibadah, serta fitur khusus bagi mubaligh, pendidik, dan peneliti.

Melalui inovasi ini, Muhammadiyah berupaya menghadirkan layanan informasi keagamaan yang lebih mudah diakses, praktis, dan memiliki rujukan yang jelas. ChatHPT sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendekatkan hasil pemikiran dan keputusan keagamaan Majelis Tarjih kepada masyarakat luas.***

Sumber: muhammadiyah.or.id

Selengkapnya

Seni Bukan Musuh Agama, Tapi Bisa Menjadi Sarana Dakwah

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Ahmad Rifai MAg menilai bahwa seni dan budaya tidak seharusnya dipertentangkan dengan ajaran Islam. Menurutnya, kesenian dapat menjadi sarana dakwah untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rifai dalam dialog interaktif program KACIDA di RRI Pro 4 Bandung pada Selasa (03/11/2026). Rifai yang juga Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat hadir bersama mahasiswa UM Bandung dari UKM Rumpaka Sahita.

Dialog yang awalnya membahas kebudayaan di era digital itu berkembang menjadi diskusi mengenai pandangan Islam terhadap seni, termasuk perdebatan halal dan haramnya kesenian yang kerap muncul di media sosial.

Rifai menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki pandangan terbuka terhadap seni dan budaya melalui konsep dakwah kultural. Pendekatan tersebut telah dibahas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih di Jakarta pada tahun 2000.

Menurutnya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan dapat menjadi media pendidikan, pembentukan karakter, dan penyampaian pesan-pesan keislaman kepada masyarakat. Rifai mengatakan bahwa kecintaan terhadap keindahan merupakan fitrah yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia.

Oleh karena itu, berkesenian pada dasarnya merupakan bagian dari kehidupan manusia. "Kesenian adalah fitrah insaniah," ujar Rifai.

Ia menjelaskan bahwa hukum kesenian tidak hanya dilihat dari bentuknya, tetapi juga dari tujuan, isi, dan dampaknya. Seni dapat menjadi sesuatu yang dilarang apabila mengandung kemusyrikan atau mendorong kemaksiatan. Sebaliknya, seni dapat memberikan manfaat apabila mampu meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Rifai juga mengaitkan kesenian dengan tiga dimensi utama ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Menurutnya, seni berkaitan dengan ihsan karena mengandung nilai keindahan dan kebaikan. Dengan demikian, aktivitas berkesenian dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan tujuan yang baik dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Ia menambahkan bahwa dakwah tidak harus selalu disampaikan melalui ceramah atau kegiatan keagamaan formal. Seni dan budaya juga dapat menjadi sarana penyampaian nilai-nilai Islam yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, Rifai mendorong generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk mengembangkan kreativitas seni yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral dan nilai-nilai keislaman.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memberikan ruang bagi pengembangan seni dan budaya sebagai media dakwah selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Menurutnya, kebebasan berekspresi melalui kesenian tetap harus disertai tanggung jawab moral dan spiritual agar karya yang dihasilkan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, seni dan budaya dapat menjadi sarana dakwah yang edukatif sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.***(FA)

Selengkapnya

Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Menjalankan Program Kerja

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi universitas. Upaya tersebut diperlukan agar perguruan tinggi mampu meningkatkan mutu pendidikan serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Herry saat pelantikan Kepala dan Sekretaris Lembaga di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kamis (05/11/2026).

Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi dan mempercepat pencapaian visi universitas.

"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengisian jabatan struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi, meningkatkan efektivitas tata kelola, serta mempercepat pencapaian tujuan dan visi universitas," tegas Herry.

Ia meminta setiap pimpinan lembaga membangun sistem kerja yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil. Setiap program harus memiliki target, indikator keberhasilan, serta evaluasi yang jelas agar memberikan manfaat nyata bagi universitas.

"Ukuran keberhasilan seorang pimpinan bukan hanya terletak pada terlaksananya kegiatan atau program kerja, tetapi juga pada perubahan positif yang dihasilkan, sistem yang berhasil dibangun, peningkatan kualitas layanan, serta manfaat yang dirasakan oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat," ujarnya.

Herry juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarlembaga, fakultas, program studi, serta unit kerja. Untuk meningkatkan efektivitas organisasi, koordinasi kelembagaan dibagi di bawah tiga wakil rektor sesuai bidang tugas masing-masing.

Menurutnya, kerja sama seluruh unsur organisasi menjadi kunci dalam memperkuat mutu pendidikan sekaligus mewujudkan visi UM Bandung sebagai Islamic Technopreneurial University.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung Dadang Kahmad mengingatkan bahwa bekerja di Muhammadiyah bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, melainkan juga bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT.

Dadang menekankan tiga nilai utama dalam bekerja, yakni ikhlas, ihsan, dan itqan. Ikhlas berarti menjalankan amanah dengan niat tulus karena Allah, sedangkan ihsan berarti bekerja sungguh-sungguh dan memberikan kemampuan terbaik.

Adapun itqan menekankan profesionalitas, ketelitian, dan kualitas hasil pekerjaan. Menurutnya, integritas harus disertai kompetensi dan kedisiplinan agar setiap tugas dapat diselesaikan secara tuntas dan optimal.

Dalam pelantikan tersebut, enam pejabat dipercaya sebagai kepala lembaga. Mereka adalah Dikdik Dahlan Lukman sebagai Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK), Fatmawati sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), dan Ahmad Rifai sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Kewirausahaan Berbasis Teknologi (LPKBT).

Selanjutnya, Roni Tabroni sebagai Kepala Lembaga Pengembangan Komunikasi Digital dan Media Sosial (LPKDMS), Ijang Faisal sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Saepul Adnan sebagai Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sementara itu, enam pejabat lainnya dilantik sebagai sekretaris lembaga. Mereka adalah Mochamad Faizal Almaududi Aziz Dachlan sebagai Sekretaris LPPAIK, Mae Amelianawati sebagai Sekretaris LPM, Mochamad Fadlani Salam sebagai Sekretaris LPKBT, Hadi Muhammad Rizal sebagai Sekretaris LPKDMS, Iis Dewi Fitriani sebagai Sekretaris LPPM, serta Dina Budhi Utami sebagai Sekretaris LSP.***(FA)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap