Blog

Kabar UMBandung

Tonggak Baru UM Bandung, Program Magister Pendidikan Agama Islam Resmi Hadir

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dengan penuh rasa syukur, Universitas Muhammadiyah Bandung mengucapkan selamat atas terbitnya Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 685 Tahun 2026 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2) pada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bandung.

Terbitnya izin penyelenggaraan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan institusi. Sekaligus wujud komitmen UM Bandung untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dan keislaman.

Kehadiran Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (S2) diharapkan dapat menjadi ruang akademik yang produktif dalam melahirkan pendidik, akademisi, peneliti, dan pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengembangan UM Bandung. Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari ikhtiar ini.

Semoga amanah yang diberikan menjadi penyemangat bagi UM Bandung untuk terus bertumbuh, berinovasi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.***

Selengkapnya

Bukan Sekadar Praktik, Mini Teaching Factory UM Bandung Siap Cetak Produk Pangan Unggulan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi menggelar soft launching Mini Teaching Factory Food Industry pada Jumat (19/06/2026).

Bertempat di area rubanah belakang gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, peresmian fasilitas ini dihadiri langsung oleh Rektor, Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ketua Program Studi Teknologi Pangan, serta jajaran tamu undangan lainnya.

Ketua Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Khairiah menjelaskan bahwa fasilitas baru ini dirancang sebagai laboratorium produksi komprehensif bagi mahasiswa ataupun dosen.

"Tempat ini menjadi salah satu laboratorium produksi teknologi pengembangan produk-produk pangan," ujar Khairiah.

Tidak hanya berfungsi sebagai ruang praktik, Mini Teaching Factory ini juga menjadi etalase bagi hasil riset akademik. Pihak program studi akan mengurasi secara ketat karya-karya inovasi yang lahir dari ruang perkuliahan untuk kemudian diproyeksikan sebagai produk komersial.

"Hasil produk dari para mahasiswa ini kita kumpulkan dan kurasi, mana yang nantinya layak menjadi produk unggulan kita," tambahnya.

Apresiasi tinggi datang dari Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan. Dirinya mengaku sangat bangga atas realisasi laboratorium ini dan mendorong agar fasilitas tersebut dioptimalkan sebagai jembatan antara teori di kelas dengan realitas industri.

"Saya berharap ke depannya melalui laboratorium ini dapat memajukan UM Bandung dengan produk-produk unggulan yang dihasilkannya," kata Arief.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa keberadaan Mini Teaching Factory merupakan wahana krusial bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu mereka ke dalam kehidupan sehari-hari. Dia berharap, langkah ini dapat diadopsi oleh seluruh program studi yang ada di lingkungan kampus.

"Ini menjadi langkah penting agar semua prodi di UM Bandung dapat memiliki teaching company ataupun teaching industry. Dengan begitu, mahasiswa bisa langsung menerapkan ilmunya sekaligus meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan zaman," ungkap Rektor.

Lebih jauh, Herry memaparkan bahwa laboratorium ini memegang peran strategis dalam memetakan tema riset yang terintegrasi di Prodi Teknologi Pangan. Berawal dari bangku pendidikan, program ini diharapkan bermuara pada nilai ekonomi yang kompetitif.

"Kegiatan pendidikan kita nantinya memang akan menyatu dengan penelitian, menghasilkan inovasi, lalu dikomersialisasikan. Dari proses komersialisasi itu, hasilnya akan kembali memperkaya kualitas pendidikan kita menjadi tema-tema riset yang utuh," papar Herry.

Menutup arahannya, Rektor menekankan pentingnya pengawalan mutu di Mini Teaching Factory agar mampu melahirkan produk inovatif yang diakui masyarakat luas.

"Kita perlu mengawal perkembangan fasilitas ini secara konsisten agar inovasi yang dihasilkan semakin maju, sekaligus mampu mendongkrak reputasi positif kampus di tingkat nasional maupun internasional," pungkasnya.***(FK)

Selengkapnya

Dampak Buruk Gas Metan Mengintai TPA, Gerakan Pilah Sampah Mandiri Jadi Solusi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Persoalan sampah sejatinya tidak selesai begitu saja saat armada pengangkut membawanya dari depan rumah.

Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tumpukan sampah organik yang membusuk tanpa oksigen justru memicu masalah baru dengan menghasilkan gas metan, salah satu gas rumah kaca berbahaya penyebab pemanasan global.

"Masalah sampah tidak selesai di TPA. Justru di sanalah masalah besar dimulai," tegas Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UM Bandung, Luthfia Hastiani Muharam, dalam webinar Hari Lingkungan Hidup Sedunia bertema “Tuntas Sampah dari Rumah” pada Sabtu (06/06/2026).

Dalam paparannya, Luthfia mengajak masyarakat untuk segera mengubah pola pengelolaan sampah dari sistem linear konvensional yang mengandalkan kumpul-angkut-buang, menjadi sistem sirkular yang memandang limbah sebagai sumber daya bernilai.

"Di Jawa Barat, sekitar 70 persen sampah rumah tangga adalah organik. Bayangkan potensinya jika semua itu diolah menjadi kompos, bukan dibuang ke TPA," ujar Luthfia.

Kunci dari efisiensi ini dimulai dari pemilahan langsung di dapur rumah tangga menjadi tiga kategori utama. Apa saja?

Yakni sampah organik yang bisa dikomposkan, sampah anorganik seperti botol plastik dan kardus yang bernilai ekonomi jika disetor ke bank sampah, serta sampah residu yang benar-benar tidak dapat diolah lagi.

Untuk memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan dan takut akan bau menyengat, tim UM Bandung memperkenalkan inovasi bernama oktagonal komposter.

Keranjang bulat yang memanfaatkan pelapis kardus dan sabut kelapa ini terbukti ampuh mempercepat dekomposisi sampah menjadi kompos matang hanya dalam waktu dua hingga empat minggu.

Luthfia menjelaskan bahwa banyak orang tidak mau mengompos karena takut bau, namun dengan media yang tepat seperti komposter ini, kendala tersebut bisa diatasi dengan mudah.

Luthfia juga meluruskan persepsi keliru masyarakat mengenai kehadiran magot atau larva lalat black soldier fly yang kerap dianggap menjijikkan dalam proses pengomposan.

Menurutnya, kehadiran larva tersebut justru menjadi indikator keberhasilan penguraian alami yang sangat efisien.

"Magot bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari. Mereka adalah aktor alami yang justru membantu proses pengomposan berjalan lebih baik," tegasnya.

Guna mendukung efisiensi pengolahan tersebut, tim peneliti UM Bandung bahkan telah menciptakan mesin pencacah berkapasitas 20 kilogram yang mampu mengubah sampah organik menjadi bubur halus agar lebih cepat diurai oleh magot maupun mikroorganisme.

Pada akhir sesi, Luthfia menekankan bahwa solusi krisis lingkungan ini tidak melulu bertumpu pada teknologi canggih.

Namun, pada kekuatan kolaborasi komunitas melalui gerakan bank sampah komunal di tingkat RW, sekolah, hingga kampus.

"Perubahan terbesar dimulai dari hal paling sederhana, misal memilah sampah di dapur kita sendiri. Jika setiap rumah tangga melakukan itu, beban TPA bisa berkurang drastis, emisi gas metan turun, dan kualitas hidup kita semua membaik," pungkasnya.***(FK)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap