Blog

Kabar UMBandung

Kepemimpinan Adaptif Jadi Kunci Hadapi Berbagai Tantangan Pendidikan Tinggi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) memiliki peran strategis dalam memperkuat cabang dan ranting Persyarikatan Muhammadiyah. Peran ini dinilai semakin penting di tengah dinamika global yang kian kompleks, cepat berubah, dan sarat ketidakpastian.

Menurut Herry, PTMA tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal. Lebih dari itu, PTMA juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

“Perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah harus menjadi pusat ilmu, pusat riset, sekaligus pusat pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi umat,” ujarnya, dikutip dari program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat, Jumat (24/04/2026). Ia menegaskan bahwa keberadaan kampus harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.

Ia menekankan bahwa penguatan cabang dan ranting Muhammadiyah perlu didorong melalui inovasi pendidikan dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kampus tidak boleh hanya menghasilkan teori, tetapi juga solusi konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Herry menguraikan pentingnya siklus pengembangan ilmu pengetahuan yang berjalan secara sistematis, mulai dari pengkajian hingga implementasi. “Kita harus membangun explicit knowledge dan tested knowledge agar organisasi memiliki daya tahan yang kuat,” jelasnya.

Dalam konteks penelitian, ia menekankan pentingnya memahami “research gap” sebagai dasar menghasilkan riset yang relevan. “Jangan berhenti pada riset teoretik, tetapi masuklah ke riset praktis yang benar-benar memberdayakan cabang dan ranting,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi global yang berada dalam situasi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) yang menuntut kesiapan tinggi. “Kalau kita tidak punya kesadaran situasi, kita bisa terjebak dalam fenomena boiling frog,” ungkapnya.

Selain itu, Herry menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi. Ia juga menyoroti ketimpangan sosial dan ekonomi yang perlu dijawab melalui penguatan ekonomi kerakyatan dan riset ekonomi syariah.

Dalam aspek kelembagaan, ia memaparkan strategi UM Bandung melalui pendekatan balanced scorecard dengan fokus pada reputasi dan kebermanfaatan. “Keputusan harus berbasis evidence, tetapi tetap dipandu oleh hikmat kebijaksanaan agar tujuan keadilan sosial bisa tercapai,” pungkasnya. ***(FA)

Selengkapnya

Capaian Unggul Bioteknologi UM Bandung Dorong Penguatan Kualitas Akademik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Program Studi Strata Satu (S-1) Bioteknologi resmi meraih akreditasi “Unggul” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan, sebuah pengakuan prestisius yang menegaskan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Predikat tertinggi ini ditetapkan melalui Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Nomor: 0051/SK/LAM Teknik/AS/IV/2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Prodi Bioteknologi UM Bandung telah memenuhi standar nasional tertinggi dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Program Studi Bioteknologi UM Bandung Wulan Pertiwi mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi seluruh sivitas akademika.

“Capaian ini menjadi wujud komitmen kami dalam menjaga mutu tridarma perguruan tinggi. Selain itu, ini juga memperkuat identitas Bioteknologi UM Bandung sebagai program studi yang berilmu, berakhlak, berdampak, dan bersinar,” ujarnya, Kamis (23/04/2026).

Lebih lanjut, Wulan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, laboran, hingga mahasiswa dan alumni. Ia menegaskan bahwa sinergi dan kebersamaan menjadi faktor kunci dalam meraih predikat “Unggul”.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UM Bandung, Arief Yunan, menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan akademik kampus. Ia menilai keberhasilan Prodi Bioteknologi telah memperkuat tradisi akademik sekaligus meningkatkan pengakuan eksternal terhadap UM Bandung.

Arief berharap capaian ini dapat diikuti oleh program studi lain di lingkungan kampus. Dalam dua tahun ke depan, ia menargetkan setidaknya ada dua program studi tambahan yang meraih akreditasi “Unggul” agar UM Bandung memenuhi syarat memperoleh predikat institusi “Unggul”.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berdoa dan berikhtiar demi mewujudkan target tersebut, seraya berharap setiap langkah yang ditempuh mendapat bimbingan dan keberkahan.

Sementara itu, Kepala Bagian Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UM Bandung Abdul Rohim menilai capaian ini sebagai dorongan strategis dalam memperkuat citra kampus di mata publik. Menurutnya, akreditasi “Unggul” akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.

“Prestasi ini menjadi energi baru bagi UM Bandung untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berdampak luas,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, UM Bandung semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada mutu dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern.***(FK/FA)

Selengkapnya

Rezeki Itu Bukan Soal Banyak Atau Sedikit

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Banyak orang masih menganggap rezeki itu murni hasil kerja keras. Padahal, dalam Islam, rezeki bukan cuma soal usaha, tapi juga sangat berkaitan dengan seberapa dekat seseorang dengan Allah SWT.

Hal ini disampaikan Kaprodi Pendidikan Agama Islam UM Bandung Dr Iim Ibrahim MAg dalam kajian Islam dan pendidikan di Masjid Raya Mujahidin pada Selasa (14/04/2026).

Menurut Iim, tanpa disadari setiap muslim sebenarnya selalu memohon rezeki kepada Allah, bahkan lewat ibadah rutin seperti salat. Ini jadi pengingat penting bahwa sumber rezeki sejatinya bukan manusia, melainkan Allah SWT.

“Kesadaran ini penting supaya kita tidak hanya bergantung pada usaha, tapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Al-Qur’an sudah memberikan panduan jelas tentang bagaimana rezeki bisa terbuka, salah satunya melalui ketakwaan. Dalam Surah At-Thalaq ayat 2 disebutkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi jalan keluar oleh Allah.

Tak hanya itu, pada ayat berikutnya juga dijelaskan bahwa Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertawakal. Menurut Iim, tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi sikap yakin setelah melakukan ikhtiar maksimal.

“Ketika seseorang bertawakal, dia menyerahkan hasil usahanya kepada Allah dengan penuh keyakinan. Di situlah muncul ketenangan hati,” jelasnya.

Iim juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai bentuk ketaatan. Dalam Surah Thaha ayat 132 ditegaskan bahwa Allah tidak meminta rezeki kepada hamba-Nya, justru Allah yang menjamin rezeki tersebut.

Baginya, ini menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jalan untuk mendapatkan keberkahan hidup.

Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak istighfar dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Dua amalan ini diyakini bisa membuka pintu rezeki sekaligus membawa keberkahan dalam kehidupan.

Meski begitu, Iim menegaskan bahwa usaha tetap penting. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar, sehingga keduanya harus berjalan bersama.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak umat Islam untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diterima. Dengan rasa syukur, hati akan terasa lebih tenang dan rezeki pun menjadi lebih berkah.

“Rezeki itu bukan soal banyak atau sedikit, tetapi tentang keberkahan dan ketenangan dalam menjalaninya,” tandasnya.***(FA)

Selengkapnya

UMBandung

Islamic Technopreneurial University

Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) berdasarkan Surat Izin Kemenristek Dikti No. 205/KPT/I/2016 yang diterbitkan pada tanggal 14 Juni 2016 menyelenggarakan 18 Program Studi unggulan. Cita-cita besar UMBandung adalah melahirkan para Teknopreneur Muda Islami, yang selain memiliki kemampuan akademis, tapi juga memiliki sikap mental dan enterpreneur skill/ kewirausahaan, serta memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian, lulusan UMBandung Insya Allah akan memiliki peluang yang besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik untuk dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

UMBandung

Sambutan Rektor

Dengan bangga, saya memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) kepada masyarakat Indonesia. Alhamdulillah, saat ini UM Bandung telah memperoleh Akreditasi Institusi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tahun 2024. Didirikan pada tahun 2016 di Kota Bandung, Jawa Barat, UM Bandung merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah pertama yang mengusung semangat Islamic Technopreneurial University. Sejak awal berdirinya, UM Bandung telah menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia, dengan latar belakang budaya yang beragam, menciptakan suasana pembelajaran yang penuh warna. Sejalan dengan visinya, UM Bandung berkomitmen untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami dan technopreneurial serta siap berkontribusi dan mengabdi untuk umat, bangsa, dan negara Indonesia.

Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung

UMBandung

Keunggulan UM Bandung

Terakreditasi Baik Sekali

Berdasarkan Surat Keputusan BAN-PT Nomor 323/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2024

Islamic Integrated Curriculum

Kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang memiliki karakter "Islamic Technopreneur"

Aplikasi Kurikulum

Aplikasi kurikulum diarahkan pada inovasi penemuan produk baru yang berbasis teknopreneurship dengan pendekatan hardskill dan softskill agar mahasiswa memeiliki karakter kreatif, mandiri, dan produktif.

Dosen Profesional

Dosen UMBandung merupakan lulusan S2,S3, dan profesor dari perguruan tinggi ternama.

Sarana & Prasarana Lengkap

Laboratorium, perpustakaan digital, ruang belajar variatif, digital class, dan ballroom.

Kampus di Lokasi Strategis

Gedung baru yang siap menunjang seluruh kebutuhan dan aktivitas perkuliahan serta riset dan pengembangan ilmu pengetahuan

Terdapat Banyak Beasiswa

UMBandung menyediakan banyak beasiswa bagi calon mahasiswa UMBandung.

Mahasiswa

Lulusan

Dosen Tetap