Berbicara Isu Sosial Tanpa Kata, Karya Mahasiswa FSH UM Bandung Tampil Kritis
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyelenggarakan pameran karya inovasi dan kreasi dosen serta mahasiswa dari empat Program Studi di lingkungan FSH. Pameran bertajuk Darma Sinergi Humaniora ini menjadi ruang temu gagasan lintas disiplin yang menampilkan beragam karya akademik dan kreatif.
Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Irianti Usman mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai representasi nyata integrasi keilmuan di lingkungan FSH. Menurutnya, keempat program studi di FSH—Psikologi, Kriya Tekstil dan Fashion, Administrasi Publik, serta Ilmu Komunikasi—saling terhubung dan tidak dapat berdiri sendiri. Hal itu tercermin dari karya-karya mahasiswa yang ditampilkan dalam pameran.
Ia menegaskan bahwa pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga sarana dakwah serta penguatan nilai-nilai humaniora di UM Bandung. Sejumlah karya bahkan menunjukkan pemanfaatan alat ukur psikologi, media komunikasi visual, hingga pendekatan kreatif lainnya yang saling melengkapi.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Bandung Hendar Riyadi menyampaikan bahwa inovasi di era saat ini tidak lagi lahir dari spesialisasi yang terpisah, melainkan dari perjumpaan dan kolaborasi lintas bidang. Menurutnya, kolaborasi antara ilmu komunikasi dengan kriya, tekstil, dan fashion akan melahirkan gagasan baru yang relevan dengan isu sosial.
“Di Program Studi Ilmu Komunikasi, poster berbicara tentang isu yang sedang berkembang. Di Kriya Tekstil dan Fashion juga berbicara isu. Ketika keduanya digabungkan, hasilnya bukan sekadar tugas akhir semester, tetapi karya kreatif yang memiliki makna dan daya guna,” ujarnya.
Hendar juga menekankan bahwa makna tidak cukup hanya diperbincangkan, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai bentuk karya. Mahasiswa Ilmu Komunikasi berperan dalam menyampaikan pesan, sementara mahasiswa Kriya Tekstil dan Fashion berperan merancang serta menyentuh pesan tersebut melalui desain. Kolaborasi ini dinilainya relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.
Oleh karena itu, ia berpesan agar mahasiswa UM Bandung tidak membatasi diri pada sekat-sekat jurusan. “Belajarlah melintasi disiplin keilmuan, karena kehidupan di dunia nyata tidak selalu bekerja berdasarkan kurikulum tertentu. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga embrio lahirnya ekosistem kreatif di kampus,” tambahnya.
Pembukaan pameran berlangsung meriah dan khidmat. Para mahasiswa berkumpul untuk mengikuti pembukaan sekaligus melihat berbagai karya kreatif yang dipamerkan. Usai seremoni, Wakil Rektor, Dekan FSH, Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion, serta sejumlah dosen berkeliling meninjau karya di sepanjang Selasar Gagasan.
Adapun karya yang ditampilkan meliputi poster isu sosial, alat ukur psikologi, alat peraga pembelajaran, hingga rancangan busana. Poster-poster tersebut mengangkat berbagai isu aktual di Indonesia, seperti bencana alam di Pulau Sumatra, persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, politik, korupsi, keadilan, serta tema-tema sosial lainnya yang dikemas secara kreatif dan kritis.
Beragam karya kreatif ditata secara rapi dan strategis sehingga mudah diakses serta dinikmati oleh sivitas akademika UM Bandung. Penataan tersebut membuat pameran tampil menarik dan komunikatif bagi pengunjung, sekaligus menjadi spot swafoto dadakan bagi mahasiswa untuk dibagikan di media sosial.***