Bonus Demografi Jadi Kekuatan, Pemuda Harus Berani dan Berilmu

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kaprodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Alghif Aruni Nur Rukman mengajak generasi muda untuk mulai mempersiapkan diri dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia di masa mendatang berpotensi menjadi kekuatan besar bagi bangsa.

“Bonus demografi yang nantinya akan dimiliki oleh Indonesia akan menjadi kekuatan besar jika para pemuda mampu menjadi aktor perubahan sosial yang memiliki keberanian berbasis pengetahuan,” ucap Alghif, dikutip dari kanal YouTube UM Bandung, Selasa (21/04/2026).

Alghif menekankan pentingnya evaluasi diri bagi generasi muda, khususnya dalam melihat kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat.

Ia berharap pemuda tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga mampu memperkuat karakter serta memahami peran strategisnya dalam sejarah perubahan sosial.

Lebih lanjut, ia mengajak pemuda untuk mendefinisikan ulang makna kesuksesan. Menurutnya, kesuksesan tidak semata diukur dari harta, jabatan, atau kemewahan materi semata.

“Kesuksesan yang sejati adalah kebermanfaatan bagi orang lain. Pekerjaan yang dianggap sederhana seperti petani pun memiliki nilai kesuksesan yang tinggi karena menjadi penyedia kebutuhan pangan dasar manusia,” terangnya.

Selain itu, Alghif juga menyoroti pentingnya kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan di sekitar, seperti ketidakadilan dan kerusakan lingkungan.

Hal ini dinilai penting sebagai bahan introspeksi sekaligus pendorong untuk melakukan perubahan positif.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus berani bertindak dengan berlandaskan nilai-nilai Islam guna memperbaiki kondisi sosial saat ini.

“Sebaik-baiknya orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, sehingga kontribusi nyata hari ini akan menjadi saksi sekaligus bekal kita kelak di hadapan Allah SWT,” jelasnya.

Alghif mengingatkan bahwa peluang menuju Generasi Emas 2045 harus dipersiapkan melalui langkah nyata sejak sekarang, bukan sekadar menjadi angan-angan tanpa usaha.

Di akhir, ia berharap Program Studi Agribisnis UM Bandung mampu mencetak generasi muda yang percaya diri, berdaya saing, serta memberikan manfaat luas bagi lingkungan.

“Pemuda adalah kunci kemajuan bangsa yang berlandaskan pada kemaslahatan umat,” pungkasnya.***