Delapan Tahun KPM UM Bandung: Menyalakan Semangat, Menjaga Marwah Universitas
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung merayakan Glow Our History (Glory) dalam rangka milad ke-8 pada Jumat (12/09/2025). Perayaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.
Acara tersebut dihadiri jajaran sivitas akademika dan anggota KPM dari berbagai generasi. Suasana hangat tercipta, mempertemukan kembali lintas angkatan dalam semangat kebersamaan.
Ketua Pelaksana Ainy Zahira Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi. Namun, juga menjadi refleksi atas perjalanan dan kebersamaan yang telah terbangun di KPM UM Bandung.
“Perayaan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melanjutkan estafet perjuangan,” ujar Zahira. Ia menegaskan bahwa Glory menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen anggota.
Perayaan Glory kali ini mengusung tajuk “Menggenggam Warisan, Menyulam Perubahan, Melesat dengan Tujuan.” Menurut Zahira, tema tersebut menjadi pengingat bahwa KPM berdiri di atas nilai luhur yang harus dijaga bersama.
Zahira menambahkan bahwa perubahan harus dirajut dengan kebijaksanaan agar masa depan ditempuh dengan arah yang jelas. Momentum ini, katanya, bukan hanya melihat ke belakang, melainkan menatap ke depan dengan semangat menjaga marwah universitas.
“Semoga momen ini bisa menjadikan KPM sebagai wadah pembelajaran terbaik bagi para anggotanya,” terang Zahira. Harapan itu disampaikan sebagai pengikat generasi yang akan datang.
Sementara itu, Ketua Umum KPM UM Bandung Shalbi Naila Makarim menegaskan bahwa usia ke-8 masih merupakan masa bertumbuh dan berproses. “Apa yang sudah dilahirkan oleh para pendiri adalah warisan yang harus dijaga dan dilanjutkan,” ungkapnya.
Shalbi menekankan bahwa organisasi ini tidak hanya memberikan pelayanan terbaik kepada sivitas akademika UM Bandung. Lebih dari itu, KPM juga berkomitmen membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Selama delapan tahun, Korps Protokoler Mahasiswa UM Bandung telah membuktikan komitmennya melalui berbagai program,” ucap Shalbi. Ia menyebut, lebih dari seribu penugasan protokoler telah dijalankan sejak KPM berdiri.
Ia menegaskan bahwa setiap penugasan adalah bentuk dedikasi, bukan sekadar kewajiban organisasi. “Komitmen pemimpin hadir bukan hanya untuk melaksanakan penugasan, melainkan mengelola organisasi agar lebih maju,” tambahnya.
Shalbi meyakini bahwa usia delapan tahun harus menjadi simbol transformasi. Ia berharap KPM UM Bandung tumbuh sebagai organisasi mahasiswa yang profesional, adaptif, dan inspiratif.
“KPM tidak hanya berkembang, tetapi juga berkelanjutan dan mampu terus melesat,” tandas Shalbi. Harapan itu menjadi penutup yang menyalakan optimisme baru bagi perjalanan KPM UM Bandung.***(FK)