Dosen UM Bandung Tekankan Merawat Lingkungan sebagai Amanah Manusia di Bumi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Arina Shabrina menegaskan bahwa menjaga dan merawat lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat pada Selasa (10/03/2026).

Menurut Arina, berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini, termasuk bencana ekologis, tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia yang kurang ramah terhadap alam. Ia menilai banyak persoalan lingkungan muncul karena manusia lalai menjalankan tanggung jawabnya sebagai penjaga bumi.

“Banyak persoalan lingkungan muncul karena manusia tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai penjaga bumi. Kerusakan lingkungan yang kita saksikan saat ini sangat berkaitan dengan perilaku manusia. Ketika manusia tidak menjalankan amanahnya dengan baik, maka keseimbangan alam pun akan terganggu,” ujar Arina.

Ia menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, manusia diberikan amanah sebagai khalifah di bumi. Amanah tersebut tidak hanya bermakna sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai penjaga yang bertugas merawat dan memelihara bumi beserta seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.

“Sebagai khalifah, manusia tidak boleh memandang alam sebagai objek yang dapat dieksploitasi sesuka hati. Kita justru memiliki tanggung jawab untuk menjaga hak-hak makhluk lain, baik hewan, tumbuhan, maupun sumber daya alam,” jelasnya.

Arina menambahkan bahwa Al-Qur’an telah memberikan landasan teologis yang kuat mengenai tanggung jawab manusia terhadap alam. Dalam ajaran Islam terdapat prinsip keseimbangan atau mizan yang menjadi dasar penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.

“Islam mengajarkan prinsip mizan atau keseimbangan. Artinya, manusia harus menjaga harmoni antara kebutuhan hidup dan kelestarian alam agar kehidupan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arina juga menyinggung teladan Rasulullah SAW dalam menjaga lingkungan. Ia menyebutkan bahwa Rasulullah mencontohkan perilaku hemat air saat berwudu serta menghindari pemborosan makanan.

“Rasulullah SAW memberikan contoh yang sangat jelas. Bahkan ketika berwudu beliau tetap menghemat air. Ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial, tetapi juga bagian dari nilai keimanan dan ibadah seorang muslim,” pungkasnya.

Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Bandung saat ini telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program strata satu (S1), strata dua (S2), hingga program profesi apoteker.

Kampus yang telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. UM Bandung memiliki lima fakultas dengan total dua puluh program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik dan profesionalnya.***(FA)