Food Festival UM Bandung Jadi Ajang Kreativitas Mahasiswa dan Inovasi Produk Pangan
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Suasana lobi utama Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tampak lebih ramai dan semarak dari biasanya pada Senin (15/06/2026).
Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) UM Bandung kembali menggelar Food Festival 2026 yang tahun ini mengusung tema “FEASTOPIA: World of Flavour, Berlayar Mencari Harta Karun Rasa.”
Menghadirkan konsep yang kreatif dan penuh warna, Food Festival 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan inovasi di bidang pangan sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan menarik turut memeriahkan festival ini, mulai dari seminar, workshop, bazar produk inovasi pangan, hingga kompetisi kreatif seperti lomba esai dan videografi yang diikuti siswa-siswi SMA.
Tak hanya menjadi sarana edukasi, Food Festival juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan gagasan mereka melalui inovasi pangan.
Ketua Pelaksana Food Festival 2026 Muhammadi Fathir Lukman Nur Hakim mengatakan bahwa kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Teknologi Pangan, untuk mengembangkan ide-ide kreatif menjadi produk yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk lebih inovatif dan produktif dalam menciptakan produk pangan. Harapannya, inovasi yang lahir tidak hanya menarik, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung Khairiah menjelaskan bahwa Food Festival bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari implementasi proyek pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah Pengembangan Produk Pangan.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini berfokus pada pemanfaatan pangan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi emergency food atau pangan darurat.
“Kita memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat melimpah. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana mengelolanya dengan baik agar dapat menjadi solusi kebutuhan pangan di masa depan,” jelasnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan turut memberikan apresiasi atas berbagai inovasi yang ditampilkan mahasiswa.
Ia menilai Food Festival menjadi jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri.
“Produk-produk yang dipamerkan hari ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan menjadi usaha atau bisnis yang lebih besar di masa mendatang,” katanya.
Arief juga mengingatkan mahasiswa agar terbuka terhadap berbagai masukan dan evaluasi yang diberikan dosen maupun pengunjung.
“Setiap kritik dan saran adalah peluang untuk menyempurnakan produk. Dari situlah akan lahir inovasi yang lebih sehat, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengajak mahasiswa untuk memahami proses pangan secara menyeluruh, mulai dari tahap budidaya hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, ilmu dan teknologi pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjawab tantangan bangsa, terutama terkait ketahanan pangan, inovasi produk, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.
Ia pun optimistis mahasiswa UM Bandung memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui inovasi dan karya yang mereka hasilkan.
“Saudara sekalian memiliki potensi yang luar biasa. Saya berharap potensi tersebut dapat menjadi bekal untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.***