Ilmu Komunikasi UM Bandung Panen Prestasi di International Student Communication Festival 2026

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berhasil memborong sejumlah penghargaan dalam ajang International Student Communication Festival 2026 yang digelar pada Selasa (06/01/2026). Pengumuman pemenang disampaikan secara langsung di Universitas Bhakti Kencana.

Ajang ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Barat dengan mempertandingkan berbagai kategori lomba, seperti public speaking, essay, creative content, hingga social campaign design.

Dalam kompetisi tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung sukses meraih juara 1 kategori Creative Content dan juara 3 kategori Public Speaking. Juara 1 Creative Content diraih oleh tim mahasiswa Ilmu Komunikasi yang terdiri atas Ilham Nurfadil, Kaisan Nailus Syarof, dan Zalfa Salsabilla.

Secara terpisah, Senin (19/01/2026), Ilham Nurfadil mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut ketertarikan timnya pada bidang videografi dan produksi konten menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka.

Pada kategori Creative Content, peserta diwajibkan membuat video bertema edukatif. Ilham menjelaskan bahwa timnya berupaya menghadirkan karya yang tidak hanya mengandung pesan pendidikan, tetapi juga menarik dan menghibur bagi penonton.

Video yang mereka garap mengangkat isu pola konsumsi dan produksi yang berdampak pada pengelolaan sampah dengan mengusung konsep Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12. Menurut Ilham, persoalan sampah masih menjadi isu krusial yang sulit diterapkan secara konsisten di masyarakat sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Melalui video tersebut, tim berharap dapat mendorong kesadaran publik untuk membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Sementara itu, prestasi juga diraih oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung lainnya, Wulan Cahya Indika Azzahra, yang berhasil meraih juara 3 pada lomba Public Speaking. Ia mengaku mengikuti perlombaan tersebut sebagai upaya mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.

Wulan menuturkan bahwa tantangan utama dalam perlombaan ini adalah menyampaikan materi secara padat, jelas, dan efektif dalam waktu singkat tanpa membaca teks. Pada kesempatan tersebut, ia mengangkat tema kesehatan mental pemuda yang dinilainya penting untuk terus disuarakan.

Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depan serta memotivasinya untuk terus mengasah kemampuan public speaking yang dimiliki.***(FK)