Inovasi Pelarut Halal Didorong Jadi Standar Industri Farmasi Modern

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Kuliah Umum bertema inovasi pelarut halal dan kolaborasi riset farmasi pada Kamis (24/07/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Head of Research INHART (IIUM) Malaysia, Assoc Prof Ts Dr Amal Elgharbawy, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Amal menyoroti tantangan penggunaan pelarut konvensional yang selama ini lazim digunakan dalam industri farmasi.

Menurutnya, pelarut tersebut bersifat beracun, mudah menguap, dan tidak ramah lingkungan sehingga bertentangan dengan nilai-nilai halal.

Sebagai solusi, Amal memperkenalkan dua inovasi pelarut modern yang dianggap menjanjikan untuk masa depan farmasi halal, yakni Ionic Liquids (ILs) dan Deep Eutectic Solvents (DESs).

Kedua pelarut ini dinilainya tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sejalan dengan prinsip halal dan tayyib dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa Ionic Liquids memiliki banyak keunggulan seperti kestabilan termal yang tinggi, tidak mudah terbakar, dan dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan industri farmasi.

Pelarut ini memungkinkan proses produksi yang lebih ringan dan aman, termasuk untuk sintesis ester dan polimer.

Selain itu, ia juga menekankan manfaat besar dari Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) yang berasal dari sumber alami dan dapat diperbarui.

NADES dikenal efektif dalam mengekstraksi senyawa aktif dari tanaman, sangat terjangkau, mudah terurai, dan sangat cocok digunakan dalam pengembangan produk halal.

Amal memaparkan bahwa pelarut ILs dan DESs telah diaplikasikan dalam berbagai teknologi mutakhir, mulai dari pembuatan obat, sistem laundry tanpa air, hingga penyerapan karbon dioksida.

Bahkan, teknologi ini telah terbukti mampu meningkatkan efektivitas ekstraksi protein dan lipid untuk kepentingan farmasi dan bioteknologi.

Sebagai penutup, Amal menegaskan bahwa kehalalan produk farmasi bukan hanya pada bahan baku, tetapi juga harus diperhatikan sejak proses perancangannya.

Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa UM Bandung untuk turut serta dalam riset pengembangan nanokarier berbasis ILs dan DESs demi menghadirkan produk farmasi yang aman, efektif, dan selaras dengan maqasid al-shariah.