Marketing Masa Kini Bukan Sekadar Promosi, tetapi Penggerak Pertumbuhan Bisnis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik, tetapi harus membangun kompetensi yang relevan dengan tuntutan industri sejak di bangku kuliah.

Pesan tersebut disampaikan Indra Setya Pratama dalam materi "Navigasi Karier Marketing di FMCG Manufaktur" pada kegiatan Literasi Karier yang diselenggarakan Duta Literasi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Kamis (02/07/2026).

Indra mengatakan, peran marketing kini telah bergeser dari sekadar mempromosikan produk menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis, inovasi, hingga ekspansi perusahaan.

"Marketing tidak lagi hanya berfokus pada promosi produk, tetapi menjadi motor penggerak pertumbuhan perusahaan yang menghasilkan dampak nyata," ujarnya.

Menurutnya, industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi pasar, perubahan perilaku konsumen, dan persaingan yang semakin ketat.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan memiliki talenta yang mampu berpikir strategis, menguasai data, serta cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menambahkan, marketer masa kini juga harus mampu menghubungkan kebutuhan konsumen dengan pengembangan produk dan proses produksi melalui kolaborasi bersama tim sales, supply chain, hingga research and development (R&D).

Dalam paparannya, Indra memperkenalkan tiga jalur karier utama di bidang marketing FMCG. Pertama, Brand-Centric Career yang berfokus pada pengembangan merek. 

Kedua, Digital & Data Career yang menitikberatkan pada analisis data dan pemanfaatan AI. Ketiga, Commercial & Growth Career yang berorientasi pada strategi bisnis dan pengembangan pasar.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kompetensi masa depan. Misal seperti kemampuan berpikir strategis, literasi digital dan data, memahami perilaku konsumen, kemampuan berkolaborasi lintas fungsi, adaptif terhadap perubahan, serta menerapkan praktik pemasaran yang etis dan berkelanjutan.

"Membangun karier tidak dimulai setelah wisuda, tetapi sejak masih menjadi mahasiswa. Setiap pengalaman organisasi, proyek, magang, hingga pengembangan keterampilan merupakan investasi untuk menjadi profesional yang siap bersaing," tegasnya.

Indra mendorong mahasiswa aktif mengikuti proyek nyata, menguasai berbagai perangkat digital, dan mengambil sertifikasi profesional untuk meningkatkan daya saing.

Menurutnya, marketing FMCG bukan sekadar profesi menjual produk, melainkan jalur menuju kepemimpinan bisnis yang mampu menghadirkan inovasi dan membawa perusahaan tumbuh secara berkelanjutan.

Dengan bekal kompetensi yang tepat, generasi muda Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat regional maupun global.***