Membangun Kepercayaan Digital, Teknik Informatika UM Bandung Bahas Peran Manusia dan AI
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Digital Trust: Kolaborasi Manusia dan AI dalam Membangun Kepercayaan Digital” pada Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, luring di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan UM Bandung dan daring melalui Zoom.
Ketua Program Studi Teknik Informatika UM Bandung Ririn Suharsih menjelaskan, kuliah umum tersebut merupakan bagian dari program Guru Besar Infokom Mengabdi (GBIM) yang diinisiasi Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM). Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika terhadap isu strategis di bidang teknologi digital.
Ririn menambahkan, peserta diwajibkan menyusun presentasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang akan ditinjau secara kritis. Metode ini diterapkan agar mahasiswa hadir dengan bekal pemahaman awal terhadap materi diskusi. “Presentasi tersebut menjadi tiket agar peserta tidak datang dengan pikiran kosong,” ujarnya.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan menilai AI memiliki peran penting di lingkungan akademik, khususnya dalam mempermudah akses dan pengelolaan data serta penyebaran informasi. Meski demikian, ia mengingatkan potensi risiko jika AI digunakan tanpa kehati-hatian, terlebih di tengah derasnya distraksi media sosial.
Oleh karena itu, Arief menekankan pentingnya penggunaan AI secara bertanggung jawab dan etis. Menurutnya, cara mahasiswa mengelola data dan menyebarkan informasi akan memengaruhi rekam jejak digital mereka di masa depan.
Sementara itu, narasumber utama Sarwono Sutikno, Kepala Pusat Keamanan Digital dan Teknologi Cerdas ITERA, menyampaikan bahwa kepercayaan digital merupakan fondasi utama dalam ekosistem digital modern.
Kepercayaan tersebut, katanya, tidak hadir secara otomatis, melainkan dibangun melalui standar global yang mencakup aspek keamanan, privasi, identitas digital, tata kelola data, dan kepatuhan regulasi.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan digital harus dirancang sejak awal melalui prinsip security by design dan privacy by design, serta diperkuat dengan sinergi antara standar, teknologi, dan tata kelola. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun sistem digital yang aman, etis, dan dapat dipercaya.
Kuliah umum ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UM Bandung maupun dari luar kampus.***