Menabung dari Botol Plastik, Peduli Lingkungan Sejak Dini

UMBANDUNG.AC.ID, Sumedang -- Recycle sampah botol air mineral menjadi tabungan merupakan langkah inovatif dalam mengelola limbah plastik sekaligus meningkatkan kreativitas anak-anak SD Negeri Cikole.

Program ini memberi kesempatan bagi botol plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah untuk dikumpulkan, ditukar, dan dihargai sebagai tabungan.

Inisiatif ini tidak hanya mendorong masyarakat agar peduli kebersihan lingkungan, tetapi memberi nilai tambah pada sampah plastik.

Dengan demikian, program tabungan dari recycle sampah mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan.

Recycle sampah dikenal dengan istilah daur ulang yang menjadi bagian dari konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Secara sederhana, hal ini berarti mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah agar bermanfaat kembali serta tidak merusak lingkungan.

Menyadari pentingnya konsep tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung Kelompok 11 mengadakan sosialisasi di SD Negeri Cikole, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, pada Rabu (13/08/2025).

Nazhara Azmi, penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa edukasi ini adalah wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Menurut Azmi, kegiatan ini tidak hanya mengajarkan kebersihan, tetapi nilai pendidikan seperti pentingnya menabung dan manfaatnya dalam Islam. 

Anak-anak pun diperkenalkan dengan cara memanfaatkan botol plastik sebagai media tabungan sederhana.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun siswa yang terlihat antusias mengikuti sosialisasi.

Melalui program ini, diharapkan tumbuh budaya peduli lingkungan sekaligus menanamkan semangat menabung sejak dini bagi siswa SD Negeri Cikole.***