
Raih Juara Tiga Lomba Video ILM, Zaldy Ardiansyah Wujudkan Pesan Kritis Tentang AI
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung — Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Muchammad Zaldy Ardiansyah berhasil meraih juara tiga lombaan video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada akhir Februari 2024.
Perlombaan ini merupakan salah satu rangkaian acara Silaturahmi Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA) tahun 2024.
Ratusan peserta dari berbagai PTMA di seluruh Indonesia hadir memeriahkan acara tersebut. Zaldy bersama mahasiswa dari berbagai PTMA bekerja sama dalam pembuatan video ILM.
”Dalam pembuatan video ini saya sekelompok dengan mahasiswa PTMA lain seperti dari UM Sidoarjo, UNISA, dan UM Yogyakarta,” ucap Zaldy di Bandung pada Selasa (05/03/2024).
Dirinya menjelaskan bahwa para peserta harus membuat video ILM dengan tema Artificial Intelligence (AI).
”Temanya itu lebih mengarah kepada ’Awali dengan Chat GPT Dalami dengan Referensi,’” jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 22 itu.
Ia menjelaskan bahwa dirinya perlu waktu sekitar 12 jam untuk menyelesaikan pembuatan video ILM.
”Meskipun agak canggung satu sama lain, tetapi alhamdulillah kita bisa bekerja sama dan berjalan lancar dalam pembuatan video,” terangnya.
Zaldy bersama rekan sekelompoknya mengangkat judul ”Searching Serba Instan, Awali dengan Chat GPT Perdalam dengan Referensi”.
Pada pembuatan video, Zaldy bersama rekan sekelompok ingin menyampaikan pesan untuk tidak kebergantungan pada sesuatu yang instan seperti AI.
”AI ini lebih merujuk pada Chat GPT yang kita tidak bisa pungkiri sangat berguna bagi mahasiswa dalam menjalankan perkuliahan,” kata Zaldy.
Namun, menurutnya, AI dengan sifat yang serba instan dapat menjadikan seseorang tidak berusaha dan belajar sesuatu dengan baik.
”Meskipun kita menjadikan Chat GPT sebagai awal referensi, tetapi kita juga harus mendalami suatu ilmu dengan berbagai referensi yang lain dan akurat seperti jurnal ataupun buku,” ungkap Zaldy.
Ia mengaku, dalam pembuatan video ILM bisa meraih juara karena terbantu adanya kemampuan dari sinematografi.
”Sinematografi yang bergerak dalam bidang film menjadi cara bagi kita untuk bisa lebih mudah menyampaikan berbagai macam pesan kepada para penonton,” tanggap Zaldy.
Zaldy berharap dirinya ke depan dapat selalu berkarya dan belajar setelah meraih penghargaan tersebut.
”Semoga dengan kemenangan ini saya bisa menjadikannya sebagai pengalaman berharga untuk ke depannya,” pungkas Zaldy.***(FK)