Rezeki Itu Bukan Soal Banyak Atau Sedikit
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Banyak orang masih menganggap rezeki itu murni hasil kerja keras. Padahal, dalam Islam, rezeki bukan cuma soal usaha, tapi juga sangat berkaitan dengan seberapa dekat seseorang dengan Allah SWT.
Hal ini disampaikan Kaprodi Pendidikan Agama Islam UM Bandung Dr Iim Ibrahim MAg dalam kajian Islam dan pendidikan di Masjid Raya Mujahidin pada Selasa (14/04/2026).
Menurut Iim, tanpa disadari setiap muslim sebenarnya selalu memohon rezeki kepada Allah, bahkan lewat ibadah rutin seperti salat. Ini jadi pengingat penting bahwa sumber rezeki sejatinya bukan manusia, melainkan Allah SWT.
“Kesadaran ini penting supaya kita tidak hanya bergantung pada usaha, tapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Al-Qur’an sudah memberikan panduan jelas tentang bagaimana rezeki bisa terbuka, salah satunya melalui ketakwaan. Dalam Surah At-Thalaq ayat 2 disebutkan bahwa orang yang bertakwa akan diberi jalan keluar oleh Allah.
Tak hanya itu, pada ayat berikutnya juga dijelaskan bahwa Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka bagi hamba-Nya yang bertawakal. Menurut Iim, tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi sikap yakin setelah melakukan ikhtiar maksimal.
“Ketika seseorang bertawakal, dia menyerahkan hasil usahanya kepada Allah dengan penuh keyakinan. Di situlah muncul ketenangan hati,” jelasnya.
Iim juga mengingatkan pentingnya menjaga salat sebagai bentuk ketaatan. Dalam Surah Thaha ayat 132 ditegaskan bahwa Allah tidak meminta rezeki kepada hamba-Nya, justru Allah yang menjamin rezeki tersebut.
Baginya, ini menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jalan untuk mendapatkan keberkahan hidup.
Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak istighfar dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar spiritual. Dua amalan ini diyakini bisa membuka pintu rezeki sekaligus membawa keberkahan dalam kehidupan.
Meski begitu, Iim menegaskan bahwa usaha tetap penting. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan ikhtiar, sehingga keduanya harus berjalan bersama.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak umat Islam untuk selalu bersyukur atas setiap nikmat yang diterima. Dengan rasa syukur, hati akan terasa lebih tenang dan rezeki pun menjadi lebih berkah.
“Rezeki itu bukan soal banyak atau sedikit, tetapi tentang keberkahan dan ketenangan dalam menjalaninya,” tandasnya.***(FA)