Ribuan Jamaah Padati UM Bandung, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khidmat
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ribuan warga Muhammadiyah bersama masyarakat sekitar memadati halaman parkir Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung pada Jumat, 20 Maret 2026, untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sejak pagi hari, jamaah mulai berdatangan dan memenuhi area kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752. Kapasitas halaman yang luas tidak mampu menampung seluruh jamaah, sehingga sebagian di antaranya menggelar sajadah hingga ke ruas jalan kampus dan area parkir belakang.
Pelaksanaan salat Id berlangsung dengan khidmat. Suasana religius terasa kuat dengan gema takbir yang berkumandang, menyatukan ribuan jamaah dalam suasana penuh kekhusyukan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Bertindak sebagai khatib, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Zaini Abdul Malik, menyampaikan pesan tentang pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT karena telah diberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Semoga kita bisa kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Semoga juga ibadah saum Ramadhan dan salat-salat malam kita diterima Allah SWT. Kita berdoa kepada Allah SWT semoga dosa-dosa kita diampuni,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, Zaini menjelaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial antar sesama.
Ia mengajak jamaah untuk mempererat silaturahmi, baik dengan keluarga maupun kerabat, sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kurangnya interaksi sosial akibat rutinitas yang monoton dapat berdampak pada kesehatan mental. Oleh karena itu, menjaga hubungan sosial dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan batin.
“Gangguan mental itu sangat berbahaya. Oleh karena itu, saum itu ibadah fisik yang sangat bagus untuk kesehatan mental kita. Ditandai dengan kuatnya kita dalam menahan godaan dan selalu istigfar kalau ada hal-hal yang berakibat dosa. Karena sesungguhnya jihad yang paling besar itu adalah melawan hawa nafsu diri sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Ramadhan merupakan sarana pembinaan diri yang tidak hanya membentuk kesalehan spiritual, tetapi juga melahirkan pribadi yang tangguh dan sabar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Setelah pelaksanaan salat Id dan khutbah, jamaah membubarkan diri dengan tertib. Sejumlah jamaah terlihat mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto dan merekam video di area kampus, menandai perayaan Idul Fitri yang berlangsung penuh makna.***(FA/FK)