Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, UM Bandung Perkuat Spirit Akademik dan Spiritual

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPPAIK) bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi UM Bandung dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus memperkuat nilai keislaman, keilmuan, dan kemuhammadiyahan di lingkungan sivitas akademika.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi kepada Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto yang berkenan hadir di tengah padatnya agenda Persyarikatan untuk memberikan ceramah dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran Agung Danarto membawa keberkahan serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menyambut Ramadhan.

Dalam sambutannya, Herry menegaskan bahwa Ramadhan tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai rutinitas ibadah tahunan. Menurutnya, bulan suci ini harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, serta integrasi nilai keilmuan, keislaman, dan kemuhammadiyahan dalam aktivitas akademik maupun nonakademik.

Sementara itu, Ketua PWM Jawa Barat Ahmad Dahlan memaparkan arah kebijakan dan program strategis Muhammadiyah tahun 2026. Ia mengajak seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA), serta pondok pesantren di berbagai daerah untuk berperan aktif dalam percepatan pelaksanaan program Persyarikatan.

Selain itu, PWM Jawa Barat menargetkan seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Barat telah memiliki Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) sebagai indikator kemandirian dan penguatan ekonomi Persyarikatan. Pada 2027, PDM juga diharapkan memiliki dana abadi yang proses pengembangannya akan didampingi oleh Lazismu dan BTM.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah ini, UM Bandung berharap semangat menyambut bulan suci Ramadhan dapat semakin memperkuat spiritualitas sivitas akademika sekaligus mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pembangunan umat dan masyarakat.***