Teknik Elektro UM Bandung Perkuat IoT dan Energi Terbarukan Hadapi Industri 4.0

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0 melalui pengembangan teknologi di bidang teknik kendali dan konversi energi. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas pesatnya transformasi digital dan kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang adaptif.

Pada bidang teknik kendali, pengembangan difokuskan pada teknologi Internet of Things (IoT). Fokus tersebut tidak hanya menjadi arah pengembangan akademik, tetapi juga tercermin dalam berbagai karya tugas akhir mahasiswa yang berorientasi pada solusi berbasis kebutuhan industri dan masyarakat.

Pengembangan IoT dirancang secara komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai disiplin keilmuan, mulai dari sensor dan aktuator, embedded system dan mikrokontroler, jaringan komunikasi data, hingga cloud computing dan data monitoring. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) turut diimplementasikan untuk menghadirkan sistem cerdas yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, pada bidang konversi energi, penguatan keilmuan diarahkan pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan teknologi energi terbarukan. Mahasiswa banyak mengembangkan proyek seperti solar tracker yang mampu mengoptimalkan penyerapan energi matahari dengan mengikuti arah cahaya secara otomatis.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari sistem konversi daya, mulai dari pengolahan energi listrik hasil panel surya, penyimpanan energi berbasis baterai, hingga manajemen distribusi daya. Perkembangan kendaraan listrik pun menjadi bagian pembelajaran, sebagai contoh konversi energi listrik menjadi energi mekanik dalam mendukung transisi energi global.

Kaprodi Teknik Elektro Muhammad Afit menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas. “Mahasiswa prodi kami tidak hanya belajar teori di dalam ruang perkuliahan, tetapi mengembangkan prototipe sistem IoT berbasis kebutuhan industri dan masyarakat,” ujarnya di kampus UM Bandung pada Rabu (04/03/2026).

Dalam pengembangan kurikulum, prodi juga melibatkan mitra industri, khususnya di sektor IoT, agar materi perkuliahan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi ini memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di tengah transformasi digital.

Peluang karier lulusan pun terbuka luas, mulai dari IoT engineer, embedded system engineer, automation and control engineer, hingga renewable energy engineer dan data monitoring system developer. Melalui kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan pendekatan project-based learning, mahasiswa didorong mengerjakan proyek nyata sekaligus menumbuhkan jiwa technopreneur agar siap berkontribusi di era digital.***