UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dalam kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat yang digelar belum lama ini, Kaprodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Bandung Iman Harjono menyampaikan materi tentang strategi pengelolaan pengeluaran keuangan rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa manajemen keuangan semakin penting di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan layanan kesehatan yang menekan ekonomi keluarga.
Menurut Iman, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menjaga stabilitas keluarga dan membentuk kebiasaan hidup hemat serta produktif.
Perencanaan keuangan yang tepat dapat membantu keluarga menghindari jeratan utang konsumtif sekaligus menjamin masa depan yang lebih baik.
Dalam pemaparannya, Iman memperkenalkan prinsip 50-30-20, yaitu pembagian pengeluaran sebesar 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.
Ia menekankan pentingnya disiplin dan evaluasi berkala agar keluarga memahami posisi keuangan mereka secara nyata dan dapat melakukan penyesuaian bila diperlukan.
Lebih lanjut, Iman mengingatkan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar keluarga tidak terjebak dalam pola hidup konsumtif.
Fenomena belanja online yang sangat mudah diakses menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi dengan kesadaran dan pengendalian diri terhadap hawa nafsu.
Tak hanya menyampaikan teori, Iman juga membagikan berbagai kisah inspiratif tentang keberhasilan dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak.
Ia menyoroti bahaya utang konsumtif, pinjaman online, serta gaya hidup yang merusak seperti merokok dan narkoba yang tak hanya menguras keuangan tetapi juga mengancam masa depan keluarga.
Sebagai penutup, Iman menekankan pentingnya menjadikan pengelolaan keuangan sebagai gaya hidup berkelanjutan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
Ia juga menanamkan nilai spiritual dalam pengelolaan keuangan, seperti hidup dalam rasa syukur dan memaknai rezeki sebagai amanah dari Allah, demi mencapai ketenangan batin dan keharmonisan rumah tangga secara utuh.***(FA)