Ujian Berbasis Praktik, Motekart Expo Jadi Wadah Ekspresi Mahasiswa PIAUD UM Bandung
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Riuh alunan musik, semarak warna kostum, serta gerak tari yang ceria mewarnai Auditorium KH Ahmad Dahlan di lantai tiga Gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (04/02/2026). Sejak awal kegiatan, suasana terasa hidup, menghadirkan nuansa berbeda ketika ruang akademik menjelma menjadi panggung ekspresi dan kreativitas mahasiswa.
Kemeriahan tersebut merupakan bagian dari Motekart Expo, agenda rutin yang kembali digelar oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PIAUD tampil secara berkelompok dengan kostum kreatif hasil rancangan sendiri, menampilkan tarian, nyanyian, serta interaksi yang penuh energi di hadapan para dosen penilai.
Di balik suasana yang menyenangkan, Motekart Expo sejatinya merupakan rangkaian ujian akhir semester (UAS). Dosen PIAUD UM Bandung, Isya Siti Aisyatul Mbz, menjelaskan bahwa konsep ujian ini dirancang untuk memberi ruang bagi mahasiswa mengekspresikan kreativitas sekaligus menguji kompetensi secara langsung. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi UAS bagi mahasiswa PIAUD angkatan 2024.
Isya menjelaskan, Motekart Expo mengolaborasikan tiga mata kuliah, yakni seni musik, seni tari, dan bahasa daerah. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu tampil di atas panggung, tetapi juga menyajikan konsep pembelajaran yang relevan dengan karakter dan kebutuhan anak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menampilkan beragam pertunjukan secara berkelompok, mulai dari tarian, musik, hingga penggunaan bahasa daerah. Meski dilakukan secara tim, penilaian tetap memperhatikan capaian individu berdasarkan indikator yang telah ditetapkan oleh dosen pengampu.
Lebih dari sekadar tugas kuliah, Motekart Expo dirancang sebagai bekal praktik nyata bagi mahasiswa setelah lulus. Penampilan yang disajikan di atas panggung merupakan simulasi pembelajaran yang kelak akan diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Melalui kegiatan ini, Isya berharap mahasiswa terus mengembangkan kreativitas dan mampu membawa pengalaman belajar dari bangku kuliah ke dunia kerja. Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing pada masa mendatang.
Pengalaman belajar yang aplikatif menjadi ciri khas Program Studi PIAUD UM Bandung. Hal ini semakin diperkuat dengan keberadaan Taman Kanak-Kanak (TK) Labschool PIAUD di area belakang kampus, yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmunya secara langsung, berinteraksi dengan anak usia dini, serta mengasah kompetensi sebagai calon pendidik yang kreatif dan profesional.***