UM Bandung Kembangkan Pendidikan Berbasis Inovasi untuk Menjawab Persoalan Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi meskipun usianya masih relatif muda. Memasuki satu dekade perjalanan, UM Bandung meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada masa depan.

Hal tersebut disampaikan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto saat memberikan sambutan dalam kegiatan campus visit SMA Al-Hasra Kota Depok yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Kamis (29/01/2026).

Rektor menjelaskan bahwa saat ini UM Bandung mengelola 18 program studi jenjang sarjana yang berada di bawah lima fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Farmasi. Seluruh program studi tersebut terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Pada tahun 2025 lalu, UM Bandung menambah dua program studi baru, yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Studi Magister Manajemen. Dengan demikian, total program studi yang dimiliki UM Bandung kini berjumlah 20 prodi. Ke depan, kampus ini juga berencana membuka sejumlah program studi baru yang dinilai strategis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepada para siswa SMA Al-Hasra, Rektor menegaskan bahwa masa perkuliahan merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi dan karakter. Ia meyakini para siswa telah memperoleh bekal akademik dan nonakademik yang memadai selama menempuh pendidikan menengah, sehingga siap melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Rektor menuturkan bahwa UM Bandung mengusung visi sebagai Islamic Technopreneurial University. Visi tersebut diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam suasana akademik, penguatan karakter kepemimpinan, penguasaan teknologi, serta pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, berbagai persoalan bangsa seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, korupsi, hingga persoalan energi dan pengelolaan sampah menuntut generasi muda untuk mampu menguasai teknologi sekaligus melahirkan inovasi. Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi secara aktif.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu menjadi inovator yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Rektor.

Selain penguasaan teknologi, UM Bandung juga menaruh perhatian serius pada penguatan nilai kepemimpinan. Melalui kegiatan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim, memimpin program, serta mengelola gagasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Kepala SMA Al-Hasra Depok, Antik Handayani, mengapresiasi kegiatan silaturahmi dan kunjungan edukasi ke UM Bandung. Ia berharap UM Bandung dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi para siswanya, sejalan dengan peran besar Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMA Al-Hasra juga mendapatkan berbagai informasi mengenai UM Bandung, mulai dari sejarah kampus, pilihan program studi, mekanisme pendaftaran, kehidupan perkuliahan, peluang beasiswa, fasilitas kampus, hingga keunggulan yang ditawarkan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdialog dengan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).***