UM Bandung Serukan Kolaborasi Semua Pihak Hadapi Krisis Ekonomi dan Bencana Alam
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Herry Suhardiyanto, menegaskan bahwa kompleksitas persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial atau sepihak.
Persoalan besar mulai dari ketimpangan ekonomi hingga bencana alam seperti banjir bandang di Pulau Sumatera menuntut adanya keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, sinergi semua pihak menjadi syarat mutlak untuk mencari solusi menyeluruh atas berbagai tantangan nasional yang kian rumit.
Pernyataan tersebut disampaikan Herry saat memberikan sambutan dalam Seminar Percepatan Hilirisasi dan Energi Nasional yang diinisiasi oleh Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (Satgas PHKE) pada Selasa (23/12/2025).
Dalam forum strategis tersebut, Rektor menawarkan tiga langkah solutif yang ia yakini sebagai kunci utama dalam mengurai benang kusut persoalan bangsa yang tengah berkembang saat ini.
Langkah pertama yang ditawarkan adalah rethinking atau upaya meninjau kembali segala tindakan dan kebijakan yang telah dilakukan selama ini.
Melalui proses berpikir ulang secara mendalam, relasi antara berbagai persoalan dapat ditemukan dengan lebih jernih dan objektif.
Herry menekankan bahwa evaluasi ini sangat penting agar setiap kebijakan yang diambil di masa depan tetap selaras dengan tujuan bernegara dan amanat konstitusi yang menjadi landasan utama kehidupan berbangsa.
Selain evaluasi, Rektor menekankan pentingnya perspective accuracy atau akurasi perspektif yang didukung oleh pemahaman mendalam terhadap suatu masalah.
Ia mengingatkan bahwa setiap elemen bangsa harus mampu memahami peta persoalan secara detail melalui pendekatan sains dan teknologi.
Dengan basis data yang akurat, pemetaan substansial terhadap setiap permasalahan dapat dilakukan sehingga solusi yang dihasilkan menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.
Faktor ketiga yang tidak kalah krusial dalam pandangan Herry adalah akselerasi atau percepatan. Ia menegaskan bahwa percepatan merupakan kata kunci yang harus didukung oleh seluruh elemen bangsa tanpa adanya keterlambatan maupun deviasi dalam pelaksanaannya.
Baginya, segala bentuk penundaan dalam merespons masalah hanya akan menghambat pencapaian tujuan nasional yang telah direncanakan secara matang.
Herry meyakini bahwa integrasi antara proses rethinking, kolaborasi mendalam, dan pemahaman akurat yang diikuti dengan akselerasi akan membawa Indonesia menemukan jalan keluar yang efektif.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu mewujudkan kemakmuran bangsa dengan tetap menjaga keseimbangan pada tiga aspek utama secara bersama-sama, yakni dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Lebih lanjut, Rektor mengaitkan kerangka solusi tersebut dengan optimalisasi potensi sektor unggulan di Jawa Barat, khususnya pada bidang pertanian, kelautan, dan perikanan.
Sektor-sektor ini dinilai memiliki kekuatan ekonomi yang besar namun membutuhkan dukungan energi yang sangat luar biasa.
Melalui pengelolaan energi yang efisien, hilirisasi di berbagai sektor tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi penguatan ekonomi daerah maupun nasional.
Sebagai penutup, Herry menekankan pentingnya memegang teguh prinsip people, planet, dan profit dalam setiap upaya pembangunan demi mencapai ketahanan nasional.
Transformasi di sektor energi yang kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat harus dikawal dengan baik agar memberikan manfaat luas.
Melalui pendekatan komprehensif ini, UM Bandung berkomitmen untuk terus berkontribusi menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan dan martabat bangsa Indonesia.***(FA)