Berita

Pertama Kali! Dua Ormawa UM Bandung Lolos Seleksi PPK Ormawa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dua organisasi kemahasiswaan UM Bandung berhasil lolos seleksi akhir subproposal PPK Ormawa Kemendikbudristek 2023 pada Kamis (14/06/2023).

Hal tersebut menjadi pertama kali bagi UM Bandung dalam mengusulkan subproposal PPK Ormawa.

Kedua organisasi UM Bandung yang berhasil mendapatkan pendanaan yakni Himpunan Agribisnis (HIMAGRI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pendidikan Agama Islam (IMM PAI).

Dalam lingkup LLDIKTI Wilayah IV, UM Bandung meraih posisi ke-4 dari beberapa perguruan tinggi lainnya.

HIMAGRI dalam pengajuan proposal PPK Ormawa mengangkat judul ”Sanggar Tani Muda Untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung”.

Sementarai itu, IMM PAI mengangkat judul ”Pengembangan Literasi Masyarakat Melalui Pojok Literasi, Qur’anic Village, dan Program Kreativitas Masyarakat di Desa Nagrog Sebagai Implementasi dari Desa Cerdas”.

Ketua Divisi PPK Ormawa UM Bandung Hernawati sangat bangga atas apa yang sudah dicapai kedua ormawa tersebut.

Ia mengatakan bahwa keberhasilan kedua ormawa ini menjadi tahun pertama bagi UM Bandung dalam keikutsertaaannya di program PPK Ormawa.

”Keberhasilan ini tentunya berkat semangat kerja sama antar ormawa, kemahasiswan, hingga seluruh sivitas UM Bandung,” ucap Hernawati.

Dirinya berharap agar kedua ormawa ini dapat menjadi contoh yang baik bagi ormawa lainnya di lingkungan UM Bandung.

”Semoga bisa menjalankan amanah dengan baik, melaksanakan semua program dengan penuh tanggung jawab,” harap Hernawati.

Ia juga berharap, lolosnya seleksi proposal subproposal PPK Ormawa dapat memberikan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya juga berharap agar tahun depan semua ormawa yang mengajukan program di PPK Ormawa bisa lolos pendanaan dan memberikan kebermanfaatan yang lebih banyak bagi masyarakat,” kata Hernawati.

PPK Ormawa

Perlu diketahui, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan program dari Kemendibudristek Ditjen Dikti bagi ormawa di setiap kampus.

Hal tersebut bertujuan untuk ormawa yang menginisiasi melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Pada tahun ini, sebanyak 608 judul subproposal dari 199 perguruan tinggi seluruh Indonesia berhasil menerima bantuan PPK Ormawa 2023.

Selamat untuk HIMAGRI dan IMM PAI UM Bandung.***(FK)

Administrator

Mau Belajar Bikin Film? Art Side UM Bandung Tempatnya

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Selain mengemban ilmu sesuai dengan program studi masing-masing, mahasiswa UM Bandung juga bisa mengembangkan bakat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

UKM yang satu ini menjadi organisasi mahasiswa yang banyak diminati mahasiswa UM Bandung. Inilah Art Sinematografi Deluxe (Art Side), salah satu UKM di UM Bandung yang berbasis dunia perfilman.

Ketua UKM Art Side Nada Aghnia Putri mengatakan bahwa Art Side merupakan UKM yang mewadahi dan mengembangkan minat bakat mahasiswa UM Bandung dalam bidang perfilman.

Selain film, dalam UKM ini juga ada kegiatan lain, seperti sinematografi, videografi, fotografi, seni tari, dan seni rupa. ”Aspek-aspek inilah yang ditujukan oleh mahasiswa untuk mengembangkan suatu film yang dibuat,” ucap Nada.

Berawal dari hobi

UKM ini berawal dari perkumpulan mahasiswa yang punya hobi perfilman. Film berjudul ”Waktu” menjadi project pertama bagi para pendiri UKM ini.

”Waktu itu UKM yang ada di UM Bandung belum sesibuk sekarang ini. Jadi, hanya mengisi waktu luang saja para pendiri UKM dalam membuat film ‘Waktu’ itu,” kenang Nada.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak mahasiswa UM Bandung yang ingin bergabung. Akhirnya, Art Side resmi bermetamorfosis menjadi UKM yang berdiri di bawah naungan kampus pada Kamis 22 Mei 2019.

”Meskipun baru berdiri, organisasi kita ini menjadi UKM yang produktif, mulai dari membuat film pendek sampai membantu promosi kampus,” tutur mahasiswa program studi Kriya Tekstil dan Fashion ini.

Prestasi membanggakan

Selama berdiri hingga hari ini, Art Side sudah banyak menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan UM Bandung.

“Kita pernah mendapat juara dua kreatif video confession UM Surakarta dengan film ‘Telur Asin’. Kita juga pernah dapat juara satu video pendek kompetensi antar mahasiswa baru di Universitas Ahmad Dahlan dengan film ‘Suparman,’” terang Nada.

UKM ini tidak puas dengan hasil yang ada. Art Side terus berkembang dan menciptakan karya-karya kreatif.

Oleh karena itu, Nada dan kawan-kawan lain akan mempelajari berbagai pengetahuan perfilman, misalnya seni peran tokoh, penggunaan kamera, dan sebagainya.

”Jadi, kita mendahulukan pergerakan organisasi sambil diiringi pembelajaran mengenai teori sinematografi,” tandas Nada.

Art Side termasuk UKM unik dan kreatif yang ada di lingkungan UM Bandung karena beberapa hal. Misalnya saja kalau ada kegiatan bedah film, mereka akan bersidang layaknya sidang di pengadilan.

Para mahasiswa kreatif ini membedah film dengan konsep sidang. Setiap anggota akan berperan bak jaksa, pengacara, hakim, terdakwa, peserta sidang, dan sebagainya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau bedah film ala Art Side ini selalu ramai, unik, dan selalu ditunggu-tunggu.***(FK)

Administrator

Sebanyak 19 Mahasiswa UM Bandung Berhasil Lolos Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berhasil lolos program pertukaran mahasiswa merdeka 2022 (PMM 2).  

PMM 2 merupakan program pertukaran mahasiswa dalam negeri selama satu semester. Program ini juga merupakan cetusan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi Kemendikbudristek.

Para mahasiswa yang mengikuti PMM 2 akan mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesia.

Mahasiswa Penggerak MBKM UM Bandung, Andy Putra Muhammad Kartanegara, mengatakan bahwa PMM bertujuan untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dalam bidang akademis maupun budaya.

Program ini menurut Andy dapat membantu mahasiswa dalam menempuh pendidikan yang lebih baik. ”Nantinya para mahasiswa akan tahu bagaimana pembelajaran dan kurikulum apa yang diterapkan oleh kampus luar,” ucap Andy di kampus UM Bandung pada Selasa (01/06/2023).

Para mahasiswa dapat menentukan kampus yang dituju dalam program pertukaran mahasiswa. ”Nantinya mahasiswa harus menjalankan tugas dari program MBKM yang sudah direncanakan oleh pusat,” tegasnya.

Sorong dan Aceh

Sementara itu, salah satu mahasiswa UM Bandung, Giva Zara Aprilia, menjadi mahasiswa pertukaran di Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Papua Barat.

Dirinya merasa senang karena berhasil lolos pada program tersebut. ”Seneng banget bisa kuliah terutama di tempat yang jauh, apalagi di sana bisa sekalian jalan-jalan di Raja Ampat,” ujar mahasiswa asal Bandung ini.

Sama seperti Giva, Mahasiswa UM Bandung lainnya, Dede Mulqi Atorik, merasa senang bisa berkuliah di Universitas Malikussaleh Aceh. ”Adanya PMM 2 ini bisa menambah wawasan budaya di daerah lain yang bisa saya aktualisasikan di kampus,” jelas mahasiswa asal Garut ini.

Selain Giva dan Dede, berikut beberapa nama mahasiswa UM Bandung yang berhasil lolos PMM 2. 

Sekali lagi, selamat, ya.***

Administrator

Selamat! Kepengurusan KSPM GIS FEB UM Bandung Pertama Resmi Dilantik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kepengurusan Kelompok Studi Pasar Modal Galeri Investasi Syariah (KSPM GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Bandung periode 2023-2024 resmi dilantik pada Senin (05/06/2023).

Berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, hadir dalam acara ini Dekan FEB UM Bandung, Ketua Prodi Manajemen, Ketua Prodi Akuntansi, para mahasiswa, dan tamu undangan lainnya.

Kepengurusan KSPM GIS FEB UM Bandung periode 2023-2024 itu berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung.

Adapun Ketua KSPM GIS FEB UM Bandung yakni mahasiswa prodi Manajemen Childan Berlian Arifin. Childan mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan pengukuhan kepengurusan pertama bagi KSPM GIS.

KSPM GIS merupakan organisasi yang bertujuan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya investasi dan pasar modal bagi sivitas kampus. ”KSPM ini nantinya akan membantu para sivitas UM Bandung untuk bisa berinvestasi secara bijak,” ucap Childan.

Ia menjelaskan bahwa KSPM GIS ke depannya akan mengadakan berbagai kegiatan seputar investasi dan pasar modal. ”Kita akan beri edukasi seputar investasi dan pasar modal kepada para mahasiswa melalui seminar ataupun talkshow,” tutur Childan.

Menurut Childan, perlu adanya pembenahan dan penguatan pada kepengurusan pertama KSPM GIS. ”Dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas pada suatu organisasi, kita perlu mengawalinya pada pengurus organisasi itu sendiri,” ucap Childan menegaskan.

Investasi saham syariah

Sementara itu, Dekan FEB UM Bandung Dr Drs Ia Kurnia MPd CPRM mengapresiasi dan sangat bangga atas pelantikan KSPM GIS yang pertama ini.

Ia Kurnia menjelaskan bahwa KSPM GIS menjadi perwakilan seluruh mahasiswa UM Bandung dalam melaksanakan program di Galeri Investasi Syariah FEB UM Bandung.

”KSPM ini nantinya akan menjalankan program kerja yang meliputi edukasi dan sosialisasi mengenai investasi maupun pasar modal,” ungkap Ia Kurnia.

Ia kurnia menegaskan bahwa KSPM GIS akan fokus mensosialisasikan kepada mahasiswa mengenai cara berinvestasi khususnya investasi saham syariah.

”Fokus KSPM GIS pada investasi saham syariah ini sangat sesuai dengan misi atau tagline UM Bandung yakni Islamic Technopreneurial University,” terang Ia Kurnia.

Tidak hanya untuk mahasiswa, sosialisasi investasi saham syariah itu juga mengarah para tenaga kependidikan atau tendik dan dosen UM Bandung.

”Bahkan sosialisasi yang akan dilaksanakan nantinya akan mengarah kepada masyarakat dan siswa SMP maupun SMA,” imbuh Ia Kurnia.

Setelah pelantikan, acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow pasar modal syariah dengan tema “Bergerak Bersama Dalam Satu Komitmen Untuk Kemajuan KSPM yang Produktif & Inovatif.”***(FK)

Administrator

Prodi Eksyar UM Bandung Bahas Peran Lembaga Keuangan Syariah di Webinar Internasional

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Meskipun Covid-19 telah usai, dampak yang dihasilkan oleh bencana itu masih belum selesai. Dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian di berbagai negara khususnya Indonesia masih ada hingga saat ini.

Begitulah topik pembahasan oleh prodi Ekonomi Syariah UM Bandung pada webinar internasional bertajuk ”The Role of Islamic Financial Institutions for Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Economic Recovery after the Covid-19 Pandemic” pada Kamis (25/5/2023).

Hadir dalam acara yakni Wakil Rektor II UM Bandung, Dekan Fakultas Agama Islam, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Adapun acara tersebut merupakan bentuk kerja sama dari UM Bandung, Universiti Sains Malaysia, dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UM Bandung Yudistia Teguh Ali Fikri SE Sy ME hadir memberikan sambutan. 

Yudistia mengatakan, meskipun telah usai, dampak pandemi Covid-19 masih terus berlanjut hingga saat ini.

”Lebih dari setahun kita bekerja sama untuk pulih dari krisis akibat pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor,” ucap Yudistia.

Dampak pandemi Covid-19 itu pula sangat mempengaruhi sektor ekonomi khususnya pada UMKM.

”Kami berharap seminar ini dapat menciptakan sinergi antar lembaga pendidikan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tanggapnya.

Di waktu yang sama, Wakil Rektor II UM Bandung Dr Ahmad Diponegoro MSIE PhD sangat mendukung acara tersebut.

Kajian Islam

Ia mengatakan, keberadaan UMKM yang semakin banyak perlu disikapi dengan adanya kajian Islam.

”Ini menjadi suatu panggilan bagi kita sebagai sivitas akademika untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan ilmu dan pemikiran kita khususnya kepada para UMKM,” ungkap Ahmad Diponegoro.

Ahmad Diponegoro menjelaskan, perlu adanya lembaga keuangan syariah dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

”Tentu dengan adanya lembaga keuangan Islam ini dapat berperan dalam memperkuat UMKM khususnya di negara mayoritas muslim,” imbaunya.

Dalam acara itu, hadir berbagai keynote speaker dari tiga universitas dan negara yang berbeda.

Tiga keynote speaker itu antara lain, Wakil Dekan FAI UM Bandung Cecep Taufikurrohman, Researcher USIM Flagship Grant, Universiti Sains Islam Malaysia, Assoc Nurul Aini Muhamed, dan Lecturer Faculty of Economic and Islamic Finance Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam Amnisuhailah binti Abrahan.***(FK)

Administrator

Prodi Farmasi UM Bandung Berjaya Kembali dengan Medali Perak di IICYMS 2023

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mahasiswa prodi Farmasi UM Bandung kembali meraih prestasi pada lomba International Invention Competition For Young Muslim Scientist (IICYMS) 2023.

Acara penganugerahan IICYMS berlangsung di Gedung Abdjan Soelaeman UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Jumat (26/05/2023).

Adapun mahasiswa prodi Farmasi yang meraih medali silver itu yakni Azril Maulana, Alzahra Salsabila, Ifalda Febriana, dan Ariel Muhammad Yusuf.

Farmasi Azril Maulana mengatakan IICYMS menjadi ajang bagi pelajar di seluruh dunia dalam membuat project dan riset pada bidang sains. 

”Dari project-project para pelajar itu akan menjadi inovasi serta diaplikasikan langsung kepada masyarakat sesuai dengan kategori lomba,” ucap Azril.

Pada tahun ini, ketiga mahasiswa Farmasi itu mengikuti IICYMS pada bidang Life Science. 

”Di tahun ini ada sebanyak 50 tim dari berbagai daerah dan 14 negara di dunia dengan mempresentasikan hasil project-nya,” tutur Azril.

Azril bersama teman kelompoknya terus melakukan berbagai percobaan untuk mendapatkan produk yang akan ditampilkan pada perlombaan.

”Alhamdulillah dari setiap kegagalan serta hasil konsultasi kami dengan dosen pembimbing, kami bisa mendapatkan produk yang stabil dan siap untuk dipublikasikan,” kata Azril.

Stunting

Pada tahun ini, Azril bersama teman-temannya menciptakan sebuah produk dalam menangani masalah stunting.

”Dari latar belakang masalah itu, kita membuat bubur instan berbahan dasar daun kelor sebagai MP-ASI untuk menangani stunting,” ungkap Azril.

Sama seperti Azril, Ariel Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa Indonesia khususnya Jawa Barat masih tergolong tinggi dalam permasalahan kasus stunting.

”Bahkan di dunia saja ada sekitar 167 juta anak di bawah lima tahun yang mengalami stunting,” tegas Ariel.

Oleh karena itu, menurutnya, anak pada seribu hari pertama kehidupan menjadi hal yang penting untuk mendapatkan nutrisi yang baik.

”Kita memilih bubur ini karena baik dimakan untuk anak usia di bawah umur dua tahun,” tandas Ariel.***(FK)

Administrator