Batik dan Kreativitas Generasi Muda, KTF UM Bandung Unjuk Karya
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Batik terus berkembang di tangan generasi muda. Tidak hanya untuk acara formal, batik kini hadir dalam berbagai produk fesyen dan kriya yang kreatif, fungsional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Semangat itu terlihat dalam perayaan HUT ke-18 Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) melalui kegiatan Batik Walk pada Minggu (9/8/2026).
Mahasiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung turut ambil bagian sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Batik Walk diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai komunitas, organisasi, pelaku usaha, pemerhati budaya, dan perguruan tinggi.
Para peserta berjalan mengenakan batik dari Jalan Asia Afrika, melewati Gedung Merdeka, Jalan Banceuy, Jalan Cikapundung, dan Jalan Braga hingga berakhir di Halaman Gedung Bank Indonesia.
Selain mengikuti Batik Walk, mahasiswa KTF UM Bandung juga membuka booth Kriyanian Universitas Muhammadiyah Bandung dalam bazar rangkaian Jambore Batik Jawa Barat 2026.
Beragam karya mahasiswa dipamerkan, mulai dari batik tulis, batik cap, outer, hingga sarung bantal bermotif batik.
Karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana batik dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi.
Salah satu mahasiswa KTF UM Bandung, Nathania Zahra Putri Rizal, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenalkan karya sekaligus menambah pengalaman.
“Di sini kami memiliki beberapa produk, misalnya batik tulis ataupun cap, produk outer, dan sarung bantal dengan motif batik yang merupakan hasil karya mahasiswa Prodi KTF UM Bandung,” ujar Nathania.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas relasi dan bertukar ide tentang perkembangan batik.
“Kegiatan di sini seru banget. Kami bisa mendapatkan relasi dan bertukar pikiran seputar ide-ide batik,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa KTF UM Bandung dalam kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran di luar kelas.
Mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi belajar memperkenalkan, mengemas, dan memasarkan produk kepada masyarakat.
Nathania berharap karya mahasiswa KTF dan Kriyanian UM Bandung semakin dikenal luas.
“Semoga Kriyanian dan Prodi KTF UM Bandung bisa maju, sukses, dan produk-produknya bisa lebih dikenal banyak orang,” pungkasnya.
Melalui Batik Walk dan bazar Kriyanian, Prodi KTF UM Bandung menunjukkan komitmennya menghubungkan kreativitas mahasiswa dengan dunia industri kreatif.
Sekaligus ikut menjaga batik tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.***(FK)