Mahasiswa UM Bandung Harus Cerdas Memilih Instrumen Investasi
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan edukasi pasar modal kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam rangkaian Pesonamu UM Bandung 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus ini, Selasa (22/09/2026).
Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Adnan Bahalwan menjadi pemateri pada hari kedua kegiatan.
Ia membekali mahasiswa dengan pengetahuan dasar investasi sekaligus langkah awal menjadi investor muda.
Adnan menekankan, investasi harus diawali dengan pemahaman. Calon investor perlu mengenali instrumen investasi, memahami karakteristik dan risikonya, serta menyesuaikannya dengan tujuan dan kemampuan finansial masing-masing.
Ia memperkenalkan prinsip 3P, yaitu paham, punya, dan pantau. Artinya, investor perlu memahami instrumen sebelum membelinya dan terus memantau investasi setelah memilikinya.
“Jangan punya dulu tapi belum paham, tapi harus paham dulu baru punya, dan setelah punya terus dipantau secara berkala,” ujar Adnan.
Menurutnya, pemahaman penting agar mahasiswa tidak berinvestasi sekadar mengikuti tren. Setiap keputusan perlu didasarkan pada informasi dan analisis yang memadai.
Untuk mengenalkan mekanisme transaksi saham, Adnan juga memperkenalkan IDX Mobile melalui fitur virtual trading.
Fitur tersebut memungkinkan calon investor berlatih melakukan simulasi jual beli saham sebelum menggunakan dana secara nyata.
Adnan turut mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan media sosial sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan investasi.
Informasi, termasuk rekomendasi dari influencer, perlu diverifikasi dengan melihat data dan melakukan analisis.
Ia menyarankan calon investor mempelajari laporan keuangan, pergerakan harga saham, serta risiko instrumen sebelum mengambil keputusan.
Adnan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak FOMO (fear of missing out) atau membeli saham hanya karena mengikuti orang lain.
“Tolong jangan FOMO, jangan ikut-ikutan orang,” tegasnya.
Menurut Adnan, keputusan membeli atau menjual saham merupakan tanggung jawab masing-masing investor.
Oleh karena itu, setiap keputusan harus didasarkan pada pertimbangan pribadi setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber.
Selain pengetahuan, investor juga perlu membangun kesiapan mental. Pengalaman membantu investor menghadapi dinamika pasar dan memahami bahwa investasi bukan cara memperoleh keuntungan secara instan.
Adnan menjelaskan, investasi memiliki tujuan dan jangka waktu yang beragam. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menentukan tujuan investasi dan menyesuaikannya dengan instrumen yang dipilih.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa UM Bandung tidak hanya diperkenalkan pada pasar modal.
Namun, juga didorong untuk membangun kebiasaan mengambil keputusan finansial secara kritis, terukur, dan bertanggung jawab.****(Hikma/Althof/Fauzan)