Di Tengah Ketidakpastian Global, Dunia Bisnis Dituntut Semakin Tangguh

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Direktur Compliance & Human Capital PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Adhi Sanjaya menegaskan bahwa inovasi, adaptasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci menghadapi perubahan dunia bisnis yang semakin cepat.

Hal tersebut disampaikan Arief saat menjadi narasumber dalam Stadium Generale Executive Insight Series (EIS) Volume 1 di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan bertema “Strategi Inovasi dan Resiliensi Menuju Masa Depan Bisnis Berkelanjutan” itu, Arief menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku pelanggan, ketidakpastian ekonomi, dan dinamika dunia kerja menuntut organisasi untuk terus beradaptasi.

Mengutip laporan Deloitte 2026, Arief menyebutkan bahwa 85 persen pemimpin menilai kemampuan beradaptasi sebagai kompetensi penting. Namun, hanya 7 persen yang merasa organisasinya telah mampu membantu pegawai untuk terus beradaptasi dan berkembang.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kesadaran terhadap perubahan dan kesiapan organisasi dalam menghadapinya. Oleh karena itu, organisasi perlu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperbarui sistem kerja, dan memperkuat kolaborasi.

Arief menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi atau menciptakan ide baru, melainkan kemampuan mengubah persoalan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, perusahaan, dan masyarakat.

Selain inovasi, ia menyoroti pentingnya resiliensi atau ketangguhan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian. Pengalaman transformasi BSI, menurutnya, menunjukkan bahwa perubahan membutuhkan kesamaan tujuan, budaya kerja yang kuat, dan kemampuan bekerja sama.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi kualitas manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan keterampilan digital, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, integritas, dan kemauan untuk terus belajar.

“Dengan bekal tersebut, saya berharap generasi muda mampu melihat perubahan bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegas Arief.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi Prodi Magister Manajemen yang menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan berdiskusi langsung dengan praktisi mengenai perkembangan bisnis, ekonomi, serta keuangan syariah.

Herry menegaskan bahwa pemikiran inovatif diperlukan dalam setiap bidang usaha untuk menjaga ketangguhan dan keberlanjutan bisnis. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan kompetensi dan keterampilan terbaik, mengingat industri perbankan memiliki standar yang ketat dalam pengelolaan dan perekrutan sumber daya manusia.***(FA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'intl' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: