Inovasi dan Kepatuhan Jadi Pilar Penting Keberlanjutan Bisnis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto mengapresiasi Program Studi Magister Manajemen yang menyelenggarakan kegiatan Stadium Generale Executive Insight Series (EIS) Volume 1.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang sangat positif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan bisnis, ekonomi, keuangan syariah, dan tantangan dunia kerja pada masa depan.

Hal tersebut disampaikan Herry saat membuka kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/10/2026).

Herry menilai forum tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan berdiskusi langsung dengan praktisi yang ahli di bidangnya. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperkaya pemahaman melalui pengalaman praktis yang belum tentu diperoleh selama mengikuti perkuliahan.

Ia menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam setiap bidang usaha, baik skala kecil maupun besar. Di tengah ketidakpastian dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, pemikiran inovatif diperlukan untuk membangun ketangguhan atau resiliensi sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis.

Dalam kesempatan tersebut, Herry juga menyoroti komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan di berbagai jenjang. Menurutnya, banyak lulusan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang berhasil meniti karier profesional.

Termasuk narasumber kegiatan tersebut, Direktur Compliance & Human Capital PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Arief Adhi Sanjaya, yang merupakan alumnus SMA Muhammadiyah Yogyakarta.

Lebih lanjut, Herry mengingatkan bahwa industri perbankan memiliki standar ketat dalam pengelolaan dan perekrutan sumber daya manusia. Oleh karena itu, mahasiswa UM Bandung perlu membekali diri dengan kompetensi dan keterampilan yang relevan agar mampu bersaing apabila kelak berkarier di sektor perbankan.

Selain kompetensi profesional, Herry menekankan pentingnya memahami aspek compliance atau kepatuhan terhadap aturan. Menurutnya, pengabaian terhadap prinsip kepatuhan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai persoalan, baik di lembaga pemerintahan, dunia bisnis, maupun institusi pendidikan. Oleh karena itu, kepatuhan harus menjadi bagian penting dalam tata kelola organisasi agar kegiatan dan pelayanan berjalan secara bertanggung jawab.***(FA)