Dosen UM Bandung Soroti Pentingnya Inovasi Teknologi dalam Produksi Batik
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Komarudin Kudiya dan Saftiyaningsih Ken Atik turut menulis buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat yang diluncurkan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) pada Minggu (25/10/2026).
Peluncuran buku tersebut berlangsung di Hotel Golden Flower Bandung sebagai bagian dari rangkaian Jambore Batik YBJB 2026. Buku setebal 158 halaman itu membahas sejarah perkembangan, ragam motif, proses kreatif, hingga teknologi produksi batik di Jawa Barat.
Ketua YBJB Sendy Dede Yusuf mengatakan, buku tersebut merangkum kekayaan batik dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Penerbitannya bertujuan mengedukasi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya daerah.
“Buku ini mengulas seluruh kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat. Ini adalah bagian dari bentuk edukasi dan pelestarian yang kami upayakan,” ujar Sendy.
Ia berharap buku tersebut dapat memperluas pengetahuan masyarakat tentang batik Jawa Barat dan meningkatkan kesadaran untuk menjaga warisan budaya.
Mengulas Proses Kreatif dan Teknologi Batik
Komarudin Kudiya mengatakan, buku tersebut tidak hanya menampilkan ragam motif batik, tetapi juga mengulas proses kreatif di balik pembuatannya. Pembahasan mencakup alat, bahan baku, pemilihan pewarna, hingga pembuatan lilin batik.
“Intinya, buku ini menjelaskan proses kreatif dari setiap batik. Mulai dari pembelajaran, literasi, penguatan pengetahuan tentang alat, bahan baku, pemilihan bahan pewarna berkualitas, dan pembuatan lilinnya,” ungkap Komarudin.
Menurutnya, literatur tentang pengembangan batik masih perlu diperbanyak, terutama yang membahas inovasi teknologi, teknik produksi, dan pengolahan limbah. Selama ini, buku batik yang beredar cenderung berfokus pada katalog motif dan ragam hias.
“Buku-buku batik yang ada kebanyakan katalog batik. Tidak salah, karena katalog itu menampilkan batik dan ragam hiasnya. Namun, kita juga perlu membahas bagaimana batik dikembangkan, bagaimana pengolahan limbahnya, dan bagaimana menciptakan alat dengan teknologi terbaru,” paparnya.
Komarudin menambahkan, pemanfaatan teknologi dalam produksi batik perlu dikembangkan tanpa mengesampingkan keterampilan perajin. Inovasi alat dapat memperluas proses kreatif dan mendorong perkembangan pengetahuan dalam industri batik.***