UM Bandung Cetak Mahasiswa Berdampak Lewat Pengabdian Masyarakat
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi melepas 66 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) dan KKN Internasional Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Rabu (22/7/2026).
Program ini menjadi bagian dari implementasi catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah sekaligus komitmen UM Bandung dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala LPPM UM Bandung Ijang Faisal mengatakan KKN bukan sekadar kewajiban akademik. Namun, ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus membangun kepemimpinan, kolaborasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
"KKN adalah ruang pembuktian kualitas mahasiswa. Di sinilah ilmu diuji melalui pengabdian dan karakter seorang lulusan benar-benar dibentuk," ujarnya.
Sebanyak 60 mahasiswa akan mengikuti KKN MAS di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka berasal dari 11 program studi, yakni Administrasi Publik, Akuntansi, Bioteknologi, Farmasi, Ilmu Komunikasi, KPI, Manajemen, PAI, PIAUD, Psikologi, dan Teknologi Pangan.
Sementara itu, enam mahasiswa mengikuti KKN Internasional di Malaysia dan Singapura. Peserta berasal dari Prodi Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan Agribisnis dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan dari UM Bandung.
Menurut Ijang, pelaksanaan KKN MAS dan KKN Internasional merupakan strategi kampus untuk memperkuat kolaborasi antara PTMA, memperluas jejaring internasional, sekaligus meningkatkan kontribusi UM Bandung dalam pembangunan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta KKN membawa nama baik almamater. Oleh karena itu, mahasiswa diminta menjaga integritas, akhlak, kedisiplinan, dan mampu menghadirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto yang membuka acara pelepasan, berpesan agar seluruh peserta mampu beradaptasi dengan cepat di lokasi pengabdian.
Ia juga meminta mahasiswa menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan.
Selain itu, rektor menegaskan pentingnya menjaga nama baik Muhammadiyah dan UM Bandung selama menjalankan KKN.
Menurutnya, setiap mahasiswa merupakan representasi kampus di tengah masyarakat sehingga sikap, perilaku, dan pengabdiannya akan mencerminkan kualitas UM Bandung.***(FA/FK)