INCODE 2026 Jadi Ajang Strategis Bahas Tantangan Ekonomi Digital
UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjadi tuan rumah The 3rd International Conference on Digital Economics (INCODE) yang digelar pada Selasa (28/04/2026).
Konferensi ini mengangkat tema “Fostering Sustainable Economic Growth and Innovation through Research and Community Engagement”.
Dekan FEB UM Bandung Ia Kurnia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UM Bandung, UM Sidoarjo, dan Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) PTMA.
Rangkaian acara juga mencakup berbagai kompetisi akademik dan non-akademik yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Menurutnya, hal tersebut mencerminkan meningkatnya minat terhadap riset ekonomi digital dan keberlanjutan, sekaligus menjadi ruang pengembangan kapasitas dan daya saing mahasiswa.
Ia berharap kegiatan ini mampu memberi dampak jangka panjang serta memperkuat jejaring global antarperguruan tinggi.
Sekretaris AFEB PTMA, Meika Kurnia Puji, menilai tema konferensi relevan dengan dinamika global yang berubah sangat cepat.
Ia menyoroti peran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang telah mentransformasi dunia kerja, sehingga lulusan perguruan tinggi kini tidak hanya bersaing dengan sesama manusia, tetapi juga dengan teknologi otomasi.
Oleh karena itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk tidak sekadar mengejar keunggulan akademik, tetapi menjadi katalisator transformasi sosial.
Dalam sesi internasional, Bahromjon Khalilov Bahodirovich dari The Asia International University, Uzbekistan, memaparkan inovasi layanan perbankan berbasis integrasi teknologi biometrik dan AI.
Ia menegaskan bahwa biometrik menjadi fondasi penting dalam meningkatkan keamanan sekaligus personalisasi layanan digital.
Selain itu, pemanfaatan voice assistant dinilai mampu mempermudah transaksi kompleks, mengurangi kesalahan manusia, dan mempercepat layanan mandiri.
Sementara itu, Hisham Bin Sabri dari Malaysia menekankan pentingnya integrasi ekonomi syariah dalam kerangka keberlanjutan global (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Ia menjelaskan bahwa konsep maqasid al-shari’ah sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menjaga kesejahteraan manusia dan keseimbangan lingkungan.
Digitalisasi instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat dan wakaf, lanjutnya, berpotensi memperluas dampak ekonomi inklusif serta mendukung pencapaian SDGs.
Rangkaian INCODE 2026 telah berlangsung sejak 25 April 2026 melalui berbagai agenda daring dan luring, termasuk kegiatan lapangan di kawasan Antapani dan Suci, Kota Bandung.***(FK)