UM Bandung Perkuat Budaya Riset, Ayi Yunus Dorong Dosen Raih Rekognisi Nasional

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus memperkuat budaya akademik dengan mendorong dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi sebagai peneliti yang produktif dan berdampak. 

Komitmen tersebut ditegaskan melalui peluncuran Sistem Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola riset di lingkungan kampus.

Wakil Rektor I UM Bandung Ayi Yunus Rusyana mengatakan, profesi dosen menuntut pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara utuh.

Mengajar di ruang kelas merupakan bagian penting dari tugas dosen, tetapi harus diiringi dengan penelitian, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas.

Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi perguruan tinggi adalah pola pikir sebagian dosen yang masih memandang profesinya sebatas mengajar.

Padahal, dosen juga harus membangun karier akademik melalui jabatan fungsional dan menghasilkan karya ilmiah yang memberi kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kemajuan institusi.

"Masih ada dosen yang mindset-nya seperti guru. Cara pandang seperti ini harus mulai diubah. Dosen harus memikirkan jabatan fungsionalnya, membangun karier akademik, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan lembaga," ujarnya.

Ayi menegaskan, penelitian tidak boleh dipandang sebagai pemenuhan administrasi semata. Sebaliknya, riset harus dirancang melalui sistem yang jelas agar setiap tahapan.

Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan, berjalan secara terarah dan menghasilkan luaran yang berkualitas.

"Jangan asal meneliti. Jangan hanya mengejar laporan selesai. Yang paling penting adalah outcome-nya. Dipublikasikan di jurnal apa, terindeks SINTA berapa, itu yang harus menjadi orientasi," katanya.

Oleh karena itu, kehadiran Sistem LPPM menjadi langkah strategis untuk membangun tata kelola penelitian yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.

Sistem tersebut diharapkan memudahkan dosen mengelola seluruh proses penelitian sekaligus mempercepat pengembangan karier akademik melalui peningkatan publikasi dan jabatan fungsional.

Selain itu, Ayi mendorong dosen UM Bandung untuk mulai berkompetisi memperoleh hibah penelitian nasional, seperti Program BIMA dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurutnya, hibah internal kampus sebaiknya menjadi stimulus bagi dosen baru sebelum melangkah ke kompetisi riset tingkat nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi jurnal. Hasil riset perlu dikomunikasikan kepada masyarakat melalui laman kampus, media massa, maupun media sosial agar menjadi rujukan publik dan memberikan manfaat yang lebih luas.

"Dengan sistem LPPM yang baru, saya berharap budaya riset di UM Bandung semakin kuat, semakin banyak dosen yang berkembang karier akademiknya, dan reputasi kampus terus meningkat melalui karya-karya ilmiah yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.***