Berita

Pers Kampus Punya Peran Strategis Dalam Menyebarkan Informasi dan Inspirasi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Roni Tabroni mengatakan bahwa pers kampus memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Terutama untuk merekam dan mempublikasikan berbagai kegiatan kampus.

Hal tersebut Roni sampaikan ketika menghadiri pelantikan pers kampus UM Bandung Bewara Pers yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan lantai tiga kampus ini pada Selasa (09/01/2024).

Selain itu, Pers kampus juga memiliki peran yang sangat penting di tengah-tengah kehidupan dan geliat akademik kampus. Apa sebabnya?

Pertama, pers kampus bisa menginformasikan dan memberitakan berbagai aktivitas penting dan menarik yang ada di kampus. Kedua, selain memberitakan, pers kampus juga bisa memberikan inspirasi tentang hal-hal positif yang ada di kampus.

“Ketiga, pers kampus juga bisa mengkritisi dan beropini tentang berbagai persoalan yang ada di luar kampus, tentu saja menggunakan perspektif mahasiswa,” tutur Roni.

“Oleh karena itu, Bewara Pers harus bisa memberikan edukasi kepada sivitas akademika kaitan dengan konten-konten atau narasi-narasi positif, inspiratif, dan juga kritis,” tegas Roni yang juga Pembina Bewara Pers.

Roni berharap Bewara Pers UM Bandung di bawah ketua yang baru saja dilantik bisa lebih maju dan kreatif dalam menghasilkan berbagai konten bermutu. Khususnya konten tentang UM Bandung agar kampus ini semakin dikenal luas masyarakat.

Bewara Pers UM Bandung, kata Roni, harus bisa memproduksi konten yang lebih beragam dan bisa masuk berbagai platform media agar cakupan dan jangkauannya lebih masif.

”Teknologi hari sangat maju dan Bewara Pers bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi itu. Sehingga informasi dan narasi yang mereka sebarkan bisa diterima oleh masyarakat akademik lebih luas lagi,” tandas Roni.

Pada kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung angkatan 2021 Daffa Ichyaul Majid Sarja dilantik sebagai Ketua Bewara Pers masa kerja 2023-2024. Pelantikan ini dihadiri Pembina Bewara Pers, Ketua Bewara Pers demisioner, para pengurus, dan mahasiswa.***(FA)

Administrator

Kepengurusan Bewara Pers UM Bandung Periode 2023-2024 Resmi Dilantik, Siap Jalankan Sejumlah Program Strategis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kepengurusan UKM Bewara Pers Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung periode 2023-2024 resmi dilantik pada Selasa (09/01/2024).

Pelantikan yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan ini mengusung tema ”Freedom of the Press: Kepemimpinan Jurnalis Muda Baru Demi Membangun Pers Kampus yang Berintegritas pada Era Digital”.

Hadir dalam acara ini Pembina Bewara Pers UM Bandung, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier, beberapa ormawa di UM Bandung, dan mahasiswa.

Pada kepengurusan kali ini, mahasiswa UM Bandung Daffa Ichyaul Majid Sarja terpilih sebagai Ketua UKM Bewara Pers periode 2023/2024. Adapun kepengurusan yang dipimpin oleh Daffa mengusung kabinet ”Abhipraya Gana”.

”Abhipraya Gana sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya pasukan yang memiliki harapan, tujuan, dan keinginan yang baik,” ucap Daffa.

Dirinya mengatakan, UKM Bewara Pers akan menjalankan beberapa program kerja dengan inovasi yang baru. ”Beberapa program itu di antaranya mengadakan pelatihan seputar dasar-dasar jurnalistik dan seminar yang terkait dengan isu sosial yang beredar,” ujar Daffa.

Daffa menjelaskan, pers kampus harus bisa menjangkau ke ranah isu sosial dalam menjalankan suatu pemberitaan. ”Kita sebagai pers kampus perlu mengembangkan diri dalam pembuatan berita ke ranah sosial di luar kampus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua UKM Bewara Pers periode 2022-2023 Miqdad Syadid Qutbh Alfani sangat bersyukur atas pelantikan baru kali ini.

Ia berpesan kepada kepengurusan Bewara Pers untuk selalu peka terhadap isu-isu yang beredar di kampus. ”Saya harapkan agar kepengurusan baru Bewara Pers dapat selalu update informasi yang beredar di kampus,” ungkap Miqdad.

Miqdad juga berharap agar kepengurusan baru dapat lebih responsif terhadap perkembangan kampus. ”Para pengurus juga harus bisa mengikuti perkembangan organisasi yang berada di internal kampus,” tandas Miqdad.***(FK)

Administrator

Bencana Ekologi Terjadi Karena Manusia Tidak Ramah Kepada Lingkungan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wakil Rektor I UM Bandung Hendar Riyadi mengatakan bahwa munculnya persoalan ekologi dan lingkungan bukan semata-mata karena perubahan alam atau musim yang terjadi secara rutin.

Hendar mengatakan hal tersebut dalam kajian rutin Mimbar Iqra yang berlangsung di ruang dosen UM Bandung pada Selasa (02/01/2024) lalu.

“Ketika terjadi musim hujan dan banjir yang menyebabkan beberapa daerah tenggelam dan orang-orang mengungsi, itu bukan semata karena perubahan alam, melainkan sebagai bencana ekologi. Bencana tersebut terjadi karena perilaku manusia yang tidak ramah atau melanggar aturan dan kaidah ekologi,” tutur Hendar.

Hendar mencontohkan luapan air dari selokan yang sering kali terjadi saat musim hujan tiba. Peristiwa itu bukan karena dorongan alam yang mendesak, melainkan karena perilaku manusia yang membuang sampah ke selokan sehingga aliran air terhalang.

“Ini sekali lagi menegaskan bahwa perilaku manusia yang melanggar aturan ekologis akan menyebabkan masalah seperti dalam contoh tersebut,” tegas Hendar.

Hendar lantas menyitir konteks keagamaan yang di dalamnya ada satu perilaku yang jarang ditekankan bahkan sering dilupakan yakni karim. Kata karim, ucap Hendar, bukan berarti sebatas kemuliaan atau penghormatan, melainkan memiliki makna yang sangat luas.

Istilah ini, papar Hendar, sering disebut dalam Al-Quran pada berbagai konteks yang mencakup kebaikan, kemurahan hati, kedermawanan, dan kemuliaan.

Kedermawanan merupakan bagian dari makna karim, yang melampaui harapan dan terus menerus memberikan tanpa henti. Dalam Islam, karim memiliki makna yang luas yang juga merujuk pada kedermawanan.

“Dalam budaya dan tradisi kita, perilaku karim tercermin dalam silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangikeun. Saling menjaga, memberi, dan menciptakan keharuman lingkungan adalah bagian dari perilaku karim yang sesungguhnya. Hal ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip ekologi yang bertanggung jawab,” imbuh Hendar.

Bagi bisnis yang berkelanjutan, perilaku karim yang saling memuliakan, penuh kedermawanan, dan lainnya, perlu dibangun. Termasuk kampus ketika ingin menciptakan konsep berkelanjutan maka harus membangun perilaku yang menghormati lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

Namun, hal itu, kata Hendar, sangat tidak mudah karena tantangan utamanya adalah bahwa manusia cenderung menjadi homo economicus yang hanya memikirkan keuntungan. Perilaku karim yang telah tertanam di dalam jiwa terkadang terhambat oleh dorongan untuk mencari keuntungan semata.

“Mengubah kecenderungan ini menjadi homo islamicus, yang menekankan pada nilai-nilai silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangikeun, menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya perusahaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip ekologi yang bertanggung jawab,” tandas Hendar.***(FA)

Administrator

Dosen Manajemen UM Bandung Jelaskan Pentingnya Dunia Bisnis dan Kampus Terapkan Konsep Sustainability

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Konsep sustainability atau berkelanjutan menjadi sesuatu hal yang perlu digaungkan dan diterapkan dalam dunia bisnis. Indonesia menuju capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan menerapkan dan menjalankan konsep sustainability lebih dari dekade belakangan ini.

Begitulah pembahasan menarik dan kekinian yang disampaikan dosen program studi Manajemen UM Bandung helin Garlinia Yudawisastra dalam acara Mimbar Iqra edisi sembilan yang berlangsung di ruang dosen kampus ini pada hari Selasa (02/02/2024).

Mimbar Iqra yang dihadiri oleh Warek I UM Bandung, perwakilan Ketua Program Studi, Kepala LPPM, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini mengangkat tema "Business Sustainability and Campus Behavior".

Helin mengatakan bahwa konsep sustainability ini karena kondisi lingkungan kita yang sedang menuju masa keprihatinan," ucap Helin. 

"Saat ini sumber daya menjadi suatu yang langka (scarity). Jangan sampai masalah kelangkaan sumber daya ini menjadi bom waktu yang diwariskan bagi generasi selanjutnya," kata Helin mengingatkan.

Selain itu, penggunaan konsep sustainability pada bisnis juga, kata Helin, perlu dilakukan untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan sumber daya yang ada secara berlebihan.

"Adanya penggunaan konsep sustainability dapat mengurangi dampak negatif, seperti polusi dalam penggunaan sumber daya. Peduli lingkungan sekitar, tetapi tetap mengedepankan efisiensi agar tercapainya profit berdasarkan prinsip triple bottom line," jelas Helin.

Penggunaan konsep sustainability dalam pembangunan dapat menciptakan dan meningkatkan brand image pada suatu perusahaan. "Suatu bisnis yang memperhatikan lingkungan dapat menjadikan brand image yang baik di masyarakat," tegas Helin.

Dunia kampus

Lebih jauh Helin menjelaskan bahwa universitas menjadi bagian penting dari indutri yang perlu menjalankan konsep sustainability. "Bukan hanya perusahaan, perguruan tinggi juga perlu melakukan prinsip-prinsip berkelanjutan," ungkap Helin.

Ia menjelaskan seluruh sivitas kampus perlu bekerja sama dalam mencapai prinsip berkelanjutan. "Semua elemen kampus mulai dari dosen hingga mahasiswa perlu mendukung penuh kampus dalam menjalankan sustainability," Imbuh Helin.

Helin mendukung UM Bandung yang sudah memulai menerapkan konsep sustainability dalam setiap aktivitas perkuliahannya. "UM Bandung sudah menjalankan konsep sustainability, salah satunya mengatasi permasalahan sampah, dan ini yang harus didukung oleh seluruh sivitas bahkan masyarakat sekitar," tandas Helin.

Berbagi gagasan

Sementara itu, dosen prodi Ilmu Komuninkasi sekaligus Penggagas Mimbar Iqra UM Bandung Roni Tabroni mengapresiasi kegiatan ini karena bisa terus dan selalu berlangsung dengan menarik dari edisi perdana hingga edisi kesembilan.

"Insyaallah edisi selanjutnya kita akan mengundang narasumber dari luar kampus. Mimbar Iqra merupakan wadah untuk berbagi ide, gagasan, dan inovasi. Semoga acara ini kembali berlangsung menarik dan disambut antusias sivitas UM Bandung," katanya.***(FK)

Administrator

Tarian Paris Van Java dan Gebyar Pelangi Nusantara Membuka Gelaran Waruna Smara LSBO PWM Jawa Barat 2023

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Gelaran Waruna Smara 2023 LSBO PWM Jawa Barat yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Jumat (29/12/2023) dibuka dengan meriah oleh Tarian Pelangi Nusantara yang dibawakan oleh Sanggar Tari Tengku Umar yang menggambarkan keanekaragaman budaya Nusantara.

Selain Tarian Pelangi Nusantara, Waruna Smara juga dimeriahkan oleh Tarian Paris Van Java yang menggambarkan keceriaan dan keindahan Kota Bandung. Kedua penampilan tersebut merupakan binaan Sanggar TariMu LSBO PWM Jawa Barat.

Pembukaan Waruna Smara semakin meriah karena menghadirkan tari jaipong yang menjadi ciri khas Jawa Barat yang dibawakan oleh anak-anak SD dari Sanggar Tari Paris Van Java.

Sajian rampak Tari Nusantara menghadirkan beberapa tarian khas provinsi di Indonesia yang dipentaskan oleh Sanggar Tari Gebyar Pelangi Nusantara.

Menurut Asep, pembina tari yang juga anggota LSBO PWM Jawa Barat, ini merupakan cikal bakal pembinaan tari yang nantinya dapat berkolaborasi dengan Sanggar TariMu. “Ke depan beberapa sajian tari rampak akan digarap di Sanggar TariMu yang melibatkan beberapa sangar tari yang ada di Bandung Raya,” ujar Asep.

Asep mengatakan bahwa program rampak tari Nusantara sudah diagendakan sejak awal oleh tim LSBO PWM Jawa Barat. Ini merupakan wujud apresiasi seni tari dan memperkenalkan pada khalayak seniman yang lain akan wajah dan wijhah baru dalam pementasan tari yang tetap mengedepankan estetika dan etika.

“Tentu estetika dan etika sebagai seorang muslim yang sesuai dengan arahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, baik PHIWM maupun tarjih,” tutur Asep.

Dihadirkannya tari pada pembukaan Waruna Smara LSBO PWM Jawa Barat, lanjut Asep, merupakan langkah awal mengenalkan seni tari kepada kalangan warga Muhammadiyah.

Asep menegaskan bahwa ke depannya Sanggar TariMu LSBO PWM Jawa Barat akan bekerja sama dengan LBSO PWA Jawa Barat untuk melakukan pelatihan dan pementasan rampak tari Nusantara siswa-siswi TK ABA.

“Mudah-mudahan acara ini dapat berjalan dengan baik. Diawali dengan TOT bagi guru-guru TK ABA yang mekanisme kerjanya nanti disepakati lagi di antara LSBO PWM dan LSBO PWA Jawa Barat,” tandas Asep.***(FA)

Administrator

Meraih Kesuksesan di Tahun 2024: Target dan Prioritas Umat Islam Menurut Dadang Kahmad

UMBANDUNG.AC.ID -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengajak umat Islam untuk merenung dan menatap tahun 2024 dengan semangat untuk berbuat lebih baik dari sebelumnya.

Ketua Badan Pebina Harian UM Bandung ini juga mendorong umat Islam untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.

"Dalam konteks agama, kita perlu memperbaiki kualitas keberagamaan, juga meningkatkan kehidupan duniawi kita. Hal ini termasuk dalam meningkatkan pengetahuan agama dan mencapai berbagai target positif," ujar Dadang seperti yang dikutip dari Youtube TVMU pada Selasa (02/01/2024).

Menurut Dadang, dalam aspek kehidupan duniawi, perlu adanya peningkatan kesejahteraan yang lebih baik dari 2023. Dia juga mengajak umat islam untuk menetapkan target-target yang ingin dicapai, seperti menetapkan jumlah buku yang akan dibaca dalam setahun.

“Kita perlu menetapkan target, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif, untuk melakukan perubahan positif yang lebih baik dari masa lalu karena prinsip orang Islam adalah bahwa hari esok harus lebih baik dari kemarin,” jelas Dadang.

Dadang menjelaskan bahwa pergantian tahun adalah momen penting untuk evaluasi dan perencanaan sebagaimana digambarkan surah Al-Hashr ayat 18 yang intinya mengajak orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah, mengevaluasi perbuatan masa lalu, dan merencanakan masa depan dengan hati-hati.

“Menutup tahun dengan rasa syukur kepada Allah SWT adalah langkah awal yang kuat. Evaluasi terhadap pencapaian dan harapan di masa depan menjadi fokus dalam perencanaan tahun baru ini. Baik bagi umat Islam, meningkatkan kualitas keberagamaan, kehidupan duniawi, dan aspek lainnya adalah prioritas utama,” tambah Dadang.

Meningkatkan pengetahuan agama, menguatkan keberagamaan melalui pembacaan Al-Quran, dan memberikan perhatian lebih pada kemanusiaan adalah beberapa target positif yang harus dikejar di tahun yang baru.

Selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat, tujuan untuk memperkaya kehidupan spiritual melalui kontemplasi dan internalisasi agama juga menjadi fokus utama.

Dadang menyoroti tahun 2024 sebagai saat yang krusial dalam konteks Muhammadiyah. Rencana kerja dan prioritas organisasi, termasuk upaya meningkatkan digitalisasi, menyelesaikan proyek museum, dan memperkuat jaringan jurnalisme, menjadi fokus utama untuk membawa perubahan positif.

Tidak hanya itu, dalam konteks politik Indonesia, tahun 2024 membawa harapan besar dan tantangan serius. Dengan pemilihan umum sebagai sorotan utama, Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk mengantisipasi proses politik ini dengan penuh tanggung jawab.

“Pemilihan pemimpin yang amanah, berintegritas, dan bertanggung jawab kepada rakyat menjadi cita-cita yang sangat diharapkan,” tandas Dadang.

“Dalam menyambut tahun baru 2024 adalah tetap bersyukur atas nikmat yang telah diterima sambil bertawakal kepada Allah SWT untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tegas Dadang.***

Administrator