Berita

Jadi Ajang Adu Gagasan dan Kreativitas, Expo Ilmu Komunikasi UM Bandung Kembali Digelar Dengan Meriah

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung – Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung kembali menggelar Expo Ilmu Komunikasi bertajuk "Show Your Modern Creativity" di Ruang Dosen kampus ini pada Senin (22/01/2024).

Expo Ilmu Komunikasi edisi kedua ini berlangsung dari Senin-Selasa (22-23/012024). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti mahasiswa Ilmu Komunikasi dari angkatan 2020 hingga 2023.

Sementara itu, pada hari pertama sebanyak 253 peserta ikut memeriahkan keberlangsungan Expo Ilmu Komunikasi kali ini.

Ada berbagai acara dan penampilan kreatif mahasiswa yang kemudian dipresentasikannya di depan para sivitas akademika UM Bandung, baik dari latar belakang kehumasan maupun jurnalistik.

Hal ini dilakukan karena Expo Ilmu Komunikasi merupakan bentuk luaran mata kuliah sebagai proyek tugas akhir yang ditransmisikan menjadi sebuah acara.

Berbagai karya mahasiswa yang ditampilkan meliputi berbagai jenis. Misalnya Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk dalam mata kuliah Kapita Selekta Islam dan Komunikasi.

Kemudian, ada penampilan video hasil karya dari mata kuliah Sinematografi Humas & Jurnalistik lalu penampilan video teori komunikasi.

Ada juga penampilan video literasi media digital, penampilan video broadcasting jurnalistik, hingga penampilan catwalk dengan busana dari berbagai daerah dan negara.

Kaprodi Ilmu Komunikasi UM Bandung Dra Euis Evi Puspitasari MSi mengapresiasi kegiatan ini. Euis menjelaskan bahwa expo mempunyai prospek yang sangat baik.

Ke depannya, kata Euis, kegiatan ini tidak menutup kemungkinan akan menjadi agenda fakultas. Tidak hanya dilakukan prodi Ilmu Komunikasi, ucap Euis, tetapi oleh prodi lainnya.

"Insyaallah karena itu sudah menjadi program di prodi sebagai luaran, outcome-nya kemudian malah dari pihak dekan melihat prospek yang baik dari expo ini kemungkinan akan menjadi agenda fakultas,” tutur Euis.

“Jadi, tidak hanya prodi Ilmu Komunikasi. Selama ini juga prodi Kriya Tekstil & Fashion memang luaran mata kuliah mereka berupa expo karena memang mereka display hasil karya mahasiswa," tandas Euis.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Expo Almira Sufinur Aziziah menyampaikan bahwa acara ini merupakan sarana yang diberikan kepada para mahasiswa Ilmu Komunikasi agar mereka lebih mengenal minat dan bakat masing-masing.

"Jadi, enggak semata-mata ingin dapat A dari dosen. Namun, ini adalah ajang atau media untuk teman-teman mahasiswa agar bisa mengasah dan menunjukkan bakatnya,” kata Almira.

“Misalnya dari yang enggak tahu jadi tahu, yang dari enggak jago jadi jago, yang sudah tahu jadi semakin tahu, sampai mahir gitu. Nah, itu latar belakangnya," pungkas Almira.***(TS/WF/Bewara Pers)

Administrator

Mahasiswa UM Bandung Siap Ikuti dan Raih Prestasi di Kompetisi PKM Nasional

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung — Dalam rangka persiapan mengikuti kompetisi tingkat nasional, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Webinar Sosialisasi Kegiatan PKM Center pada Sabtu (27/01/2024).

Acara ini membahas seputar tips dan trik lolos pendanaan PKM hingga lolos Pimnas 2024, bedah P2MW hingga lolos KMI Expo 2024, dan bedah PPK Ormawa hingga lolos Abdidaya Ormawa 2024.

Ratusan mahasiswa UM Bandung lintas program studi mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan oleh PKM Center ini. Mereka antusias mengikuti kegiatan penting ini karena para pemateri berbagai informasi menarik mengenai PKM.

Ketua PKM Center UM Bandung Muhammad Fauzi mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan upaya kampus dalam meningkatkan prestasi PKM UM Bandung.

”Ini menjadi upaya kami untuk meningkatkan prestasi dalam kompetisi bergengsi nasional seperti PKM, P2MW, hingga PPK Ormawa dari segi kuantitas dan kualitas,” ucap Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa UM Bandung sudah melakukan submit ratusan proposal pada ketiga kompetisi tersebut.

”UM Bandung memiliki peluang proposal ber-submit 170 proposal dalam bidang PKM, kesempatan 16 proposal P2MW yang didanai, dan 16 proposal PPK Ormawa yang didanai,” jelas Fauzi.

Pada tahun ini, kata Fauzi, tim PKM Center UM Bandung berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa yang pernah sukses pada ketiga kompetisi yang disebutkan di atas.

”Tim pada tahun ini berisi orang-orang yang pernah mengikuti Pimnas, KMI Expo, hingga Abdidaya Ormawa,” terang Fauzi.

Fauzi berharap, para sivitas UM Bandung, baik dosen maupun mahasiswa, dapat berkerja sama dalam mengikuti dan menjalani kompetisi.

”Semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat membentuk kerja sama yang baik antar sivitas UM Bandung dalam rangka mensukseskan perhelatan kompetisi tahun ini,” kata Fauzi.

Asah skill

Hadir pula pada acara ini Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier UM Bandung Taufik Maulana.

Taufik mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi pendorong bagi mahasiswa dalam mengasah skill seperti dalam bidang penulisan proposal.

”Mengikuti kegiatan ini memiliki dampak positif bagi para mahasiswa UM Bandung karena bisa meningkatkan skill mereka apalagi ini adalah kompetisi nasional,” ungkap Taufik.

Oleh karena itu, Taufik pun berharap para peserta dapat berpartisipasi dengan baik. Tidak sekadar berpartisipasi, tetapi mahasiswa UM Bandung akan mendapatkan pengalaman luar biasa.

”Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para mahasiswa UM Bandung,” tandas Taufik.***(FK)

Administrator

Kolaborasi Pendidikan dan Masyarakat, UM Bandung Gelar Seminar Strategi Nilai-nilai Pancasila Anak Usia Dini

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung – Mahasiswa prodi PIAUD semester satu kelas non reguler UM Bandung menggelar seminar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Mewujudkan Profil Pancasila pada Anak Usia Dini". 

Seminar yang berlangsung atas kolaborasi dengan dosen PIAUD ini digelar di Kober Al-Ihsan, Kebon Kapas, RT 03 RW 10, Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Kamis (25/01/2024).

Seminar ini merupakan bagian dari projek tugas ujian akhir mata kuliah Pendidikan Pancasila yang diampu oleh Esty Faatinisa SPsi SPd MPd. 

Dengan kehadiran peserta dari HIMPAUDI Cicalengka, seminar ini bertujuan mendalami strategi pendidikan nilai-nilai Pancasila pada anak usia dini.

Kober Al-Ihsan dipilih sebagai tempat pelaksanaan seminar karena untuk memberikan suasana yang mendukung guna mendiskusikan peran pendidikan Pancasila dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

Para peserta diberikan wawasan tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.

Esty Faatinisa menyampaikan bahwa profil pelajar Pancasila merupakan terjemahan dari tujuan pendidikan nasional.

Dalam mewujudkan semua itu, lanjut Esty, dibutuhkan kolaborasi sebagai panduan bagi guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran.

Dengan demikian, semua aspek dalam proses belajar Pancasila untuk menumbuhkan karakter anak bisa dicapai.

Pada anak usia dini, kata Esty, tidak bisa hanya seorang guru yang bergerak, tetapi butuh kerja sama semua pihak. 

Penting juga memahami buku panduan untuk orang tua tentang provider Pancasila yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek.

“Hal ini tentu harus digaungkan kepada masyarakat yang dalam pelaksanaannya tentu saja melibatkan mahasiswa sebagai agen perubahan. Ini menjadi salah satu corong yang mencerahkan agar tujuan profil pelajar Pancasila bisa diselaraskan dengan para orang tua di akar rumput," tandas Esty. 

Peserta seminar yang terdiri atas para pengajar dan pengelola PAUD Cicalengka (HIMPAUDI), aktif terlibat dalam diskusi.

Mereka terlibat kegiatan interaktif yang bertujuan untuk merancang strategi pendidikan yang dapat mengakar kuat nilai-nilai Pancasila pada anak-anak.

Kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan akademis. Namun, juga menjadi langkah nyata dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan beretika sejak dini.

Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan memberi kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.***

Administrator

Bersatu Dalam Literasi Akademik: UM Bandung dan UAD Saling Berbagi Informasi Pengelolaan Perpustakaan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan dan studi banding Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu (24/01/2024). Pertemuan ini berlangsung di ruangan UPT Perpustakaan UM Bandung.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini membicarakan banyak hal seputar pengelolaan perpustakaan di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Para pengelola Perpustakaan UAD bersama pengelola UPT Perpustakaan UM Bandung saling berbagi informasi seputar manajemen perpustakaan kampus.

Misalnya saja terkait sistem informasi perpustakaan, plagiarisme, hingga bagaimana pengelolaan repositori. Dalam kunjungan ini juga kedua lembaga mengadakan penandatanganan naskah kerja sama.

Kepala Urusan TU dan Layanan Pemustaka UAD Nanik Arkiyah sangat senang dengan kunjungan ini. Perpustakaan menurut Nanik merupakan”jantung” bagi universitas khususnya di PTMA. ”Karena sesama PTMA, kami ingin bersama-sama berkembang dalam pengelolaan perpustakaan di lingkungan PTMA,” ucap Nanik.

Nanik menjelaskan bahwa setiap perpustakaan yang ada di perguruan tinggi memiliki standar pengelolaan masing-masing. ”Perpustakaan di setiap perguruan tinggi itu memiliki standar masing-masing. Mulai dari pelayanan bagi para pengunjung dalam hal ini mahasiswa hingga standar koleksi buku yang ada di perpustakaan,” jelas Nanik.

Forum Perpustakaan

Dalam pengelolaan perpustakaan, PTMA memiliki forum perpustakaan tersendiri agar bisa saling berbagi informasi antar kampus. ”Forum PTMA ini kita bisa manfaatkan untuk bisa berbagi, seperti repositori, hibah buku, hingga resourcing,” terang Nanik.

Ia berharap melalui pertemuan ini, kedua kampus dapat menerima masukan satu sama lain dalam pengelolaan perpustakaan. ”Kita berharap bisa menindaklanjuti dalam mengembangkan pengelolaan perpustakaan di lingkungan PTMA,” imbuh Nanik.

Sementara itu, Pustakawan UM Bandung Rijalludin mengaku bersyukur dan bahagia bisa berdiskusi dengan pengelola Perpustakaan UAD. Rijal—panggilan akrabnya—menyampaikan bahwa pihaknya bisa saling berbagai informasi terkait bagaimana memajukan perpustakaan.

”Perpustakaan adalah salah satu aspek penting dalam meningkatkan literasi sivitas akademik. Kami tentu menyambut baik kunjungan ini karena bisa saling berdiskusi dan berbagi informasi bagaimana mengelola dan memajukan perpustakaan,” ungkap Rijal.

Usai dari ruangan UPT Perpustakaan UM Bandung, rombongan Perpustakaan UAD pun berkeliling gedung UM Bandung. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama di lobi utama UM Bandung.

Selain rombongan Perpustakaan UAD, hadir juga pada pertemuan ini Kepala Bagian Kerja Sama dan Hubungan Internasional UM Bandung dan pengelola UPT Perpustakaan UM Bandung.***(FK)

Administrator

Mahasiswa HKI UM Bandung Sukses Lolos Beasiswa Pelatihan Multimedia

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung – Mahasiswa program studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Ivan Tanoto berhasil lolos seleksi beasiswa Program Pelatihan Multimedia Dana Abadi Pesantren.

Ivan senang dan bersyukur bisa lolos seleksi mendapatkan beasiswa tersebut. Ia mengikuti mekanisme seleksi berkas dan wawancara yang dilakukan secara virtual.

”Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi. Ini kabar gembira yang luar biasa. Saya senang sekali karena dari ratusan pendaftar akhirnya saya terpilih menjadi salah satu dari total 72 penerima manfaat beasiswa ini,” tutur Ivan di UM Bandung pada Kamis (18/01/2024).

Nantinya Ivan akan mendapatkan dana pelatihan, living allowance, dana transportasi, dan dana asuransi. Mahasiswa asal Banten ini mengaku akan memaksimalkan kesempatan belajar ini dengan baik. Satu kesempatan berharga, kata Ivan, tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Anak muda yang punya hobi badminton, membaca, dan pramuka ini termotivasi mengikuti seleksi beasiswa ini karena berprogram pada multimedia. Tidak hanya mendapatkan beasiswa. Namun, Ivan menegaskan dirinya ingin memperdalam kemampuan bidang multimedia agar nantinya bermanfaat bagi khalayak banyak.

Ivan berpesan untuk teman-teman mahasiswa UM Bandung yang lain agar lebih semangat lagi dalam kuliah. “Kalau ada kesempatan mengikuti program beasiswa, jangan disia-siakan. Daftar saja dulu karena tidak ada kesuksesan tanpa kita mencobanya,” pungkas Ivan.

Apresiasi prodi

Kaprodi Hukum Keluarga Islam (HKI) UM Bandung Yudi Daryadi mengapresiasi langkah Ivan yang mendapatkan beasiswa program pelatihan multimedia dana abadi pesantren.

“Saya berharap semoga dengan capaian Ivan ini memberikan daya picu dan pacu bagi mahasiswa lainnnya. Terutama di Prodi HKI untuk senantiasa meng-upgrade diri ke arah kemajuan sesuai mandat besar Muhammadiyah sebagai Islam berkemajuan,” tandas Yudi.

Tambahan informasi, program pelatihan multimedia dana abadi pesantren merupakan salah satu program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) non degree bagi santri Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Agama dan LPDP.

Program ini bertujuan mengembangkan kompetensi peserta dalam aspek digital terdiri dari sub program graphics design, videography, digital branding and marketing, dan programming. Pelatihan ini dilaksanakan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang Banten.

Ivan akan mengikuti pelatihan dalam pengelolaan multimedia oleh profesional secara langsung selama satu bulan. Kegiatan ini bertujuan agar peserta dapat meningkatkan komunikasi digital dalam pengembangan dakwah, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat maupun bisnis pesantren.

Apalagi Ivan merupakan mahasiswa UM Bandung yang tinggal dan mengajar di Pesantren Modern Lima Menara (dekat kampus) juga lulusan pesantren MAS Al Mizan Banten.***(FA)

Administrator

Upaya Mewujudkan Kampus Sehat, Mahasiswa Bioteknologi UM Bandung Gelar Diskusi Terbuka Kampus Bebas Asap Rokok

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung – Dalam rangka melaksanakan tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila dan program Kampus Sehat, perwakilan mahasiswa Prodi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung angkatan 2023 menyelenggarakan diskusi terbuka dengan topik “Menuju Kampus Sehat Tanpa Asap Rokok” di Kantin UM Bandung pada Kamis (18/01/2024).

Kegiatan tersebut berupa diskusi terbuka bersama mahasiswa dari berbagai prodi yang berada di kantin.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kembali SK Rektor yang telah ditetapkan, yakni Keputusan Rektor UM Bandung Nomor 119/REK/KEP/II.3.AU/L/2023 tentang Penetapan Kampus Tanpa Asap Rokok (KTAR) di Lingkungan UM Bandung. 

SK Rektor tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 11 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok, Perda Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok, dan Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 6/SM/MTT/III/2010 tentang Hukum Merokok.

Selain itu, kegiatan diskusi terbuka ini juga sebagai bentuk implementasi etika sila Pancasila, yakni sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”.

Pada kegiatan diskusi ini turut hadir dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila Haryanto dan Luthfia Hastiani Muharram, dosen Fakultas Saintek Alghif Aruni Nur Rukman dan Nelis Hernahadini, dan perwakilan Himpunan Mahasiswa (Hima).

Diskusi terbuka

Adanya SK Rektor mengenai larangan aktivitas merokok di kampus, tidak menjadikan lingkungan kampus terhindar dari asap rokok.

Ternyata, sejumlah individu masih terlibat dalam kegiatan merokok di berbagai area, termasuk di sekitar kantin. 

Asap yang dihasilkan rokok dapat mengganggu kenyamanan nonperokok dan menjadi ancaman bagi kualitas udara di lingkungan kantin yang juga bersebelahan dengan tempat publik lainnya.

Tidak hanya itu, sampah bekas puntung rokok yang tersebar di kantin juga telah mencemari lingkungan kantin.

Merokok di lingkungan kampus bukan hanya masalah kesehatan individu, melainkan merugikan lingkungan dan kesejahteraan bersama.

Dalam kegiatan diskusi terbuka ini, panitia mempersiapkan tiga topik utama.

Pertama, keterkaitan rokok dengan hak asasi manusia dan hukum lingkungan. Kedua, pengaruh rokok terhadap kinerja akademik dan profesionalisme. Ketiga, dampak aktivitas merokok terhadap perokok pasif.

Pada topik yang pertama, menurut mahasiswa dari prodi Teknologi Pangan, Arjuna, merokok bukan merupakan kegiatan yang melanggar hak asasi manusia. Namun, harus dilakukan di tempat yang tepat.

“Misalnya kawasan kantin yang memiliki aturan tidak tertulis, yang mana kawasan kiri merupakan tempat yang digunakan untuk merokok dan kanan kawasan yang jarang ditempati para perokok,” ucapnya.

Argumen tersebut ditanggapi oleh mahasiswi dari prodi Bioteknologi yang menyampaikan bahwa merokok memang bukan kegiatan yang melanggar hak asasi manusia.

Hal tersebut sah saja dilakukan oleh para mahasiswa. Namun, harus dilakukan di tempat yang tepat. 

Kampus bukan tempat yang tepat untuk merokok karena kampus merupakan tempat pendidikan dan di dalamnya sudah tercantum SK Rektor mengenai kampus sehat tanpa asap rokok.

Selain itu, peraturan tersebut didukung oleh Peraturan Kemendikbud dan Fatwa Majelis Tarjih dan Tarjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai merokok.

Pada topik kedua membahas mengenai data BPS bahwa rokok menjadi faktor terbesar kedua penyebab kemiskinan di Indonesia.

Dalam sesi ini salah satu mahasiswa menanggapi bahwa cukai dari rokok sangat besar untuk negara. 

Luthfia menanggapi hal tersebut bahwa rokok memang menghasilkan pemasukan negara yang cukup besar yaitu 170 triliun.

"Namun, kerugian negara akibat rokok jauh lebih besar, mencapai 430 triliun. Faktor yang terbesar karena beban biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh negara," ujarnya.

Pada topik terakhir membahas mengenai dampak terhadap perokok pasif.

Hal ini sudah jelas dampak yang dihasilkan sangat besar risikonya terhadap perokok pasif, terutama dampak kesehatan. 

Hal ini menimbulkan argumen dari mahasiswa prodi Agribisnis, yakni jika memang seperti itu, sediakanlah tempat khusus untuk merokok, seperti yang diterapkan oleh Univesitas Indonesia (UI).

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Luthfia, yang mengutip pernyataan satgas Kampus Sehat bahwa aturan yang berlaku saat ini, lingkungan pendidikan harus zero tolerance terhadap aktivitas merokok.

Namun, masukan mengenai area khusus merokok ini akan dikaji oleh pihak yang berwenang. 

Resolusi

Dosen Agribisnis, yakni Pak Alghif, membahas mengenai sejarah rokok.

“Merokok itu adalah pilihan masing-masing. Berikut dengan risiko yang dihasilkan merupakan tanggungan masing-masing. Yang mana perokok harus menghargai lingkungan dan sekitar dengan tidak merokok di lingkungan perokok pasif, berlaku juga sebaliknya,” ujarnya. 

Haryanto juga mengajak para generasi muda agar dapat mengembangkan produk untuk membantu mengurangi kecanduan merokok.

“Oleh karena itu, penting juga pengembangan produk pengganti kecanduan rokok yang harus dilakukan generasi muda, khususnya ilmu sains. Kerugian merokok tidak satu sektor saja, kesehatan dan ekonomi. Namun, banyak dampak lain yang bisa ditimbulkan dari rokok,” ucapnya.

Pada acara diskusi ini memang belum menghasilkan keputusan yang tepat.

Namun, semua sepakat untuk menciptakan kenyamanan bersama, salah satunya tidak merokok di tempat umum khususnya di area kantin kampus.

Diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang saling menghargai dan dapat bersama-sama mewujudkan kampus sehat bebas asap rokok.***

Administrator