Berita

Ana Tri Rahayu Raih IPK 3,98, Jadi Lulusan Terbaik Wisuda ke-8 UM Bandung

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wisuda ke-8 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung yang digelar pada Minggu (24/8/2025) menjadi momen penuh kebahagiaan bagi para wisudawan dan wisudawati.

Perjuangan panjang menempuh pendidikan selama empat tahun akhirnya berbuah manis dengan dikukuhkannya 124 lulusan dari empat fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Agama Islam.

Salah satu momen istimewa pada wisuda kali ini adalah terpilihnya Ana Tri Rahayu, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai lulusan terbaik dengan raihan IPK hampir sempurna, yakni 3,98.

Ana mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut.

“Alhamdulillah, tidak menyangka. Speechless, senang, dan bahagia dapat mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Bandung,” ungkapnya penuh haru.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa belajar di UM Bandung yang memiliki fasilitas memadai, gedung megah, serta lingkungan yang estetik dengan keberadaan Masjid Raya Al-Jabbar di sekitarnya.

“UM Bandung tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai keislaman dan toleransi,” jelasnya.

Ana menuturkan, kunci keberhasilannya meraih IPK tertinggi adalah semangat belajar yang tidak pernah padam.

“Tipsnya, memang harus semangat, terus belajar, dan jangan pantang menyerah,” ujarnya.

Meski sempat merasa belum mampu di awal perkuliahan, Ana tetap berusaha maksimal dalam mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik.

“Kalau kita merasa belum bisa, itu tidak apa-apa. Yang penting tetap berusaha, pasti bisa melewati semuanya,” tambahnya.

Lebih jauh, Ana berpesan kepada calon mahasiswa baru UM Bandung agar selalu menjaga semangat belajar serta tidak gentar menghadapi kendala, termasuk persoalan ekonomi.

“Kalau pun ada hambatan finansial, jangan takut. Di UM Bandung banyak beasiswa yang siap membantu kalian,” tandasnya.***(FK)

Administrator

Stunting Jadi Sorotan, UM Bandung Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua PAUD

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun 2025.

Program ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan gizi anak usia dini melalui pemberdayaan guru PAUD, yang dilaksanakan pada 2 dan 19 Agustus 2025.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru Pos PAUD Anak Juara Melalui Inovasi Edukasi Gizi Seimbang dan Pendekatan Psikologi Pendidikan untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini” ini akan berlangsung hingga November 2025.

Program tersebut mendapat dukungan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua tim, Mae Amelianawati, menjelaskan bahwa tingginya angka stunting di Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, menjadi latar belakang kegiatan ini.

POS PAUD Anak Juara menjadi salah satu lembaga yang terdampak, di mana sebagian besar siswanya mengalami kondisi stunting.

“Stunting tidak hanya dipicu kekurangan gizi, tetapi juga terkait kesehatan mental anak sejak dini. Faktor pola asuh orang tua, pola pembelajaran di sekolah, hingga hubungan keduanya sangat berpengaruh. Karena itu, kami menghadirkan edukasi gizi seimbang serta pendekatan psikologi pendidikan bagi guru dan orang tua,” ujar Mae.

Program ini melibatkan dosen lintas bidang, seperti Saepul Adnan dari Prodi Teknologi Pangan dan Esty Faatinisa dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Selain itu, dua mahasiswa, Desinta Agustina Nindi dan Zahra Putri Aulia, turut berkontribusi aktif dalam mendukung kegiatan.

Mae menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental-emosional.

Ia berharap program ini bisa mengurangi angka stunting, sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak.

Sebagai tindak lanjut, tim dosen menyusun buku panduan “Cerdas Memilih Makanan Halal dan Sehat untuk Sang Buah Hati” yang dibagikan kepada orang tua.

Mereka juga menyiapkan piramida makanan untuk media belajar anak dan modul khusus bagi guru PAUD agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.***(FA)

Administrator

Mahasiswa KKN UM Bandung Hadirkan Inovasi SayurMu untuk Warga Cimahi

UMBANDUNG.AC.ID, Cimahi -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Citeureup 1 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Citeureup, Kota Cimahi, resmi meluncurkan program usaha SayurMu pada Minggu (24/08/2025).

Peresmian yang digelar di Kantor PDM Kota Cimahi ini turut dihadiri Ketua PCM Kota Cimahi, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Program SayurMu menjadi inovasi baru dalam distribusi sayur-mayur segar berbasis produk lokal berkualitas.

Dengan memanfaatkan gerobak yang langsung menjangkau permukiman, SayurMu diharapkan menjadi solusi belanja efisien, sehat, sekaligus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Ketua PRM Citeureup, Wawan, menjelaskan bahwa gerobak ini lahir dari semangat kolaborasi untuk pemberdayaan masyarakat. “Gerobak sayur ini merupakan amal usaha ranting Muhammadiyah. Kami bekerja sama dengan petani yang sudah sukses agar produk segar dapat terdistribusi langsung ke warga,” terangnya.

Selain menjadi sarana jual beli, gerobak SayurMu juga membawa misi sosial. Di antaranya mendekatkan produk segar ke rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada pasar yang jauh, serta membuka peluang usaha bagi pedagang kecil.

Operator sekaligus perakit gerobak, Deden, menambahkan bahwa tantangan terbesar ada pada pembuatan rangka dan roda. “Gerobak ini dibuat kokoh, dan ke depan akan dipadukan dengan motor agar distribusi semakin mudah,” jelasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari sambutan positif yang diberikan. Mereka menilai sayuran yang ditawarkan segar, harga lebih murah, serta gerobaknya bersih dan rapi. “Sayurnya segar, harganya lebih murah dari pasar, dan gerobaknya tertata rapi. Semoga ke depan variasi sayurnya lebih banyak,” ungkap salah seorang warga.

Ke depan, program SayurMu ditargetkan hadir di berbagai titik strategis dengan dukungan layanan digital berupa pesan antar dan sistem pembayaran QRIS. Muhammadiyah Citeureup berharap langkah ini menjadi inovasi nyata untuk menjawab kebutuhan pangan masyarakat modern sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.***

Administrator

UM Bandung Ajak Ibu Mandalahaji Kelola Stres Lewat Sekolah Mental Ibu

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Sekolah Mental Ibu Mahaji bertema “Ibu Bahagia, Keluarga Sejahtera” pada Minggu (24/08/2025).

Acara yang berlangsung di GOR Mandalakarya Sport Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, mendapat sambutan hangat masyarakat serta dihadiri Ketua RW 10 Desa Mandalahaji.

Ketua Kelompok KKN 21, Asti Angraeni, menjelaskan kegiatan ini menghadirkan praktik sederhana dalam mengelola stres bagi para ibu.

Menurutnya, ibu yang bahagia adalah fondasi keluarga sejahtera sehingga perlu strategi praktis menjaga ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.

Dosen pembimbing lapangan, Euis Evi Puspitasari, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kesehatan mental ibu sebagai penentu keharmonisan rumah tangga.

Kegiatan ini juga menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VII periode 2019–2024, Diah Nurwitasari, sebagai pemateri utama.

Diah menekankan bahwa kesehatan mental bukan hanya bebas dari gangguan jiwa, tetapi mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Menurut data Kementerian Kesehatan yang disampaikan Diah, sekitar 9,8 persen ibu di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, termasuk depresi pasca melahirkan.

Tekanan ekonomi, beban ganda, kurang dukungan sosial, serta stigma menjadi faktor risiko yang umum dihadapi.

Ia juga mengingatkan adanya kaitan erat antara kesehatan mental ibu dan risiko stunting pada anak.

Oleh karena itu, Diah menawarkan strategi sederhana seperti teknik pernapasan, mindfulness, me time, berbagi peran dengan pasangan, hingga dukungan komunitas.

“Spiritualitas dan dukungan sosial terbukti mampu meningkatkan resiliensi ibu hingga dua kali lipat,” tandasnya.***

Administrator

Program Mengaji Tumbuhkan Kecintaan Anak-anak Cikole pada Al-Quran

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mengajar ngaji di TPA Masjid Al-Hikmah merupakan langkah inovatif dalam membentuk karakter islami sekaligus meningkatkan kecintaan anak-anak Desa Cikole terhadap Al-Quran.

Melalui program ini, anak-anak yang sebelumnya hanya belajar sebatas hafalan dapat dibimbing untuk membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran secara lebih mendalam.

Kegiatan ini tidak hanya mendorong kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli pada pendidikan agama. Namun, menanamkan nilai akhlak mulia yang akan mendukung kesejahteraan rohani dan sosial mereka.

Dengan demikian, program mengaji di TPA Masjid Al-Hikmah mampu menjadi solusi nyata untuk membangun generasi qurani yang berilmu dan berakhlak.

Istilah mengaji tidak hanya sebatas membaca Al-Quran, tetapi bagian dari pembinaan iman, ibadah, dan akhlak. Secara umum, mengaji merupakan salah satu cara umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembelajaran membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran.

Dalam bahasa sehari-hari di Indonesia, kegiatan mengaji sering diartikan sebagai belajar agama di masjid atau TPA. Anak-anak dibimbing agar memiliki bekal ilmu agama sejak dini yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengingat pentingnya pembinaan membaca Al-Quran sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) Kelompok 11 Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, mengadakan program bimbingan mengaji di TPA Masjid Al-setiap Senin dan Rabu.

M Rizky Juliansyah selaku penanggung jawab kelompok 11 dalam kegiatan mengaji menyampaikan bahwa pembinaan Al-Quran bagi anak-anak merupakan bukti pentingnya menjaga generasi muda agar tumbuh dengan iman dan akhlak yang baik.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Quran, memahami tajwid dasar, menghafalkan surat-surat pendek, dan menanamkan adab islami dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dia menerangkan bahwa kegiatan mengajar mengaji ini mendapat sambutan hangat dari pihak pengurus masjid maupun para orang tua santri di TPA Masjid Al-Hikmah.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mulai dari mendengarkan bimbingan hingga mencoba mempraktikkan secara langsung bacaan Al-Quran, tajwid, hingga doa-doa harian.

Guru mengaji di TPA memberikan apresiasi positif karena program ini dinilai mampu menambah wawasan keagamaan sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya mencintai dan mempelajari Al-Quran.

"Partisipasi yang tinggi dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar membaca. Namun, menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya gemar mengaji di kalangan anak-anak Desa Cikole," katanya.

Dia pun berharap edukasi mengaji ini dapat meningkatkan semangat santri TPA Masjid Al-Hikmah untuk lebih rajin dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran.

Dengan adanya pembiasaan sejak dini, anak-anak tidak hanya belajar melafalkan ayat-ayat suci, tetapi memahami adab dan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain itu, program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan membentuk karakter religius yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan," tandasnya.***

Administrator

Tangis Haru Iringi Wisuda Citra Maryam yang Telah Tiada

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wisuda selalu menjadi momen yang dinanti setiap mahasiswa. Tangis bahagia, senyum lega, dan rasa syukur biasanya menyelimuti acara sakral tersebut.

Namun, di balik gemerlap kebahagiaan, ada kisah pilu yang menyayat hati. Kisah itu datang dari keluarga almarhumah Citra Maryam Akbar, lulusan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Seharusnya, Citra berdiri anggun di panggung wisuda ke-8 UM Bandung, menerima toga sebagai tanda kelulusannya.

Takdir berkata lain. Citra, yang tercatat sebagai lulusan prodi Pendidikan Agama Islam, telah lebih dahulu kembali ke pangkuan Ilahi sebelum hari bahagia itu tiba.

Ia wafat karena sakit, meninggalkan duka yang mendalam bagi orang tua, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.

Ayahanda Citra, Tohidin Akbar, tak kuasa menahan pilu atas kepergian putri tercintanya. Kehilangan Citra meninggalkan luka yang begitu dalam di hati keluarga, sebuah duka yang sulit terlukiskan dengan kata-kata.

Meski demikian, dengan penuh ketabahan, Tohidin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kampus yang telah mengundang mereka untuk hadir dalam wisuda ke-8 UM Bandung yang digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Keluarga pun berusaha ikhlas menerima takdir Allah. Mereka yakin setiap insan telah memiliki batas usia yang ditetapkan dan kini Citra telah menuntaskan perjalanannya dengan meninggalkan jejak kebaikan.

"Kami selaku orang tua dari wisudawati almarhumah Citra Maryam Akbar mengucapkan terima kasih kepada sivitas akademika UM Bandung yang telah mengundang kami untuk bisa hadir di wisuda kali ini," ucap Tohidin.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran Tohidin bersama istrinya dalam wisuda tersebut merupakan bentuk pelaksanaan wasiat dari almarhumah Citra.

“Alhamdulillah, kami dapat memenuhi wasiat almarhumah dengan menghadiri wisuda kali ini,” ujarnya.

Tohidin juga berterima kasih kepada pihak kampus yang telah mendidik Citra hingga dapat lulus menjadi seorang sarjana pendidikan.

"Kami juga berterima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh dosen, prodi, yang berada di UM Bandung. Mereka sudah mendidik putri kami hingga menjadi seorang sarjana walaupun takdir Allah menentukan anak kami tidak bisa ikut wisuda," tandas Tohidin.***(FK)

Administrator