Berita

UM Bandung Siap Gelar Milad ke-9 dengan Penuh Semarak dan Kebersamaan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tengah bersiap menggelar puncak perayaan Milad ke-9 pada Senin, 30 Juni 2025, yang dipusatkan di kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Rangkaian acara akan melibatkan seluruh sivitas akademika dan dirancang dengan semarak penuh kegembiraan.

Wakil Rektor III UM Bandung Zamah Sari menyampaikan bahwa Milad ke-9 ini tidak sekadar seremoni tahunan.

Namun, momentum reflektif untuk mengingat kembali kontribusi sekaligus mengevaluasi capaian kampus selama sembilan tahun terakhir. 

”Perayaan milad sembilan tahun Universitas Muhammadiyah Bandung ini sekaligus menjadi ajang promosi kampus secara luas kepada masyarakat,” ujar Zamah pada Sabtu (23/06/2025).

Secara terpisah, Senin (23/06/2025), Ketua Pelaksana Milad ke-9 UM Bandung Abdul Rohim menuturkan bahwa peringatan tahun ini dirancang lebih meriah dan partisipatif sebagai bentuk syukur atas pencapaian UM Bandung.

Seluruh kegiatan disusun untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampus.

Salah satu momen spesial dalam perayaan ini adalah pertunjukan seni tradisional sisingaan.

Kesenian khas Sunda ini akan menjadi pembuka acara dan dilakukan mulai dari gerbang utama kampus menuju lobi utama. 

Para tamu kehormatan pun akan diarak menggunakan sisingaan sebagai simbol perjalanan dan perjuangan kampus selama sembilan tahun.

Tidak hanya menampilkan budaya lokal, Milad ke-9 UM Bandung juga akan diramaikan berbagai perlombaan olahraga, seperti tenis meja, catur, voli, futsal, dan badminton.

Semua fakultas, prodi, dan unit kerja didorong untuk berpartisipasi aktif guna menunjukkan sportivitas dan mempererat kebersamaan.

Pada sisi lain, perlombaan akademik juga akan digelar, seperti lomba esai ilmiah, poster ilmiah, dan konten promosi digital.

Abdul Rohim menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas untuk menunjukkan daya pikir kritis dan inovatif dalam menyampaikan pesan edukatif kampus.

Menambah keunikan acara, panitia juga akan menggelar lomba memancing di area khusus di lingkungan kampus.

Kegiatan ini ditujukan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk bersantai sekaligus mempererat relasi antarelemen kampus dalam suasana yang menyenangkan.

Selain itu, bazar kampus pun akan digelar, menampilkan produk mahasiswa, UMKM binaan, hingga kuliner daerah.

Puncak acara juga akan menghadirkan tokoh nasional dan sesepuh Muhammadiyah Jawa Barat sekaligus para pendiri.

”Kami berharap peringatan milad ke-9 Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menjadi momentum kolektif untuk menguatkan semangat menjadikan kampus ini sebagai perguruan tinggi yang unggul, islami, dan berkemajuan,” katanya.***(FA)

Administrator

UM Bandung Berpartisipasi dalam Silaturahmi Nasional APIK PTMA 2025 di Cirebon

UMBANDUNG.AC.ID, Cirebon -- Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung turut ambil bagian dalam kegiatan Silaturahmi Nasional (Silat) APIK PTMA 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA). 

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2025, di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sebagai tuan rumah.

Silat APIK PTMA merupakan agenda tahunan yang mempertemukan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antarprodi dalam hal pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ketua APIK PTMA Choirul Fajri menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini dirancang lebih beragam.

Di antaranya seminar nasional, call for paper, workshop, kompetisi mahasiswa tingkat internasional, pengabdian kolaboratif, parade budaya, serta malam ramah tamah yang mempererat hubungan antarsivitas.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMC Ida Ri’aeni mengungkapkan bahwa tema tahun ini adalah “Digitizing Local Values: Culturally-Based Inclusive Communication Strategies in the Digital Transformation Era”.

Tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal dalam era komunikasi digital yang inklusif dan adaptif.

Rektor UMC Arif Nurudin turut mengapresiasi pelaksanaan Silat APIK PTMA 2025 sebagai langkah konkret dalam penguatan kerja sama akademik.

Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan kurikulum dan pengelolaan prodi Ilmu Komunikasi di lingkungan PTMA.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai kampus PTMA di seluruh Indonesia, seperti UMY, Umsida, UM Buton, UMJ, UAD, UM Bandung, dan lainnya.

Bahkan, kompetisi mahasiswa turut diikuti peserta internasional dari Changchun University dan Nanjing Normal University, yang semakin menegaskan semangat APIK PTMA dalam menjalin kolaborasi global.***

Administrator

Mahasiswa UM Bandung Terima Beasiswa Pendidikan dari Rumah Zakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rumah Zakat menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp13 juta kepada 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Penyerahan beasiswa ini berlangsung di Gedung Rektorat UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, pada Selasa (17/06/2025).

Kepala Cabang Rumah Zakat Kota Bandung Apriadi menyampaikan bahwa beasiswa tersebut merupakan bagian dari program dukungan pendidikan yang disalurkan melalui salah satu donatur mereka, yakni Sandiaga Salahuddin Uno.

”Hari ini kami menyalurkan program beasiswa untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Dana ini berasal dari salah satu donatur kami, Bapak Sandiaga Uno, yang diperuntukkan bagi pendidikan,” ujar Apriadi.

Ia menambahkan bahwa meskipun nilai beasiswanya tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya sangat dirasakan oleh para mahasiswa penerima.

Apriadi juga berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa UM Bandung untuk terus belajar dan meraih prestasi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rumah Zakat atas kontribusinya dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Sandiaga Uno yang telah menitipkan hartanya untuk pendidikan melalui lembaga tersebut.

”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan staf Rumah Zakat, juga kepada Bapak Sandiaga Uno atas kepercayaan dan kontribusinya. Semoga bantuan ini memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat menimba ilmu dan meraih cita-citanya,” ungkap Rektor.

Rektor berharap dan mendoakan agar kiprah Rumah Zakat semakin meluas dalam membantu masyarakat.

”Semoga Rumah Zakat semakin luas jangkauannya, semakin banyak zakat yang dikumpulkan, dan para muzaki mendapatkan keridaan Allah SWT serta rezeki yang terus bertambah,” tuturnya.

Sebagai informasi, Universitas Muhammadiyah Bandung didirikan pada bulan Juni tahun 2016.

Bulan ini juga UM Bandung akan merayakan milad ke-9 tahun. Kampus ini memiliki empat fakultas dengan total enam belas program studi unggulan di berbagai bidang.

Sejak tahun 2024, UM Bandung telah memperoleh akreditasi ”Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Dengan tagline Islamic Technopreneurial University, UM Bandung terus berkomitmen mencetak lulusan unggul yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha berbasis nilai-nilai Islam.***(FA)

Administrator

Mahasiswa UM Bandung Dalami Praktik Hukum dan Etika Siaran di KPID Jabar

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melakukan kunjungan edukatif ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat pada Kamis (12/06/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan bagi para mahasiswa.

Kunjungan yang berlangsung di Kantor KPID Jawa Barat, Jalan Malabar Nomor 62 Kota Bandung, ini disambut langsung oleh Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet beserta jajaran komisioner.

Dari pihak UM Bandung, hadir Ketua Pusat Studi Media dan Kebijakan Publik Roni Tabroni yang mendampingi sebanyak empat puluh mahasiswa KPI.

Roni menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari praktik perkuliahan mahasiswa dalam mata kuliah hukum dan etika penyiaran.

Dalam konteks akademik, kata Roni, mahasiswa perlu memahami empat unsur dasar ilmu penyiaran, yakni membaca, mendengarkan, melihat, dan mempraktikkan secara langsung di lapangan.

”KPID sebagai satu-satunya lembaga yang fokus pada pengawasan isi siaran sangat relevan menjadi mitra dalam merealisasikan hasil teori yang telah dipelajari. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama lebih lanjut, termasuk dalam konversi penilaian akademik ke dalam program magang kerja,” ujar Roni.

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet menyambut baik inisiatif dari UM Bandung. Ia menyampaikan bahwa keberadaan KPID merupakan hasil dari desakan publik atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 yang lahir pada era Orde Baru.

Seiring perkembangan, lahirlah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagai fondasi sistem penyiaran yang sehat.

Adiyana menjelaskan bahwa KPID merupakan lembaga negara yang hanya hadir pada tingkat pusat dan provinsi.

Lembaga ini memiliki visi dan misi yang kuat dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat di bidang penyiaran serta menjamin ketersediaan informasi dan infrastruktur penyiaran.

Selain itu, KPID juga terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penyiaran lainnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyiaran di Indonesia tetap berada dalam jalur yang sehat, adil, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih konkret mengenai dunia penyiaran serta peran strategis KPID dalam pengawasan dan pembentukan kebijakan media.

Kunjungan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga penyiaran di Indonesia.***(FA)

Administrator

Dekan FST UM Bandung Jadi Pembicara di Konferensi Biomassa Terbesar Dunia di Spanyol

UMBANDUNG.AC.ID, Spanyol -- Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Arief Yunan menjadi salah satu pemateri dalam ajang internasional bergengsi The 33rd European Biomass Conference and Exhibition (EUBCE 2025) yang diselenggarakan di Valencia, Spanyol, dari 09-13 Juni 2025.

EUBCE merupakan forum tahunan terbesar di Eropa yang mempertemukan ilmuwan, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas kemajuan riset dan teknologi dalam bidang biomassa serta energi terbarukan. Tahun ini menandai pelaksanaan EUBCE yang ke-33.

Kehadiran Arief dalam forum prestisius ini dikonfirmasi langsung oleh panitia penyelenggara melalui surat resmi.

Ia memberikan presentasi ilmiah sebagai bagian dari program utama konferensi yang menandai kontribusinya dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang energi dan lingkungan.

Pada konferensi kali ini, Arief menyampaikan presentasi berjudul ”Local Biomass Development in Indonesia: A Root Cause Perspective on Key Barriers.”

Sebagai akademisi yang juga tercatat sebagai dosen di UM Bandung, Arief membawa semangat ilmiah dari Indonesia ke panggung global.

Keterlibatannya dalam EUBCE mempertegas peran aktif Indonesia dalam wacana transisi energi berkelanjutan dan pemanfaatan biomassa sebagai solusi energi ramah lingkungan.

EUBCE sendiri dikenal luas sebagai konferensi dan pameran biomassa terbesar di dunia. Mengutip laman europeanbiogas.eu, forum ini setiap tahunnya mempertemukan lebih dari 1.500 pakar dari 80 negara untuk berbagi ide, inovasi, dan solusi terkait sumber daya biomassa, proses produksi, dan pemanfaatannya secara efektif berkelanjutan.

Topik ilmiah yang dibahas dalam EUBCE 2025 mencakup berbagai isu penting. Di antaranya sumber daya berkelanjutan untuk mendukung dekarbonisasi ekonomi, konversi biomassa menjadi pembawa energi bioantara, biofuel berkelanjutan, integrasi bioenergi, dan lainnya.

Partisipasi aktif akademisi seperti Arief dari UM Bandung mencerminkan pentingnya keterlibatan pemikir dan peneliti Indonesia di forum-forum internasional.

Hal ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring ilmiah global serta mendukung visi Indonesia menuju pembangunan energi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.***(FA)

Administrator

UM Bandung Tuan Rumah Sosialisasi Akreditasi 2.0 LAM INFOKOM 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto mengatakan bahwa kampusnya merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi 2.0 LAM INFOKOM 2025 untuk wilayah LLDIKTI IV.

Ia menilai kegiatan ini sangat penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang informatika dan komputer yang terus berkembang pesat.

Menurut Herry, kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi UM Bandung, terutama dalam mendorong peningkatan pemahaman para dosen dan Lembaga Penjaminan Mutu kampus terhadap instrumen akreditasi.

Ia berharap UM Bandung ke depan bisa meraih akreditasi unggul sebagai wujud komitmen kampus dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.

Perwakilan LAM INFOKOM Syarifah Yuliani Yakub menyampaikan apresiasi kepada UM Bandung atas kesediaannya menjadi tuan rumah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan serentak di beberapa kota dan mencakup dua belas lokasi dari wilayah LLDIKTI 1 hingga 17.

Pada hari pelaksanaan di UM Bandung, kegiatan serupa juga berlangsung di wilayah Jawa Barat lainnya dan Banjarmasin.

Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemahaman institusi pendidikan terhadap instrumen akreditasi baru dan menjangkau lebih banyak program studi di bidang informatika dan komputer.

Yuliani menerangkan bahwa LAM INFOKOM merupakan lembaga independen yang memiliki mandat untuk menilai dan menjamin mutu program studi informatika dan komputer.

Instrumen akreditasi yang dikembangkan berlandaskan prinsip outcomes-based education (OBE), penjaminan mutu berkelanjutan (CQI), serta kesesuaian dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan praktik akreditasi internasional.

Lebih lanjut, Yuliani menekankan bahwa akreditasi bukan hanya menilai aspek administratif.

Namun, menyoroti kemampuan prodi dalam mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing global. 

Oleh karena itu, sosialisasi ini bertujuan membekali para pengelola prodi agar memahami secara mendalam dokumen LED dan LKPS.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari siklus pembinaan LAM INFOKOM yang telah berlangsung sejak tahun pertama.

Yuliani mengapresiasi semangat kolaboratif dari berbagai pihak, seperti APTIKOM, IndoCEISS, AISINDO, serta panitia lokal yang ikut menyukseskan acara.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam rumpun infokom.***(FA)

Administrator