Berita

Iman Harjono Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Progresif di Era Transformasi Digital

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kaprodi Akuntansi UM Bandung Iman Harjono menegaskan bahwa pelantikan pengurus himpunan mahasiswa tidak boleh dimaknai sebatas seremonial atau ucapan selamat bertugas. Lebih dari itu, pelantikan merupakan titik awal pengembanan amanah dan tanggung jawab besar dalam kehidupan organisasi mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Iman dalam sambutannya usai melantik ketua dan pengurus baru Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (Himaksi) UM Bandung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan pada Kamis (11/12/2025). Ia menekankan bahwa pelantikan adalah peresmian tanggung jawab yang tidak boleh berhenti pada atribut jabatan atau dokumentasi semata.

Iman menilai tema pelantikan ”Reformasi Kepemimpinan dari Formalitas Menuju Tanggung Jawab Nyata” sangat relevan dengan kondisi organisasi mahasiswa saat ini. Menurutnya, kepemimpinan kerap terjebak pada aspek formal, seperti kehadiran acara, penandatanganan agenda, atau rutinitas rapat tanpa dampak nyata.

”Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu melampaui formalitas dan berani terjun langsung menyelesaikan persoalan. Pemimpin demikian bekerja dengan kesungguhan, tidak mengejar pujian, tetapi mampu meninggalkan jejak kebaikan yang dirasakan oleh banyak orang,” ujar Iman.

Dalam konteks akademik, Iman menegaskan bahwa mahasiswa Akuntansi UM Bandung merupakan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka kelak akan berperan dalam pengelolaan keuangan, pengawasan tata kelola, dan menjadi bagian penting dari sistem ekonomi nasional yang menuntut integritas tinggi.

Oleh karena itu, kepemimpinan yang dibangun melalui Himaksi dipandang sebagai latihan karakter, bukan sekadar pengalaman organisasi. Ia menekankan bahwa integritas harus dijaga sejak dini melalui proses belajar memimpin yang bertanggung jawab dan beretika.

Iman kemudian menyampaikan pesan pertama, yakni pentingnya menjadi pemimpin yang amanah. Amanah, menurutnya, tidak ditentukan oleh besar kecilnya jabatan, melainkan oleh kesungguhan dalam menuntaskan setiap tanggung jawab yang diberikan.

Pesan kedua yang disampaikan adalah agar pengurus menjadi pemimpin yang melayani. Kepemimpinan, kata Iman, bukan tentang dikagumi atau dilayani, melainkan tentang kesediaan untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi organisasi serta anggotanya.

Pesan ketiga adalah menjadi pemimpin yang progresif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ia menyoroti tantangan mahasiswa saat ini yang dihadapkan pada digitalisasi, big data, kecerdasan buatan, dan transformasi tata kelola, sehingga pengurus Himaksi dituntut responsif, kreatif, dan kolaboratif.

”Himaksi merupakan rumah besar bagi mahasiswa Akuntansi untuk belajar berkomunikasi, mengelola konflik, dan membangun kepercayaan. Saya berharap kepengurusan periode ini mampu menjadi teladan sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar pemegang jabatan formal,” tandas Iman.***(FK)

Administrator

Ziyan Ali Syahbana Resmi Nakhodai Himaksi UM Bandung Periode 2025–2026

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Bandung Iman Harjono secara resmi melantik Muhammad Ziyan Ali Syahbana sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) periode 2025-2026 pada Kamis (11/12/2025) di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan.

”Kami mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan kepada kami untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan pada periode ini. Amanah ini bukan sekadar jabatan dalam struktur organisasi, melainkan sebuah kepercayaan yang mengandung tanggung jawab serta menuntut kerja nyata sebagai konsekuensi dan wujud pengabdian,” ujar Ziyan usai pelantikan.

Dia juga memberikan apresiasi yang tulus kepada demisioner atas tenaga, waktu, dan komitmen yang telah dicurahkan selama kepengurusan sebelumnya. Menurutnya, setiap program, proses, dan langkah yang telah dijalankan himpunan menjadi fondasi penting bagi kepengurusan saat ini untuk melangkah maju lebih baik lagi.

”Mari jadikan periode ini sebagai bukti bahwa reformasi bukan hanya slogan saat pelantikan, melainkan keputusan kolektif untuk bekerja lebih baik, lebih disiplin, lebih jujur, dan lebih bertanggung jawab,” tegas Ziyan.

Dia mengajak kepada semua pengurus Himaksi yang baru dilantik untuk menjadikan integritas sebagai kebiasaan, bukan budaya, dan bukan kegiatan darurat. Dia juga mengajak pengurus untuk menjadikan Himaksi sebagai tempat yang membentuk karakter.

”Dengan niat yang baik dan langkah yang pasti, kami yakin himpunan ini akan tumbuh, bukan karena formalitas, tetapi karena kesadaran, komitmen, dan kerja nyata dari setiap pengurusnya. Bersama-sama kita mampu membuktikan bahwa reformasi bukan hanya tema pelantikan, tetapi alat baru yang kita perjuangkan bagi himpunan ini,” tandas Ziyan.

Pada waktu yang sama, Ketua Himaksi periode 2024-2025 Fathi Muhammad Ghanoushi memberikan apresiasi dan harapan. Dia mengatakan bahwa selama kurang lebih satu periode ini dirinya dan pengurus lama berupaya maksimal menjalankan amanah. Dia sudah membangun Himaksi sebagai wadah pembelajaran, pengembangan potensi mahasiswa, dan kolaborasi antar-anggota.

”Tentunya masih banyak kekurangan. Namun, setiap langkah yang kami ambil merupakan bentuk memajukan himpunan ini. Hari ini tongkat kepemimpinan saya serahkan kepada ketua umum terpilih beserta jajaran pengurus baru,” imbuh Fathi.

”Saya percaya kepemimpinan baru akan membawa ide dan inovasi baru yang bermanfaat bagi prodi, anggota, ataupun kampus kita. Teruslah berkolaborasi. Jaga rasa kekeluargaan dan ciptakan perubahan yang positif,” pungkas Fathi.***(FK)

Administrator

HMM Bukan Sekadar Struktur, Tapi Ruang Hidup Mahasiswa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Indra Sasangka secara resmi melantik Faisal Taufiqurrahman sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) periode 2025-2026 pada Kamis (11/12/2025). Pelantikan ini berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan UM Bandung.

Faisal Taufiqurrahman menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi komitmen bersama untuk bergerak, bertumbuh, dan mengabdi.

”Momentum ini tidak berhenti di seremoni. Ada nilai-nilai dan akhlak yang ingin kami bawa dan di sinilah filosofi kabinet serta visi-misi kami menemukan bentuknya,” ujar Faisal.

Seni dan cinta

Ia menjelaskan bahwa kabinet HMM periode ini diberi nama Ngoembara Harsa yang bermakna seni dengan cinta. Filosofi tersebut lahir dari kesadaran bahwa organisasi bukan hanya struktur dan program kerja, melainkan ruang hidup tempat karakter dan nilai ditumbuhkan.

”Seni melambangkan kreativitas, cara berpikir kritis, dan keberanian menghadirkan gagasan baru. Sementara itu, cinta adalah ketulusan, empati, dan kesediaan untuk saling menjaga dalam proses berorganisasi,” jelasnya.

Menurut Faisal, perpaduan seni dan cinta diharapkan mampu membentuk organisasi yang lebih manusiawi, setiap individu dihargai, ide dilayakkan, dan perbedaan dijadikan kekuatan bersama.

Ia juga menegaskan bahwa visi kepengurusan HMM masa bakti 2025-2026 adalah menciptakan mahasiswa manajemen yang adaptif, kreatif, inklusif, dan kolaboratif sehingga mampu melahirkan insan akademik yang beretika serta berdampak bagi masyarakat.

”Himpunan Mahasiswa Manajemen UM Bandung harus menjadi ruang yang hidup, tempat tumbuhnya intelektualitas dan karakter, bukan sekadar nama organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua HMM UM Bandung periode 2024-2025 Aufa Zulfikar Maulana menyampaikan apresiasi dan harapan kepada kepengurusan yang baru.

Ia menilai satu periode kepengurusan merupakan proses yang penuh tantangan. Namun, tantangan tersebut dapat dilalui dengan sinergi yang kuat.

"Satu tahun kepengurusan bukan hal yang mudah, tetapi dengan dukungan prodi dan dosen, alhamdulillah dapat kami jalani. Semoga apa yang dikerjakan menjadi amal jariah dan kebermanfaatan berkelanjutan bagi UM Bandung,” ungkap Aufa.

Oleh karena itu, dia berpesan agar pengurus HMM yang baru menikmati proses kepengurusan dan siap menghadapi berbagai dinamika yang akan ditemui ke depan.

Ketua Prodi Manajemen UM Bandung Indra Sasangka mengungkapkan kebanggaannya terhadap dinamika HMM yang selalu menghadirkan warna berbeda dalam setiap periode.

“Setiap periode HMM selalu membawa warna dan ciri khas tersendiri. Saya berharap kepengurusan baru ini mampu menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi mahasiswa dan program studi Manajemen UM Bandung,” tuturnya.

Bukan sekadar berorganisasi, Indra berharap adanya kolaborasi antara HMM dan prodi agar dapat menciptakan nuansa akademik dan organisasi yang positif, tanpa mengesampingkan prestasi mahasiswa baik di bidang akademik maupun non-akademik.

“Yakinlah apa yang kalian lakukan akan memberikan nilai dan manfaat. Bergeraklah nyata agar seluruh mahasiswa program studi Manajemen UM Bandung dapat terangkul dengan baik,” tandasnya.***(FK)

Administrator

Belajar dari Birokrat, Mahasiswa UM Bandung Soroti Etika Publik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Program Studi Administrasi Publik kembali menggelar kegiatan Kuliah Bareng Birokrat yang diawali dengan talkshow bertajuk “Integritas dan Kolaborasi: Kunci Sukses dalam Implementasi Kebijakan Publik”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Aula Lantai Dua UM Bandung.

Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung, Irianti Usman, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Kuliah Bareng Birokrat sesi pertama pada tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Program Studi Administrasi Publik yang diikuti mahasiswa mata kuliah Birokrasi dan Governansi Publik yang diampu oleh Fatmawati.

Pada pelaksanaan kali ini, Kuliah Bareng Birokrat menggandeng Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi. Hadir sebagai narasumber tunggal, Indra F. Bagjana, yang membawakan materi sesuai dengan tema yang diangkat.

Dalam pemaparannya, Indra menyampaikan materi dari dua sudut pandang peran yang ia jalani. Pertama, sebagai akuntan yang mengulas perspektif akuntansi sektor publik, dan kedua sebagai Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi yang terlibat langsung dalam praktik birokrasi.

Sebagai akuntan, Indra menekankan pentingnya integritas dalam proses penyusunan dan pelaporan keuangan publik. Ia juga menjelaskan berbagai risiko yang muncul apabila integritas tidak dijaga, terutama di tengah maraknya kasus penyalahgunaan anggaran.

Sementara itu, dari perspektifnya sebagai Kepala Bidang Perdagangan, Indra memaparkan penerapan integritas dalam distribusi bahan pokok untuk mencegah penimbunan dan permainan harga. Ia turut menyoroti pentingnya keadilan perdagangan di era ekonomi digital, derasnya arus impor murah, serta upaya pencegahan praktik suap dan pungutan liar dalam perizinan usaha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UM Bandung mampu memahami dan menginternalisasi nilai integritas sejak dini, baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat dan bernegara. Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat ketika kelak mereka berperan sebagai birokrat, demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.***

Administrator

GIS UM Bandung Kembali Berjaya, Torehkan Prestasi Gemilang di IGC 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih juara satu untuk kategori pembukaan rekening efek terbanyak se-Jawa Barat pada ajang Investment Gallery Championship (IGC) 2025 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Barat.

Penghargaan tersebut diberikan dalam puncak acara IGC 2025 yang digelar di Bandung pada Kamis (04/12/2025). Kompetisi tahunan ini diikuti oleh seluruh Galeri Investasi perguruan tinggi se-Jawa Barat sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas kontribusi mereka dalam penguatan literasi dan inklusi pasar modal.

Capaian ini menjadi bukti konsistensi GIS FEB UM Bandung dalam mendorong hadirnya lebih banyak investor muda, terutama dari kalangan mahasiswa. Sepanjang 2025, GIS FEB UM Bandung aktif menyelenggarakan berbagai program edukasi, mulai dari sekolah pasar modal, webinar investasi, hingga kampanye pembukaan rekening efek secara masif.

Pihak BEI Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada GIS FEB UM Bandung yang dinilai berhasil menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam memperluas basis investor ritel nasional, sejalan dengan agenda inklusi keuangan yang tengah dicanangkan.

Sementara itu, FEB UM Bandung menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kualitas edukasi pasar modal, memperluas kemitraan, serta menghadirkan program-program literasi keuangan yang inovatif dan relevan.

Pembina Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) FEB UM Bandung Alia Tri Utami turut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. “Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama. Terima kasih kepada Dekan FEB, prodi Akuntansi dan Manajemen, serta seluruh sivitas akademika UM Bandung atas dukungan penuh,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Korean Investment and Sekuritas Indonesia serta BEI Jawa Barat yang dinilai sangat berkontribusi terhadap pencapaian ini. “Secara khusus, penghargaan ini saya persembahkan untuk pengurus KSPM yang luar biasa atas dedikasi dan kerja kerasnya,” tambah Alia.

Dengan raihan ini, GIS FEB UM Bandung semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu galeri investasi paling aktif dan produktif di Jawa Barat, sekaligus memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pertumbuhan pasar modal Indonesia.***

Administrator

Krisis Ekologis Berakar dari Hilangnya Jati Diri Manusia sebagai Bagian dari Alam

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Sopaat Rahmat Selamet menegaskan bahwa akar utama krisis ekologis global adalah hilangnya kesadaran manusia terhadap jati dirinya sebagai bagian integral dari alam.

Sopaat menekankan bahwa Al-Qur'an telah memberikan landasan spiritual yang kokoh, di mana tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta seharusnya mengarahkan manusia untuk membangun etika ekologis.

Dalam pemaparannya pada Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat, Sopaat menjelaskan bahwa Islam memandang manusia bukan sebagai penguasa absolut, melainkan sebagai khalifah yang diberi amanah untuk memelihara keberlanjutan bumi.

Ia mengutip QS Ar-Rum ayat 41, yang secara eksplisit menyatakan bahwa kerusakan di darat dan laut adalah akibat ulah tangan manusia sendiri. Perspektif ini, menurut Sopaat, telah lama menjadi tradisi intelektual Islam, seperti pandangan Imam Al-Ghazali yang menganalogikan struktur tubuh manusia (mikrokosmos) dengan unsur-unsur alam semesta.

Sopaat lebih jauh menyoroti pentingnya memperkuat kesadaran ekologis melalui kearifan lokal Nusantara, khususnya budaya Sunda. Tradisi Sunda, dengan konsep seperti leuweung titipan, leuweung tutupan, dan leuweung garapan, telah memiliki sistem pembagian kawasan hutan yang terstruktur berdasarkan fungsi sakral dan pemanfaatan. Sistem ini terbukti efektif menjaga kelestarian alam jauh sebelum adanya pendekatan modern.

Menurut sejarawan Muhammadiyah ini, kerusakan lingkungan saat ini tidak terlepas dari cara pandang antroposentris dan kapitalistik yang hanya menempatkan alam sebagai objek eksploitasi. Sikap ini bertentangan dengan etika Islam yang menyerukan kasih sayang kepada seluruh makhluk, sesuai hadis Nabi.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian dari ibadah sehari-hari dan melakukan "taubat ekologis" untuk memperbaiki hubungan yang rusak dengan alam.***

Administrator