Berita

Satgas PHKE Gandeng UM Bandung Perkuat Ekosistem Hilirisasi Berkelanjutan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi tuan rumah Seminar Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (Satgas PHKE), Selasa (23/12/2025). Seminar ini mengangkat tema “Hilirisasi Perikanan, Kelautan, dan Pertanian di Jawa Barat dalam Mendukung Keberlanjutan Perekonomian dan Pendapatan Daerah.”

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan tersebut diikuti oleh mahasiswa dan dosen UM Bandung. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow Satgas PHKE ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik dan pengembangan riset di bidang hilirisasi serta ketahanan energi nasional.

Koordinator Bidang Permodalan dan Pelaku Usaha Satgas PHKE, Unggul Heriqbal, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan bagian penting dari transformasi ekonomi Indonesia. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan untuk memberikan kemakmuran yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Unggul menjelaskan bahwa kemakmuran yang dimaksud tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup manfaat sosial dan ekologis. Melalui Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2025, Satgas PHKE berupaya mendorong industri manufaktur agar menghasilkan produk dengan nilai tambah yang semakin tinggi.

Ia menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan mengolah sumber daya alam ke tahap yang lebih hilir. Karena itu, proses hilirisasi tidak dapat dijalankan oleh satu kementerian saja, melainkan membutuhkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UM Bandung.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono, Tim Ahli Anggota Pelaksana Satgas PHKE Ninasapati Triaswati sebagai keynote speaker, Pemerhati Energi sekaligus Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung Arief Yunan, serta dosen Teknologi Pangan UM Bandung Saepul Adnan.

Bambang Tirtoyuliono menyoroti pentingnya transisi energi untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat hilirisasi dan ketahanan energi daerah. Ia menyampaikan bahwa capaian bauran energi Jawa Barat tahun 2024 menunjukkan porsi energi baru terbarukan telah melampaui target RUED, meskipun ketergantungan pada energi fosil masih cukup besar.

Menurut Bambang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong optimalisasi potensi energi baru terbarukan melalui pengembangan pembangkit, pemanfaatan lintas sektor, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan mitra internasional agar transisi energi berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ninasapati Triaswati menegaskan bahwa hilirisasi dan ketahanan energi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan industri manufaktur. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada peran negara dalam memastikan manfaat ekonomi lebih besar dibandingkan biaya sosial dan ekologis yang ditimbulkan.

Adapun Arief Yunan dan Saepul Adnan menyoroti peran bioenergi serta hilirisasi perikanan dan pertanian berbasis inovasi biru dan teknologi hijau. Hilirisasi berbasis ekonomi sirkular dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Jawa Barat melalui kolaborasi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.***(FA)

Administrator

Kuliah Bareng Birokrat UM Bandung Soroti Tantangan Birokrasi di Era Digital

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Smart birokrasi berbasis teknologi digital jadi salah satu kebutuhan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Kuliah Bareng Birokrat dengan tema “Smart Birokrasi: Berbasis Pelayanan Digital” yang berlangsung di Aula Lantai 2 UM Bandung pada 18 Desember 2025.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ganjar Setya Pribadi (Ketua Tim Evaluasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika) dan Satria Andika Al-Raysid (Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Bandung). Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Dalam pemaparannya, Ganjar Setya Pribadi menjelaskan konsep smart city sebagai kota yang memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk menghadirkan solusi inovatif demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Kota Bandung dinilai memiliki kekuatan utama pada sumber daya manusia (human capital). Terutama dengan keberadaan banyak perguruan tinggi yang berperan dalam mengolah data menjadi pengetahuan dan inovasi,” ujar Ganjar.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan teknologi sangat bergantung pada kesiapan manusianya. Teknologi secanggih apa pun tidak akan berdampak optimal tanpa kemauan dan kesadaran manusia sebagai pengguna.

Berdasarkan hasil survei, tingkat literasi internet masyarakat Kota Bandung mencapai sekitar 82 persen, yang menunjukkan adanya kebutuhan nyata masyarakat terhadap layanan digital.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menyediakan sistem pelayanan yang transparan dan melibatkan partisipasi aktif warga.

”Mahasiswa dipandang memiliki peran strategis sebagai generasi yang berpikiran terbuka terhadap teknologi, kritis dalam menyaring informasi, serta menjunjung tinggi etika sebagai landasan moral dalam kehidupan sosial,” tambah Ganjar.

Menurut Ganjar, perkembangan kecerdasan buatan juga dipandang sebagai peluang yang harus dimanfaatkan secara bijak agar manusia tetap menjadi subjek utama dalam pengendalian teknologi.

Sementara itu, Satria Andika Al-Raysid menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital membuka peluang besar bagi setiap individu untuk berkembang.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan seharusnya tidak melemahkan peran manusia.

”Namun, kecerdasan buatan harus mendorong manusia untuk semakin cerdas dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi,” kata Satria.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa aktif membahas isu pelayanan publik digital, kesiapan sumber daya manusia, serta peran generasi muda dalam mendukung birokrasi yang adaptif dan inovatif.

Melalui kegiatan ini, UM Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi digital mahasiswa dan pemahaman terhadap praktik birokrasi modern yang berorientasi pada pelayanan publik.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***

Administrator

PIAUD UM Bandung Perkuat Aksiologi Keilmuan Mahasiswa Lewat Kegiatan PELITA

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Prodi PIAUD Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Lingkungan dan Temu Akrab (PELITA) pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 sebagai upaya memperkuat silaturahmi serta soliditas internal program studi.

Ketua Pelaksana PELITA, Mia Yunita, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap prodi PIAUD. Selain itu, PELITA menjadi sarana membangun ikatan emosional antara mahasiswa lintas angkatan guna menciptakan iklim akademik yang suportif dan inklusif.

Beragam rangkaian acara turut mewarnai pelaksanaan PELITA, mulai dari penampilan Seni Budaya dan Prakarya (SBP), penyampaian materi inspiratif, hingga campus tour. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan fasilitas kampus sekaligus menggali kreativitas mahasiswa.

Panitia menghadirkan Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) UM Bandung Dr Irianti Usman MA sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa PIAUD memiliki peran strategis sebagai “arsitek peradaban” melalui pendidikan anak usia dini.

Menurut Irianti, mahasiswa PIAUD bukan sekadar calon pendidik, melainkan garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi bangsa. Ia menekankan bahwa usia dini merupakan fase emas yang menjadi fondasi utama bagi perkembangan moral dan kepribadian anak.

Irianti juga menyoroti tantangan era digital, seperti distraksi teknologi dan paparan konten negatif. Ia mendorong mahasiswa PIAUD untuk menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang sehat serta memiliki integritas moral, sebagaimana filosofi “Becoming a Delectable Teacher” yang menempatkan guru sebagai figur yang selalu dicontoh anak didik.

Menutup kegiatan, Irianti mengajak mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar PIAUD UM Bandung. Ia berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu ke-PIAUD-an secara nyata di masyarakat sebagai bentuk kontribusi dalam membangun masa depan bangsa.***(FA)

Administrator

UM Bandung Teguhkan Peran Dakwah Intelektual Lewat Wisuda 317 Sarjana

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan berkualitas melalui Wisuda ke-8 Gelombang ke-3. Sebanyak 317 mahasiswa program sarjana resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Sabtu (20/12/2025).

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa lulusan UM Bandung diharapkan mampu menjadi insan berilmu yang menghadirkan pencerahan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Menurutnya, para lulusan merupakan bagian dari generasi emas Indonesia yang akan berhadapan langsung dengan tantangan era green economy dan society 5.0.

Oleh karena itu, Rektor mendorong lulusan UM Bandung untuk tampil sebagai technopreneur islami yang mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan riset berbasis nilai-nilai Islam, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Nilai kebermanfaatan, tegasnya, harus menjadi fondasi utama dalam setiap peran yang dijalani para sarjana.

Sementara itu, perwakilan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Baadila, menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang kini berjumlah 165 institusi telah berkontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan tinggi nasional. Ia mengapresiasi sivitas akademika UM Bandung atas dedikasi dan kinerja dalam menyelenggarakan proses pendidikan serta melahirkan lulusan yang berdaya saing.

Irwan menegaskan bahwa pendidikan tinggi Muhammadiyah memiliki mandat strategis dalam mencetak kader intelektual yang berakhlak mulia dan berintegritas sebagai bagian dari dakwah Persyarikatan. Ia berharap lulusan UM Bandung mampu tampil sebagai cendekiawan muslim yang menjadi teladan serta berkontribusi dalam penguatan pendidikan tinggi di Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Bandung.

Prestasi membanggakan pada wisuda kali ini diraih oleh Solihat, lulusan terbaik Fakultas Agama Islam dari Program Studi PIAUD dengan IPK 3,93. Ia mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan studi dengan capaian akademik yang hampir sempurna, seraya menekankan bahwa dukungan dan doa keluarga memiliki peran besar dalam perjalanan pendidikannya.

Solihat menilai proses pembelajaran di UM Bandung berlangsung dengan sangat baik, didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan berdedikasi. Ia berkomitmen menjadikan gelar sarjana sebagai amanah keilmuan yang harus diamalkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memotivasi mahasiswa lain untuk terus menjaga semangat dan meraih prestasi terbaik.

Sebanyak 317 lulusan yang diwisuda berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 47 orang, Fakultas Sosial dan Humaniora 105 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 144 orang, serta Fakultas Agama Islam 21 orang.

Adapun lulusan terbaik masing-masing fakultas diraih oleh Muhammad Yassir Dzaky Ilyas dari Program Studi Teknik Informatika (FST) dengan IPK 3,94, Zakiyah Yeni Sabitha dari Program Studi Psikologi (FSH) dengan IPK 3,88, Azmi Nur Azizah dari Program Studi Akuntansi (FEB) dengan IPK 3,89, serta Solihat dari Program Studi PIAUD (FAI) dengan IPK 3,93. Seluruhnya meraih predikat pujian.***

Administrator

Pelatihan Jurnalistik LP3K UM Bandung Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Lembaga Pengkajian, Pengembangan, Pendidikan, dan Kewirausahaan (LP3K) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan pelatihan jurnalistik pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di lantai dua Gedung UM Bandung dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UM Bandung.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber berpengalaman dari media arus utama nasional, yakni Media Indonesia dan Bisnis Indonesia. Kehadiran para praktisi media ini menjadi nilai tambah dalam upaya peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang jurnalistik.

Kepala LP3K UM Bandung, Ace Somantri, menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar pelatihan teknis, tetapi menjadi ruang transformasi kemampuan mahasiswa agar lebih siap bersaing secara profesional.

Ace juga menekankan bahwa pelatihan tersebut menjadi kesempatan strategis bagi mahasiswa untuk memperkaya keterampilan dan membuka peluang karier di masa depan. Ia berharap seluruh rangkaian pembelajaran yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua Program Studi KPI UM Bandung, Rahmat Alamsyah. Ia menilai pelatihan jurnalistik tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa agar memiliki bekal yang kuat menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang media dan komunikasi.

Rahmat mengingatkan para mahasiswa untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, mengingat materi disampaikan langsung oleh jurnalis profesional yang memiliki pengalaman panjang di dunia pers nasional. Selain memperoleh ilmu dan pembekalan praktis, peserta juga mendapatkan sertifikat sebagai pendamping ijazah setelah lulus dari UM Bandung.

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika terjun ke dunia kerja, terutama di bidang jurnalistik dan kewartawanan. Kabar baik lainnya, karya tulis para peserta pelatihan berpeluang untuk dipublikasikan di media arus utama nasional.

Pelatihan ini didampingi oleh narasumber yang telah mengantongi sertifikasi utama dari Dewan Pers, yakni Deri Dahuri dan Sulistijono dari Media Indonesia, serta Firman Hidranto dari Bisnis Indonesia. Adapun materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar jurnalistik, perencanaan peliputan, teknik wawancara, hingga praktik penulisan berita.***(FK)

Administrator

IMM Saintek dan KPI UM Bandung Sukses Gelar DAD 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Saintek bersama KPI Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) 2025 di SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung pada 12–14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menanamkan ideologi dasar IMM sekaligus membentuk loyalitas kader terhadap ikatan.

Kegiatan kaderisasi ini secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 9 Kota Bandung Muhammad Faris Rasyadan yang mengapresiasi pelaksanaan DAD di lingkungan sekolah Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan kader muda yang berintegritas dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Persyarikatan.

DAD 2025 diikuti kader-kader muda IMM sebagai pintu awal proses pengkaderan. Melalui materi keislaman, kemuhammadiyahan, dan ke-IMM-an, peserta diarahkan untuk memahami IMM sebagai gerakan ideologis yang berorientasi pada perjuangan nilai, bukan sekadar organisasi struktural.

Ketua PK IMM Saintek UM Bandung Danu Arya Ramadhani menegaskan bahwa DAD bukan kaderisasi formal belaka, melainkan proses strategis untuk menyiapkan kader ideologis yang berkualitas dan berintegritas. Senada dengan itu, Ketua PK IMM KPI UM Bandung Yasha Putri menekankan pentingnya loyalitas kader yang tumbuh dari kesadaran nilai, tanggung jawab, dan komitmen perjuangan.

Mengusung tema Menanamkan Ideologi Dasar IMM dengan Membentuk Loyalitas Kader terhadap Ikatan, kegiatan ini juga diisi diskusi ideologis, refleksi kader, dan dinamika kelompok. Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UM Bandung Rahmat Alamsyah menilai DAD sebagai rahim kaderisasi yang strategis untuk menumbuhkan dedikasi, loyalitas, serta peran nyata kader sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.***

Administrator