Berita

UM Bandung Wujudkan Kepedulian Terhadap Kesehatan Mental Masyarakat Lewat Layanan Konseling

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Suasana Muhammadiyah Festival di SMP Muhammadiyah 8 Antapani Bandung pada 22–24 Agustus terasa berbeda dengan hadirnya layanan konseling psikologi dari Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Melalui Unit Layanan Pemeriksaan Psikologi (ULPP), masyarakat diajak lebih peduli pada kesehatan mental dengan fasilitas konseling gratis.

Ketua ULPP UM Bandung, Novy Yulianty, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi kampus bagi masyarakat. Menurutnya, kesadaran menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik.

Layanan konseling ini pun disambut antusias oleh pengunjung festival. Banyak warga yang datang memanfaatkan kesempatan untuk berbagi cerita dan mencari solusi bersama psikolog.

Novy tidak sendiri dalam menjalankan program ini. Ia didukung tim solid yang terdiri atas psikolog dan staf berdedikasi, di antaranya Vina Lusiana, Naera ZA Zamzami, Riyanda Utari, serta Tri Tunggal Bangun.

Lebih dari sekadar layanan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan ULPP kepada masyarakat luas. Novy berharap keberadaan ULPP semakin dikenal sebagai pusat layanan psikologi yang ramah dan profesional.

Ia menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan tentang kesehatan mental agar masyarakat tidak merasa tabu untuk mencari bantuan. Konseling, kata Novy, dapat menjadi langkah awal menuju kualitas hidup yang lebih baik.

Bagi UM Bandung, keikutsertaan ULPP dalam festival ini adalah langkah positif sekaligus komitmen jangka panjang. “Dengan dedikasi dan kerja sama yang kuat, kami akan terus berkomitmen menghadirkan layanan psikologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Novy.

Administrator

Tapak Suci UM Bandung Raih Juara Umum 1 Kategori Dewasa di Kejurnas Hisbullah Rachman

UMBANDUNG.AC.ID, Bogor -- Tapak Suci Putera Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan. Capaian tersebut diraih pada ajang Kejuaraan Pencak Silat Hisbullah Rachman Competition Tingkat Nasional, yang digelar di Vivo Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/08/2025).

Kompetisi ini menghadirkan ratusan perguruan Tapak Suci dari berbagai daerah di Indonesia, dengan peserta yang datang dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, santri pesantren, hingga mahasiswa.

Salah satu atlet UM Bandung, Fajri Rozikin, berhasil menyabet predikat Pesilat Terbaik Putra. Ia mengaku pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, doa, serta dukungan penuh dari banyak pihak.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih gelar ini. Semua berkat latihan intensif, doa orang tua, serta dukungan pelatih dan teman-teman UKM Tapak Suci UM Bandung,” ujarnya penuh haru.

Fajri menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dengan sangat serius. “Dua pekan sebelum KKN, saya rutin berlari siang hari demi menjaga stamina dan mempersiapkan diri. Tantangan tentu ada, terutama menghadapi stamina dan gaya bertarung lawan yang beragam. Namun, dengan strategi yang tepat dan latihan konsisten, semuanya bisa diatasi,” katanya.

Ia menegaskan, kunci meraih prestasi terletak pada konsistensi latihan, disiplin, menjaga kesehatan, serta sikap rendah hati.

Selain Fajri, Tapak Suci Putera UM Bandung juga berhasil menyabet gelar Juara Umum 1 Kategori Dewasa, melalui sumbangan medali emas dari Fajri Rozikin (Prodi Ekonomi Syariah) dan Zahra Nur Sabilah (Prodi Ekonomi Syariah).

Sementara itu, medali perunggu berhasil dipersembahkan oleh Muhammad Zen (Prodi Teknik Elektro), Ivan Adinata (Prodi Pendidikan Agama Islam), dan Yuni Oktaviani (Prodi Akuntansi).

Rangkaian prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya lahir dari bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Kerja keras, dedikasi, dan doa menjadi kunci utama yang akan selalu membawa pencapaian gemilang bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.***(FK)

Administrator

Kupas Bahaya Kenakalan Remaja, Dosen UM Bandung Jadi Narasumber Education and Talk

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Prodi PAI UM Bandung Dra Hj Mukhlishah MAg Mengatakan bahwa remaja merupakan fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang penuh warna sekaligus tantangan yang tidak mudah. 

Rasa ingin tahu yang besar sering kali mendorong mereka untuk mencoba hal-hal baru, baik yang berdampak positif maupun negatif.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Education and Talk bertema “Kenakalan Remaja dan Masa Depan” yang digelar di SMP Pasundan 9 Bandung, Kamis (28/8/2025).

Acara tersebut merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung kelompok 2 Sukahaji yang berlangsung di Kelurahan Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Dalam paparannya, Mukhlishah menegaskan bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku menyimpang dari norma agama, sosial, maupun hukum.

Bentuk kenakalan itu beragam, mulai dari bolos sekolah, merokok, tawuran, bullying, pacaran tidak sehat, hingga kecanduan game yang dinilai sangat berbahaya.

Menurutnya, berbagai penyimpangan tersebut tidak lepas dari sejumlah faktor penyebab. Di antaranya adalah kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk, serta lemahnya iman dan takwa yang semestinya menjadi fondasi utama seorang muslim.

Lebih lanjut, Mukhlishah juga menyoroti bagaimana Islam memberikan pandangan terhadap perilaku menyimpang pada remaja. Ia menekankan pentingnya akhlakul karimah atau akhlak mulia sebagai pegangan hidup sehari-hari.

Ia pun mengutip beberapa ayat Al-Quran, di antaranya QS Al-Baqarah ayat 168 yang melarang mengikuti langkah-langkah setan dan QS Al-Isra ayat 32 yang menegaskan larangan keras mendekati zina.

“Sebetulnya Islam sudah memberikan panduan jelas agar remaja menjauhi hal-hal yang merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Semua itu demi menjaga kehormatan dan masa depan mereka,” ujar Mukhlishah di hadapan para siswa.

Menutup pemaparannya, ia membagikan sejumlah tips praktis untuk mencegah kenakalan sekaligus menyiapkan masa depan yang cerah.

Di antaranya meningkatkan iman dan takwa, pandai memilih teman, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, serta berani menolak ajakan yang tidak baik.

“Masa depan kalian ditentukan oleh pilihan hari ini. Jangan ragu untuk memperbaiki diri,” pesannya.

Kegiatan yang dihadiri puluhan siswa SMP Pasundan 9 itu berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Para peserta tampak serius menyimak penjelasan bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Respon positif ini menunjukkan bahwa topik kenakalan remaja sangat relevan dengan kehidupan mereka.

Melalui edukasi semacam ini, diharapkan generasi muda semakin bijak menghadapi godaan pergaulan serta lebih mantap dalam menapaki masa depan yang gemilang.***(FA)

Administrator

Stunting Jadi Sorotan, UM Bandung Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua PAUD

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula Tahun 2025.

Program ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan gizi anak usia dini melalui pemberdayaan guru PAUD, yang dilaksanakan pada 2 dan 19 Agustus 2025.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Guru Pos PAUD Anak Juara Melalui Inovasi Edukasi Gizi Seimbang dan Pendekatan Psikologi Pendidikan untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini” ini akan berlangsung hingga November 2025.

Program tersebut mendapat dukungan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua tim, Mae Amelianawati, menjelaskan bahwa tingginya angka stunting di Kelurahan Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, menjadi latar belakang kegiatan ini.

POS PAUD Anak Juara menjadi salah satu lembaga yang terdampak, di mana sebagian besar siswanya mengalami kondisi stunting.

“Stunting tidak hanya dipicu kekurangan gizi, tetapi juga terkait kesehatan mental anak sejak dini. Faktor pola asuh orang tua, pola pembelajaran di sekolah, hingga hubungan keduanya sangat berpengaruh. Karena itu, kami menghadirkan edukasi gizi seimbang serta pendekatan psikologi pendidikan bagi guru dan orang tua,” ujar Mae.

Program ini melibatkan dosen lintas bidang, seperti Saepul Adnan dari Prodi Teknologi Pangan dan Esty Faatinisa dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Selain itu, dua mahasiswa, Desinta Agustina Nindi dan Zahra Putri Aulia, turut berkontribusi aktif dalam mendukung kegiatan.

Mae menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental-emosional.

Ia berharap program ini bisa mengurangi angka stunting, sekaligus memperkuat kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak.

Sebagai tindak lanjut, tim dosen menyusun buku panduan “Cerdas Memilih Makanan Halal dan Sehat untuk Sang Buah Hati” yang dibagikan kepada orang tua.

Mereka juga menyiapkan piramida makanan untuk media belajar anak dan modul khusus bagi guru PAUD agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.***(FA)

Administrator

Ana Tri Rahayu Raih IPK 3,98, Jadi Lulusan Terbaik Wisuda ke-8 UM Bandung

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wisuda ke-8 Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung yang digelar pada Minggu (24/8/2025) menjadi momen penuh kebahagiaan bagi para wisudawan dan wisudawati.

Perjuangan panjang menempuh pendidikan selama empat tahun akhirnya berbuah manis dengan dikukuhkannya 124 lulusan dari empat fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Agama Islam.

Salah satu momen istimewa pada wisuda kali ini adalah terpilihnya Ana Tri Rahayu, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sebagai lulusan terbaik dengan raihan IPK hampir sempurna, yakni 3,98.

Ana mengaku tidak menyangka bisa meraih prestasi tersebut.

“Alhamdulillah, tidak menyangka. Speechless, senang, dan bahagia dapat mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Bandung,” ungkapnya penuh haru.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa belajar di UM Bandung yang memiliki fasilitas memadai, gedung megah, serta lingkungan yang estetik dengan keberadaan Masjid Raya Al-Jabbar di sekitarnya.

“UM Bandung tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai keislaman dan toleransi,” jelasnya.

Ana menuturkan, kunci keberhasilannya meraih IPK tertinggi adalah semangat belajar yang tidak pernah padam.

“Tipsnya, memang harus semangat, terus belajar, dan jangan pantang menyerah,” ujarnya.

Meski sempat merasa belum mampu di awal perkuliahan, Ana tetap berusaha maksimal dalam mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik.

“Kalau kita merasa belum bisa, itu tidak apa-apa. Yang penting tetap berusaha, pasti bisa melewati semuanya,” tambahnya.

Lebih jauh, Ana berpesan kepada calon mahasiswa baru UM Bandung agar selalu menjaga semangat belajar serta tidak gentar menghadapi kendala, termasuk persoalan ekonomi.

“Kalau pun ada hambatan finansial, jangan takut. Di UM Bandung banyak beasiswa yang siap membantu kalian,” tandasnya.***(FK)

Administrator

Program Mengaji Tumbuhkan Kecintaan Anak-anak Cikole pada Al-Quran

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Mengajar ngaji di TPA Masjid Al-Hikmah merupakan langkah inovatif dalam membentuk karakter islami sekaligus meningkatkan kecintaan anak-anak Desa Cikole terhadap Al-Quran.

Melalui program ini, anak-anak yang sebelumnya hanya belajar sebatas hafalan dapat dibimbing untuk membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran secara lebih mendalam.

Kegiatan ini tidak hanya mendorong kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli pada pendidikan agama. Namun, menanamkan nilai akhlak mulia yang akan mendukung kesejahteraan rohani dan sosial mereka.

Dengan demikian, program mengaji di TPA Masjid Al-Hikmah mampu menjadi solusi nyata untuk membangun generasi qurani yang berilmu dan berakhlak.

Istilah mengaji tidak hanya sebatas membaca Al-Quran, tetapi bagian dari pembinaan iman, ibadah, dan akhlak. Secara umum, mengaji merupakan salah satu cara umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pembelajaran membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Quran.

Dalam bahasa sehari-hari di Indonesia, kegiatan mengaji sering diartikan sebagai belajar agama di masjid atau TPA. Anak-anak dibimbing agar memiliki bekal ilmu agama sejak dini yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengingat pentingnya pembinaan membaca Al-Quran sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) Kelompok 11 Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, mengadakan program bimbingan mengaji di TPA Masjid Al-setiap Senin dan Rabu.

M Rizky Juliansyah selaku penanggung jawab kelompok 11 dalam kegiatan mengaji menyampaikan bahwa pembinaan Al-Quran bagi anak-anak merupakan bukti pentingnya menjaga generasi muda agar tumbuh dengan iman dan akhlak yang baik.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi anak-anak dalam memperbaiki bacaan Al-Quran, memahami tajwid dasar, menghafalkan surat-surat pendek, dan menanamkan adab islami dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Dia menerangkan bahwa kegiatan mengajar mengaji ini mendapat sambutan hangat dari pihak pengurus masjid maupun para orang tua santri di TPA Masjid Al-Hikmah.

Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mulai dari mendengarkan bimbingan hingga mencoba mempraktikkan secara langsung bacaan Al-Quran, tajwid, hingga doa-doa harian.

Guru mengaji di TPA memberikan apresiasi positif karena program ini dinilai mampu menambah wawasan keagamaan sekaligus menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya mencintai dan mempelajari Al-Quran.

"Partisipasi yang tinggi dari kedua belah pihak menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar membaca. Namun, menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya gemar mengaji di kalangan anak-anak Desa Cikole," katanya.

Dia pun berharap edukasi mengaji ini dapat meningkatkan semangat santri TPA Masjid Al-Hikmah untuk lebih rajin dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran.

Dengan adanya pembiasaan sejak dini, anak-anak tidak hanya belajar melafalkan ayat-ayat suci, tetapi memahami adab dan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain itu, program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan membentuk karakter religius yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan," tandasnya.***

Administrator