Berita

Diawali Penelitian, UM Bandung Siap Wujudkan PCM dan PRM Unggul

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah di wilayah Bandung Raya.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor III UM Bandung, Zamah Sari, dalam acara desiminasi pendataan cabang dan ranting di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung, Selasa (19/08/2025).

Menurut Zamah, komitmen UM Bandung bukan sekadar pencatatan di atas kertas, melainkan langkah nyata menghadirkan cabang dan ranting yang unggul.

“Harapannya, saat muktamar Muhammadiyah nanti, ada capaian yang bisa dibanggakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim peneliti UM Bandung telah memetakan kondisi riil cabang dan ranting Muhammadiyah di Bandung Raya.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi peta jalan untuk menghidupkan kembali peran cabang dan ranting agar lebih eksis serta mampu memberi pencerahan bagi umat.

Selain itu, Zamah mendorong putra-putri pengurus Muhammadiyah di Bandung Raya untuk memanfaatkan beasiswa yang ditawarkan UM Bandung.

Kampus dengan empat fakultas dan delapan belas program studi ini juga membuka kesempatan bagi pimpinan Muhammadiyah melanjutkan pendidikan di Pascasarjana Manajemen.

Hasil penelitian yang dilakukan selama beberapa bulan dituangkan dalam sebuah buku.

Dari riset tersebut terungkap adanya cabang dan ranting yang masih berkategori merah, sementara sebagian lainnya sudah sangat maju, seperti PCM Sukajadi Kota Bandung.

Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi antara pengurus Muhammadiyah tingkat daerah, cabang, dan ranting.

Mereka memberikan masukan kepada PWM Jawa Barat sekaligus mengapresiasi langkah UM Bandung yang serius mendata serta meneliti perkembangan cabang dan ranting Muhammadiyah.

Ratusan pengurus PDM, PCM, dan PRM memenuhi Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung untuk meneguhkan semangat bersama memberdayakan cabang dan ranting Muhammadiyah.

Acara ini terlaksana melalui kolaborasi UM Bandung dan LPCRPM PWM Jawa Barat, serta dihadiri Wakil Rektor I Hendar Riyadi, Wakil Ketua PWM Jawa Barat Jamjam Erawan, Ketua LPCRPM PWM Jawa Barat Nasihin, para Ketua PDM se-Bandung Raya, dan perwakilan PTMA di Jawa Barat.***(FA)

Administrator

UM Bandung Peringati HUT ke-80 RI, Rektor: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Semangat Perjuangan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir utama kampus tersebut diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dari berbagai program studi.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah.

"Bangsa ini bisa merdeka berkat perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan. Kini tugas kita adalah menjaga serta mengisi kemerdekaan dengan semangat yang sama," ujar Herry di hadapan peserta upacara.

Peserta upacara pun diajak untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara itu, nilai perjuangan dapat terus terwariskan kepada generasi muda.

Peringatan HUT RI ke-80 mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.”

Tema ini, menurut Rektor, menjadi pengingat bahwa persatuan, kerja keras, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapai cita-cita besar bangsa.

"Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai bila semua lapisan masyarakat, termasuk kita di UM Bandung, mau berkontribusi nyata,” tegasnya.

Upacara bendera ini juga dimanfaatkan UM Bandung untuk memperkuat komitmen transformasi pendidikan.

"Tentu ini juga menjadi pengingat kita untuk meningkatkan mutu akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang terus ditekankan sebagai pilar utama," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyebut UM Bandung bukan hanya tempat belajar dan bekerja, tetapi juga wadah pembentukan karakter.

"Universitas harus mampu melahirkan generasi penerus yang unggul, berakhlak mulia, serta siap bersaing di tingkat global. Semangat kemerdekaan menjadi inspirasi kita untuk membawa UM Bandung menuju masa depan gemilang," ungkapnya.

Ia juga mengajak civitas akademika meneladani kiprah tokoh Muhammadiyah yang telah memberi kontribusi nyata bagi bangsa sejak awal kemerdekaan.

"Peringatan HUT ke-80 RI ini harus kita jadikan momentum memperkuat komitmen dalam mewujudkan visi UM Bandung sekaligus memberi kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.***(FK)

Administrator

Era Digital Butuh Pemimpin Berbasis Nilai Profetik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Lembaga Pondok Pesantren Muhammadiyah PWM Jawa Barat, Agus Abdul Rahman, menegaskan bahwa dunia pasca kampus membuka berbagai pilihan bagi para lulusan.

Ia menyebut, setelah wisuda para lulusan bisa melanjutkan kuliah, bekerja, berwirausaha, hingga membangun keluarga.

“Pertanyaan paling mendasar setelah wisuda adalah apa yang akan dilakukan? Apakah akan melanjutkan kuliah, melamar pekerjaan, berwirausaha, atau menikah?” ujarnya saat menjadi pemateri dalam Baitul Arqam Purna Studi di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Kamis (14/08/2025).

Agus kemudian memaparkan konsep prophetic leadership yang dinilainya sangat relevan di era digital saat ini.

“Kepemimpinan adalah sebuah amanah dan harus dipertanggungjawabkan, Allah yang memberikan dan Allah pula yang dapat mencabutnya,” tegasnya mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim serta QS. Ali Imran ayat 26.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan profetik memiliki misi mulia, yakni menebar kasih sayang bagi alam semesta sekaligus menyempurnakan akhlak manusia.

Agus juga mengingatkan bahwa kepemimpinan di era digital menuntut kemampuan adaptasi, pemanfaatan teknologi, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Mengakhiri pemaparannya, ia berpesan agar lulusan UM Bandung mampu mengintegrasikan nilai profetik dengan keterampilan digital untuk menjawab tantangan zaman.***(FA)

Administrator

Integrasi Keilmuan Jadi Kunci Strategis Universitas Islam

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Wakil Ketua PWM Jawa Barat Wahyu Srigutomo menegaskan bahwa integrasi keilmuan merupakan kebutuhan strategis bagi universitas Islam, termasuk Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. 

Pernyataan ini ia sampaikan dalam kegiatan Baitul Arqam Purna Studi yang digelar LPPAIK UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (14/8/2025), di hadapan ratusan calon wisudawan.

Dalam pemaparannya, Wahyu mengajak peserta meneladani warisan intelektual Islam yang pernah melahirkan pusat-pusat keilmuan seperti Baitul Hikmah dan Universitas Al-Qarawiyyin.

Pada masa itu, ilmu agama dan sains modern hidup berdampingan tanpa dikotomi. Mengutip Seyyed Hossein Nasr, ia menegaskan bahwa Islam tidak pernah mengenal konflik mendasar antara agama dan sains.

Wahyu menjelaskan paradigma integrasi-interkoneksi yang diperkenalkan M Amin Abdullah, yakni menghubungkan kembali disiplin-disiplin ilmu yang terpisah.

Ia juga mengutip pandangan Syed M Naquib Al-Attas tentang konsep ta’dib, bahwa pendidikan sejati bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga penanaman adab.

Lebih lanjut, Wahyu mengaitkan visi Muhammadiyah sebagai Islam Berkemajuan dengan pengembangan UM Bandung menuju Islamic Technopreneurial University.

Konsep ini memadukan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dengan sains, teknologi, dan kewirausahaan. Menurutnya, amal saleh berlandaskan nilai Islam akan melahirkan kehidupan yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sesi studi kasus, Wahyu mencontohkan penerapan integrasi keilmuan di UIN Sunan Kalijaga dan pada prodi PAI UM Bandung yang menggabungkan nilai keislaman, teknologi pendidikan, dan edupreneurship.

Ia juga mengutip Azyumardi Azra yang menekankan pentingnya menjaga tradisi sekaligus berinteraksi dengan modernitas.

Ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan bukan hanya membangun kembali masa lalu, tetapi juga merekonstruksi pemikiran untuk menjawab kebutuhan zaman.

Sains, kata Wahyu, harus melayani nilai, dan nilai harus menuntun sains. Mahasiswa diharapkan menjadi penghubung antara ayat kauniah (alam) dan ayat qauliah (wahyu).

Wahyu menutup dengan pesan agar lulusan UM Bandung menjadi agen perubahan yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi membangun peradaban.

Memadukan kekuatan nilai Islam dan sains modern, menurutnya, adalah kunci melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan global.***(FA)

Administrator

Tujuh Karakter Kunci Sarjana UM Bandung untuk Sukses di Masyarakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Menjelang wisuda akhir Agustus 2025, Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Herry Suhardiyanto, memberikan pesan inspiratif kepada ratusan mahasiswa peserta Baitul Arqam Purna Studi.

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya membangun karakter unggul yang selaras dengan nilai-nilai Islami berkemajuan agar para lulusan mampu memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.

Herry memaparkan tujuh karakter utama yang harus dimiliki sarjana. Pertama, selalu mengingat Allah dan berpikir mendalam dalam kondisi apa pun. Menurutnya, pemahaman yang tepat terhadap masalah akan memudahkan dalam merumuskan solusi yang efektif, termasuk memilih strategi dan metode yang sesuai.

Kedua, lulusan harus menjadi agent of change atau agen perubahan. Hal ini berarti berperan aktif mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan berlandaskan nilai kebenaran. Herry menegaskan, lingkungan akademik UM Bandung sudah menjadi wadah yang mendukung lahirnya para agen perubahan tersebut.

Karakter ketiga adalah kemampuan membangun sistem yang kokoh. Ia menggambarkannya seperti struktur bangunan yang terdiri dari fondasi, kolom, balok, dinding, dan atap yang saling menopang. Dengan sistem yang baik, setiap elemen dalam organisasi dapat berfungsi optimal.

Keempat, mengutamakan mutu dalam setiap pekerjaan. Menurut Herry, mutu tercapai ketika hasil kerja melebihi ekspektasi. Budaya menjaga mutu harus melekat dalam setiap individu dan institusi agar dapat bersaing di berbagai bidang.

Kelima, memperhatikan efisiensi. Dengan sumber daya yang terbatas, setiap keputusan harus sejalan dengan strategi, peningkatan kinerja, dan perluasan manfaat. Efisiensi bukan sekadar berhemat, tetapi memastikan semua sumber daya digunakan secara optimal untuk hasil terbaik.

Terakhir, dua karakter penutup adalah komitmen untuk mencapai kinerja terbaik dan melahirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Herry mengingatkan, keberhasilan sejati bukan hanya terlihat dari laporan atau output administratif, tetapi dari dampak positif yang dirasakan umat. 

Oleh karena itu, Rektor berharap lulusan UM Bandung membawa ilmu dan karakter ini ke dunia kerja, sehingga mampu menjadi bagian dari khairu ummah yang menebar keberkahan.***

Administrator

Dadang Kahmad Minta Pemimpin Terbuka terhadap Kritik dan Saran

UMBANDUNG.AC.ID, Yogyakarta  -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad berharap pejabat publik baik di pemerintah pusat maupun di daerah harus pandai berkomunikasi yang baik dan arif dengan masyarakat.

“Setiap langkah harus dibicarakan secara intens dengan perwakilan masyarakat, jangan one man show, sehingga membuat kebijakan yang ugal-ugalan,” tegas Dadang pada Kamis (14/08/2025).

Ia menambahkan bahwa proses komunikasi yang sehat akan mencegah munculnya kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan.

Menurut tokoh Muhammadiyah yang juga Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung ini, kebijakan yang lahir dari dialog akan lebih mudah diterima dan dijalankan bersama.

“Kita ini negara demokrasi, bukan kerajaan. Pemerintah dan masyarakat adalah mitra sehingga setiap keputusan harus mempertimbangkan aspirasi rakyat,” ujar Dadang.

Dadang juga mengingatkan bahwa pemimpin harus bersikap terbuka terhadap kritik dan saran serta mengedepankan etika dalam menyampaikan informasi.

“Kalau rakyat diajak bicara, didengar pendapatnya, insyaallah akan lebih mendukung program pemerintah,” tutupnya.***

Administrator