Berita

Dosen PIAUD UM Bandung Raih Beasiswa PhD di Universiti Muhammadiyah Malaysia

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menorehkan prestasi melalui salah satu dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Lilis Lismarina. Dosen muda ini berhasil meraih beasiswa S3 di Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) untuk program PhD in Education, yang didanai Pimpinan Pusat Muhammadiyah Scholarship.

Sejak lama Lilis memimpikan melanjutkan studi S3 segera setelah lulus S2. Kesempatan itu datang setelah ia mengikuti sosialisasi pra-PhD UMAM di awal 2025. Melalui proses pendaftaran, wawancara, dan seleksi, ia akhirnya dinyatakan lolos. Bahkan, Letter of Acceptance (LoA) dari UMAM sudah ia terima sebelum wawancara beasiswa berlangsung.

Menurut Lilis, publikasi karya ilmiah memang bukan syarat wajib, namun menjadi nilai tambah dalam kelulusannya. Perjalanan ini tak selalu mulus—ia sempat mendaftar Program Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) namun terhenti karena kendala teknis. Tak disangka, kabar gembira justru datang dari beasiswa Muhammadiyah.

“Dulu saya bercita-cita bisa S3 di usia 25-an, sekarang baru mulai di usia 29. Alhamdulillah, ini tetap pencapaian besar yang saya syukuri,” ujar Lilis di UM Bandung, Selasa (12/08/2025).

Ia berharap semakin banyak dosen UM Bandung yang melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Baginya, kualitas sumber daya dosen adalah kunci mencetak pemimpin bangsa yang unggul.

Dengan beasiswa ini, Lilis semakin termotivasi untuk mengabdi melalui perkuliahan dan riset, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan seni. Ia percaya pendidikan yang berkualitas tak hanya mencetak individu cerdas, tetapi juga mencerahkan masa depan bangsa.

“Semoga langkah kecil ini memberi dampak besar bagi anak-anak Indonesia di masa depan,” tutupnya.

Administrator

Kondisi Emosional Anak Indonesia Memprihatinkan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kondisi emosional anak-anak Indonesia saat ini dinilai mengkhawatirkan. Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung, Dr Irianti Usman MA, menegaskan bahwa di era disrupsi, pola pengasuhan menjadi faktor krusial yang memengaruhi perkembangan anak secara signifikan.

Dalam Seminar “Motekar” yang digelar Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (8/8/2025), Irianti memaparkan data tahun 2024 yang mencatat lebih dari 570 kasus kekerasan dan masalah perilaku anak.

“Itu belum termasuk kasus yang tidak tercatat. Banyak anak emosinya labil, bahkan sampai melakukan tindakan ekstrem seperti pembunuhan,” ujarnya.

Ia mencontohkan film Adolescence yang menggambarkan seorang remaja berusia 13 tahun membunuh teman sekelasnya karena di-bully di media sosial.

Tokoh tersebut gagal meregulasi emosi akibat meniru perilaku sang ayah. Fenomena serupa, kata Irianti, juga terjadi di dunia nyata, seperti kasus di Bandung di mana seorang anak membunuh gurunya menggunakan gunting.

“Ini hanya sebagian kecil dari fakta di lapangan. Kita sedang menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.

Paparan pornografi juga menjadi perhatian. Irianti menyebut, konten tersebut merusak pola pikir dan perilaku anak.

Selain itu, data menunjukkan 75 persen kasus bunuh diri remaja laki-laki dipicu hal-hal yang dianggap sepele, seperti tidak dibelikan sepatu atau perundungan.

Menurutnya, persoalan ini butuh penanganan jangka panjang yang konsisten.

Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki tiga unsur penting: pikiran, tubuh, dan jiwa. Namun, banyak orang tua hanya memenuhi kebutuhan fisik, mengabaikan aspek mental dan spiritual.

Akibatnya, anak mencari pengakuan di media sosial, bahkan rela melakukan hal yang tak bermanfaat demi validasi, seperti berjoget di TikTok. 

“Orang tua tidak cukup hanya memberi nasihat tanpa teladan. Memilih pasangan sebelum menikah adalah langkah awal membangun generasi sehat,” tambahnya.

Minimnya interaksi langsung di tengah paparan gawai berlebihan, menurutnya, turut menghambat perkembangan sosial emosional anak.

Ia menawarkan solusi berupa pelatihan mengenali emosi, terapi bermain, konseling keluarga, serta pembiasaan perilaku prososial seperti salam, tolong, maaf, dan terima kasih.

Irianti menegaskan, anak adalah peniru yang baik, bukan pendengar yang baik.

Oleh karena itu, orang tua dan pendidik harus menjadi contoh dalam mengelola emosi, mengembangkan empati, dan membangun hubungan sosial yang positif. 

“Generasi unggul bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan emosi dan sosial. Itulah investasi terbesar untuk masa depan bangsa,” tutupnya.***

Administrator

FST UM Bandung Optimalkan Kunjungan ke IEAE untuk Bekal Inovasi Mahasiswa

UMBANDUNG.AC.ID, Jakarta -- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melakukan kunjungan ke Indonesia Internasional Electronics & Smart Appliances Expo (IEAE) pada Jumat (08/08/2025). Pameran teknologi berskala internasional ini berlangsung di Jakarta Internasional (JI) Expo. 

Program studi dari FST yang ikut kunjungan antara lain Teknik Industri, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika.

Wakil Dekan FST UM Bandung Jaya Kuncara Rosa Susila mengungkapkan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat perkembangan teknologi terkini.

”Kami mengajak para mahasiswa kami untuk melihat bagaimana sih teknologi sekarang yang terimplementasikan di home appliances,” ucap Jaya.

Ia menjelaskan bahwa pameran tersebut menampilkan beragam teknologi rumah tangga dan kebutuhan lainnya yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan internasional.

”Jadi, pada pameran ini kita melihat berbagai teknologi, mulai dari smart farming dan teknologi terkait dengan komputer dan komputasi, dan seterusnya,” jelasnya.

Jaya berharap kegiatan ini dapat memacu kesadaran mahasiswa untuk melek teknologi, khususnya teknologi yang dapat diterapkan dalam tugas akhir perkuliahan.

”Tentu kami berharap para mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UM Bandung bisa termotivasi untuk mengimplementasikan teknologi maju itu dalam keilmuan masing-masing prodi,” terang Jaya.

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati secara langsung berbagai produk teknologi yang dipamerkan.

Salah satunya adalah Arga Faza Anotra, mahasiswa Prodi Teknik Elektro, yang merasa terinspirasi setelah mengikuti kegiatan ini.

Menurut Arga, pameran ini membuka wawasan mahasiswa terkait tren perkembangan teknologi dunia.

”Menurut saya acara ini sangat bagus sekali untuk mencari ide ataupun produk sendiri,” ungkap Arga.

Ia menambahkan bahwa pameran ini juga dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan kreativitas dalam menciptakan produk teknologi yang inovatif.

”Produk-produk di sini terbilang bagus-bagus dan harganya pun terjangkau,” kata Arga.

Arga pun berharap, dirinya dan mahasiswa lainnya dapat menciptakan produk lokal yang mampu bersaing dengan industri internasional.

”Semoga ke depannya kita dapat membuat produk sendiri yang melokal, harganya terjangkau, tetapi kecanggihannya juga bagus seperti industri-industri internasional ini,” tandasnya.***(FK)

Administrator

Festival Motekar PIAUD UM Bandung, Meriahkan Hari Anak dengan Edukasi dan Budaya

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, riuh oleh tawa anak-anak pada Jumat-Sabtu (08-09/08/2025).

Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) bersama mahasiswa kembali menggelar Festival Hari Anak “Motekar” bertema Ngamumule Kabudayaan Karuhun Minangka Pangladen Jati Diri Bangsa.

Festival tahunan ini memadukan keceriaan, pelestarian budaya, dan pembelajaran kreatif.

Selain berbagai permainan tradisional, acara juga menghadirkan seminar Hari Anak dengan narasumber Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Irianti Usman.

Ketua Panitia Reza Syahri Ramdani menyebut seminar ini sebagai upaya menjawab tantangan kondisi anak usia dini yang dinilainya kian memprihatinkan.

Tak hanya seminar, lomba mewarnai bagi anak-anak TK se-Kota Bandung turut memeriahkan suasana.

Peserta terlihat antusias, mulai dari menuangkan kreativitas di atas kertas hingga mencoba alat peraga edukatif karya mahasiswa PIAUD UM Bandung. 

Ketua Prodi PIAUD Dian Kusumawati mengapresiasi kegiatan ini karena memadukan edukasi, budaya, dan kebersamaan keluarga—sesuatu yang jarang ditemui di Kota Bandung.

Dian berharap, Motekar memberi manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak.

Uniknya, gelaran ini juga menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester mahasiswa untuk mata kuliah pengembangan sosial, emosi, moral, serta fisik motorik anak usia dini.

Sekretaris Prodi PIAUD Isya Siti Aisyatul Mbz menambahkan bahwa semua permainan yang dipamerkan adalah hasil karya mahasiswa semester 1 hingga 6.

Ia berharap Motekar semakin dikenal luas sebagai wadah mengenalkan permainan tradisional, media belajar anak usia dini, dan sumber inspirasi bagi guru-guru PAUD.***

Administrator

FST UM Bandung Perkuat Mutu Lulusan Hadapi Tantangan Era Industri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan yudisium ke-13 dan 14 pada Kamis (7/8/2025) dengan khidmat. Acara yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang ini digelar di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung.

Dalam yudisium kali ini, FST UM Bandung meluluskan sebanyak 153 mahasiswa dari tujuh program studi, yakni Agribisnis, Farmasi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknologi Pangan, dan Bioteknologi. Momen ini menjadi langkah awal para lulusan sebelum terjun ke tengah masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.

Dekan FST UM Bandung, Arief Yunan, menyebut yudisium sebagai salah satu momen bersejarah yang patut dirayakan. “Hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberhasilan dan pencapaian kalian semua. Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras Anda, tetapi juga berkat dukungan keluarga, dosen, staf fakultas, dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa FST berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Arief meyakini para lulusan akan menjadi agen perubahan positif yang membawa dampak bagi masyarakat serta berkontribusi signifikan di bidang sains dan teknologi. “Jadilah pemimpin yang inovatif dan berintegritas di bidang masing-masing,” pesannya.

Sebagai fakultas yang telah berusia delapan tahun, FST terus melakukan inovasi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Arief menambahkan, pihaknya berkomitmen memperkuat kualitas lulusan agar siap menghadapi tantangan era industri sekaligus membentuk pribadi profesional yang berbasis nilai al-Islam dan kemuhammadiyahan.

FST memiliki tujuan menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa wirausaha, serta bersikap profesional untuk memajukan kehidupan bangsa. Visi ini sejalan dengan visi UM Bandung untuk menjadi fakultas unggul dan berkontribusi nyata dalam pengembangan sains dan teknologi berbasis nilai Islam.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, FST mengusung dua indikator utama, yaitu pencapaian akreditasi terbaik dari BAN-PT atau LAM, serta integrasi keilmuan dengan nilai Islam di setiap mata kuliah pada semua program studi. “Dengan visi ini, kami berharap dapat menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, berdaya saing global, dan berkarakter Islam,” tutup Arief.***

Administrator

UM Bandung-BJB Syariah Kolaborasi Kembangkan Teknologi dan Kewirausahaan Islami

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Syariah (Bank BJB Syariah) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (05/08/2025).

Penandatangan MOU tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi di bidang pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan berbasis syariah. Pertemuan penting ini dilangsungkan di ruang rapat lobi utama UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyambut baik kolaborasi ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem technopreneurial kampus berbasis nilai-nilai Islam.

“Kita memulai kembali kerja sama antara UM Bandung dan BJB Syariah. Bagi saya, BJB Syariah merupakan perbankan yang tangguh dan inovatif,” ujar Herry.

Ia menegaskan bahwa UM Bandung hadir sebagai kampus yang dibangun dengan dukungan penuh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Kita tidak hanya mengejar mutu secara akademik, tetapi juga mendorong agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika UM Bandung untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan dan kebutuhan zaman.

Ia menekankan bahwa visi islamic technopreneurial university harus tercermin dalam setiap langkah nyata kampus, termasuk dalam menjalin kemitraan strategis seperti ini.

Akses magang

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahdi mengungkapkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan. 

"Kami menyadari pentingnya sektor pendidikan sebagai mitra strategis. Oleh karena itu, kami prioritaskan kerja sama ini untuk melahirkan kolaborasi yang tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi berdampak bagi masyarakat luas,” katanya.

Arief juga menambahkan bahwa mahasiswa UM Bandung akan mendapat akses magang untuk mengenal lebih dalam dunia perbankan syariah. 

"Kami siap memfasilitasi mahasiswa yang ingin belajar langsung tentang perbankan. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi di bidang teknologi dan penguatan keamanan digital," jelasnya.

Dengan memiliki 63 jaringan kantor di berbagai daerah, BJB Syariah membuka diri terhadap berbagai inovasi bersama kampus. 

Arief berharap kerja sama ini mampu menghasilkan terobosan yang tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi edukasi dan pengembangan generasi muda yang melek teknologi.***(FK)

Administrator