Berita

Dari Fotografi Hingga Puisi, Mahasiswa UM Bandung Unjuk Gigi di APIK-PTMA 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Cirebon -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa UM Bandung.

Lima mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dalam ajang perlombaan yang digelar APIK-PTMA. 

Kegiatan ini digelar di UMC dari Minggu-Selasa (22–24/06/2025).

Mahasiswa yang meraih prestasi tersebut di antaranya Ainy Zahira Ramadhani yang sukses meraih juara dua dalam lomba public relation campaign.

Kemudian, Kaisan Nailus Syarof mencatatkan prestasi ganda dengan menyabet juara satu enviromental photography dan juara dua cityscape photography.

Selain itu, Syakira Azka Putri Atmanagara berhasil meraih juara tiga dalam kategori script writer digital content creator.

Sementara itu, Ilham Nurfadil menyumbangkan prestasi sebagai juara dua reportase untuk kategori narasi berita terbaik.

Tidak kalah membanggakan, Haisal Muldan berhasil meraih juara satu dalam lomba puisi.

Ainy Zahira Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi.

Namun, sebagai sarana memperluas jaringan melalui silaturahmi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia.

“Kami berharap perlombaan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik, khususnya mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi UM Bandung,” Ainy.

Total terdapat delapan delegasi dari UM Bandung yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Secara keseluruhan, ajang ini diikuti oleh sekitar 150 peserta. Meski persiapan tergolong singkat, hasil yang diraih cukup memuaskan.

Proses persiapan lomba hanya berlangsung satu hari, dimulai pada Senin pukul 18.00 hingga Selasa pukul 13.00.

Meski dengan waktu terbatas, para mahasiswa UM Bandung mampu menampilkan karya terbaiknya.

Ainy juga bertekad untuk terus mengasah keterampilan sesuai dengan jurusan yang mereka tekuni saat ini.

Dia dan juga tim yang lain ingin menjajal uji kompetensi di tingkat internasional guna memperluas cakrawala dan meningkatkan daya saing.

Menurut Ainy, kompetisi seperti ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas karena peserta dituntut untuk merancang konsep dan menyelesaikan tantangan dalam waktu singkat.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut sebagai wadah pembinaan mahasiswa komunikasi secara nasional.***(FA)

Administrator

Universitas Prabumulih Studi Banding ke UM Bandung

UMBANDUNG.AC.DI, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menerima kunjungan edukatif dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prabumulih, Kota Palembang, pada Selasa, 24 Juni 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan ini disambut hangat oleh civitas akademika FEB UM Bandung.

Kunjungan tersebut menjadi ajang penting dalam mempererat hubungan akademik antarperguruan tinggi, khususnya antara dua fakultas ekonomi di Indonesia.

Sebanyak 150 peserta dari Universitas Prabumulih hadir dalam kegiatan ini, yang terdiri atas mahasiswa Prodi Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis Digital, serta para dosen dan ketua program studi masing-masing.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program studi banding yang bertujuan untuk meningkatkan mutu akreditasi, memperluas wawasan keilmuan, dan memperkaya pengalaman sivitas akademika.

Para peserta juga diharapkan dapat memahami lebih dalam tentang tata kelola akademik dan pengembangan tridarma perguruan tinggi di UM Bandung.

Dekan FEB UM Bandung Ia Kurnia menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan dari Universitas Prabumulih.

Ia mengaku merasa terhormat kampusnya dipilih sebagai tujuan studi banding dan berharap kunjungan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Ia Kurnia menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus.

Menurutnya, kemajuan fakultas tidak bisa dicapai secara individual, melainkan melalui kerja sama, baik dengan dunia industri maupun dengan sesama perguruan tinggi.

Ia juga menambahkan bahwa UM Bandung mengembangkan pendidikan berbasis catur dharma, yang tidak hanya meliputi tridarma perguruan tinggi, tetapi memasukkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Hal ini menjadi kekuatan utama kampus dalam membentuk insan akademik yang berintegritas.

Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas kampus UM Bandung.

Para peserta mendapat gambaran nyata mengenai suasana belajar, layanan akademik, serta inovasi yang diterapkan di FEB UM Bandung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara kedua institusi.***(FA)

Administrator

UM Bandung Siap Gelar Milad ke-9 dengan Penuh Semarak dan Kebersamaan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tengah bersiap menggelar puncak perayaan Milad ke-9 pada Senin, 30 Juni 2025, yang dipusatkan di kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Rangkaian acara akan melibatkan seluruh sivitas akademika dan dirancang dengan semarak penuh kegembiraan.

Wakil Rektor III UM Bandung Zamah Sari menyampaikan bahwa Milad ke-9 ini tidak sekadar seremoni tahunan.

Namun, momentum reflektif untuk mengingat kembali kontribusi sekaligus mengevaluasi capaian kampus selama sembilan tahun terakhir. 

”Perayaan milad sembilan tahun Universitas Muhammadiyah Bandung ini sekaligus menjadi ajang promosi kampus secara luas kepada masyarakat,” ujar Zamah pada Sabtu (23/06/2025).

Secara terpisah, Senin (23/06/2025), Ketua Pelaksana Milad ke-9 UM Bandung Abdul Rohim menuturkan bahwa peringatan tahun ini dirancang lebih meriah dan partisipatif sebagai bentuk syukur atas pencapaian UM Bandung.

Seluruh kegiatan disusun untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kampus.

Salah satu momen spesial dalam perayaan ini adalah pertunjukan seni tradisional sisingaan.

Kesenian khas Sunda ini akan menjadi pembuka acara dan dilakukan mulai dari gerbang utama kampus menuju lobi utama. 

Para tamu kehormatan pun akan diarak menggunakan sisingaan sebagai simbol perjalanan dan perjuangan kampus selama sembilan tahun.

Tidak hanya menampilkan budaya lokal, Milad ke-9 UM Bandung juga akan diramaikan berbagai perlombaan olahraga, seperti tenis meja, catur, voli, futsal, dan badminton.

Semua fakultas, prodi, dan unit kerja didorong untuk berpartisipasi aktif guna menunjukkan sportivitas dan mempererat kebersamaan.

Pada sisi lain, perlombaan akademik juga akan digelar, seperti lomba esai ilmiah, poster ilmiah, dan konten promosi digital.

Abdul Rohim menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas untuk menunjukkan daya pikir kritis dan inovatif dalam menyampaikan pesan edukatif kampus.

Menambah keunikan acara, panitia juga akan menggelar lomba memancing di area khusus di lingkungan kampus.

Kegiatan ini ditujukan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk bersantai sekaligus mempererat relasi antarelemen kampus dalam suasana yang menyenangkan.

Selain itu, bazar kampus pun akan digelar, menampilkan produk mahasiswa, UMKM binaan, hingga kuliner daerah.

Puncak acara juga akan menghadirkan tokoh nasional dan sesepuh Muhammadiyah Jawa Barat sekaligus para pendiri.

”Kami berharap peringatan milad ke-9 Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menjadi momentum kolektif untuk menguatkan semangat menjadikan kampus ini sebagai perguruan tinggi yang unggul, islami, dan berkemajuan,” katanya.***(FA)

Administrator

UM Bandung Berpartisipasi dalam Silaturahmi Nasional APIK PTMA 2025 di Cirebon

UMBANDUNG.AC.ID, Cirebon -- Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung turut ambil bagian dalam kegiatan Silaturahmi Nasional (Silat) APIK PTMA 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APIK PTMA). 

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2025, di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sebagai tuan rumah.

Silat APIK PTMA merupakan agenda tahunan yang mempertemukan dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi antarprodi dalam hal pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ketua APIK PTMA Choirul Fajri menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini dirancang lebih beragam.

Di antaranya seminar nasional, call for paper, workshop, kompetisi mahasiswa tingkat internasional, pengabdian kolaboratif, parade budaya, serta malam ramah tamah yang mempererat hubungan antarsivitas.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UMC Ida Ri’aeni mengungkapkan bahwa tema tahun ini adalah “Digitizing Local Values: Culturally-Based Inclusive Communication Strategies in the Digital Transformation Era”.

Tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal dalam era komunikasi digital yang inklusif dan adaptif.

Rektor UMC Arif Nurudin turut mengapresiasi pelaksanaan Silat APIK PTMA 2025 sebagai langkah konkret dalam penguatan kerja sama akademik.

Menurutnya, kegiatan ini bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan kurikulum dan pengelolaan prodi Ilmu Komunikasi di lingkungan PTMA.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai kampus PTMA di seluruh Indonesia, seperti UMY, Umsida, UM Buton, UMJ, UAD, UM Bandung, dan lainnya.

Bahkan, kompetisi mahasiswa turut diikuti peserta internasional dari Changchun University dan Nanjing Normal University, yang semakin menegaskan semangat APIK PTMA dalam menjalin kolaborasi global.***

Administrator

Mahasiswa UM Bandung Terima Beasiswa Pendidikan dari Rumah Zakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rumah Zakat menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp13 juta kepada 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung.

Penyerahan beasiswa ini berlangsung di Gedung Rektorat UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Bandung, pada Selasa (17/06/2025).

Kepala Cabang Rumah Zakat Kota Bandung Apriadi menyampaikan bahwa beasiswa tersebut merupakan bagian dari program dukungan pendidikan yang disalurkan melalui salah satu donatur mereka, yakni Sandiaga Salahuddin Uno.

”Hari ini kami menyalurkan program beasiswa untuk mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung. Dana ini berasal dari salah satu donatur kami, Bapak Sandiaga Uno, yang diperuntukkan bagi pendidikan,” ujar Apriadi.

Ia menambahkan bahwa meskipun nilai beasiswanya tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya sangat dirasakan oleh para mahasiswa penerima.

Apriadi juga berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa UM Bandung untuk terus belajar dan meraih prestasi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rumah Zakat atas kontribusinya dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Sandiaga Uno yang telah menitipkan hartanya untuk pendidikan melalui lembaga tersebut.

”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan staf Rumah Zakat, juga kepada Bapak Sandiaga Uno atas kepercayaan dan kontribusinya. Semoga bantuan ini memotivasi para mahasiswa untuk lebih giat menimba ilmu dan meraih cita-citanya,” ungkap Rektor.

Rektor berharap dan mendoakan agar kiprah Rumah Zakat semakin meluas dalam membantu masyarakat.

”Semoga Rumah Zakat semakin luas jangkauannya, semakin banyak zakat yang dikumpulkan, dan para muzaki mendapatkan keridaan Allah SWT serta rezeki yang terus bertambah,” tuturnya.

Sebagai informasi, Universitas Muhammadiyah Bandung didirikan pada bulan Juni tahun 2016.

Bulan ini juga UM Bandung akan merayakan milad ke-9 tahun. Kampus ini memiliki empat fakultas dengan total enam belas program studi unggulan di berbagai bidang.

Sejak tahun 2024, UM Bandung telah memperoleh akreditasi ”Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Dengan tagline Islamic Technopreneurial University, UM Bandung terus berkomitmen mencetak lulusan unggul yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha berbasis nilai-nilai Islam.***(FA)

Administrator

Mahasiswa UM Bandung Dalami Praktik Hukum dan Etika Siaran di KPID Jabar

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melakukan kunjungan edukatif ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat pada Kamis (12/06/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan bagi para mahasiswa.

Kunjungan yang berlangsung di Kantor KPID Jawa Barat, Jalan Malabar Nomor 62 Kota Bandung, ini disambut langsung oleh Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet beserta jajaran komisioner.

Dari pihak UM Bandung, hadir Ketua Pusat Studi Media dan Kebijakan Publik Roni Tabroni yang mendampingi sebanyak empat puluh mahasiswa KPI.

Roni menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari praktik perkuliahan mahasiswa dalam mata kuliah hukum dan etika penyiaran.

Dalam konteks akademik, kata Roni, mahasiswa perlu memahami empat unsur dasar ilmu penyiaran, yakni membaca, mendengarkan, melihat, dan mempraktikkan secara langsung di lapangan.

”KPID sebagai satu-satunya lembaga yang fokus pada pengawasan isi siaran sangat relevan menjadi mitra dalam merealisasikan hasil teori yang telah dipelajari. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama lebih lanjut, termasuk dalam konversi penilaian akademik ke dalam program magang kerja,” ujar Roni.

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet menyambut baik inisiatif dari UM Bandung. Ia menyampaikan bahwa keberadaan KPID merupakan hasil dari desakan publik atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1997 yang lahir pada era Orde Baru.

Seiring perkembangan, lahirlah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran sebagai fondasi sistem penyiaran yang sehat.

Adiyana menjelaskan bahwa KPID merupakan lembaga negara yang hanya hadir pada tingkat pusat dan provinsi.

Lembaga ini memiliki visi dan misi yang kuat dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat di bidang penyiaran serta menjamin ketersediaan informasi dan infrastruktur penyiaran.

Selain itu, KPID juga terus membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga penyiaran lainnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyiaran di Indonesia tetap berada dalam jalur yang sehat, adil, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih konkret mengenai dunia penyiaran serta peran strategis KPID dalam pengawasan dan pembentukan kebijakan media.

Kunjungan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga penyiaran di Indonesia.***(FA)

Administrator