Berita

Mahasiswa UM Bandung Kembali Terima Bantuan Pendidikan dari Rumah Zakat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima bantuan beasiswa dari Rumah Zakat sebagai bentuk dukungan dana pendidikan. Penyerahan bantuan tersebut digelar di Ruang Pertemuan UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada Rabu (23/07/2025).

Wakil Rektor III UM Bandung Dr Zamah Sari MAg menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Rumah Zakat yang terus menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan mahasiswa, khususnya yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Ia menilai bantuan ini sangat relevan dengan semangat pemberdayaan sumber daya manusia melalui zakat.

”Alhamdulillah, dukungan dari Rumah Zakat ini sangat berarti. Mahasiswa kami banyak yang membutuhkan bantuan dan zakat seperti ini sangat tepat bila diarahkan untuk sektor pendidikan,” ungkap Zamah.

Ia juga menekankan bahwa beasiswa ini menjadi bukti nyata pemanfaatan dana zakat yang produktif dan berdampak luas.

Zamah menjelaskan bahwa dari total penerima bantuan, hampir lima puluh persen merupakan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI).

Ia juga menuturkan bahwa ini merupakan kali ketiga Rumah Zakat memberikan bantuan serupa kepada mahasiswa UM Bandung yang menandakan kerja sama yang terus terjalin dengan baik.

Lebih lanjut, Zamah berharap kerja sama antara UM Bandung dan Rumah Zakat tidak hanya terbatas pada program beasiswa, tetapi diperluas ke isu-isu pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut bisa diwujudkan melalui program berbasis community development dan Sustainable Development Goals (SDGs).

”Kalau suatu saat ada kegiatan dari Rumah Zakat dan kampus UM Bandung yang tujuannya sama, kenapa tidak kita garap bersama? Ini merupakan potensi langkah konkret kerja sama yang bisa terus kita kembangkan,” tegas Zamah.

Misi pendidikan

Pada sisi lain, Area Manajer Rumah Zakat Jawa Barat Encang Sukirman menjelaskan bahwa program beasiswa ini sudah menjadi bagian dari misi pendidikan Rumah Zakat sejak tahun 1998.

Program ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi dibarengi dengan pembinaan yang berkelanjutan oleh tim mentor.

Program ini merupakan amanah dari donatur Sandiaga Uno yang secara khusus diberikan untuk mendukung pendidikan mahasiswa berprestasi dan yang membutuhkan.

Encang menambahkan bahwa para penerima beasiswa juga nantinya diarahkan untuk menjadi relawan sosial setelah lulus kuliah.

”Bahkan ada alumni penerima beasiswa yang sekarang menjadi karyawan tetap Rumah Zakat,” ujarnya. Hal ini menjadi keistimewaan dari program beasiswa karena menggabungkan aspek bantuan, pembinaan, dan pemberdayaan.

Selain mendapatkan beasiswa, mahasiswa juga diajak menjadi bagian dari program relawan ”Sahabat Kebaikan” Rumah Zakat, termasuk sosialisasi zakat kepada masyarakat.

Bahkan, dalam program pengabdian seperti KKN, mahasiswa diarahkan untuk terlibat dalam isu ekonomi dan kesehatan desa, agar setelah lulus mereka mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.***(FK)

Administrator

Mahasiswi Ekonomi Syariah UM Bandung Sukses Terapkan Ilmu dalam Karier dan Usaha

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Seluruh proses pendidikan dirancang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan agar para lulusan mampu bersaing di dunia profesional dengan tetap menjunjung etika dan integritas.

Salah satu wujud nyata keberhasilan prodi ini ditunjukkan oleh Riska Andini, alumni angkatan 2020, yang kini bekerja di Bank Syariah Indonesia (BSI), salah satu bank syariah terbesar di tanah air.

Riska mengungkapkan bahwa masa studinya di UM Bandung sangat berperan penting dalam membentuk kepribadian dan kemampuannya, baik secara intelektual maupun spiritual.

”UM Bandung tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi nilai-nilai keislaman dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya pada Jumat (25/07/2025).

Selama kuliah, Riska juga aktif mengembangkan potensi kewirausahaan dengan merintis usaha hijab bernama Teika.Hijab.

Usaha ini menjadi wadahnya dalam mempraktikkan langsung ilmu ekonomi syariah yang diperolehnya dari perkuliahan.

Lingkungan kampus yang inspiratif dan bernuansa modern turut mendorong tumbuhnya semangat wirausaha dalam dirinya.

Pengalaman inilah yang menjadi pijakan awal Riska untuk memasuki dunia bisnis yang menjunjung etika dan mampu bersaing secara profesional.

Selain mengelola bisnis, Riska juga sempat bekerja di PT Dika (anak perusahaan BCA) di bagian Pembukaan Rekening Online (PEMOL) dan menjalani program magang di Rumah Zakat Indonesia.

Kedua pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang pelayanan perbankan digital dan pengelolaan dana sosial berbasis syariah.

“Saya belajar banyak mengenai manajemen filantropi dan pentingnya amanah dalam mengelola dana umat,” katanya.

Kini, setelah resmi bekerja di BSI, Riska merasa bahwa seluruh pengalaman akademik di UM Bandung dan praktik kerja selama kuliah sangat membantunya dalam menjalani profesi di industri keuangan syariah.

Ia mengaku terlibat langsung dalam berbagai transaksi yang berdasarkan prinsip syariah, seperti kejujuran, keterbukaan, dan keadilan, yang menjadi dasar dari sistem perbankan yang amanah dan memberi keberkahan.

Menurutnya, kebutuhan terhadap sistem ekonomi syariah yang adil dan transparan semakin tinggi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia menilai kehadiran prodi Ekonomi Syariah UM Bandung merupakan jawaban atas tantangan zaman.

Di prodi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori. Namun, dipersiapkan untuk berkontribusi di berbagai sektor, mulai dari bank syariah, lembaga sosial, hingga menjadi wirausaha mandiri yang menjunjung nilai-nilai halal dan berkah.

Riska juga menilai kurikulum di Ekonomi Syariah UM Bandung sangat kaya akan ilmu yang aplikatif, mulai dari zakat, wakaf, perbankan, hingga fintech syariah.

Semua itu membekali mahasiswa untuk menjadi pribadi yang cerdas dan siap terjun langsung ke dunia profesional dengan karakter Islami yang kuat.

Menutup kisah inspiratifnya, Riska mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih kuliah di UM Bandung.

“Untuk calon mahasiswa baru, jangan ragu memilih prodi Ekonomi Syariah UM Bandung. Ayo menjadi bagian dari generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan siap membangun ekonomi umat. Kuliah di UM Bandung insyaallah mendapatkan ilmu yang berkah dan karier yang cerah,” pungkasnya.***

Administrator

Teknik Elektro UM Bandung Cetak Lulusan Kompeten, Ini Kisah Sukses Atiqi Razzaq

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan industri digital, Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus membuktikan konsistensinya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

Salah satu buktinya datang dari pengalaman inspiratif Atiqi Razzaq, alumni Teknik Elektro UM Bandung, yang kini bekerja sebagai Supervisor Proyek di sebuah perusahaan kontraktor di Ibu Kota.

”Saya sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari kampus ini,” ujar Atiqi pada Kamis (24/07/2025). Baginya, UM Bandung bukan hanya sekadar tempat belajar teori, tetapi juga ruang yang luas untuk eksplorasi potensi diri.

Kampus memberikan kebebasan dan kesempatan bagi setiap mahasiswa untuk berkembang melalui berbagai program di luar perkuliahan.

Atiqi menuturkan bahwa salah satu pengalaman paling berharga adalah saat dirinya mengikuti proses seleksi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

”Meskipun saya hanya berhasil sampai tahap wawancara, pengalaman ini membuktikan bahwa mahasiswa dari kampus mana pun, termasuk UM Bandung, memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat internasional,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Atiqi juga terlibat dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) pada semester tujuh.

Ia memilih bergabung di program Studi Independen bersama Dicoding – Bangkit Academy.

Di sana, ia mendalami dunia machine learning, AI, dan data analysis, yang kini menjadi bagian penting dalam perkembangan Teknik Elektro di era digital.

”Program ini membuka pandangan saya bahwa teknik elektro tidak hanya berkutat pada kelistrikan. Namun, menjangkau dunia teknologi digital yang terus berkembang,” katanya dengan semangat.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa UM Bandung mampu menjembatani kebutuhan industri masa kini dengan dunia akademik.

Selama masa kuliah, Atiqi juga merasakan dukungan akademik yang kuat dari para dosen.

Saat menyusun tugas akhir, ia mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing yang sangat suportif.

”Dukungan ini sangat membantu saya dalam menyelesaikan studi dan memulai karier profesional,” katanya.

Menurutnya, kekuatan Prodi Teknik Elektro UM Bandung terletak pada kurikulumnya yang fleksibel dan relevan serta dosen-dosen yang kompeten di bidangnya.

Lingkungan akademik yang kondusif juga turut menjadi faktor penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar terus berkembang dan siap terjun ke dunia kerja.

”Untuk adik-adik yang sedang mencari tempat kuliah, khususnya di bidang teknik, saya sangat merekomendasikan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Bandung,” ujar Atiqi menutup kisahnya.

“Tidak perlu ragu karena di sini kalian akan menemukan pembelajaran yang relevan, pengalaman yang membentuk, dan komunitas yang mendukung.”

Pengalaman Atiqi Razaq menjadi cerminan nyata bahwa Prodi Teknik Elektro UM Bandung tidak hanya mendidik.

Namun, juga membentuk mahasiswa menjadi insan kompeten dan cakap yang siap menghadapi tantangan global.***(FA)

Administrator

Ada Potongan 50 Persen BPP, Ini Syarat dan Ketentuan Beasiswa Peduli Anak Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung membuka jalur beasiswa ”Peduli Anak Bangsa” dengan benefit 50 persen Potongan Biaya Pembangunan Pendidikan (BPP). Jadi, tidak lolos di kampus negeri, jangan takut tidak bisa kuliah. Kamu bisa kuliah di UM Bandung dengan jalur beasiswa "Peduli Anak Bangsa".

Apa saja persyaratannya?

  • Lulusan SMA/SMK/MA sederajat
  • Legalisir Ijazah/SKL
  • Identitas diri/Kartu Pelajar/KTP
  • Pas foto 3x4 berlatar merah
  • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

Program studi mana saja?

  • Teknik Elektro
  • Teknik Industri
  • Teknologi Pangan
  • Bioteknologi
  • Agribisnis
  • Kriya Tekstil dan Fashion (KTF)
  • Akuntansi
  • Pendidikan Agama Islam (PAI)
  • Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
  • Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
  • Ekonomi Syariah (Eksyar)
  • Hukum Keluarga Islam (HKI)

Mumpung kuota masih ada, kesempatan mash banyak, silakan manfaatkan jalur beasiswa ini sebaik-baiknya ya. Raih masa depan cemerlangmu bersama Universitas Muhamamdiyah Bandung.

Informasi lebih lanjut mengenai PMB, silakan hubungan admin di nomor berikut: +6281395046574 dan +6281395046575.***

Administrator

Pangan Lokal Adalah Kunci Ketahanan dan Keberlanjutan Global

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen program studi Teknologi Pangan Universitas Muhamamdiyah (UM) Bandung Dr Saepul Adnan SSi MSi mengatakan bahwa ketahanan pangan global tidak bisa dilepaskan dari kekuatan pangan lokal yang telah mengakar dalam budaya dan ekosistem masyarakat.

Hal itu Adnan sampaikan saat mengisi materi dalam kegiatan Food Festival di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Sabtu (19/07/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh prodi Teknologi Pangan dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa).

Adnan menegaskan bahwa pangan lokal merupakan hasil adaptasi alam dan budaya yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Pangan lokal bukan sekadar soal nutrisi, melainkan menyangkut pelestarian budaya, penguatan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Doktor lulusan ITB ini menegaskan bahwa kebergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras dan pangan impor perlu dikurangi dengan membangun pola konsumsi yang lebih beragam.

Diversifikasi pangan dengan mengoptimalkan potensi lokal dapat meningkatkan pendapatan petani dan menciptakan lapangan kerja baru pada sektor pertanian dan pengolahan.

Indonesia sendiri memiliki kekayaan pangan lokal luar biasa, seperti hanjeli, sorgum, jewawut, dan kacang koro. Komoditas-komoditas ini, kata Adnan, memiliki nilai gizi tinggi dan potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah melalui inovasi teknologi pangan.

Adnan juga menekankan perlunya pendekatan edukatif, promosi, dan inovasi produk untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap pangan lokal.

Aksi nyata melalui peningkatan kualitas produksi, riset, dan kolaborasi multipihak, kata Adnan, menjadi kunci.

Salah satu produk inovatif yang ditampilkan dalam festival adalah roti fungsional berbahan dasar hanjeli, tanaman lokal yang kaya gizi dan berpotensi sebagai sumber pangan alternatif masa depan.

Hanjeli mengandung protein, lemak nabati, dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan dengan sorgum dan gandum.

Selain itu, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian dalam pendekatan pengelolaan pangan berbasis bioekonomi sirkular.

Dalam paparannya, Adnan menekankan pentingnya pengurangan limbah pangan (food loss and waste) yang banyak terjadi pada tahap konsumsi, terutama pada sektor tanaman pangan.

”Dengan pendekatan holistik dan berbasis nilai keberlanjutan, mahasiswa sebagai generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam membangun kedaulatan pangan nasional. Kita adalah apa yang kita makan, maka dari itu mari pilih pangan lokal yang sehat, berbudaya, dan berdaya lingkungan,” tutupnya.***(FK)

Administrator

Himtekpa UM Bandung Gaungkan Kesadaran Gizi Lewat Festival Pangan 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bersama Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) sukses menggelar ”Food Festival 2025” pada Sabtu (19/07/2025).

Acara yang berlangsung di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, itu mengangkat tema ”Feedact: Real Food, Real Issue” dan diisi dengan rangkaian seminar serta bazar produk pangan hasil inovasi mahasiswa.

Edukasi masyarakat

Ketua Pelaksana Kegiatan Salsa Nursohiba menjelaskan bahwa tema ”Real Food, Real Issue” sengaja dipilih sebagai respons terhadap fenomena gaya konsumsi masyarakat saat ini yang cenderung instan dan minim kesadaran gizi.

Masyarakat cenderung hanya sekadar makan dan kenyang. Mereka tidak peduli terhadap apa-apa yang terkandung dari makanan yang dikonsumsi tersebut.

”Banyak orang makan hanya sekadar kenyang tanpa memahami kandungan, sejarah, atau dampak jangka panjang dari makanan tersebut,” ungkap Salsa.

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih menghargai pangan lokal seperti umbi-umbian yang kaya nutrisi.

”Melalui festival ini, kami ingin mengajak audiens untuk melek pangan, membedakan antara makanan yang sehat dan yang hanya mengenyangkan sesaat,” katanya.

Unggul dan berakhlak

Sementara itu, Pembina Himtekpa Ana Nadiya Afinatul Fishi menekankan pentingnya membentuk mahasiswa Teknologi Pangan yang tidak hanya unggul dalam inovasi, tetapi berakhlak dan memiliki etika berbasis nilai-nilai Islam. 

”Kita tidak hanya ingin mencetak lulusan yang bisa menciptakan produk pangan, tetapi juga mereka yang memahami keamanan pangan, nilai gizi, dan keberlanjutan,” tegas Ana.

Lebih jauh, Ana juga mendorong agar Food Festival ini menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi wadah kreativitas serta inovasi mahasiswa di tengah tantangan ketahanan pangan global.

Ana juga menyinggung soal pentingnya etika yang harus dimiliki mahasiswa Teknologi Pangan UM Bandung.

”Standar etika kita adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini menjadi pembeda lulusan Teknologi Pangan UM Bandung dengan kampus lainnya,” tegas Ana.

Apresiasi peserta

Kesan positif dan apresiasi pun datang dari para pengunjung. Mereka menilai kegiatan ini luar biasa.

Tia Kamila Nur Fadhilah, salah satu peserta, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap penyelenggaraan acara yang berlangsung meriah ini.

”Acara ini benar-benar luar biasa. Aku bisa kenal dengan akang teteh kakak tingkat dan harapannya ke depan, kuliah di jurusan Teknologi Pangan ini bisa membuat aku jadi luar biasa seperti mereka,” ujarnya.

Optimisme senada juga diungkapkan oleh Azahra Aulia Noviyanti.

”Aku bangga banget akang teteh bisa mengadakan acara sebesar ini. Terima kasih sudah mengundang kami. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Aku bangga jadi bagian dari keluarga besar Teknologi Pangan UM Bandung,” ucapnya.***(FK)

Administrator