Berita

Rektor UM Bandung Lantik Dekan dan Wakil Dekan Farmasi

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto secara resmi melantik Dwintha Lestari sebagai Dekan dan Titian Daru Asmara Tugon sebagai Wakil Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di lobi utama UM Bandung pada Jumat (30/01/2026).

Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan ucapan selamat atas amanah yang telah dipercayakan kepada pejabat yang dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan Dekan dan Wakil Dekan bukan sekadar kehormatan struktural, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. “Jabatan ini bukan semata-mata kehormatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus ditunaikan dengan integritas,” ujarnya.

Rektor berharap kepemimpinan Fakultas Farmasi mampu memperkuat mutu akademik, pengembangan riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan bangsa, khususnya di bidang kefarmasian dan kesehatan. Menurutnya, Fakultas Farmasi harus menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan unggul, berkarakter Islami, dan berdaya saing.

Selain itu, Rektor mendorong Fakultas Farmasi untuk terus memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, serta mitra nasional dan internasional. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan relevansi kurikulum, kualitas lulusan, dan kontribusi fakultas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan para pejabat yang dilantik agar menepati janji jabatan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, mematuhi peraturan perguruan tinggi, serta berpedoman pada prinsip Persyarikatan Muhammadiyah. “Amanah ini harus dijalankan dengan memegang teguh nilai-nilai Islam dan ketentuan Muhammadiyah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rektor berharap kepemimpinan Fakultas Farmasi mampu meningkatkan pelaksanaan caturdarma perguruan tinggi melalui musyawarah dan pengambilan kebijakan yang mengedepankan kemaslahatan umat. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan, kekompakan, dan suasana kerja yang harmonis di lingkungan fakultas.

Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika UM Bandung untuk terus menjalankan agenda transformasi dan perbaikan berkelanjutan di tengah tantangan disrupsi dan perubahan yang cepat. “Mari kita bekerja secara ikhlas, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bagian dari ikhtiar membangun institusi dan meraih rida Allah SWT,” pungkasnya.***(FA)

Administrator

Farmasi UM Bandung Edukasi Pelajar Soal Pertolongan Pertama Pada Luka

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Edukasi Pertolongan Pertama (First Aid) Penanganan Luka pada Siswa” di SMA Muhammadiyah 3 Plus Kota Bandung pada Kamis (29/01/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Adam Aulia Rahman selaku tim PKM Farmasi UM Bandung menyampaikan pentingnya edukasi pertolongan pertama sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keselamatan, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan siswa sejak dini. Menurutnya, pemahaman dasar first aid merupakan bekal penting bagi pelajar dalam merespons kondisi darurat secara tepat.

Adam menjelaskan bahwa siswa termasuk kelompok yang rentan mengalami cedera ringan hingga sedang, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali pengetahuan dasar pertolongan pertama agar tidak melakukan kesalahan penanganan. “Siswa cukup sering mengalami luka saat beraktivitas. Jika tidak ditangani dengan benar, luka ringan pun bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adam menegaskan bahwa penanganan luka yang tepat sejak awal sangat berperan dalam mencegah komplikasi dan infeksi. Kesalahan dalam memberikan pertolongan pertama justru dapat memperparah kondisi luka dan memperlambat proses penyembuhan. “Penanganan luka yang tepat sejak awal dapat mencegah komplikasi serius, termasuk risiko infeksi,” tegasnya.

Dalam sesi edukasi, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis luka yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti luka tusuk, luka sayat, luka abrasi akibat tergores aspal, luka bakar akibat knalpot, hingga luka lebam atau memar. Setiap jenis luka dijelaskan secara sederhana, disertai langkah-langkah pertolongan pertama yang sesuai dengan prinsip keselamatan.

Adam juga menyoroti bahaya luka akibat tertusuk paku atau benda berkarat yang berisiko menyebabkan infeksi tetanus. Ia menekankan perlunya meningkatkan kesadaran siswa terhadap risiko tersebut. “Kesadaran terhadap risiko tetanus masih perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan pelajar. Luka kecil akibat paku berkarat bisa berakibat fatal jika diabaikan,” katanya.

Selain aspek teknis, Adam menegaskan bahwa edukasi pertolongan pertama juga berperan dalam pembentukan sikap siswa. First aid, menurutnya, bukan sekadar keterampilan medis dasar, tetapi juga melatih siswa agar tetap tenang, sigap, dan bertanggung jawab saat menghadapi situasi darurat.

Melalui kegiatan PKM ini, Farmasi UM Bandung berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan literasi kesehatan dan keselamatan di lingkungan pendidikan sebagai bekal penting bagi kehidupan siswa sehari-hari.***

Administrator

UM Bandung Kembangkan Pendidikan Berbasis Inovasi untuk Menjawab Persoalan Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi meskipun usianya masih relatif muda. Memasuki satu dekade perjalanan, UM Bandung meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada masa depan.

Hal tersebut disampaikan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto saat memberikan sambutan dalam kegiatan campus visit SMA Al-Hasra Kota Depok yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Kamis (29/01/2026).

Rektor menjelaskan bahwa saat ini UM Bandung mengelola 18 program studi jenjang sarjana yang berada di bawah lima fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Farmasi. Seluruh program studi tersebut terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Pada tahun 2025 lalu, UM Bandung menambah dua program studi baru, yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Studi Magister Manajemen. Dengan demikian, total program studi yang dimiliki UM Bandung kini berjumlah 20 prodi. Ke depan, kampus ini juga berencana membuka sejumlah program studi baru yang dinilai strategis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepada para siswa SMA Al-Hasra, Rektor menegaskan bahwa masa perkuliahan merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi dan karakter. Ia meyakini para siswa telah memperoleh bekal akademik dan nonakademik yang memadai selama menempuh pendidikan menengah, sehingga siap melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Rektor menuturkan bahwa UM Bandung mengusung visi sebagai Islamic Technopreneurial University. Visi tersebut diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam suasana akademik, penguatan karakter kepemimpinan, penguasaan teknologi, serta pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, berbagai persoalan bangsa seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, korupsi, hingga persoalan energi dan pengelolaan sampah menuntut generasi muda untuk mampu menguasai teknologi sekaligus melahirkan inovasi. Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi secara aktif.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu menjadi inovator yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Rektor.

Selain penguasaan teknologi, UM Bandung juga menaruh perhatian serius pada penguatan nilai kepemimpinan. Melalui kegiatan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim, memimpin program, serta mengelola gagasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Kepala SMA Al-Hasra Depok, Antik Handayani, mengapresiasi kegiatan silaturahmi dan kunjungan edukasi ke UM Bandung. Ia berharap UM Bandung dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi para siswanya, sejalan dengan peran besar Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMA Al-Hasra juga mendapatkan berbagai informasi mengenai UM Bandung, mulai dari sejarah kampus, pilihan program studi, mekanisme pendaftaran, kehidupan perkuliahan, peluang beasiswa, fasilitas kampus, hingga keunggulan yang ditawarkan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdialog dengan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).***

Administrator

Masalah Bukan Kegagalan, Melainkan Proses Pendewasaan Diri Mahasiswa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr Megha Sakova SMB MM, menegaskan pentingnya kemampuan problem solving sebagai bekal utama mahasiswa untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika kehidupan kampus.

Hal tersebut disampaikan Megha saat mengisi materi dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Manajemen UM Bandung yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (22/01/2026). Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa membangun pola pikir solutif sejak awal masa perkuliahan.

Megha menjelaskan bahwa masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang kerap memicu ketidaknyamanan, seperti stres akademik hingga kebingungan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat diabaikan, tetapi harus dihadapi dengan solusi yang tepat.

Berbagai persoalan nyata mahasiswa pun disorot, mulai dari penurunan indeks prestasi, kurang tidur akibat buruknya manajemen waktu, keterbatasan finansial, hingga kesulitan beradaptasi secara sosial. Megha menilai, masalah-masalah tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal perlunya perbaikan strategi dalam menjalani kehidupan kampus.

Untuk membantu mahasiswa memahami persoalan secara menyeluruh, Megha memperkenalkan pendekatan problem solving melalui kerangka 5W+1H. Pendekatan ini mengajak mahasiswa mengurai masalah dengan mengajukan pertanyaan mendasar sebelum menentukan langkah penyelesaian.

Selain itu, ia juga memaparkan framework ABCDE sebagai langkah praktis penyelesaian masalah, mulai dari mengakui masalah, menguraikannya, memilih solusi, menjalankan tindakan, hingga melakukan evaluasi. Proses tersebut dinilai mampu melatih kedewasaan berpikir sekaligus tanggung jawab pribadi mahasiswa.

Menutup materinya, Megha menegaskan bahwa masalah bukan untuk ditakuti, melainkan diselesaikan. Setiap tantangan yang berhasil dihadapi akan menjadi bagian dari peningkatan keterampilan hidup mahasiswa dan membuat proses studi di kampus lebih bermakna dan berdaya guna.***(FA)

Administrator

Himtekpa UM Bandung Diharapkan Hidupkan Iklim Akademik Kampus

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Redoyan Refli, berharap kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) tidak hanya berfokus pada keberlangsungan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya inovatif yang memberikan manfaat nyata.

Harapan tersebut disampaikan Refli saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Himtekpa UM Bandung yang digelar di lantai dua Gedung UM Bandung, Selasa (20/01/2026). Pada kesempatan itu, ia hadir mewakili Ketua Program Studi Teknologi Pangan.

Refli menilai para pengurus yang baru dilantik menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Menurutnya, amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan ruang pembelajaran dan pembuktian kepemimpinan mahasiswa yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan pentingnya peran Himtekpa sebagai mitra strategis program studi. Melalui organisasi mahasiswa, diharapkan tercipta kontribusi positif bagi mahasiswa dan kampus, salah satunya dengan menguatkan forum ilmiah serta kegiatan akademik yang relevan.

Selain itu, Refli mendorong kepengurusan baru untuk menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan teknologi pangan masa kini. Di tengah berkembangnya isu keamanan pangan dan inovasi produk, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan aktif berorganisasi.

Menurutnya, Himtekpa perlu berfungsi sebagai inkubator kreativitas yang mampu menghidupkan iklim akademik. Ia memastikan dukungan dari dosen akan terus diberikan melalui kolaborasi dan pendampingan terhadap program kerja yang visioner dan berdampak.

Menutup sambutannya, Refli berpesan agar aktivitas organisasi tidak menghambat kewajiban akademik, melainkan menjadi pelengkap proses studi. Ia mengapresiasi kinerja pengurus sebelumnya serta mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus baru, seraya menantikan terobosan yang berintegritas dan bermanfaat.***

Administrator

SMA Muhammadiyah 4 Depok Pelajari Info Perkuliahan di UM Bandung

UMBANDUNG.AC.DI, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan dan silaturahmi puluhan siswa serta guru SMA Muhammadiyah 4 Depok yang dipusatkan di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan lingkungan kampus dan dunia pendidikan tinggi kepada para siswa.

Kepala Bagian PMB dan Promosi UM Bandung Abdul Rohim mengapresiasi kehadiran rombongan SMA Muhammadiyah 4 Depok yang menjadikan UM Bandung sebagai destinasi pendidikan.

Menurutnya, kepercayaan sekolah-sekolah Muhammadiyah kepada UM Bandung patut disyukuri, terlebih kunjungan kali ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Depok Ali Wartadinata, yang dinilai sebagai hal istimewa.

Abdul Rohim juga memperkenalkan keunggulan UM Bandung, mulai dari sarana yang lengkap, lokasi kampus yang strategis, dekat dengan stasiun kereta, stadion, dan Masjid Raya Al-Jabbar, hingga berada di jalur utama Kota Bandung.

”Meski baru berdiri sekitar sembilan tahun, UM Bandung disebut telah menunjukkan kemajuan signifikan sebagai kampus yang terus berkembang. Kami pun berharap dari 94 siswa yang hadir, setidaknya separuhnya dapat melanjutkan studi di UM Bandung pada tahun mendatang,” ujar Rohim yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Wakil Rektor III UM Bandung Zamah Sari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan SMA Muhammadiyah 4 Depok.

Dia mengingatkan para siswa agar kelak memilih perguruan tinggi dengan pertimbangan matang, mulai dari fokus pada kampus tujuan hingga memperhatikan lokasi dan lingkungan akademiknya.

Zamah Sari menekankan bahwa Bandung memiliki atmosfer pendidikan yang kuat dan sejarah panjang sebagai kota pendidikan di Indonesia, selain Yogyakarta.

Dia menilai Bandung tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi memiliki kekuatan budaya dan seni yang membentuk identitas kota, sehingga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa.

Selain faktor kota, dia juga mengajak siswa untuk memperhatikan kepemimpinan kampus. Menurutnya, UM Bandung dipimpin oleh rektor yang memiliki rekam jejak kuat di dunia pendidikan nasional dan berpengalaman memimpin perguruan tinggi besar sehingga mampu membangun suasana kampus yang positif dan kondusif bagi kemajuan akademik.

Ketua PDM Depok Ali Wartadinata mengaku senang dapat berkunjung ke UM Bandung bersama para siswa. Dia menilai sambutan yang diberikan pihak kampus sangat hangat dan menjadi pengalaman berkesan.

Momen penyerahan jaket varsity UM Bandung kepada salah seorang siswa oleh Wakil Rektor III pun disambut meriah disertai guyonan agar siswa tersebut kelak benar-benar melanjutkan kuliah di UM Bandung.

Ali Wartadinata menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, bahkan hingga strata dua.

Dia berharap para siswa memperoleh informasi seluas-luasnya tentang UM Bandung dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan semangat memajukan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.***(FA)

Administrator