Berita

UM Bandung Terima Kunjungan Universitas Malahayati dan Jalin Kolaborasi Pendidikan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung pada Selasa (20/01/2026). Kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) sebagai langkah penguatan kolaborasi pendidikan antarkedua institusi.

Kegiatan berlangsung di Ruang Diskusi Lantai 8 Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Selain penandatanganan MoU, acara ini juga diisi dengan kegiatan Practices Enhancement of High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Diploma III Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) Universitas Malahayati Bandar Lampung sebagai upaya peningkatan kompetensi praktik laboratorium.

Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari, Ketua Program Studi Diploma III Anafarma Universitas Malahayati Agustina Retnaningsih, dan sejumlah tamu undangan lainnya dari kedua perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Universitas Malahayati. Ia mengapresiasi kerja sama ini karena dinilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan farmasi ke depan.

“Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Muhammadiyah Bandung untuk bisa belajar HPLC di sini,” ujar Dwintha. Ia berharap mahasiswa Universitas Malahayati dapat mengikuti proses pembelajaran dan praktik HPLC dengan nyaman dan optimal.

Sementara itu, Ketua Program Studi Diploma III Anafarma Universitas Malahayati Agustina Retnaningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari UM Bandung. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menguasai teknik HPLC.

Sebagai informasi, Fakultas Farmasi UM Bandung merupakan fakultas yang berdiri sejak 2016 dan menaungi Program Studi Farmasi serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA). Hingga Januari 2026, PSPPA UM Bandung telah menerima puluhan calon mahasiswa dari berbagai daerah di luar Jawa Barat, seperti Riau, Batam, Pekanbaru, Bandar Lampung, Kendari, Palembang, dan daerah lainnya.***

Administrator

Hadirkan Ahli Berpengalaman, Prodi KTF UM Bandung Gelar Kuliah Umum Kupas Creativepreneur

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung  -- Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali mengadakan kuliah umum "Designer Talk & Work #7" pada Kamis (15/01/2026). Acara ini diikuti puluhan mahasiswa yang tampak antusias.

Kuliah umum ini diselenggarakan di lantai dua ruang tiga Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Adapun tema yang diangkat pada kuliah umum kali ini adalah "Meningkatkan Kompetensi Melalui Komunikasi dan Creativepreneur."

Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung Saftiyaningsih Ken Atik mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi yang ketujuh kalinya yang diselenggarakan oleh prodi KTF. "Kuliah umum kita kali ini menghadirkan wirausahawati yang mendapatkan berbagai penghargaan," ucap Ken Atik.

Oleh karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa menjadi insight bagi mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung. "Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi salah satu jembatan bagi mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang diinginkan," imbuh Ken Atik.

Terkait acara ini, pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Irianti Usman mengapresiasi dan sangat bangga atas adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan semacam itu sangat bermanfaat bagi para mahasiswa karena akan mereka akan mendapatkan pengetahuan langsung dari ahlinya.

"Ketika teman-teman mahasiswa langsung mendengar dari ahlinya, seperti narasumber kita kali ini, itu akan berbeda sekali dengan belajar teori dari buku-buku yang ada di perkuliahan," kata Irianti memberikan motivasi.

Di antaranya para mahasiswa bisa mempelajari komunikasi dan entrepreneurship dari narasumber kuliah umum kali ini yang sudah ahli dan berpengalaman. "Komunikasi menjadi bagian penting yang sangat integral karena akan berpengaruh bagi mahasiswa, khususnya yang ingin menjadi pengusaha," terang Irianti.

Pada kuliah umum kali ini, dosen paruh waktu SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) Lik Gayantini Ari hadir sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Lik menekankan kepada mahasiswa bahwa lulusan era kreatif saat ini tidak cukup hanya menguasai teori.

Selain itu, dia juga menjelaskan mengenai industri kreatif Indonesia yang saat ini tumbuh sangat pesat dalam berbagai sektor. Termasuk dalam bidang fashion, kriya, digital content, hingga UMKM berbasis budaya lokal.

Melihat perkembangan tersebut, kata Lik, mahasiswa UM Bandung harus pandai memanfaatkannya dengan baik. “Mahasiswa perlu melihat peluang, menemukan ide melalui pengalaman sehari-hari, lalu mengubahnya menjadi produk yang bernilai,” papar Lik.

Di samping itu, Lik juga menegaskan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya storytelling, branding visual, dan penggunaan media sosial untuk mengenalkan berbagai karya ke pasar. “Produk yang baik bukan hanya soal desain. Kalian perlu mengkomunikasikannya agar diterima konsumen dan dipercaya pasar,” tandas Lik.***(FK)

Administrator

Ilmu Komunikasi UM Bandung Panen Prestasi di International Student Communication Festival 2026

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berhasil memborong sejumlah penghargaan dalam ajang International Student Communication Festival 2026 yang digelar pada Selasa (06/01/2026). Pengumuman pemenang disampaikan secara langsung di Universitas Bhakti Kencana.

Ajang ini diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Barat dengan mempertandingkan berbagai kategori lomba, seperti public speaking, essay, creative content, hingga social campaign design.

Dalam kompetisi tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi UM Bandung sukses meraih juara 1 kategori Creative Content dan juara 3 kategori Public Speaking. Juara 1 Creative Content diraih oleh tim mahasiswa Ilmu Komunikasi yang terdiri atas Ilham Nurfadil, Kaisan Nailus Syarof, dan Zalfa Salsabilla.

Secara terpisah, Senin (19/01/2026), Ilham Nurfadil mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut ketertarikan timnya pada bidang videografi dan produksi konten menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka.

Pada kategori Creative Content, peserta diwajibkan membuat video bertema edukatif. Ilham menjelaskan bahwa timnya berupaya menghadirkan karya yang tidak hanya mengandung pesan pendidikan, tetapi juga menarik dan menghibur bagi penonton.

Video yang mereka garap mengangkat isu pola konsumsi dan produksi yang berdampak pada pengelolaan sampah dengan mengusung konsep Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12. Menurut Ilham, persoalan sampah masih menjadi isu krusial yang sulit diterapkan secara konsisten di masyarakat sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Melalui video tersebut, tim berharap dapat mendorong kesadaran publik untuk membuang sampah pada tempatnya serta membiasakan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Sementara itu, prestasi juga diraih oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UM Bandung lainnya, Wulan Cahya Indika Azzahra, yang berhasil meraih juara 3 pada lomba Public Speaking. Ia mengaku mengikuti perlombaan tersebut sebagai upaya mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum.

Wulan menuturkan bahwa tantangan utama dalam perlombaan ini adalah menyampaikan materi secara padat, jelas, dan efektif dalam waktu singkat tanpa membaca teks. Pada kesempatan tersebut, ia mengangkat tema kesehatan mental pemuda yang dinilainya penting untuk terus disuarakan.

Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi ke depan serta memotivasinya untuk terus mengasah kemampuan public speaking yang dimiliki.***(FK)

Administrator

Dosen UM Bandung Nilai Limbah Kopi Punya Potensi Ekonomi Menjanjikan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen prodi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Saepul Adnan MSi mengajak masyarakat untuk kembali merefleksikan relasi manusia dengan alam dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah merupakan peringatan atas kelalaian manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Saepul menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, manusia diposisikan sebagai khalifah di muka bumi yang memikul tanggung jawab ekologis. Tanggung jawab tersebut tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui perilaku sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menahan diri dari pola konsumsi berlebihan dan eksploitasi sumber daya tanpa kendali.

Hal itu disampaikannya dalam program Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Aisyiyah Jawa Barat pada 13 Januari 2026. Ia menilai degradasi lingkungan yang semakin terasa saat ini tidak terlepas dari sikap manusia yang memandang alam semata sebagai objek eksploitasi.

Pengalaman pengabdian masyarakat di Pacet dan Kertasari, Kabupaten Bandung, menjadi refleksi konkret yang ia temukan di lapangan. Di wilayah tersebut, Saepul menjumpai penumpukan limbah sekam kopi yang tidak dikelola dengan baik dan berpotensi mencemari daerah aliran Sungai Citarum.

Dari satu titik pengolahan kopi saja, produksi harian dapat mencapai sekitar 11 ton biji kopi olahan yang menghasilkan kurang lebih 5,5 ton limbah sekam setiap hari. Menurutnya, jika dibiarkan, persoalan ini dapat memicu bencana lingkungan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Sebagai akademisi, Saepul merasa memiliki kewajiban moral untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Bersama tim dari UM Bandung, ia mengembangkan riset dan program pengabdian masyarakat untuk mengolah limbah kulit kopi atau kaskara menjadi produk bernilai ekonomi, sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rum ayat 41 tentang kerusakan akibat ulah manusia.

Ia menjelaskan bahwa kaskara menyumbang sekitar 43–50 persen dari berat buah kopi dan kaya akan senyawa bioaktif seperti antioksidan dan flavonoid. Melalui pelatihan pengolahan kaskara yang higienis dan pemasaran berbasis UMKM, Saepul berharap pengelolaan limbah kopi dapat menjadi wujud ihsan, menjaga lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.***

Administrator

Dekan FAI UM Bandung Ingatkan Pentingnya Partisipasi Umat Islam dalam Politik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung  -- Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Afif Muhammad menilai bahwa politik pada masa lalu kerap dipersepsikan sebagai sesuatu yang identik dengan keburukan. Bahkan, berkembang anggapan bahwa seseorang akan tersingkir dari lingkaran kekuasaan jika tidak terlibat dalam praktik-praktik negatif di dunia politik.

Hal tersebut disampaikan Afif saat memberikan sambutan dalam kuliah umum bertajuk “Politik dan Gen Z” yang diselenggarakan Program Studi Hukum Keluarga Islam di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Rabu (14/01/2026). Ia menyinggung dinamika politik Indonesia pada era 1970–1980-an yang dinilainya sangat berat bagi umat Islam.

Menurut Afif, pada periode tersebut umat Islam mengalami tekanan, pembatasan ruang gerak, dan minim keberpihakan dari penguasa. Selain itu, kaum muslimin juga kerap dicurigai memiliki agenda mendirikan negara Islam dan mengganti ideologi Pancasila, sehingga posisi mereka semakin terpinggirkan.

“Kaum muslimin saat itu mayoritas secara jumlah, tetapi minoritas dalam politik, ekonomi, budaya, dan sektor lainnya,” ujar Afif. Padahal, lanjutnya, politik merupakan instrumen kekuasaan yang sangat menentukan arah pembangunan bangsa. Pihak yang berada di luar jalur politik tidak memiliki ruang untuk ikut menentukan ke mana bangsa ini akan dibawa.

Kondisi tersebut membuat umat Islam, termasuk kalangan santri, tidak memiliki posisi sebagai subjek politik, tetapi hanya sebagai objek. Afif menuturkan, pada masa itu hampir mustahil membayangkan santri dapat menjadi anggota legislatif, kepala daerah, bahkan presiden, karena akses politik mereka dibatasi secara sistematis.

Pembatasan itu, kata dia, bahkan merambah ke ranah dakwah. Aktivitas keagamaan pun harus melalui izin aparat. Afif mengaku pernah mengalami langsung pembatalan jadwal khutbah Idulfitri di sebuah kampus karena materi khutbahnya dianggap bermuatan politik.

Namun, situasi berubah ketika umat Islam mulai aktif masuk dalam arena politik, membentuk partai, berpartisipasi dalam pemilu, dan terlibat dalam pengambilan kebijakan publik. Afif mencontohkan terpilihnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden dan banyaknya tokoh Islam, termasuk dari Muhammadiyah, yang kini berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Oleh karena itu, Afif menegaskan bahwa politik tidak selayaknya terus dipandang sebagai sesuatu yang kotor dan harus dijauhi. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak takut terlibat dalam politik hanya karena stigma korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. “Tidak semua yang berpolitik pasti korupsi. Anak-anak muda justru perlu hadir untuk memperbaiki politik itu sendiri,” pungkasnya.***

Administrator

Kenalkan Pendidikan Tinggi Sejak Dini, UM Bandung Sambut Santri MBS Pleret

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung secara konsisten menerima kunjungan edukasi dari berbagai sekolah di Indonesia, baik negeri maupun swasta, termasuk sekolah dan pesantren Muhammadiyah. Kunjungan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi.

Terbaru, pada Rabu (14/01/2026), UM Bandung menerima kunjungan edukasi puluhan santri dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan dunia perguruan tinggi kepada para santri sejak dini.

Dalam kunjungan tersebut, para santri mendapatkan pemaparan berbagai informasi penting seputar pendidikan tinggi. Informasi yang disampaikan meliputi tata cara pendaftaran kuliah, sistem dan proses perkuliahan, pilihan program studi, hingga berbagai skema beasiswa yang tersedia di UM Bandung.

Salah satu pendamping santri, Yuda Pratama, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda edukasi dan studi lapangan pesantren. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan serta memperluas pemahaman santri mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi. Yuda juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak UM Bandung.

Sementara itu, perwakilan Universitas Muhammadiyah Bandung dari Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Promosi, Feri Anugrah, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi tersebut. Menurutnya, kegiatan kunjungan edukasi memiliki peran penting dalam memberikan gambaran nyata kepada santri tentang dunia kampus.

Feri menambahkan, kunjungan dari sesama amal usaha Muhammadiyah turut mempererat jalinan kerja sama dan silaturahmi di bidang pendidikan. Ia pun berharap ke depan akan ada santri dari MBS Pleret yang melanjutkan studi di UM Bandung, yang saat ini telah memasuki usia sembilan tahun.

Lebih lanjut, Feri menjelaskan bahwa meskipun tergolong kampus muda, UM Bandung telah mengalami perkembangan yang signifikan. Kampus ini berada di lokasi strategis, telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT, memiliki gedung sendiri, serta didukung fasilitas yang menunjang proses perkuliahan. Selain itu, UM Bandung juga telah membuka Program Studi Magister Manajemen dan program profesi apoteker.

Usai sesi pemaparan, para santri diajak berkeliling kampus untuk melihat langsung berbagai fasilitas penunjang akademik, seperti perpustakaan, ruang perkuliahan, auditorium, dan laboratorium. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran konkret mengenai suasana dan lingkungan belajar di Universitas Muhammadiyah Bandung.***

Administrator