Berita

Festival Motekar PIAUD UM Bandung, Meriahkan Hari Anak dengan Edukasi dan Budaya

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, riuh oleh tawa anak-anak pada Jumat-Sabtu (08-09/08/2025).

Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) bersama mahasiswa kembali menggelar Festival Hari Anak “Motekar” bertema Ngamumule Kabudayaan Karuhun Minangka Pangladen Jati Diri Bangsa.

Festival tahunan ini memadukan keceriaan, pelestarian budaya, dan pembelajaran kreatif.

Selain berbagai permainan tradisional, acara juga menghadirkan seminar Hari Anak dengan narasumber Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Irianti Usman.

Ketua Panitia Reza Syahri Ramdani menyebut seminar ini sebagai upaya menjawab tantangan kondisi anak usia dini yang dinilainya kian memprihatinkan.

Tak hanya seminar, lomba mewarnai bagi anak-anak TK se-Kota Bandung turut memeriahkan suasana.

Peserta terlihat antusias, mulai dari menuangkan kreativitas di atas kertas hingga mencoba alat peraga edukatif karya mahasiswa PIAUD UM Bandung. 

Ketua Prodi PIAUD Dian Kusumawati mengapresiasi kegiatan ini karena memadukan edukasi, budaya, dan kebersamaan keluarga—sesuatu yang jarang ditemui di Kota Bandung.

Dian berharap, Motekar memberi manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak.

Uniknya, gelaran ini juga menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester mahasiswa untuk mata kuliah pengembangan sosial, emosi, moral, serta fisik motorik anak usia dini.

Sekretaris Prodi PIAUD Isya Siti Aisyatul Mbz menambahkan bahwa semua permainan yang dipamerkan adalah hasil karya mahasiswa semester 1 hingga 6.

Ia berharap Motekar semakin dikenal luas sebagai wadah mengenalkan permainan tradisional, media belajar anak usia dini, dan sumber inspirasi bagi guru-guru PAUD.***

Administrator

Kondisi Emosional Anak Indonesia Memprihatinkan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kondisi emosional anak-anak Indonesia saat ini dinilai mengkhawatirkan. Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Bandung, Dr Irianti Usman MA, menegaskan bahwa di era disrupsi, pola pengasuhan menjadi faktor krusial yang memengaruhi perkembangan anak secara signifikan.

Dalam Seminar “Motekar” yang digelar Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (8/8/2025), Irianti memaparkan data tahun 2024 yang mencatat lebih dari 570 kasus kekerasan dan masalah perilaku anak.

“Itu belum termasuk kasus yang tidak tercatat. Banyak anak emosinya labil, bahkan sampai melakukan tindakan ekstrem seperti pembunuhan,” ujarnya.

Ia mencontohkan film Adolescence yang menggambarkan seorang remaja berusia 13 tahun membunuh teman sekelasnya karena di-bully di media sosial.

Tokoh tersebut gagal meregulasi emosi akibat meniru perilaku sang ayah. Fenomena serupa, kata Irianti, juga terjadi di dunia nyata, seperti kasus di Bandung di mana seorang anak membunuh gurunya menggunakan gunting.

“Ini hanya sebagian kecil dari fakta di lapangan. Kita sedang menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.

Paparan pornografi juga menjadi perhatian. Irianti menyebut, konten tersebut merusak pola pikir dan perilaku anak.

Selain itu, data menunjukkan 75 persen kasus bunuh diri remaja laki-laki dipicu hal-hal yang dianggap sepele, seperti tidak dibelikan sepatu atau perundungan.

Menurutnya, persoalan ini butuh penanganan jangka panjang yang konsisten.

Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki tiga unsur penting: pikiran, tubuh, dan jiwa. Namun, banyak orang tua hanya memenuhi kebutuhan fisik, mengabaikan aspek mental dan spiritual.

Akibatnya, anak mencari pengakuan di media sosial, bahkan rela melakukan hal yang tak bermanfaat demi validasi, seperti berjoget di TikTok. 

“Orang tua tidak cukup hanya memberi nasihat tanpa teladan. Memilih pasangan sebelum menikah adalah langkah awal membangun generasi sehat,” tambahnya.

Minimnya interaksi langsung di tengah paparan gawai berlebihan, menurutnya, turut menghambat perkembangan sosial emosional anak.

Ia menawarkan solusi berupa pelatihan mengenali emosi, terapi bermain, konseling keluarga, serta pembiasaan perilaku prososial seperti salam, tolong, maaf, dan terima kasih.

Irianti menegaskan, anak adalah peniru yang baik, bukan pendengar yang baik.

Oleh karena itu, orang tua dan pendidik harus menjadi contoh dalam mengelola emosi, mengembangkan empati, dan membangun hubungan sosial yang positif. 

“Generasi unggul bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan emosi dan sosial. Itulah investasi terbesar untuk masa depan bangsa,” tutupnya.***

Administrator

FST UM Bandung Perkuat Mutu Lulusan Hadapi Tantangan Era Industri

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan yudisium ke-13 dan 14 pada Kamis (7/8/2025) dengan khidmat. Acara yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang ini digelar di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung.

Dalam yudisium kali ini, FST UM Bandung meluluskan sebanyak 153 mahasiswa dari tujuh program studi, yakni Agribisnis, Farmasi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknologi Pangan, dan Bioteknologi. Momen ini menjadi langkah awal para lulusan sebelum terjun ke tengah masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.

Dekan FST UM Bandung, Arief Yunan, menyebut yudisium sebagai salah satu momen bersejarah yang patut dirayakan. “Hari ini kita berkumpul untuk merayakan keberhasilan dan pencapaian kalian semua. Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja keras Anda, tetapi juga berkat dukungan keluarga, dosen, staf fakultas, dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa FST berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Arief meyakini para lulusan akan menjadi agen perubahan positif yang membawa dampak bagi masyarakat serta berkontribusi signifikan di bidang sains dan teknologi. “Jadilah pemimpin yang inovatif dan berintegritas di bidang masing-masing,” pesannya.

Sebagai fakultas yang telah berusia delapan tahun, FST terus melakukan inovasi dan peningkatan mutu pendidikan tinggi. Arief menambahkan, pihaknya berkomitmen memperkuat kualitas lulusan agar siap menghadapi tantangan era industri sekaligus membentuk pribadi profesional yang berbasis nilai al-Islam dan kemuhammadiyahan.

FST memiliki tujuan menghasilkan lulusan yang berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa wirausaha, serta bersikap profesional untuk memajukan kehidupan bangsa. Visi ini sejalan dengan visi UM Bandung untuk menjadi fakultas unggul dan berkontribusi nyata dalam pengembangan sains dan teknologi berbasis nilai Islam.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, FST mengusung dua indikator utama, yaitu pencapaian akreditasi terbaik dari BAN-PT atau LAM, serta integrasi keilmuan dengan nilai Islam di setiap mata kuliah pada semua program studi. “Dengan visi ini, kami berharap dapat menghasilkan lulusan berkualitas, berkompeten, berdaya saing global, dan berkarakter Islam,” tutup Arief.***

Administrator

UM Bandung-BJB Syariah Kolaborasi Kembangkan Teknologi dan Kewirausahaan Islami

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Syariah (Bank BJB Syariah) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (05/08/2025).

Penandatangan MOU tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sinergi di bidang pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan berbasis syariah. Pertemuan penting ini dilangsungkan di ruang rapat lobi utama UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyambut baik kolaborasi ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekosistem technopreneurial kampus berbasis nilai-nilai Islam.

“Kita memulai kembali kerja sama antara UM Bandung dan BJB Syariah. Bagi saya, BJB Syariah merupakan perbankan yang tangguh dan inovatif,” ujar Herry.

Ia menegaskan bahwa UM Bandung hadir sebagai kampus yang dibangun dengan dukungan penuh dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Kita tidak hanya mengejar mutu secara akademik, tetapi juga mendorong agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika UM Bandung untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan dan kebutuhan zaman.

Ia menekankan bahwa visi islamic technopreneurial university harus tercermin dalam setiap langkah nyata kampus, termasuk dalam menjalin kemitraan strategis seperti ini.

Akses magang

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahdi mengungkapkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan. 

"Kami menyadari pentingnya sektor pendidikan sebagai mitra strategis. Oleh karena itu, kami prioritaskan kerja sama ini untuk melahirkan kolaborasi yang tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi berdampak bagi masyarakat luas,” katanya.

Arief juga menambahkan bahwa mahasiswa UM Bandung akan mendapat akses magang untuk mengenal lebih dalam dunia perbankan syariah. 

"Kami siap memfasilitasi mahasiswa yang ingin belajar langsung tentang perbankan. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi di bidang teknologi dan penguatan keamanan digital," jelasnya.

Dengan memiliki 63 jaringan kantor di berbagai daerah, BJB Syariah membuka diri terhadap berbagai inovasi bersama kampus. 

Arief berharap kerja sama ini mampu menghasilkan terobosan yang tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi edukasi dan pengembangan generasi muda yang melek teknologi.***(FK)

Administrator

Kriya Tekstil UM Bandung, Tempat Wafa Merajut Masa Depan Kreatif

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Bagi Wafa Ulhaq Ramadania, ruang kelas di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bukan sekadar tempat menimba ilmu secara teori.

Mahasiswi Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) angkatan 2023 ini merasakan bahwa pendidikan sejatinya adalah ruang bebas untuk berekspresi dan mengeksplorasi kreativitas melalui karya. 

Di sinilah ia menemukan cara untuk menjahit mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.

Sudah dua tahun menempuh studi di KTF UM Bandung, Wafa tidak hanya belajar teori, tetapi terlibat langsung dalam proses kreatif tekstil melalui pendekatan surface design dan structure design.

Lewat berbagai praktik tersebut, ia memahami bahwa setiap karya kriya bukan hanya soal keindahan visual, tapi juga mengandung nilai fungsional serta kekayaan budaya nusantara yang kuat.

“Setiap teknik yang kami pelajari bisa diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti fashion, interior, home decor, hingga produk tekstil lainnya,” ujar Wafa saat ditemui di kampus UM Bandung pada Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, proses belajar ini membuka banyak kesempatan untuk bereksperimen dan menciptakan karya yang bukan hanya estetis, tapi juga bermakna dan punya nilai tersendiri.

Lebih dari sekadar akademik, lingkungan belajar di KTF UM Bandung juga sangat mendukung.

Suasana kolaboratif, keaktifan dosen, dan berbagai kegiatan seni seperti pameran dan workshop menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk terus tumbuh, berkarya, dan membangun jejaring.

“Ini yang membuat pengalaman kuliah saya jadi sangat berkesan,” tambah Wafa.

Alasan utama Wafa memilih Program Studi KTF adalah karena prospek kariernya yang luas dan terus berkembang seiring industri kreatif.

Menurutnya, eksplorasi di bidang kriya membuka jalan ke berbagai profesi, mulai dari fashion designer, textile designer, craft designer, fashion consultant, hingga creative content dan pendidik.

“Sebagai mahasiswa prodi Kriya Tekstil dan Fashion, saya punya harapan besar untuk menjadi desainer kreatif yang mandiri dan bisa bersaing di industri modern,” ungkapnya penuh semangat.

Baginya, kuliah di KTF UM Bandung bukan hanya soal meraih gelar, melainkan membentuk karakter sebagai kreator yang memiliki identitas kuat dan menghargai nilai budaya.

Bagi Wafa, belajar di KTF UM Bandung merupakan perjalanan seru penuh diskusi, eksplorasi, dan kolaborasi dengan teman-teman yang sama-sama mencintai dunia desain.

“Kalau kamu punya passion di bidang desain, tekstil, dan ingin memperkaya budaya lewat karya kreatif modern, yuk mulai perjalananmu di program studi KTF UM Bandung,” ajaknya.

Wafa tidak sekadar mengincar selembar ijazah, tetapi dia sedang membentuk dirinya menjadi seorang kreatif.

Dia sedang menenun jati diri, mimpi, dan cinta terhadap budaya Indonesia yang dituangkan dalam karya nyata yang sangat menggugah.***

Administrator

Hima Ilkom UM Bandung Fokuskan Perjalanan Organisasi pada Akademik dan Isu Sosial

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kepengurusan Himpunan Mahasiswa (Hima) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung periode 2025–2026 resmi dilantik pada Selasa (05/08/2025).

Acara pelantikan yang mengusung tema "Bersuara untuk Bergerak, Berkomunikasi untuk Berdampak" ini digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Irianti Usman, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Euis Evi Puspitasari, serta Ketua Hima periode 2024–2025 Rafli Fathur Rahman.

Selain itu, hadir pula perwakilan himpunan mahasiswa universitas, unit kegiatan mahasiswa, dan 51 pengurus baru Hima Ilmu Komunikasi.

Dalam sambutannya, Euis Evi Puspitasari menekankan pentingnya porsi akademik dalam organisasi mahasiswa.

“Hima Ilkom itu tujuh puluh persen di bidang akademik dan tiga puluh persen non-akademik. Diharapkan program kerja yang dibuat bersinergi dengan hal-hal berbau akademik karena kita difokuskan untuk membangun akademik dan citra baik prodi Ilkom,” paparnya.

Ketua Hima terpilih, Raden Hadian Purwa Surasubita, menyampaikan visi menjadikan Hima Ilkom sebagai ruang pengembangan diri dan pusat kolaborasi.

Misi utama yang diusung meliputi penguatan program kerja akademik dan non-akademik, kolaborasi lintas pihak, serta peningkatan kesadaran terhadap isu sosial melalui riset dan kampanye edukatif.

Sebagai program unggulan, Raden memperkenalkan Komklinik sebagai sarana peningkatan kapasitas mahasiswa.

“Komklinik yaitu untuk memperbaiki pengetahuan atau upgrading mahasiswa-mahasiswi Ilmu Komunikasi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan pesan semangat kepada jajaran pengurus, “Sesuai nama kabinet kita, Bahtera Samudra, kita akan bersama-sama berlayar di antara rintangan yang akan kita lalui. Kita akan mencari ilmu di samudra ini, sehingga saat kita sudah berlabuh di dermaga, kita sudah siap untuk bersaing di era globalisasi.”

Ketua Pelaksana Pelantikan Ilham Nurfadil menambahkan bahwa acara ini menjadi awal resmi masa pengabdian pengurus baru.

“Tema pelantikan kali ini erat kaitannya dengan Ilmu Komunikasi. Karena kita di prodi komunikasi, kita juga dekat dengan yang namanya komunikasi. Kita harus tahu makna dari komunikasi itu, yaitu persuasif atau memengaruhi,” ujarnya.

Ia berharap melalui komunikasi yang efektif, Hima Ilkom dapat memberikan dampak positif ke depan. 

“Jika berbicara tentang bersuara, dalam menggerakkan seseorang itu pasti ada suara, ada perintah, dan sebagainya. Maka, bersuara untuk bergerak dan berkomunikasi untuk berdampak,” tutupnya.***

Administrator