Berita

Ribuan Mahasiswa Peserta KKN UM Bandung Akan Mendapat Pembekalan Teknis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) akan menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 bagi 1.170 mahasiswa peserta KKN serta 70 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Kegiatan ini akan berlangsung pada Jumat–Sabtu, 1–2 Agustus 2025, sebagai bagian dari persiapan sebelum mahasiswa terjun ke masyarakat.

Tema KKN tahun ini adalah “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Cerdas, Mandiri, Berkelanjutan, dan Berkemajuan (CERMARA)”. Oleh karena itu, fokus utama kegiatan KKN 2025 akan diarahkan pada tiga hal.

Pertama, peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi penanggulangan sampah.

Kedua, peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi peningkatan kapasitas pengelolaan koperasi desa merah putih.

Ketiga, peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui bidang sosial dan keagamaan.

Pelaksanaan KKN tahun ini mencakup wilayah Bandung Raya, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Untuk memperkaya wawasan peserta, UM Bandung menghadirkan sejumlah pemateri dari luar kampus. Di antaranya dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dinas Koperasi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, dan dari perwakilan Lazismu Pusat sebagai bagian dari penerapan AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan).

Dari internal kampus, pembekalan akan disampaikan oleh Para Wakil Rektor dan Kepala LPPM UM Bandung.

Kepala LPPM UM Bandung Dr H Ijang Faisal SAg MSi menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan langkah strategis agar mahasiswa dan DPL memiliki bekal yang memadai untuk melaksanakan pengabdian yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat.

“KKN tahun ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi mampu memberikan solusi dan memberdayakan masyarakat di berbagai sektor, sesuai dengan semangat CERMARA,” ujarnya.

Kegiatan KKN merupakan wujud nyata implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan mahasiswa UM Bandung dapat menjadi agen perubahan yang membawa kebermanfaatan bagi masyarakat di wilayah Bandung Raya.***

Administrator

Langkah Awal Sineas UM Bandung Menuju Industri Kreatif

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Art Sinematografi Deluxe (Art Side) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menggelar pemutaran film bertajuk Art Side On Screen Volume 3 pada Sabtu (26/07/2025).

Kegiatan ini berlangsung meriah di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pembina Art Side UM Bandung, perwakilan Lab Film FIKOM Unisba, hingga mahasiswa dari berbagai program studi.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat dan perhatian mereka selama pemutaran film berlangsung.

Ketua Pelaksana Ahmad Fauzi Abdul Qoyyum menjelaskan bahwa pemutaran ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas karya anggota Art Side.

“Kegiatan ditujukan untuk mengapresiasi karya film para anggota Art Side yang diproduksi pada 20 Juni hingga 20 Juli,” ucap Ahmad.

Lebih dari sekadar ajang seremonial, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahunan UKM Art Side.

“Program kerja yang kita sebut sebagai crew call of the month ini menjadi program tahunan bagi setiap anggota untuk membuat film dan nantinya akan diadakan screening yang dilaksanakan pada hari ini,” jelas Ahmad.

Ahmad juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi seluruh pihak.

“Semoga kegiatan tahunan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi kita semua, khususnya anggota Art Side dan penonton,” tandas Ahmad.

Pembina Art Side UM Bandung, Agung Tirta Wibawa, turut mengapresiasi semangat para anggota dalam menampilkan karya film mereka.

“Saya sangat mengapresiasi para anggota yang sudah menampilkan filmnya pada hari ini karena dapat bereksistensi dengan karyanya sendiri,” ungkap Agung.

Ia juga menekankan pentingnya semangat berkelanjutan dalam berkarya dan menyarankan pengembangan melalui pelatihan teknis.

“Semoga ke depannya kita ada workshop yang dapat mengembangkan karya-karya secara original, khususnya dalam penggunaan sound dalam sebuah film,” pungkasnya.***(FK)

Administrator

Kreativitas Mahasiswa KPI UM Bandung Bersinar Lewat Cinematology 2.0

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan pemutaran film bertema “Cinematology 2.0: Membaca Realitas Melalui Layar” pada Kamis (24/07/2025).

Acara ini digelar di Gedung Bandung Creative Hub dan menampilkan karya-karya film mahasiswa KPI.

Ketua pelaksana Ahmad Fauzi Abdul menyampaikan bahwa kegiatan ini menampilkan 12 film dari mahasiswa semester 4 dan semester 6.

“Pada kegiatan kali ini kita menampilkan 12 film. Untuk mahasiswa semester 4 itu tiga film dan semester 6 itu sembilan film,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang pemutaran film, melainkan bentuk nyata apresiasi terhadap hasil karya mahasiswa.

“Selain karena tugas ujian akhir semester, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi screening film-film yang dibuat oleh para mahasiswa,” tambahnya.

Ahmad pun berharap agar Cinematology bisa terus digelar secara berkelanjutan dan berkembang lebih besar setiap tahunnya.

“Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut bahkan sampai 10.0 dan acaranya pun tentu menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Ketua Prodi KPI UM Bandung Rahmat Alamsyah turut memberikan pujian atas karya-karya mahasiswa yang dipertunjukkan.

“Saya sangat mengapresiasi karya-karya monumental ini yang diciptakan oleh para mahasiswa,” ungkap Rahmat.

Rahmat menjelaskan pentingnya unsur naratif dan sinematik dalam sebuah film agar pesan dapat tersampaikan secara kuat kepada penonton.

“Ketika sebuah film itu bisa menyampaikan pesan yang pas, maka film itu dianggap berhasil,” tegasnya, seraya menyebut kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Prodi KPI UM Bandung dan BSM Entertainment.***(FK)

 

Administrator

Inovasi Pelarut Halal Didorong Jadi Standar Industri Farmasi Modern

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar Kuliah Umum bertema inovasi pelarut halal dan kolaborasi riset farmasi pada Kamis (24/07/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Head of Research INHART (IIUM) Malaysia, Assoc Prof Ts Dr Amal Elgharbawy, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Amal menyoroti tantangan penggunaan pelarut konvensional yang selama ini lazim digunakan dalam industri farmasi.

Menurutnya, pelarut tersebut bersifat beracun, mudah menguap, dan tidak ramah lingkungan sehingga bertentangan dengan nilai-nilai halal.

Sebagai solusi, Amal memperkenalkan dua inovasi pelarut modern yang dianggap menjanjikan untuk masa depan farmasi halal, yakni Ionic Liquids (ILs) dan Deep Eutectic Solvents (DESs).

Kedua pelarut ini dinilainya tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga sejalan dengan prinsip halal dan tayyib dalam Islam.

Ia menjelaskan bahwa Ionic Liquids memiliki banyak keunggulan seperti kestabilan termal yang tinggi, tidak mudah terbakar, dan dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan industri farmasi.

Pelarut ini memungkinkan proses produksi yang lebih ringan dan aman, termasuk untuk sintesis ester dan polimer.

Selain itu, ia juga menekankan manfaat besar dari Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) yang berasal dari sumber alami dan dapat diperbarui.

NADES dikenal efektif dalam mengekstraksi senyawa aktif dari tanaman, sangat terjangkau, mudah terurai, dan sangat cocok digunakan dalam pengembangan produk halal.

Amal memaparkan bahwa pelarut ILs dan DESs telah diaplikasikan dalam berbagai teknologi mutakhir, mulai dari pembuatan obat, sistem laundry tanpa air, hingga penyerapan karbon dioksida.

Bahkan, teknologi ini telah terbukti mampu meningkatkan efektivitas ekstraksi protein dan lipid untuk kepentingan farmasi dan bioteknologi.

Sebagai penutup, Amal menegaskan bahwa kehalalan produk farmasi bukan hanya pada bahan baku, tetapi juga harus diperhatikan sejak proses perancangannya.

Oleh karena itu, ia mengajak mahasiswa UM Bandung untuk turut serta dalam riset pengembangan nanokarier berbasis ILs dan DESs demi menghadirkan produk farmasi yang aman, efektif, dan selaras dengan maqasid al-shariah.

Administrator

Universitas Muhammadiyah Bandung Lepas Mahasiswa KKN MAs dan Luar Negeri Tahun 2025

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat catur dharma perguruan tinggi melalui pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah–Aisyiyah (MAs) dan KKN luar negeri tahun 2025.

Acara pelepasan ini menjadi salah satu agenda penting dalam membekali mahasiswa untuk mengabdi di masyarakat serta memperluas jaringan kontribusi di tingkat nasional dan internasional.

Pelepasan mahasiswa dilakukan secara resmi oleh Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto didampingi para dekan, Kepala LPPM, unsur pimpinan universitas lainnya, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan para mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan berlangsung di kampus UM Bandung pada Jumat, 25 Juli 2025, dan menjadi momentum seremonial sekaligus pelepasan secara simbolis menuju medan pengabdian masing-masing.

Tahun ini, sebanyak 10 mahasiswa diberangkatkan untuk mengikuti program KKN MAs yang berlokasi di Pekanbaru-Riau.

Program ini merupakan dikoordinasi langsung oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat peran mahasiswa Muhammadiyah di kawasan strategis nasional.

Selain itu, sebanyak empat belas mahasiswa UM Bandung juga berangkat menjalani KKN luar negeri yang tersebar di tiga negara, yaitu Malaysia, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

Keikutsertaan mereka di berbagai wilayah dunia ini mencerminkan komitmen internasionalisasi kampus melalui pengabdian lintas negara.

Sebanyak sepuluh mahasiswa akan melaksanakan KKN di Malaysia, tepatnya di lingkungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCIM/PCIA).

Di Korea Selatan, tiga mahasiswa akan bergabung dengan komunitas muslimah diaspora Indonesia yang tergabung dalam Rumaisa (Rumah Muslimah Indonesia Korea Selatan).

Sementara itu, satu mahasiswa lainnya akan menjalani KKN di Arab Saudi yang mencakup penempatan di Kantor Urusan Haji dan Umrah Jeddah, Sekolah Indonesia Jeddah, Sekolah Indonesia Makkah, dan Sekolah Indonesia Riyadh.

Selama masa pelaksanaan KKN, lima dosen pembimbing lapangan turut mendampingi mahasiswa.

Mereka berperan sebagai pengarah akademik sekaligus pembimbing dalam menjalankan program pengabdian agar berjalan dengan maksimal dan sesuai tujuan.

Kepala LPPM UM Bandung Ijang Faisal berharap kegiatan ini bisa menjadi pengalaman berharga yang membentuk kedewasaan para mahasiswa.

”KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi pengalaman hidup yang akan membentuk karakter, menambah wawasan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata. Persiapkan diri secara maksimal dan berikan yang terbaik di lokasi KKN,” tegasnya.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai duta bangsa dan kampus.

”Kalian adalah duta bangsa dan duta kampus. Tunjukkan perilaku yang baik, jaga nama baik bangsa, dan manfaatkan kesempatan ini untuk menggali ilmu serta membangun jaringan yang bermanfaat bagi masa depan,” ujarnya.

Melalui program KKN ini, UM Bandung terus menunjukkan keseriusannya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya berintegritas dan berwawasan global. Namun, juga mampu memberikan kontribusi nyata di tingkat lokal, nasional, dan internasional.***(FK)

Administrator

Pameran KTF UM Bandung Tampilkan Hasil Perancangan Inovatif Mahasiswa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung berhasil menggelar Pameran Perancangan Kriya Tekstil dan Fashion bertajuk Reka Rupa pada Kamis (24/07/2025).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat (24–25/7/2025), dan bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung.

Ketua Pelaksana Gita Ramadhani Mulyana mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan ajang untuk menampilkan hasil dari para mahasiswa Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) semester empat dan enam.

”Pameran kali ini menampilkan karya dari para mahasiswa berupa produk dari hasil eksplorasi kami dari teknik manipulating fabric,” ucap Gita.

Ia mengatakan bahwa beragam produk yang diciptakan oleh para mahasiswa prodi KTF dari hasil pembelajaran selama satu semester perkuliahan.

”Produk yang ada pada pameran pun beragam, mulai dari busana bahkan ada yang untuk transportasi, seperti KAI dan pesawat terbang,” kata Gita.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar karya para mahasiswa prodi KTF yang ditampilkan pada pameran ini bisa menarik minat para pengunjung yang datang ke kampus.

”Harapannya semua orang dapat melirik karya kami ini yang memang cukup menarik, memiliki nilai inovasi, dan sesuatu yang memang baru untuk masyarakat,” harapnya.

Pembelajaran perancangan

Sementara itu, Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung Saftiyaningsih Ken Atik mengapresiasi dan sangat bangga dengan hasil kerja keras para mahasiswa tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan pekerjaan satu semester para mahasiswa yang diujikan.

”Karya pada pameran ini merupakan hasil pembelajaran perancangan kriya tekstil dua dan perancangan kriya tekstil empat,” ungkap Ken.

Ia menjelaskan bahwa karya-karya dalam pameran ini merupakan hasil dari penerapan berbagai teknik dan proses implementasi yang telah dipelajari mahasiswa selama perkuliahan.

“Tentu dari hal itu, para mahasiswa dapat memiliki kemampuan pengerjaan pameran tersebut dengan waktu yang sangat cepat,” terangnya.

Menurut Ken, kemampuan tersebut perlu dimiliki oleh para mahasiswa prodi KTF agar setelah lulus nanti dapat beradaptasi dengan cepat dalam lingkungan pekerjaan.

”Kita perlu kerja sat set dalam tempo waktu yang begitu cepat. Kondisi yang membutuhkan kepastian maupun dinamis hingga nantinya kita dapat beradaptasi dengan dunia pekerjaan di luar sana,” tandas Ken.***(FK)

Administrator