Berita

Inilah AI yang Populer dan Banyak Digunakan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa dan dunia pendidikan.

Berbagai platform AI kini dimanfaatkan untuk membantu proses belajar, mencari referensi, menyusun ide, hingga meningkatkan produktivitas akademik.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan teknologi yang cepat dan praktis, sejumlah platform AI menjadi pilihan utama karena dinilai mampu mendukung berbagai aktivitas akademik maupun kreatif.

Berikut tujuh AI yang saat ini populer dan banyak digunakan masyarakat berdasarkan rekomendasi dari ChatGPT:

ChatGPT – Banyak digunakan untuk mencari informasi, membantu menulis, merangkum materi, brainstorming ide, hingga mendukung aktivitas belajar dan riset.

Google Gemini – AI dari Google yang terintegrasi dengan berbagai layanan Google dan dimanfaatkan untuk pencarian informasi, penulisan, serta produktivitas.

Microsoft Copilot – Digunakan untuk membantu pekerjaan, pengolahan dokumen, coding, dan produktivitas berbasis ekosistem Microsoft.

Claude AI – AI percakapan yang banyak dimanfaatkan untuk membaca dokumen panjang, membantu analisis, dan penulisan.

Perplexity AI – Populer untuk pencarian informasi berbasis AI dengan jawaban yang disertai rujukan sumber.

DeepSeek – Mulai banyak digunakan, terutama untuk kebutuhan pemrograman, logika, dan analisis berbasis AI.

Canva AI – Banyak dipakai mahasiswa dan kreator untuk membuat desain, presentasi, visual, dan konten berbasis AI.

Kehadiran berbagai platform AI tersebut menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan kini telah menjadi bagian dari kehidupan akademik modern. Pemanfaatannya tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan, tetapi membuka peluang baru dalam proses belajar, riset, dan pengembangan kreativitas.

Meski demikian, penggunaan AI tetap perlu disertai sikap bijak dan kritis. Teknologi ini idealnya dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran, sehingga mahasiswa tetap mengutamakan proses berpikir, etika akademik, serta kemampuan analisis dalam setiap aktivitasnya.***

Sumber foto: Istockphoto

Administrator

Daftar Mata Kuliah Magister Manajemen UM Bandung Semester 1-4

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menawarkan beragama mata kuliah terstruktur dan menarik.

Mata kuliah tersebut mulai dari semester 1 hingga penyusunan tesis. Mahasiswa dapat memilih konsentrasi SDM, pemasaran, atau keuangan, yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan dunia bisnis modern.

Lalu, apa saja mata kuliah Magister Manajemen UM Bandung yang terdapat 3 konsentrasi itu? Berikut ini rinciannya:

Magister Manajemen (Konsentrasi SDM)
Materi Matrikulasi
Mahasiswa mengikuti program matrikulasi untuk memperkuat dasar akademik sebelum perkuliahan inti.

1. Al-Islam dan kemuhammadiyahan
2. Kewirausahaan berbasis Islam dan teknologi
3. Pengantar Ilmu Ekonomi
4. Teknik Penulisan dan Publikasi Ilmiah

Semester 1
1. Manajemen Bisnis Berkelanjutan
2. Statistika Bisnis Terapan
3. Manajemen Pemasaran
4. Manajemen SDM
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Operasi

Semester 2
1. Sistem Jaminan Produk Halal
2. Metodologi Penelitian Bisnis
3. Manajemen Strategi
4. Pemodelan Bisnis
5. Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Semester 3
1. Kepemimpinan dan Inovasi
2. Perencanaan dan Penilaian SDM
3. Manajemen Talenta Global
4. Riset Perilaku Organisasi dan SDM
5. Seminar Proposal Tesis

Semester 4
1. Tesis
2. Diseminasi Tugas Akhir

Magister Manajemen (Konsentrasi Pemasaran)
Materi Matrikulasi
1. Al-Islam dan kemuhammadiyahan
2. Kewirausahaan berbasis Islam dan teknologi
3. Pengantar Ilmu Ekonomi
4. Teknik Penulisan dan Publikasi Ilmiah

Semester 1
1. Manajemen Bisnis Berkelanjutan
2. Statistika Bisnis Terapan
3. Manajemen Pemasaran
4. Manajemen SDM
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Operasi

Semester 2
1. Sistem Jaminan Produk Halal
2. Metodologi Penelitian Bisnis
3. Manajemen Strategi
4. Pemodelan Bisnis
5. Global dan Digital Marketing

Semester 3
1. Komunikasi Pemasaran Terintegrasi
2. Pengembangan Produk dan Manajemen Merek
3. Intelijen Pemasaran (Marketing Intelijen)
4. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen
5. Seminar Proposal Tesis

Semester 4
1. Tesis
2. Diseminasi Tugas Akhir

Magister Manajemen (Konsentrasi Keuangan)
Materi Matrikulasi
1. Al-Islam dan kemuhammadiyahan
2. Kewirausahaan berbasis Islam dan teknologi
3. Pengantar Ilmu Ekonomi
4. Teknik Penulisan dan Publikasi Ilmiah

Semester 1
1. Manajemen Bisnis Berkelanjutan
2. Statistika Bisnis Terapan
3. Manajemen Pemasaran
4. Manajemen SDM
5. Manajemen Keuangan
6. Manajemen Operasi

Semester 2
1. Sistem Jaminan Produk Halal
2. Metodologi Penelitian Bisnis
3. Manajemen Strategi
4. Pemodelan Bisnis
5. Manajemen Risiko Keuangan

Semester 3
1. Manajemen Investasi dan Portofolio
2. Manajemen Keuangan Perusahaan Multinasional
3. Perilaku Keuangan
4. Riset Keuangan
5. Seminar Proposal Tesis

Semester 4
1. Tesis
2. Diseminasi Tugas Akhir

Itulah mata kuliah Magister Manajemen UM Bandung dari semester 1-8, termasuk materi matrikulasinya.

Program Magister Manajemen UM Bandung hadir dengan kurikulum terstruktur dan konsentrasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Jadikan program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional Anda.***(CH)

Foto: Ilustrasi hasil ChatGPT

Administrator

Keutamaan Puasa Arafah Sesuai Hadis Rasulullah

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar dalam Islam.

Ibadah yang dilaksanakan pada 9 Zulhijah ini menjadi amalan istimewa yang dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Di balik pelaksanaannya yang sederhana, puasa Arafah menyimpan keutamaan luar biasa bagi setiap Muslim.

Ibadah ini menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih rahmat dan ampunan-Nya.

Betapa luas kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya yang senantiasa berusaha memperbaiki diri.

Melalui amal saleh, Allah membuka kesempatan besar untuk meraih penghapusan dosa dan keberkahan hidup.

Keutamaan puasa Arafah diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Qatadah Al-Anshari bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abu Qatadah (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari Arafah, lalu beliau menjawab: ‘Puasa hari Arafah itu menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.’” (HR jemaah ahli hadis kecuali Al-Bukhari dan Al-Tirmidzi).

Hadis tersebut menjadi kabar gembira bagi setiap muslim yang mengharap ampunan Allah SWT.

Puasa Arafah menjadi sarana untuk membersihkan diri dari berbagai kesalahan dan dosa yang pernah dilakukan.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil (shagha’ir).

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ruslan Fariadi, menerangkan bahwa dosa besar (kaba’ir) tidak cukup dihapus hanya dengan menjalankan puasa sunnah.

Dosa besar seperti syirik, zina, atau meninggalkan salat membutuhkan taubat nasuha yang sungguh-sungguh.

Tobat dilakukan dengan penyesalan mendalam, menghentikan perbuatan dosa, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Karena itu, puasa Arafah tidak semestinya dipahami sekadar sebagai penghapus dosa secara otomatis.

Ibadah ini justru menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan kembali menata hubungan dengan Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Ayat tersebut mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.

Oleh karena itu, taubat menjadi jalan terbaik untuk kembali mendekat kepada Allah SWT.

Selain menahan lapar dan dahaga, puasa Arafah juga menjadi sarana pendidikan ruhani bagi seorang muslim.

Ibadah ini melatih seseorang agar lebih sabar, menjaga ucapan, dan mampu mengendalikan hawa nafsu.

Hakikat puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum semata. Nilai utamanya terletak pada lahirnya ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Hari Arafah sendiri merupakan hari yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Pada hari tersebut, rahmat Allah terbuka luas dan doa-doa kaum muslimin memiliki keutamaan besar untuk dikabulkan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka lebih banyak daripada hari Arafah.” [HR. Muslim].

Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya hari Arafah bagi umat Islam.

Oleh karena itu, momen ini hendaknya disambut dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah.

Jadikan puasa Arafah sebagai kesempatan untuk memperbanyak doa dan memperbaiki kualitas diri.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melimpahkan rahmat serta maghfirah-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: muhammadiyah.or.id.

Sumber gambar: olahan ChatGPT

Administrator

Penguatan Moral dan Penegakan Hukum Harus Berjalan Bersama Atasi Kekerasan Seksual

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Universitas Muhammadiyah Bandung Dadang Kahmad menilai maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan fenomena serius.

Menurut Dadang, seperti dikutip dari program "Catatan Akhir Pekan" TVMU, kejadian kekerasan seksual di kampus itu merupakan gambaran sebagian kecil dari persoalan yang sesungguhnya terjadi di masyarakat.

Dadang menyoroti data pada kuartal pertama 2026 yang mencatat sebanyak 233 kasus kekerasan di lingkungan akademik. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya merupakan kasus kekerasan seksual. Menurutnya, angka tersebut sangat memprihatinkan karena kampus semestinya menjadi ruang aman bagi seluruh sivitas akademika.

Ia menyebut kasus kekerasan seksual di kampus sebagai fenomena “gunung es”. Artinya, kasus yang muncul ke permukaan dan dilaporkan kemungkinan hanya sebagian kecil, sedangkan kasus yang tidak terungkap diyakini jauh lebih banyak.

Menurut Dadang, persoalan kekerasan seksual tidak dapat dipandang sekadar sebagai hubungan personal antardua individu. Ia menegaskan bahwa banyak kasus terjadi karena adanya relasi kuasa yang timpang antara pelaku dan korban.

Ia mencontohkan kasus dosen atau pihak yang memiliki otoritas memanfaatkan posisinya untuk menekan mahasiswa melalui ancaman akademik. Misalnya saja seperti nilai rendah, tidak diluluskan, hingga pencabutan beasiswa apabila permintaan pelaku tidak dipenuhi.

Selain relasi kuasa, Dadang menilai lemahnya benteng moral masyarakat juga menjadi faktor yang turut memperparah situasi. Ia menyoroti kemudahan akses terhadap konten pornografi dan pengaruh media sosial yang menurutnya dapat memicu penyimpangan perilaku.

Menurutnya, perubahan pola pergaulan serta longgarnya norma sosial membuat sebagian orang semakin permisif terhadap tindakan yang seharusnya dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan moral.

Oleh karena itu, Dadang mendukung penerapan hukuman tegas bagi pelaku kekerasan seksual di perguruan tinggi, termasuk sanksi pemecatan. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memberikan efek jera dan mencegah kasus serupa terulang.

“Kekerasan seksual bukan penyakit baru, tetapi persoalan lama yang harus ditangani secara serius. Penguatan moral, pendidikan agama, serta penegakan hukum harus berjalan bersama agar kampus benar-benar menjadi ruang aman,” ujarnya.***

Administrator

UM Bandung Bagikan Ribuan Snack Saat Konvoi Persib Juara

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Euforia keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara tiga kali berturut-turut disambut meriah oleh masyarakat Jawa Barat.

Perayaan besar yang dipadati ribuan bobotoh di Kota Bandung itu tidak hanya menghadirkan suasana penuh sukacita, tetapi menjadi momentum kebersamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Di tengah lautan biru para pendukung Persib, Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Promosi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung turut ambil bagian dengan cara yang berbeda.

Pada Minggu (24/05/2026), mereka turun langsung ke jalan mengikuti konvoi juara sembari menyapa masyarakat melalui aksi berbagi.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PMB dan Promosi UM Bandung membagikan lebih dari 10 ribu paket snack dan air mineral kepada bobotoh serta masyarakat umum yang memadati sejumlah ruas jalan utama di Kota Bandung.

Kehadiran tim kampus di tengah semarak perayaan pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Aksi berbagi ini menjadi bentuk apresiasi UM Bandung atas pencapaian bersejarah Persib Bandung yang kembali menorehkan prestasi membanggakan bagi Jawa Barat.

Tidak sekadar merayakan kemenangan, kegiatan tersebut juga membawa semangat kebersamaan dan mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat.

Kepala Bagian PMB dan Promosi UM Bandung Abdul Rohim menjelaskan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan pihak kampus.

Menurutnya, UM Bandung sebelumnya juga ikut terlibat dalam perayaan Persib juara sebagai bentuk dukungan dan kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat.

“Ini sudah kedua kalinya kami ikut meramaikan perayaan Persib juara. Bentuknya mungkin sederhana, kami berbagi snack dan air mineral kepada bobotoh serta masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Persib Bandung yang kembali mengharumkan tanah Pasundan,” ujarnya.

Konvoi dimulai dari Kampus UM Bandung dan bergerak menuju kawasan Jalan Asia-Afrika hingga Gedung Merdeka yang menjadi salah satu titik utama perayaan kemenangan Persib.

Sepanjang perjalanan, suasana berlangsung meriah dengan iring-iringan kendaraan, nyanyian dukungan, serta antusiasme bobotoh yang memadati jalanan.

Tim PMB UM Bandung tampil kompak mengenakan kaos biru khas Persib Bandung. Kehadiran mereka di tengah keramaian bukan hanya menarik perhatian, tetapi menambah semarak pesta kemenangan yang dipenuhi semangat dan kegembiraan.

Di balik euforia tersebut, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkenalkan UM Bandung kepada masyarakat secara lebih dekat.

Interaksi yang terjalin selama konvoi membuka banyak percakapan antara tim kampus dengan masyarakat yang hadir.

Abdul Rohim mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap UM Bandung. Banyak warga yang secara langsung menanyakan informasi mengenai kampus hingga media sosial UM Bandung.

“Momentum ini ternyata bukan hanya tentang merayakan kemenangan Persib. Banyak masyarakat yang bertanya tentang UM Bandung. Tentu ini menjadi promosi yang sangat baik karena kampus bisa hadir lebih dekat, membaur, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, UM Bandung ingin menunjukkan bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi bagian dari masyarakat yang hadir dalam setiap momentum kebersamaan.***

Administrator

Kebaya Putri Dedi Mulyadi Tampil di Pameran UM Bandung, Simpan Nilai Historis

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Kepala Dinas DP3AKB Jawa Barat Siska Gerfianti menghadirkan dua kebaya istimewa dalam pameran Kain & Kebaya IBU #3 yang digelar Prodi Kriya Tekstil & Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung bekerja sama dengan Yayasan Batik Jawa Barat dan Pusat Studi Wastra Nusantara pada Rabu (20/05/2026).

Dalam sambutannya, Siska mengungkapkan bahwa dua kebaya tersebut memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri.

Kebaya pertama merupakan busana yang ia kenakan saat bertugas sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ibu tahun 2025.

Sementara itu, kebaya kedua adalah milik Nyi Hyang, putri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Siska menjelaskan, Nyi Hyang memiliki banyak koleksi kebaya. Namun, kebaya yang ditampilkan dalam pameran kali ini dipilih karena nilai historisnya.

Kebaya tersebut pernah dikenakan saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun 2025, dengan ciri khas warna putih serta ornamen bergambar Garuda berwarna merah.

"Itu kebaya yang bersejarah," ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Siska juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menghadirkan pameran bertema kebaya dan wastra Nusantara tersebut.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda.

Ia menilai berbagai motif batik yang ada perlu didokumentasikan secara lebih sistematis.

Salah satunya melalui pembukuan agar kekayaan motif batik dapat dipelajari dan diketahui generasi mendatang.

"Bagusnya motif-motif batik itu dibukukan supaya generasi masa depan bisa membaca dan mengetahuinya," katanya.

Lebih lanjut, Siska menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai di lingkungan sekolah.

Sebagai gantinya, anak-anak diarahkan untuk lebih banyak terlibat dalam aktivitas yang melatih kesabaran dan ketekunan.

Salah satu kegiatan yang dinilai sejalan dengan tujuan tersebut ialah membatik. Menurutnya, membatik bukan hanya melatih kreativitas, tetapi juga membangun ketelatenan serta kedekatan generasi muda dengan budaya lokal.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah menyiapkan modul pembelajaran untuk mendukung gagasan tersebut.

Langkah itu diharapkan dapat menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan tradisi batik tulis agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.***

Administrator