Berita

UM Bandung dan UWM Yogyakarta Siap Kembangkan Kolaborasi Pendidikan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan dan silaturahmi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yang dipusatkan di Auditorium KH Ahmad Dahlan. Kedua lembaga pendidikan ini menjalin kerja sama di bidang pendidikan.

Penandatanganan ini menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Acara penandatanganan naskah kerja sama dihadiri oleh Rektor serta Wakil Rektor UM Bandung, Rektor UWM Yogyakarta, para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menyampaikan rasa bahagia dan apresiasinya atas terjalinnya kerja sama tersebut. Dalam sambutannya, dia mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada jajaran pimpinan UWM Yogyakarta yang telah berkunjung dan mempercayakan UM Bandung sebagai mitra kerja sama.

“Selamat datang di Universitas Muhammadiyah Bandung. Terima kasih atas kehadiran dan kepercayaan yang diberikan,” ujar Herry pada Jumat (23/01/2026). Dia menilai kerja sama ini sebagai momentum penting untuk saling menguatkan dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi.

Herry juga memaparkan berbagai perkembangan signifikan yang dialami UM Bandung dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, UM Bandung menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang mengalami kemajuan pesat di Kota Bandung, baik dari sisi akademik maupun kelembagaan.

Dia menegaskan bahwa UM Bandung terus berkomitmen mengembangkan tridarma perguruan tinggi dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. Selain itu, UM Bandung juga terbuka untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Saat ini, UM Bandung memiliki lima fakultas dengan berbagai program studi jenjang strata satu dan dua, termasuk program studi profesi apoteker yang banyak diminati lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai daerah di Indonesia. Rektor berharap kerja sama dengan UWM Yogyakarta dapat diimplementasikan secara nyata dan berkembang dengan baik.

Sementara itu, Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta Edy Suandi Hamid menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama dengan UM Bandung. Dia mengungkapkan bahwa kunjungannya didorong oleh perkembangan UM Bandung yang dinilainya sangat pesat dan membanggakan.

Edy berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Namun, dapat diwujudkan dalam program-program konkret. Dia juga menyatakan keinginan UWM untuk belajar dari UM Bandung, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan Sistem Informasi Akademik, sebagai bagian dari pertukaran praktik baik antar-perguruan tinggi guna meningkatkan mutu tata kelola institusi.***

Administrator

UM Bandung Tekankan Penguatan Integritas dan Etika ASN lewat Kuliah Bareng Birokrat

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Penguatan integritas dan etika Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian utama dalam kegiatan Kuliah Bareng Birokrat (KBB) yang diselenggarakan Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Senin (19/01/2026).

Kuliah tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang manajemen ASN, kebijakan publik, dan penyuluhan hukum. Kegiatan ini bertujuan mendorong terwujudnya birokrasi yang profesional, berintegritas, dan mampu membangun kepercayaan publik.

Adapun narasumber yang hadir yakni Bina Danny Ramdhan Gani selaku Auditor Manajemen ASN Ahli Madya, Indra Maulana sebagai Widyaiswara Ahli Muda Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, serta Rika Martiana Dewi yang merupakan Penyuluh Hukum Madya.

Dalam pemaparannya, Bina menegaskan bahwa integritas ASN merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Menurutnya, pengawasan manajemen ASN tidak semata-mata berfokus pada aspek administratif, melainkan memastikan aparatur menjalankan tugas secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, Indra Maulana menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan dalam membangun kepercayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kebijakan yang tidak konsisten berpotensi menimbulkan kebingungan publik, menurunkan kualitas pelayanan, serta melemahkan kinerja birokrasi. Oleh karena itu, ASN dituntut memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai dasar ASN serta mampu beradaptasi dengan dinamika lingkungan strategis.

Dari perspektif hukum, Rika Martiana Dewi menekankan pentingnya kesadaran hukum dan etika administrasi negara bagi ASN. Ia menyampaikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan administratif harus berpijak pada peraturan perundang-undangan serta menjunjung tinggi etika pemerintahan guna mencegah pelanggaran hukum dan praktik maladministrasi.

Melalui kegiatan ini, UM Bandung berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas ASN dalam mengimplementasikan nilai integritas, etika, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terinternalisasi sehingga tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, dosen Program Studi Administrasi Publik UM Bandung, Fatmawati, menyampaikan bahwa Kuliah Bareng Birokrat merupakan inovasi pembelajaran yang sangat penting di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara konsep akademik dan realitas praktik birokrasi di lapangan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori administrasi publik di dalam kelas, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi kebijakan, termasuk berbagai tantangan, dinamika politik, hingga solusi kreatif yang kerap tidak ditemukan dalam buku teks.

Selain itu, kehadiran praktisi juga memberikan informasi terkini terkait reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta tren tata kelola pemerintahan yang terus berkembang mengikuti regulasi terbaru.***

Administrator

UM Bandung Gelar Kuliah Umum Psikologi Kebencanaan dan Psychological First Aid

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Ahli Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Irianti Usman MA menegaskan pentingnya mempelajari dan memahami psikologi kebencanaan di Indonesia.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia—khususnya Jawa Barat—yang rawan bencana alam berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius bagi masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan kesiapan mental yang memadai.

Hal tersebut disampaikan Irianti saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum Program Studi Psikologi bertajuk ”Psikologi, Bencana, dan Kita: Psikologi Kebencanaan & Psychological First Aid” yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan UM Bandung pada Selasa (20/01/2026).

Ia menilai bahwa bencana tidak hanya berdampak pada kerugian fisik dan material, tetapi dapat memicu stres berkepanjangan akibat kehilangan harta benda dan rasa aman dalam waktu singkat.

”Jika kita tidak siap menghadapi efek psikologis pascabencana, dampaknya bisa berlangsung lama. Sebagai praktisi dan akademisi psikologi, kita harus membekali diri agar tidak gagap dalam menghadapi persoalan kesehatan mental akibat bencana,” ujar Irianti.

Irianti juga membagikan pengalaman pribadinya saat gempa besar melanda Padang, Sumatera Barat, pada 2009 silam. Saat itu, ia tengah mengajar di kampusnya di USA dan dilanda kepanikan luar biasa setelah mengetahui keluarga besarnya menjadi korban bencana.

Rumah dan toko milik keluarga rusak parah akibat gempa sehingga membuatnya gemetaran dan terus berupaya menghubungi sanak saudara di kampung halaman yang baru berhasil beberapa hari kemudian. Dampak fisik dan mental yang dialami keluarga sangat berat.

Oleh karena itu, sebagai Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung, Irianti mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum ini. Dia menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata kampus dalam memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen terkait psikologi kebencanaan. Sekaligus sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh secara mental dalam menghadapi situasi krisis.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Program Studi Psikologi UM Bandung Rika Dwi Agustiningsih MPsi Psikolog. Dia menegaskan bahwa bencana—baik alam maupun non-alam—merupakan bagian yang sangat dekat dengan kehidupan manusia.

Maka dari itu, setiap individu perlu melakukan refleksi dan persiapan diri agar mampu memberikan bantuan, baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri sebagai penyintas.

”Psikologi memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemulihan dan ketangguhan mental. Saya berharap kuliah umum ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, khususnya calon sarjana psikologi dan calon psikolog, untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan nilai kemanusiaan dalam membantu sesama,” kata Rika.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Adzanishari Mawaddah Rahmah SPsi MPsi Psikolog mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana memperdalam pemahaman mengenai psikologi kebencanaan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas keilmuan mahasiswa melalui pembelajaran langsung dari para praktisi profesional.

Ia menjelaskan bahwa kuliah umum ini rutin dilaksanakan setiap semester, tetapi kali ini dikemas dengan konsep berbeda yang mengangkat tema psikologi kebencanaan.

Tema tersebut dinilai relevan mengingat Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana sehingga menuntut kesiapsiagaan secara fisik, teknis, dan psikologis.

”Psikologi kebencanaan memiliki peran penting sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi, termasuk dalam penanganan trauma dan penguatan resiliensi penyintas. Kami berharap peserta memperoleh pemahaman yang utuh dan komprehensif, sekaligus kesiapan untuk berkontribusi langsung di lapangan,” tandas Adzanishari.

Kuliah umum ini menghadirkan tiga materi utama, yakni mengenai kebencanaan, kesiagaan, dan peran relawan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat.

Kemudian mengenai psikologi kebencanaan oleh psikolog Tutty I Sodjakusumah. Lalau materi Psychological First Aid (PFA) yang disampaikan oleh psikolog Dinda Dwarawati.***(FA)

Administrator

Kepengurusan Baru Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UM Bandung Resmi Dilantik

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung periode 2025–2026 resmi dilantik pada Selasa (20/01/2026) di lantai dua Gedung UM Bandung. Pelantikan tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Kolaborasi dan Profesionalisme dalam Kepengurusan Himtekpa” sebagai komitmen awal pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi.

Ketua Himtekpa terpilih, Muhammad Fathir Lukman Nur Hakim, menyatakan kesiapan seluruh jajaran pengurus untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, kepercayaan diri, dan sikap profesional. Ia menegaskan bahwa Himtekpa berkomitmen untuk terus berkontribusi positif serta mengharumkan nama himpunan dan almamater Universitas Muhammadiyah Bandung.

Fathir menjelaskan, kepengurusan baru akan segera menyusun dan menjalankan berbagai program kerja hingga akhir masa jabatan. Menurutnya, Himtekpa tidak hanya menjadi wadah pengembangan potensi akademik mahasiswa, tetapi juga ruang membangun jejaring pertemanan, solidaritas, dan rasa kekeluargaan antarmahasiswa Teknologi Pangan.

Sejumlah program yang direncanakan, lanjut Fathir, mencakup kegiatan akademik dan ilmiah sebagai sarana peningkatan kapasitas mahasiswa, termasuk pengembangan potensi melalui aktivitas di luar kampus. Ia berharap seluruh pengurus mampu menjaga komitmen bersama, saling mendukung, serta berperan aktif dalam mencetak mahasiswa yang unggul secara akademik sekaligus matang secara sosial.

Sementara itu, dosen Program Studi Teknologi Pangan yang juga mewakili Pembina Himtekpa, Saepul Adnan, menyampaikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya dan ucapan selamat kepada pengurus baru. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menghadirkan semangat, suasana, dan energi baru dalam menjalankan organisasi.

Adnan menekankan pentingnya kolaborasi dan profesionalisme sebagai kunci keberlanjutan organisasi. Ia mengibaratkan organisasi sebagai api unggun yang hanya akan terus menyala jika ada bahan bakar, di mana peran ketua dan pengurus menjadi penentu utama hidup dan berkembangnya organisasi.

Lebih lanjut, Adnan mendorong Himtekpa untuk memperluas jejaring kerja sama lintas kampus, baik di lingkungan Muhammadiyah maupun dengan perguruan tinggi lain di Bandung dan Jawa Barat. Kolaborasi tersebut, menurutnya, harus dibangun secara profesional agar menghasilkan program-program yang kreatif, berdampak, dan mencerminkan kualitas mahasiswa Teknologi Pangan UM Bandung.

Ia juga mengajak para aktivis Himtekpa memanfaatkan masa mahasiswa untuk memperluas pengalaman melalui kerja sama dengan lembaga pemerintah, NGO, dan dunia industri. “Kesempatan ini sangat berharga jika dimanfaatkan sejak mahasiswa, karena setelah lulus, ruang akses tersebut tidak lagi sebebas saat masih kuliah,” pungkas Adnan.***

Administrator

Hadirkan Ahli Berpengalaman, Prodi KTF UM Bandung Gelar Kuliah Umum Kupas Creativepreneur

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung  -- Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion (KTF) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali mengadakan kuliah umum "Designer Talk & Work #7" pada Kamis (15/01/2026). Acara ini diikuti puluhan mahasiswa yang tampak antusias.

Kuliah umum ini diselenggarakan di lantai dua ruang tiga Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Adapun tema yang diangkat pada kuliah umum kali ini adalah "Meningkatkan Kompetensi Melalui Komunikasi dan Creativepreneur."

Ketua Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah Bandung Saftiyaningsih Ken Atik mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi yang ketujuh kalinya yang diselenggarakan oleh prodi KTF. "Kuliah umum kita kali ini menghadirkan wirausahawati yang mendapatkan berbagai penghargaan," ucap Ken Atik.

Oleh karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa menjadi insight bagi mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion UM Bandung. "Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi salah satu jembatan bagi mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang diinginkan," imbuh Ken Atik.

Terkait acara ini, pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora UM Bandung Irianti Usman mengapresiasi dan sangat bangga atas adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan semacam itu sangat bermanfaat bagi para mahasiswa karena akan mereka akan mendapatkan pengetahuan langsung dari ahlinya.

"Ketika teman-teman mahasiswa langsung mendengar dari ahlinya, seperti narasumber kita kali ini, itu akan berbeda sekali dengan belajar teori dari buku-buku yang ada di perkuliahan," kata Irianti memberikan motivasi.

Di antaranya para mahasiswa bisa mempelajari komunikasi dan entrepreneurship dari narasumber kuliah umum kali ini yang sudah ahli dan berpengalaman. "Komunikasi menjadi bagian penting yang sangat integral karena akan berpengaruh bagi mahasiswa, khususnya yang ingin menjadi pengusaha," terang Irianti.

Pada kuliah umum kali ini, dosen paruh waktu SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) Lik Gayantini Ari hadir sebagai narasumber utama. Dalam materinya, Lik menekankan kepada mahasiswa bahwa lulusan era kreatif saat ini tidak cukup hanya menguasai teori.

Selain itu, dia juga menjelaskan mengenai industri kreatif Indonesia yang saat ini tumbuh sangat pesat dalam berbagai sektor. Termasuk dalam bidang fashion, kriya, digital content, hingga UMKM berbasis budaya lokal.

Melihat perkembangan tersebut, kata Lik, mahasiswa UM Bandung harus pandai memanfaatkannya dengan baik. “Mahasiswa perlu melihat peluang, menemukan ide melalui pengalaman sehari-hari, lalu mengubahnya menjadi produk yang bernilai,” papar Lik.

Di samping itu, Lik juga menegaskan kepada para mahasiswa mengenai pentingnya storytelling, branding visual, dan penggunaan media sosial untuk mengenalkan berbagai karya ke pasar. “Produk yang baik bukan hanya soal desain. Kalian perlu mengkomunikasikannya agar diterima konsumen dan dipercaya pasar,” tandas Lik.***(FK)

Administrator

UM Bandung Terima Kunjungan Universitas Malahayati dan Jalin Kolaborasi Pendidikan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati Bandar Lampung pada Selasa (20/01/2026). Kunjungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) sebagai langkah penguatan kolaborasi pendidikan antarkedua institusi.

Kegiatan berlangsung di Ruang Diskusi Lantai 8 Gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Selain penandatanganan MoU, acara ini juga diisi dengan kegiatan Practices Enhancement of High Performance Liquid Chromatography (HPLC).

Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Diploma III Analisis Farmasi dan Makanan (Anafarma) Universitas Malahayati Bandar Lampung sebagai upaya peningkatan kompetensi praktik laboratorium.

Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari, Ketua Program Studi Diploma III Anafarma Universitas Malahayati Agustina Retnaningsih, dan sejumlah tamu undangan lainnya dari kedua perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Farmasi UM Bandung Dwintha Lestari menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan Universitas Malahayati. Ia mengapresiasi kerja sama ini karena dinilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan farmasi ke depan.

“Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Muhammadiyah Bandung untuk bisa belajar HPLC di sini,” ujar Dwintha. Ia berharap mahasiswa Universitas Malahayati dapat mengikuti proses pembelajaran dan praktik HPLC dengan nyaman dan optimal.

Sementara itu, Ketua Program Studi Diploma III Anafarma Universitas Malahayati Agustina Retnaningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari UM Bandung. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menguasai teknik HPLC.

Sebagai informasi, Fakultas Farmasi UM Bandung merupakan fakultas yang berdiri sejak 2016 dan menaungi Program Studi Farmasi serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA). Hingga Januari 2026, PSPPA UM Bandung telah menerima puluhan calon mahasiswa dari berbagai daerah di luar Jawa Barat, seperti Riau, Batam, Pekanbaru, Bandar Lampung, Kendari, Palembang, dan daerah lainnya.***

Administrator