Berita

Himtekpa UM Bandung Diharapkan Hidupkan Iklim Akademik Kampus

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Redoyan Refli, berharap kepengurusan baru Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himtekpa) tidak hanya berfokus pada keberlangsungan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan karya-karya inovatif yang memberikan manfaat nyata.

Harapan tersebut disampaikan Refli saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus Himtekpa UM Bandung yang digelar di lantai dua Gedung UM Bandung, Selasa (20/01/2026). Pada kesempatan itu, ia hadir mewakili Ketua Program Studi Teknologi Pangan.

Refli menilai para pengurus yang baru dilantik menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Menurutnya, amanah kepengurusan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan ruang pembelajaran dan pembuktian kepemimpinan mahasiswa yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan pentingnya peran Himtekpa sebagai mitra strategis program studi. Melalui organisasi mahasiswa, diharapkan tercipta kontribusi positif bagi mahasiswa dan kampus, salah satunya dengan menguatkan forum ilmiah serta kegiatan akademik yang relevan.

Selain itu, Refli mendorong kepengurusan baru untuk menyusun program kerja yang adaptif terhadap tantangan teknologi pangan masa kini. Di tengah berkembangnya isu keamanan pangan dan inovasi produk, mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif dan aktif berorganisasi.

Menurutnya, Himtekpa perlu berfungsi sebagai inkubator kreativitas yang mampu menghidupkan iklim akademik. Ia memastikan dukungan dari dosen akan terus diberikan melalui kolaborasi dan pendampingan terhadap program kerja yang visioner dan berdampak.

Menutup sambutannya, Refli berpesan agar aktivitas organisasi tidak menghambat kewajiban akademik, melainkan menjadi pelengkap proses studi. Ia mengapresiasi kinerja pengurus sebelumnya serta mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus baru, seraya menantikan terobosan yang berintegritas dan bermanfaat.***

Administrator

Masalah Bukan Kegagalan, Melainkan Proses Pendewasaan Diri Mahasiswa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr Megha Sakova SMB MM, menegaskan pentingnya kemampuan problem solving sebagai bekal utama mahasiswa untuk bertahan dan berkembang di tengah dinamika kehidupan kampus.

Hal tersebut disampaikan Megha saat mengisi materi dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Manajemen UM Bandung yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (22/01/2026). Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa membangun pola pikir solutif sejak awal masa perkuliahan.

Megha menjelaskan bahwa masalah merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang kerap memicu ketidaknyamanan, seperti stres akademik hingga kebingungan dalam mengambil keputusan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat diabaikan, tetapi harus dihadapi dengan solusi yang tepat.

Berbagai persoalan nyata mahasiswa pun disorot, mulai dari penurunan indeks prestasi, kurang tidur akibat buruknya manajemen waktu, keterbatasan finansial, hingga kesulitan beradaptasi secara sosial. Megha menilai, masalah-masalah tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal perlunya perbaikan strategi dalam menjalani kehidupan kampus.

Untuk membantu mahasiswa memahami persoalan secara menyeluruh, Megha memperkenalkan pendekatan problem solving melalui kerangka 5W+1H. Pendekatan ini mengajak mahasiswa mengurai masalah dengan mengajukan pertanyaan mendasar sebelum menentukan langkah penyelesaian.

Selain itu, ia juga memaparkan framework ABCDE sebagai langkah praktis penyelesaian masalah, mulai dari mengakui masalah, menguraikannya, memilih solusi, menjalankan tindakan, hingga melakukan evaluasi. Proses tersebut dinilai mampu melatih kedewasaan berpikir sekaligus tanggung jawab pribadi mahasiswa.

Menutup materinya, Megha menegaskan bahwa masalah bukan untuk ditakuti, melainkan diselesaikan. Setiap tantangan yang berhasil dihadapi akan menjadi bagian dari peningkatan keterampilan hidup mahasiswa dan membuat proses studi di kampus lebih bermakna dan berdaya guna.***(FA)

Administrator

UM Bandung Kembangkan Pendidikan Berbasis Inovasi untuk Menjawab Persoalan Bangsa

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi meskipun usianya masih relatif muda. Memasuki satu dekade perjalanan, UM Bandung meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada masa depan.

Hal tersebut disampaikan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto saat memberikan sambutan dalam kegiatan campus visit SMA Al-Hasra Kota Depok yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga Kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung, Kamis (29/01/2026).

Rektor menjelaskan bahwa saat ini UM Bandung mengelola 18 program studi jenjang sarjana yang berada di bawah lima fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, serta Fakultas Farmasi. Seluruh program studi tersebut terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Pada tahun 2025 lalu, UM Bandung menambah dua program studi baru, yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Studi Magister Manajemen. Dengan demikian, total program studi yang dimiliki UM Bandung kini berjumlah 20 prodi. Ke depan, kampus ini juga berencana membuka sejumlah program studi baru yang dinilai strategis dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepada para siswa SMA Al-Hasra, Rektor menegaskan bahwa masa perkuliahan merupakan fase penting dalam pembentukan kompetensi dan karakter. Ia meyakini para siswa telah memperoleh bekal akademik dan nonakademik yang memadai selama menempuh pendidikan menengah, sehingga siap melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Rektor menuturkan bahwa UM Bandung mengusung visi sebagai Islamic Technopreneurial University. Visi tersebut diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam suasana akademik, penguatan karakter kepemimpinan, penguasaan teknologi, serta pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Menurutnya, berbagai persoalan bangsa seperti kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, korupsi, hingga persoalan energi dan pengelolaan sampah menuntut generasi muda untuk mampu menguasai teknologi sekaligus melahirkan inovasi. Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi secara aktif.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu menjadi inovator yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Rektor.

Selain penguasaan teknologi, UM Bandung juga menaruh perhatian serius pada penguatan nilai kepemimpinan. Melalui kegiatan akademik dan kemahasiswaan, mahasiswa dilatih untuk bekerja sama dalam tim, memimpin program, serta mengelola gagasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Sementara itu, Kepala SMA Al-Hasra Depok, Antik Handayani, mengapresiasi kegiatan silaturahmi dan kunjungan edukasi ke UM Bandung. Ia berharap UM Bandung dapat menjadi salah satu pilihan pendidikan bagi para siswanya, sejalan dengan peran besar Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten mengembangkan pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa SMA Al-Hasra juga mendapatkan berbagai informasi mengenai UM Bandung, mulai dari sejarah kampus, pilihan program studi, mekanisme pendaftaran, kehidupan perkuliahan, peluang beasiswa, fasilitas kampus, hingga keunggulan yang ditawarkan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif berdialog dengan tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).***

Administrator

SMA Muhammadiyah 4 Depok Pelajari Info Perkuliahan di UM Bandung

UMBANDUNG.AC.DI, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan dan silaturahmi puluhan siswa serta guru SMA Muhammadiyah 4 Depok yang dipusatkan di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Rabu (28/01/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan lingkungan kampus dan dunia pendidikan tinggi kepada para siswa.

Kepala Bagian PMB dan Promosi UM Bandung Abdul Rohim mengapresiasi kehadiran rombongan SMA Muhammadiyah 4 Depok yang menjadikan UM Bandung sebagai destinasi pendidikan.

Menurutnya, kepercayaan sekolah-sekolah Muhammadiyah kepada UM Bandung patut disyukuri, terlebih kunjungan kali ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Depok Ali Wartadinata, yang dinilai sebagai hal istimewa.

Abdul Rohim juga memperkenalkan keunggulan UM Bandung, mulai dari sarana yang lengkap, lokasi kampus yang strategis, dekat dengan stasiun kereta, stadion, dan Masjid Raya Al-Jabbar, hingga berada di jalur utama Kota Bandung.

”Meski baru berdiri sekitar sembilan tahun, UM Bandung disebut telah menunjukkan kemajuan signifikan sebagai kampus yang terus berkembang. Kami pun berharap dari 94 siswa yang hadir, setidaknya separuhnya dapat melanjutkan studi di UM Bandung pada tahun mendatang,” ujar Rohim yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Wakil Rektor III UM Bandung Zamah Sari menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan SMA Muhammadiyah 4 Depok.

Dia mengingatkan para siswa agar kelak memilih perguruan tinggi dengan pertimbangan matang, mulai dari fokus pada kampus tujuan hingga memperhatikan lokasi dan lingkungan akademiknya.

Zamah Sari menekankan bahwa Bandung memiliki atmosfer pendidikan yang kuat dan sejarah panjang sebagai kota pendidikan di Indonesia, selain Yogyakarta.

Dia menilai Bandung tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi memiliki kekuatan budaya dan seni yang membentuk identitas kota, sehingga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa.

Selain faktor kota, dia juga mengajak siswa untuk memperhatikan kepemimpinan kampus. Menurutnya, UM Bandung dipimpin oleh rektor yang memiliki rekam jejak kuat di dunia pendidikan nasional dan berpengalaman memimpin perguruan tinggi besar sehingga mampu membangun suasana kampus yang positif dan kondusif bagi kemajuan akademik.

Ketua PDM Depok Ali Wartadinata mengaku senang dapat berkunjung ke UM Bandung bersama para siswa. Dia menilai sambutan yang diberikan pihak kampus sangat hangat dan menjadi pengalaman berkesan.

Momen penyerahan jaket varsity UM Bandung kepada salah seorang siswa oleh Wakil Rektor III pun disambut meriah disertai guyonan agar siswa tersebut kelak benar-benar melanjutkan kuliah di UM Bandung.

Ali Wartadinata menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, bahkan hingga strata dua.

Dia berharap para siswa memperoleh informasi seluas-luasnya tentang UM Bandung dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan utama dalam melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan semangat memajukan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.***(FA)

Administrator

Dekan FEB UM Bandung Lantik Pengurus Baru Galeri Investasi Syariah

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Dr Drs Ia Kurnia MPd, secara resmi melantik kepengurusan Galeri Investasi Syariah (GIS) UM Bandung periode 2025/2026 pada Jumat (23/01/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Selasar Gagas lantai satu Gedung UM Bandung tersebut mengusung tema “From Campus to Capital Market: Inklusivitas dan Keberlanjutan dalam Aksi.” Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru GIS dalam memperkuat literasi dan praktik pasar modal syariah di lingkungan kampus.

Ketua GIS UM Bandung periode 2025/2026 kini dijabat oleh Andyka Maulana Prayoga, mahasiswa Program Studi Manajemen UM Bandung. Dalam sambutannya, Andyka menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan langkah awal bagi kepengurusan baru untuk tumbuh, berinovasi, dan menjaga integritas organisasi.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu mengemban amanah dengan baik serta mencatatkan capaian yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. “Saya berharap kepengurusan baru dapat meraih pencapaian dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” ujar Andyka.

Lebih lanjut, Andyka menegaskan bahwa GIS tidak hanya berperan sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi mitra strategis universitas. Menurutnya, kerja sama dengan berbagai pihak eksternal dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan akreditasi institusi.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang solid. “Ke depan, saya berharap kita bisa saling bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan gairah investasi, khususnya di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika UM Bandung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua GIS UM Bandung periode sebelumnya, Wahidah Nazmi Lailia, menuturkan bahwa GIS merupakan wadah penting dalam pengembangan literasi pasar modal syariah bagi mahasiswa. Ia menilai banyak pengalaman berharga yang diperoleh selama berproses di GIS, mulai dari penguatan organisasi hingga perluasan jejaring.

Menurut Wahidah, berbagai program dan capaian yang telah diraih GIS menjadi bukti komitmen organisasi dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang pasar modal syariah. Ia pun berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan dan meningkatkan peran GIS sebagai pusat edukasi pasar modal syariah bagi mahasiswa UM Bandung.***(FK)

Administrator

HMM UM Bandung Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa Lewat MOMENMU

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali menyelenggarakan Masa Orientasi Manajemen Mahasiswa Baru 2025 (MOMENMU) pada Kamis (22/01/2026). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2025/2026.

MOMENMU’25 digelar di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Kota Bandung. Melalui kegiatan ini, HMM UM Bandung berupaya mengenalkan dunia kemahasiswaan sekaligus membangun fondasi awal bagi mahasiswa baru dalam berproses di lingkungan organisasi.

Pada pelaksanaannya, HMM UM Bandung mengangkat tema ”Akulturasi Intelektual: Membentuk Kepemimpinan dalam Dialektika Berorganisasi.” Tema tersebut mencerminkan komitmen HMM dalam menumbuhkan kepemimpinan mahasiswa yang kritis, adaptif, dan berintegritas melalui dinamika organisasi.

Ketua Pelaksana MOMENMU Refansa Febriana Akbar menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial. Menurutnya, MOMENMU menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk bersosialisasi sekaligus mengembangkan pola pikir kritis sejak awal masa perkuliahan.

”Kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiswa Program Studi Manajemen yang mampu berpikir kritis ke depannya,” ujar Refansa. Oleh karena itu, dia berharap para peserta dapat menyadari perannya sebagai aktivis kampus serta siap berkompetensi dan berkontribusi dalam organisasi kemahasiswaan.

Refansa juga menekankan pentingnya MOMENMU sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa. Dia berharap kegiatan ini mampu melahirkan mahasiswa yang memiliki kredibilitas, daya analisis yang kuat, dan keberanian untuk menghadirkan perubahan yang lebih progresif.

Sementara itu, Ketua HMM UM Bandung Faisal Taufiqurrohman menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya MOMENMU. Dia menilai kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga dan merawat budaya positif yang telah tumbuh di lingkungan Himpunan Mahasiswa Manajemen UM Bandung.

Menurut Faisal, MOMENMU telah berjalan secara konsisten selama tiga tahun terakhir sebagai bagian dari penguatan kultur himpunan dan organisasi. Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai dasar yang perlu dipahami mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan di UM Bandung.

Dia menjelaskan bahwa peran mahasiswa sangat berbeda dengan peran ketika masih berstatus sebagai pelajar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami tanggung jawab, hak, dan perannya sebagai insan akademik yang kritis dan beretika.

Lebih jauh, Faisal menekankan bahwa mahasiswa Manajemen tidak hanya dituntut memahami ilmu manajemen secara akademik, tetapi mampu mengelola sikap dan perilaku. ”Mahasiswa Manajemen UM Bandung juga harus mempelajari manajemen sikap. Sikap-sikap dasar dalam HMM perlu disadari dan ditanamkan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Faisal berpesan agar seluruh peserta MOMENMU senantiasa menjalankan kewajiban dan haknya sebagai mahasiswa UM Bandung. Dia mengajak mahasiswa untuk terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan dinamika zaman di tengah tantangan era globalisasi.***(FK)

Administrator