Berita

Alumni Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Raih Juara 1 Subang Innovation Challenge 2025 dengan Inovasi DIKA

UMBANDUNG.AC.ID, Subang -- Prestasi membanggakan ditorehkan alumni Prodi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Bandung Imam Faturohman. 

Bersama tim inovasinya, ia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Subang Innovation Challenge 2025 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Subang pada Selasa (16/9/2025).

Dalam kompetisi yang diikuti para inovator muda, Imam menghadirkan karya digital bernama DIKA (Digitalisasi Verifikasi Data Kependudukan).

Aplikasi ini mengintegrasikan teknologi Robotic Process Automation (RPA) untuk menyederhanakan proses verifikasi data kependudukan yang selama ini manual dan rentan kesalahan.

Imam menjelaskan bahwa gagasan DIKA lahir dari masalah pengelolaan data kependudukan yang menjadi fondasi pelayanan publik.

Di banyak daerah, proses verifikasi masih terkendala keterlambatan, ketidakakuratan, serta tumpang tindih informasi yang menghambat kebijakan administrasi pemerintahan.

Melalui teknologi RPA, DIKA mampu mengotomatiskan tahapan verifikasi sehingga lebih cepat dan akurat.

Sistem ini dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber secara real-time tanpa harus melewati proses manual yang panjang.

“Kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat melalui DIKA,” ujar Imam.

Menurutnya, aplikasi ini dirancang agar proses verifikasi data lebih transparan, efisien, dan meminimalisir kesalahan administrasi.

Inovasi DIKA mendapat apresiasi tinggi dari Sekda Kabupaten Subang Asep Nuroni dan Kepala BP4D Iwan Syahrul Anwar.

Para penyelenggara menilai karya tersebut aplikatif, visioner, dan berpotensi besar untuk segera diimplementasikan di tingkat daerah bahkan nasional.

Sebagai kader Muhammadiyah, Imam menegaskan bahwa semangat berinovasi berakar dari nilai perjuangan Muhammadiyah yang selalu menghadirkan manfaat bagi umat.

Ia berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memajukan masyarakat melalui teknologi digital.***

Administrator

Dosen UM Bandung Ingatkan Pentingnya Skala Prioritas Bagi Perempuan

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Megha Sakova menegaskan bahwa perempuan modern menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyebut tekanan ganda antara rumah tangga dan pekerjaan, keterbatasan waktu, hingga persaingan bisnis dan karier menjadi hal yang sulit dihindari.

Meski demikian, perempuan memiliki potensi luar biasa yang dapat dioptimalkan. Kemampuan multitasking, empati yang tinggi, serta akses terhadap teknologi digital menjadikan perempuan tetap produktif meski dari rumah.

“Potensi ini bisa menjadi modal penting untuk berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat,” ujar Megha dalam program Gerakan Subuh Mengaji Aisyiyah Jawa Barat belum lama ini. Ia menekankan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas di ranah domestik, tetapi juga meluas ke ranah sosial dan ekonomi.

Sebagai ibu, perempuan berfungsi sebagai madrasah pertama bagi anak-anak dan pengelola rumah tangga sekaligus bisnis. Mereka juga dituntut menjadi teladan bagi lingkungan sekitar agar tercipta harmoni dalam keluarga dan masyarakat.

Untuk menghadapi berbagai tantangan itu, manajemen diri dinilai sangat penting. Prinsip skala prioritas (fiqh al-awlawiyat), pengaturan waktu atau time blocking, komunikasi efektif dalam keluarga, serta disiplin mengelola keuangan menjadi strategi yang perlu diterapkan.

“Selain itu, manajemen spiritual juga harus dikedepankan. Niat ikhlas, ibadah, doa, dan zikir adalah penguat energi sekaligus pengelola stres alami bagi perempuan,” jelas Megha.

Menurutnya, ilmu manajemen sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi perempuan modern. Ekonomi manajerial, misalnya, dapat membantu pengambilan keputusan dalam rumah tangga, bisnis, maupun investasi secara lebih bijaksana.

Ia juga menekankan pentingnya motivasi berbuat kebaikan sebagaimana pesan Al-Qur’an surah An-Nahl ayat 97. Megha menutup dengan penegasan bahwa harmoni antara karier, bisnis, dan dakwah adalah kunci lahirnya perempuan tangguh yang mampu menjadi tiang keluarga, masyarakat, sekaligus agen perubahan peradaban.***

Administrator

Kompetensi Adalah Syarat Mutlak untuk Bersaing Secara Global

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Bandung sukses menggelar Pembukaan Refreshment & Uji Kompetensi Sertifikasi BNSP pada Selasa (16/09/2025).

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat lantai satu gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, ini diikuti oleh 46 mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di lingkungan UM Bandung.

Ketua Tim Manajemen Stratejik dan Kemitraan BPSDMP Kominfo Bandung Doddy Ardiyanto Hanggi menegaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata dunia industri. ”Digital Talent Scholarship atau DTS hadir untuk memfasilitasi sekaligus mengakselerasi transformasi digital,” ujar Doddy.

Ia menambahkan bahwa program ini membangun ekosistem pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media. ”Perancangan VSGA ini ditujukan agar mampu mengurangi kesenjangan antara teori akademik dan kebutuhan industri,” ungkap Doddy.

Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami modul perkuliahan yang diselaraskan dengan unit kompetensi yang telah ditetapkan. ”Peserta tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berlatih melalui micro-skill yang bisa dijalankan mandiri ataupun melalui program VSGA,” jelas Doddy.

Ia juga mengungkapkan bahwa perubahan arah kebijakan VSGA pada 2025 memberikan tantangan sekaligus peluang. ”Nilai akhir peserta ditentukan dari 70 persen ujian akhir semester dan 30 persen asesmen,” kata Doddy.

Wakil Rektor I UM Bandung Hendar Riyadi mengapresiasi dan menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa. ”Standar kerja sudah ditentukan oleh industri sehingga kompetensi menjadi syarat mutlak untuk bersaing di tingkat nasional hingga global,” ungkap Hendar.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa UM Bandung harus memiliki keterampilan sekaligus karakter islami yang kuat sebagai ciri khas lulusan kampus Muhammadiyah. ”UM Bandung berkomitmen membentuk lulusan yang mampu membawa nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari ataupun dunia kerja,” imbuh Hendar.

Selain itu, Hendar juga mengingatkan bahwa inkompetensi merupakan ancaman nyata di dunia kerja yang sebisa mungkin harus dihindari. Ia menilai ketidakmampuan dalam menjalankan tugas tidak hanya merugikan individu, tetapi dapat menghambat produktivitas tim. ”Banyak orang yang tidak kompeten justru menghasilkan suasana kerja yang toksik dan merusak lingkungan profesional,” tandas Hendar.***

Administrator

Delapan Tahun KPM UM Bandung: Menyalakan Semangat, Menjaga Marwah Universitas

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung merayakan Glow Our History (Glory) dalam rangka milad ke-8 pada Jumat (12/09/2025). Perayaan ini berlangsung khidmat di Auditorium Kiai Haji Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752.

Acara tersebut dihadiri jajaran sivitas akademika dan anggota KPM dari berbagai generasi. Suasana hangat tercipta, mempertemukan kembali lintas angkatan dalam semangat kebersamaan.

Ketua Pelaksana Ainy Zahira Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi. Namun, juga menjadi refleksi atas perjalanan dan kebersamaan yang telah terbangun di KPM UM Bandung.

“Perayaan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melanjutkan estafet perjuangan,” ujar Zahira. Ia menegaskan bahwa Glory menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen anggota.

Perayaan Glory kali ini mengusung tajuk “Menggenggam Warisan, Menyulam Perubahan, Melesat dengan Tujuan.” Menurut Zahira, tema tersebut menjadi pengingat bahwa KPM berdiri di atas nilai luhur yang harus dijaga bersama.

Zahira menambahkan bahwa perubahan harus dirajut dengan kebijaksanaan agar masa depan ditempuh dengan arah yang jelas. Momentum ini, katanya, bukan hanya melihat ke belakang, melainkan menatap ke depan dengan semangat menjaga marwah universitas.

“Semoga momen ini bisa menjadikan KPM sebagai wadah pembelajaran terbaik bagi para anggotanya,” terang Zahira. Harapan itu disampaikan sebagai pengikat generasi yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Umum KPM UM Bandung Shalbi Naila Makarim menegaskan bahwa usia ke-8 masih merupakan masa bertumbuh dan berproses. “Apa yang sudah dilahirkan oleh para pendiri adalah warisan yang harus dijaga dan dilanjutkan,” ungkapnya.

Shalbi menekankan bahwa organisasi ini tidak hanya memberikan pelayanan terbaik kepada sivitas akademika UM Bandung. Lebih dari itu, KPM juga berkomitmen membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Selama delapan tahun, Korps Protokoler Mahasiswa UM Bandung telah membuktikan komitmennya melalui berbagai program,” ucap Shalbi. Ia menyebut, lebih dari seribu penugasan protokoler telah dijalankan sejak KPM berdiri.

Ia menegaskan bahwa setiap penugasan adalah bentuk dedikasi, bukan sekadar kewajiban organisasi. “Komitmen pemimpin hadir bukan hanya untuk melaksanakan penugasan, melainkan mengelola organisasi agar lebih maju,” tambahnya.

Shalbi meyakini bahwa usia delapan tahun harus menjadi simbol transformasi. Ia berharap KPM UM Bandung tumbuh sebagai organisasi mahasiswa yang profesional, adaptif, dan inspiratif.

“KPM tidak hanya berkembang, tetapi juga berkelanjutan dan mampu terus melesat,” tandas Shalbi. Harapan itu menjadi penutup yang menyalakan optimisme baru bagi perjalanan KPM UM Bandung.***(FK)

Administrator

UM Bandung dan Universiti Malaysia Perlis Resmikan Kerja Sama Internasional

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung di usia ke-9 kembali memperluas jejaring internasional dengan menjalin kerja sama bersama Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP).

Penandatanganan naskah kerja sama berlangsung di kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada Sabtu (13/09/2025).

Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar untuk meningkatkan peringkat atau rekam jejak internasional.

Namun, bagian dari implementasi visi dan misi Muhammadiyah.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi multidisiplin untuk menghadirkan solusi atas tantangan global.

Selain riset dan pengembangan akademik, kerja sama ini juga membuka peluang bagi dosen UM Bandung melanjutkan studi S2 dan S3 di UNIMAP dengan biaya lebih ringan.

Program double degree juga disiapkan, memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar ganda dari kedua universitas.

Deputy Vice Chancellor Academic & International UNIMAP Mohd Shukry Abdul Majid menyebut program ini akan memberi pengalaman internasional lebih luas bagi sivitas akademika. Mahasiswa dapat menempuh sebagian studi di Bandung dan sebagian lagi di UNIMAP.

Tak hanya di bidang akademik, kedua kampus juga akan berkolaborasi dalam program berbasis komunitas.

Termasuk proyek yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dan Malaysia.***

Administrator

Dakwah Nabi di Makkah Jadi Fondasi Peneguhan Iman dan Akhlak

UMBANDUNG.AC.ID, Bandung -- Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus sejarawan Muhammadiyah Sopaat Rahmat Selamet mengatakan bahwa mengkaji sirah Nabi Muhammad merupakan hal penting bagi setiap muslim. Menurutnya, sejarah bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan fakta untuk mempersiapkan karya bagi masa depan.

Ia menegaskan bahwa sejarah harus dipahami secara kritis-analitis agar tidak berubah menjadi dongeng semata. Hal ini sejalan dengan pesan Al-Quran surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan manusia untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya demi masa depan.

Dalam Kajian Sirah Nabawiyah di Gedung Dakwah PDM Garut, Ahad (14/09/2025), Sopaat memaparkan konteks sosial Arab ketika Nabi Muhammad lahir. Abad ke-7 Masehi ditandai dengan krisis kepercayaan, krisis sosial, dan konflik antara dua adidaya, Romawi dan Persia.

Bangsa Arab kala itu hidup dalam situasi sulit dan terjerat tradisi jahiliah, seperti perbudakan, diskriminasi perempuan, dan penyembahan berhala. Ajaran samawi Yahudi dan Nasrani pun tidak memberi solusi karena terhegemoni kepentingan politik besar, sementara pengaruh asing makin menggerus ajaran hanif peninggalan Nabi Ibrahim.

Sopaat menjelaskan bahwa lahirnya Nabi Muhammad di Hijaz merupakan jawaban doa Nabi Ibrahim sekaligus solusi bagi kerusakan peradaban. Kehadiran Rasulullah membawa misi tauhid dan perbaikan akhlak sebagai dasar membangun masyarakat yang beradab.

Ia menekankan bahwa dakwah Nabi di Makkah selama 12 tahun berfokus pada penanaman akidah dan akhlak mulia. Sebanyak 85 dari 114 surah Al-Quran turun di Makkah dengan ayat-ayat pendek yang meneguhkan iman, seruan universal, dan penekanan pada akhirat.

Menurut Sopaat, ketulusan Nabi karena Allah, akhlak mulia, serta dukungan umat kalangan bawah menjadi kunci keberhasilan dakwah. Spirit inilah yang juga diteladani KH Ahmad Dahlan dalam membangun Muhammadiyah dengan tauhid, kesabaran, dan amal nyata yang kini berkembang luas.***(FA)

Administrator